
Pagi Hari itu semua penghuni istana berkumpul untuk menyambut kedatangan Nenek dan kakek Raja Chu lizheng dan Pangeran Chu Tian.
Sebuah portal muncul dihadapan mereka dan lima orang muncul.
"Dimana Cucu menantuku dimana" tanya seorang wanita Tua yang tak lain adalah Chen ming
"Nenek tidak merindukan kami" ucap Chu Lizheng.
"Diam kau aku ingin bertemu cucu menatu ku" ucap Chen ming.
Chu Tian dan Chu Lizheng hanya bisa mengelengkan kepala mereka karena nenek mereka sungguh langsung menemui Ling Yue.
"Kau gadis yang sangat cantik" ucap Nenek ming sambil memegang tangan Ling Yue.
Ling Yue tersenyum manis.
"Kenapa kau mau dengan anak nakal itu, kau begitu cantik dan hatimu juga baik" ucap Nenek Ming.
"Nenek aku.."
"Hahaha nenek hanya bercanda cucuku sangat beruntung memilikimu disisinya" ucap Chen Ming.
"Aku juga merasa beruntuk mendapatkan dia disisiku" ucap Ling Yue.
"Salam kakek, salam paman " ucap Ling yue memberikan hormat pada Nenek kakek serta paman Chu tian.
"kau calon istri An'er kami, benar kata ibu An'er sangat beruntung memilikimu" ucap Wen Sio sambil mengelus lembut kepala Ling Yue.
"Kakek, Nenek, paman mari masuk kami sudah mempersiapkan tempat untuk kalian" ucap Chu Lizheng dengan penuh hormat
"Dimana istrimu" tanya Wen han kakek Chu Tian.
"Dia ada didalam kakek, aku tidak ingin dia terlalu lelah" ucap Chu Lizheng.
"Baiklah kalau begitu biarkan kami bertemu calon Cicit kami" ucap Chen Ming sambil terus memegang tangan Ling Yue mereka masuk.
mereka mulai berbincang dan Kali ini mereka berbicara tentang Han Ying dan Ling Yue.
"Nenek Aku dan Ling Yue akan pergi ke toko perhiasan," ucap Chu Tian.
"Toko perhiasan apa itu benar nak" tanya Chen Ming seperti tidak percaya pada Chu Tian.
"Iya nenek, kami memang akan membeli beberapa perhiasan untukku dan untuk yang lain juga" jelas Ling Yue.
"Jika begitu ayo kau pergi bersama nenek saja, nenek sangat tau tentang kualitas perhiasan" ucap Nenek Ming.
"Tapi nenek aku..."
__ADS_1
"Kau ini diamlah, aku akan pergi bersama cucu menantuku apa kau akan melarangnya" ucap Marah Chen Ming oada Chu Tian.
"Tidak" jawab Chu Tian dengan lesu.
Semua mencoba menahan tawanya, tapi tetap saja tawa itu lolos dari mulut mereka, sementara itu Ling Yue pergi bersama Chen Ming untuk membeli perhiasan.
"Kakak kali ini kau berhutang padaku" kesal Chu Tian.
"Tenanglah An'er nenekmu memang selalu begitu, bahkan kakak iparmu han Ying dulu juga diperlakukan seperti itu, seujung rambutpun Heng'er tidak boleh menyentuhnya" jelas Wen Sio dengan tersenyum
"ya itu benar nenek mu itu sangat keras kepala dia akan melaakukan apa yang ia mau" ucap Wen Han
"hah mau bagaimana lagi, kakek paman kalian beristirahatlah aku akan menemui kak Lao Hei" Ucap Chu tian lalu memberikan hormat dan pergi.
Chu tian berjalan menuju tempat Lao Hei.
Tok Tok Tok....
"kakak kau didalam" ucap Chu tian.
"Ya masuklah" ucap Lao Hei dari dalam.
"Astaga, apa yang terjadi disini kenapa sangat berantakan" ucap Chu Tian.
"Ah itu aku belum sempat merapikannya, ada keperluan apa kau kemari" tanya Lao Hei.
"Yah itu memang Cukup menguras tenanga tapi, itu bukan masalah besar" ucap Lao Hei.
mereka Berdua kemudian, membuat sebuah formasi dan mulai menempelkan beberapa jimat untuk membuat sebuah portal, mereka terus melakukan itu bahkan mereka hanya bisa membuat delapan portal dalam sehari penuh.
