Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 206. Berbeda


__ADS_3

Setelah makan mereka kembali melanjutkan perjalanan, tak seperti biasa Jhin Tian lebih banyak diam, biasanya dia akan selalu bercerita atau membuat suatu lawakan yang membuat perjalanan menjadi menyenangkan.


beberapa jam telah berlalu penuh kebosanan.


Qi Val menyikut lengan Qing Se.


"Kau ini kenapa" kesal Qing Se.


"Ssstttt.. apa kau tidak melihat ada yang aneh dengan pangeran hari ini" tanya Qi Val.


"yah aku merasakannya sejak dia mau menabrak batu digua tadi." jelas Qing Se.


"Apa kau bisa menebak sesuatu" tanya Qi Val.


"kurasa dia baru saja bermimpi buruk" ucap Qing Se dan itu membuat Qi Val teringat kejadian tadi pagi.


"Benar juga, tadi pagi sebelum aku membangunkan pangeran dia sudah lebih dulu bangun dengan berteriak menyebut nama putri Yue, jika dilihat dari ekspresinya sepertinya memang mimpi buruk" ucap Qi Val.


"Sudah kuduga, aku akan coba masuki mimpinya sementara itu tolong bantu aku berjalan" ucap Qing Se.


"Baiklah aku mengerti" ucap Qi Val dan diangguki oleh Qing Se.


mereka berdua berjalan dipaling belakang jadi tidak ada yang memperhatikan apa yang mereka lakukan.


Qing Se mulai memejamkan mata dan Qi Val membantunya agar tetap berjalan.


Cukup lama Qi Val menunggu dan itu membuatnya khawatir.


Beberapa saat kemudian.


"Pfftt uhuk uhuk" darah mengalir dari bibir Qing Se.


Seketika mereka semua menengok.


"Qing se kau baik baik saja, apa yang terjadi padamu" ucap panik Jhin Tian.


"Aku tidak ap apa apa pangeran" ucap Qing Se dengan senyumnya.


"Huang Tei periksa Qing Se" perintah Jhin Tian.


"Eh baik pangeran" ucap Huang Tei langsung menghampiri Qing Se yang dibawa oleh Qi Val.


Setelah beberapa saat Huang Tei memeriksa.


"Aku hanya bisa menyimpulkan bahwa Qing Se kelelahan dan kehabisan energi, selebihnya tidak ada" ucap Huang Tei.


"Huft Syukurlah " ucap Qi Val.


"Aku sudah bilamg aku baik baik saja" ucap Qing se dengan senyum.


"hah pangeran,lebih baik anda minum ramuan ini, setidaknya kau akan merasa lebih baik" ucap Huang Tei sambilmemberikansebuab cawan kecil berisi Ramuan.


"Terimakasih Huang tei" ucap Qing Se.


"Bukan masalah bagiku" jawab Huang Tei dengan senyumnya.


"Aku akan membantumu" bisaik Huang tei pada Qing Se.

__ADS_1


"Jadi begitu ya... terimakasih" ucap Qing Se sambil melihat ramuan dicawan.


"Sebaiknya kita istirahat dahulu" ucap jhin Tian.


"Tidak pangeran Aku sudah baik baik saja" ucap Qing Se.


"Jangan paksakan dirimu Qing Se, beristirahatlah" ucap Jhin Tian dengan senyumnya.


"Huft baiklah pangeran sesuai perintah anda" ucap Qing se.


mereka semua akhirnya beristirahat, Qing Se dan Qi Val duduk agak jauh dari mereka.


"Jadi apa kau menemukan petunjuk Pangeran se" tanya Qi Val.


"Aku tidak bisa memastikannya, mimpi pangeran tertutup rapat, aku hanya melihat samar sama seorang wanita yang tiba tiba menghilang didepan mata Pangeran, dan setelah itu aku dipaksa keluar mimpi itu dan jadilah seperti ini" ucap Qing se.


"Jadi kita tidak mendapat apapun" ucap qi Val.


"Hah sepertinya begitu, aku tidak mengerti lagi" ucap Qing se sambil memijat pelipisnya.


"Kita harus cari cara lain" ucap Qi Val.


"Tapi cara seperti apa" tanya Qing se.


"Hah aku juga tidak tau pangeran Se" ucap Qi Val dengan Frustasi.


