
Dikerajaan Chu terlihat kubah pelindung telah terpasang, jhun Tian sampai dikerajaan dan melihat Chu Lizheng, Wen Sio, xian, xuan serta Ji kun sedang melawan begitu banyak mayat hidup.
"Berani beraninya dia menyerang anakku" ucap Jhin Tian dengan aura yang mengerikan.
Zaein melongo melihat Xuan Dan Xian.
"Glek.... mereka itu anak kecil atau monster" ucap Zaein masih dengan wajah bodohnya.
"Apa maksudmu" ucap Jhin Tian dengan penuh penekanan.
"ti tidak tuan maksudku bagaimana bisa anak sekecil mereka bisa memiliki energi sebesar itu" Ucap Zaein yang masih belum bisa mengalihkan perhatiannya dari Xian Dan Xuan.
Jhin Tian tidak menjawab dia langsung melesat kearah Xian.
"Tutup mulutmu itu Zaein atau ratusan lalat bisa masuk kesana" ucap Xiao Feng yang seketika membuat Zaein menutup mulutnya dengan tangannya. dan mereka juga ikut melesat membantu Chu Lizheng
Disisi lain, Xian sedang menghadapi para mayat Hidup dengan sekuat tenaganya, dia sudah memusnahkan Begitu banyak Mayat hidup, mungkin jika di bandingkan mereka setara dengan Ji Kun.
Xian yang sedang fokus menyerang Mayat Hidup didepannya tak sadar jika dibelakang ada satu yang siap menerkamnya, saat Mayat Hidup itu memulai aksinya tiba tiba.
Bommmmmmm....... jhin Tian berhasil menendang Dan menarik Besi hitam ditelinga mayat hidup itu.
Jhin Tian langsung mengendong Xian, lalu pergi menuju Xuan dan mengendong mereka ke tepi.
"Tunggu Disini Sebentar" ucap Jhin Tian sambil bersiap melakukan segel.
"Tapi Ayah bialkan aku mem..."
"Xiannnn...!" Jhin Tian berteriak untuk memperingatkan putranya.
"maaf ayah" ucap Xian sambil menundukkan kepalanya.
Jhin Tian memandang Ratusan Mayat hidup Itu sambil menyelesaikan Segelnya.
"Semuanya minggir" teriak Jhin Tian.
Semua orang mulai menghindari gerombolan mayat Itu.
"Segell" Teriak Jhin Tian dan bommmmmm..... Semua menghilang menyisakan besi hitang yang juga dikumpulkan oleh Jhin Tian, tidak ada yang tau mengapa dia melakukan itu.
Setelah melakukan Segel Jhin Tian langsung berlutut dengan satu kakinya dengan nafas terengah engah.
"Ayah baik baik saja" Tanya Xian dan xuan yang langsung menghampiri Jhin Tian.
"Ya, Kalian sendiri apa ada luka apa kalian merasa sakit" tanya Jhin Tian dengan wajah khawatir.
"Ayah jangan Khawatil Xuan dan Kak Xian baik Baik saja" jawab Xuan Dengan senyum.
__ADS_1
"Xian terimakasih" ucap Jhin Tian dengan senyum.
"Ehh..?" Xian Terkejut saat ayahnya mengucapkan terimakasih.
"Berkat kau Tidak banyak yang terluka, maaf ayah tidak bisa melindungi kalian dengan baik, ayah minta jika nanti ada hal semacam ini tetaplah didalam formasi pelindung mengerti" ucap Jhin Tian.
"Tidak Ayah Xian tidak bisa tinggal diam saat semua orang merasa khawatil, tubuh Xian sepelti belgelak sendili, Xian bahkan Tidak Mengelti" ucap Xian sambil menundukkan kepalanya, dia takut itu membuat ayahnya kecewa.
"Ayah bangga pada Xian dan Xuan tapi tolong jangan membuat ayah khawatir lagi" ucap Jhin Tian sambil memeluk kedua anaknya dan Tersenyum.
Jhin Tian lalu mengambil kembali serulingnya.
"Dari pada Mengkhawatirkan mereka, lebih baik khawatirkan luka mu itu, Ambilah aku mendapatkannya dari Huang Tei" ucqp Qi Val yang tiba tiba Muncul.
"Ehh paman Valll" teriak Xian Dan xuan yang langsung berlari dan bergelayut manja di gendongan Qi Val.
"Wah wah baru beberapa hari tidak bertemu Xian dan Xuan semakin berat saja" ucap Qi Val Sambil Berjalan Membawa mereka berdua digendongannya.