Hati terus berlalu portal telah siap semua, Lao Hei telah membagikan portal beserta surat undangan, gaun pernikahan Chu Tian telah selesai dibuat, semua persiapan telah selesai, hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu.
"Kakak tolong pasangkan hiasan rambutku ini, baju ini sungguh membuatku sulit bergerak" ucap Ling Yue yang sudah berdandan sejak tadi.
"Nah Sudah, lihat kau terlihat sangatt cantik hari ini" ucap Han Ying.
"Aku sangat gugup kak" ucap Ling Yue.
"Tenangkan Dirimu, kau pasti bisa" ucqp Han Ying.
"Huft aku penasaran bagaimana penampilan Chu Tian" ucap Ling yue sambil membayangkan Chu tian.
"Dia pasti akan terlihat sangat tampan, sudahi lamunanmu itu, ayo sebentar lagi acara akan segeran dimulai" ucap Han Ying Sambil menyentuh Hidung Ling Yue.
"Ling yue apa kau sudah siap, seluruh tamu sudah tiba" ucap Yan Sha yang saat itu mengunakan gaun yang indah juga untuk menjadi pendamping Ling yue.
"Aku sudah siap" ucap Ling Yue, dia berdiri dan berjalan Dengan Anggunnya, Chu Tian sudah menunggu dialtar pernikahan, Ling Yue datang bersama Yan sha dua wanita cantik yang sangat anggun memasuki Altar pernikahan, semua merasa kagum dengan kecantikan Ling Yue.
__ADS_1
"Pangeran Tian Sungguh beruntung memiliki Istri Secantik Putri Yue" ucap Raja Han
"Dia memang pantas mendapatkannya yang mulia" ucap Raja Xin.
Semua Tamu membicarakan Chu tian dengan baik.
Dia altar Pernikahan Chu Tian juga terpesona dengan kecantikan Ling Yue dia mengulurkan tangannya sambil berlutut untuk menyambut Ling Yue, Ling yue menerima uluran Tangan Chu tian dengan Sangat anggun, mereka berdua berjalan bersama untuk mengucapkan janji pernikahan.
Satu janji dan tiga sumpah telah terucap Cincin Indah dengan permata yang juga sangat indah melingkar dijari Ling Yue dan Chu tian, semua orang bersorak tanda bahwa mereka ikut bahagia.
Ling Yue meneteskan airmata bahagianya sambil memandang Chu tian, Chu Tian lalu menghapus air matanya.
"Jangan menangis dihari bahagia kita" ucap Chu Tian.
Chu lizheng dan Han Ying Maju kedepan denga sebuah kotak indah .
"Selamat untukmu adik, aku sangat bahagia atas pernikahanmu doaku selalu menyertai kalian" ucap Chu Lizheng.
"aku akan selalu berdoa agar kalian segera mendapat keturunan" ucap Han Ying.
Satu Persatu orang mulai memberikan selamat dan hadiah kepaa Chu tian dan Ling Yue, dan dibelakang Chu Tian sudah ada seorang pelayan Dengan membawa banyak Kotak kecil.
"Pangeran kau benar benar sangat beruntung mendapatkan istri secantik putri Yue" ucap Raja Han.
"Bahkan yang mulia juga sangat beruntung mendapat istri sebaik Permaisuri Cao Yi dan memiliki putra sehebat Han Tao" ucap Chu Tian sambil memegang pipi han tao.
" paman Tian, aku akan menjadi pendekal yang sangat hebat" ucap Han Tao.
" tentu saja han Tao Akan menjadi pendekar hebat, lihat paman juga punya hadiah untukmu, jangan pernah dihilangkan ya" ucap Chu Tian sambil memberikan satu kotak kecil kepada Han Tao.
" Pangeran kau seharusnya tidak perlu mrlakukan ini" ucap Cao Yi.
" kalian akan membutuhkan ini suatu saat nanti" ucap Chu Tian dengan senyuman.
meski binggung mereka menerimanya dengan senang hati, kemudian memberikan selamat juga pada Ling Yue dan kembali ketempat duduk mereka dan menikmati hidangan yang sudah tersedia.
.
.
.
.
Chu Tian dan Ling Yue
__ADS_1