"Kalian sedang membicarakan apa" tanya Huang Tei yang tiba tiba muncul.


"Astaga macan garong" teriak kaget Qi Val.


"Huang Tei kau mengejutkan kami saja" kesal Qing se.


"Ada" ucap Qi Val dengan nada kesal.


"Mana" tanya Huang Tei sambil melitik ke sekitar.


"Kamu macan Garongnya" entah mengapa Qi val semakin kesal dengan Huang Tei.


"Sudahlah kalian lihat pangeran kemari" ucap Qing se.


"Kalian sedang membicarakan apa" tanya Jhin Tian dengan mengkerutkan keningnya.


"Qi Val mengatakan bahwa aku macan Garong, padahal aku ini pria tampan" ucap Huang Tei.


"Mimpiii" teriak Qing se dan Qi val.


"hmm kalian ini, sudah lah, oh ya Qing Se bsgaimana dengan tubuhmu" tanya Jhin Tian.


"Lebih baik dari sebelumnya" ucap Qing se.


"Apa kau sudah sanggup berjalan Lagi" tanya Jhin Tian


"Sangat sanggup pangeran" jawab Qing se dan langsung berdiri.


"Baiklah kita akna kembali melanjutkan perjalanan, jika kau lelah katakanlah padaku kita akan segera mencari tempat beristirahat" ucap Jhin Tian.


"Aku mengeryi pangeran, Terimakasih" ucap qing se.

__ADS_1


"Hmmm " tersenyum hangat.


"Senyumnya sangat berbeda dari biasanya, aku merasa tidak tenang dengan senyuman itu" batin Qing Se.


"Aku harus segera menyelesaikan ini semua, entah mengapa aku ingin sekali kembali ke istana Es" batin Jhin Tian.


Mereka semua kembali melanjutkan perjalanan panjang mereka, bahkan hingga berhari hari tapi sayang sekali tidak ada petunjuk apapun.


Malam itu mereka sudah berada disebuah hutan dan mereka telah melewati perbatasan padang pasir beberapa hari yang lalu.


Disebuah Danau seorang pria tampan kulit putihnya dan juga mata biru secerah langit membuat siapapun terpesona. Jubah putihnya yang berkibar diterpa angin malam yang dingin.


matanya yang tajam menatap jauh kedepan seakan bisa menembus siapaoun yang akan menganggu perjalanannya.


"Pangeran Anda disini Rupanya" seseorang datang dan membuyarkan lamunan panjang dati pria tampan itu.


"Qi Val ada apa" tanya Jhin Tian tanpa mengalihkan pandangannya yang tertuju pada danau besar itu.


Yah pria yang kumaksud memang tak lain adalah Jhin Tian.


"Pangeran Le dan Pangeran se memanggil anda pangeran mungkin ada sesuatu yang oenting" ucap Qi Val.


"Hah baiklah, aku akan kesana nanti biarkan aku disini sebentar lagi" ucap Jhin Tian sambil menatap pantulan sang rembulan di atas air danau itu.


"Baik pangeran" ucap Qi Val dan segera kembali keyempat teman temannya.


Jhin Tian menatap danau dengan mengkerut kan alisnya


"Itu..."


Ditempat jhin le dan yang lainnya.


"Qi Val dimana Jhin tian" tanya Yan Sha.


" dia masih ada disana munhkin sebentar lagi akan kemari" jawab Qi val.


"Huh baiklah, ada apa dengan anak itu, bebetapa hari ini wajah tenangnya itu malam membuatku khawatir" ucap Jhin Le.


"Kau benar pangeran Le, Senyum hangat yang biasanya menenangkan itu menghilang dari wajahnya, entah apa yang membuatnya seperti itu, apa anda tidak menanyakannya Pangeran " tanya Qing Se.


"Berulang kali aku bertanya dan sia hanya menjawab, 'jangan khawatirkan aku, aku baik baik saja' Jawaban yang tidak bisa membuatku merasa Puas" ucap Jhin Le dengan wajah Lesu.


Tiba tiba..


BOMMMMMMMMMMM..........


Suara ledakan besar terdengar.


"Apa itu tadi" tanya Huang Tei.


"Suaranya berasal dari danau, jangan jangan jhin Tian..."


mereka saling berpandangan dan langsung melesat kearah danau untuk melihat bagaimana kondisi disana.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2