Semua orang merasa Terkejut melihat seorang dewa berjalan dengan santainya di dekat mereka, bahkan terlihat seperti manusia biasa tanpa beban apapun.
"paman karena paman ada disini, Xuan akan ajak paman belkeliling Festival" ucap Xuan Dengan Semangat.
"Benal Kata Bibi Ying besok malam Festival nya akan dimulai" jelas Xian .
"Beenarkan, wah jika begitu paman akan pergi Bersama Xian Dan Xuan." ucap Qi Val.
"Yeee" ucap Girang xian dan Xuan.
"Pangeran suku kehidupan, calon dewa kehidupan, wah sungguh aku merasa terhormat bisa bertemu dengan anda" ucap Chu Lizheng Sambil Membungkuk hormat.
"ya yah kurasa itu aku, hahaha aku kemari hanya ingin bertemu pangeran Tian dan Juga keponakan keponakan kecilku ini" ucap Qi Val dengan senyumnya.
"Kulasa gelalnya tidak sesuai dengan sifatnya" bisik Xuan.
"Emm kau benal, tidak ada dewa yang sepelti ini" ucap Xian.
"Astaga kalian berbisik tepat didepanku dan membicarakanku, kalian benar benar anak nakal yaa" ucap Qi Vall.
"Ayahhh tol... ememmeme" kalian jangan memanggil ayah kalian, baiklah baiklah paman menyerah" ucap Qi Val dengan bergridik ngeri membayangkan Wajah marah Jhin Tian.
ijin Tian bukan tipe orang yang akan main main jika menyangkut anak kesayangannya.
"hahahaha, yasudah mari masuk aku akan Menyiapkan beberapa jamuan untuk anda" ucap Chu Lizheng.
"ahaha tidak perlu serepot itu yang mulia" ucap Qi Val.
mereka berdua masuk kedalam istana mendapati Jhin Tian yang tengah mengobati lukanya sendiri.
__ADS_1
"Zaein berikan ini pada Xiao Feng" ucap Jhin Tian dengan dingin.
" tapi apakah tuan tidak ingin saya bantu terleb..."
"Tidak" jawab Dingin Jhin Tian.
Chu Lizheng dan Qi Val melihat hal itu.
"Aku berharap Jhin tian krmbali seperti dulu" ucap Qi Val sambil memandang Jhin Tian dengan wajah rumit.
"Yah, sikapnya ini tidak pernah terlintas sedikitpun di fikiranku" ucap Chu Lizheng dengan sendu.
"Paman.. memang ayah dulu sepelti apa" tanya Xian dengan penasaran.
"ayahmu itu dulu adalah pria yang ceria, dia selalu melakukan apapun agar kita tertawa, bahkan dia juga orang yang mudah tersenyum, orang yang baik, dan satuhal dia tidak pernah bisa berfikir panjang saat orang yang ia sayangi dalam bahaya, Hah dia bukan pria dingin seperti itu" ucap Qi Val.
"Bukankah ayah selalu tersenyum, ayah juga melakukan apa yang paman katakan tadi" ucap Xuan.
"Yah itu jika dihadapan kalian tapi disisi lain dia berbeda, Tapi sudahlah ayo kita kesana" ucap Qi Val dan Langsung menghampiri Jhin Tian.
"Sudah membaik" tanya Qi Val.
"Hmm" jawab Jhin Tian.
"Ayah kami akan belmain bersama Liyan" ucap Xian Dan Xuan.
"ya berhati hatilah" ucap Jhin Tian sambil tersenyum kearah Anak anaknya.
"Aku juga harus segera mengurus beberapa kerusakan,aku permisi" ucap Chu Lizheng.
"Baik Yang mulia" ucap qi Val dengan Senyum.
Jhin Tian bangkit dari duduknya.
"Katakan apa tujuanmu" tanya Jhin Tian dengan Dingin.
"Ehh apa maksudmu pangeran" tanya Qi Val dengan mengekrutkan keningnya.
"Cih tidak mungkin pangeran Kehidupan rela datang kedaratan tengah hanya karena enerhi kehidupan yang tercampur itu" ucap Jhin Tian sambil melirik Qi Val.
"Hah iya baiklah, bagaimanapun analisismu selalu saja tepat, apa boleh buat aku tidak bisa berbohon padamu" ucap Qi val dengan senyumnya.
"Kalau begitu katakan dengan cepat" ucap Jhin tian dengan nada dinginnya.
Qi val berfikir sejenaak sebelum mengatakan tujuan nya yang sebenarnya.
.
__ADS_1
.
...