
"Anda siapa" tanya Jhin Tian dengan wajah tenangnya.
"Kau tidak perlu tau aku siapa.. yang jelas kau pasti Pangeran mahkota tiga dunia" ucap seseorang yang memanggil jhin Tian tadi.
"Lalu ad urusan apa kau memnaggilku" tanya Jhin Tian dengan nada dingin.
"Wah wah kau terlalu dingin, Sifatmu itu bisa membuat orang lain tidak suka" ucap Orang Itu.
jhin Tian mengangkat sebelah alisnya.
"Orang suka atau tidak denganku apa urusannya denganmu" ucap Jhin Tian.
"Anak muda jaman sekarang... aku sudah memperingatimu kau bisa percaya atau tidak" ucap Orang Itu.
"Tidak perlu banyak berbasa basi.. ada urusan apa kau denganku" ucap Jhin Tian dengan tatapan datar dan malasnya.
"Jika kau percaya denganku maka jangan cari makhluk itu.. lrbih baik kau segera mencari penawarnya.. ayahmu tidak akan bertahan lama tanpa dorongan apapun" ucap Orang itu.
"Apa maksudmu" tanya Jhin Tian dengan serius.
"Hahhaa aku tau kau akan tertarik... kau tentu tau racun tiga purnama hanya punya satu penawar, jika beruntung akan mendapat waktu tiga tahun dan jika tak beruntung hanya ada watu tiga bulann.."
"Katakan dengan jelas aku sudah tau tentang itu" serobot Jhin Tian.
"Kau harus banyak bersabar..., aku punya satu solusi atas masalahmu tapi tentu ini punya resiko besar" ucap Orang itu.
"Apa solusinya" tanya Jhin Tian.
"Tuan muda Kay" ucap Orang itu dengan singkat.
"Apaa....!!! tidak aku tidak mungkin menjadi kay untuk saat ini putra putriku masih terlalu kecil aku..."
"Penawar itu berada Di sebuah perpustakaan besar di tengah kota.. aku tidak memintamu untuk pergi sekarang aku bahkan tidak tau kapan kau pergi tapi yang jelas sebelum kau mengambil ramuan itu kau akan diberi satu pilihan, yang kutau kau harus tinggal Disana " ucap Orang Itu.
"aku aku akan mendapatkan penawarnya dari makhluk itu...!" tegas Jhin Tian sambil melangkah pergi.
"Percuma saja... bahkan sampai makhluk itu mati pun kau tidak akan mendapat ramuannya" teriak Orang Itu yang membuat Jhin Tian berhenti.
"Aku akan tetap membunuhnya" ucap Jhin Tian dengan tatapan membunuh.
orang itu tersenyum tipis.
"Baiklah jika itu mau mu, panggil aku jika kau ingin pergi kedunia itu.. ingat kau hanya punya waktu tiga bulan untuk berfikir, ini bukan tentang kau tapi tentang ayahmu itu" ucap orang itu.
__ADS_1
"Aku tau" ucap Jhin Tian lalu kembali melangkahkan kakinya dan perlahan menghilang.
"Anak ini menarik... sepertinya tuanku tidak salah memilih" ucap Orang itu yang juga langsung menghilang bersama tiupan angin.
kini Jhin Tian sampai ditempat sumber aura yang ia cari.
"Bukan auranya yang tertinggal tapi memang dia meninggalkannya, sangat pandai" ucap Pelan Jhin Tian.
"Rarrrrrrrrr......" seekor Serigala datang dan Hampir menerkam Jhin Tian, namun Jhin Tian berhasil menghindarinya.
"Auuuuuuuuuuuu" serigala itu melolong memanggil kawanannya.
"Cih pergilah kalian semua, jangan membuang buang waktuku" ucap Jhin Tian.
segerombolan serigala mengepung Jhin Tian, jhin tian masih terlihat tenang dihadapan puluhan serigala lapar yang siap menerkamnya.
Jhin Tian hanya diam dan mengeluarkan pedangnya.... dia lalu memutar tubuhnya menciptakan tebasan memutar dan membuat semua serigala didekatnya mati dengan tubuh terbelah dua.
Jhin Tian terus melakukan hal yang sama hingga semua serigala habis tak tersisa.
"Cih merepotkan" ucap Jhin Tian Sambil me masukkan pedangnya, tak lama setelah itu semua serigala yang mati menghilang bahkan setetes darah pun menguap bagai air.
"huh masih belum selesai Ya" ucap Jhin Tian dengan wajah serius memandang lurus dengan tatapan tajamnya.
Jhin Tian mencoba membukapintu kecil itu tapi selalu saja gagal.
"Jika sudah begini.. emm"
"Kak Lao Hei apa kau tau tentang pintu ini" tanya Jhin tian.
"pintu ituu" didalam ruang dimensi Lao Hei memandang pintu itu dengan serius sambil memegang dagunya.
"Sepertinya aku tau... apa kau masih punya permata iblis Qi sau" Tanya Lao Hei.
"Sepertinya aku telah mengunakan semuanya jikapun masih...ah tunggu dulu" jhin tian membuka telapak tangannya seketika sebuah kotak hitam kecil muncul ditangannya.
"Tak kusangka kau masih menyisakannya" ucap Lao Hei dengan tersenyum tak berdaya.
"Kebetulan yang membuatku merasa beruntung" ucap Jhin Tian.
"Kau memang selalu di kelilingi keberuntungan, sudah sekarang letakkan permata itu sebelum setigala itu masuk, lihatlah Perisaimu sudah melemah" ucap Lao Hei.
Jhin Tian mengangguk dan langsung menempatkan permata iblis di pintu kecil itu dan disaat bersamaan Perisai yang dibuat Jhin Tian hancur karena tidak dapat menahan banyaknya serigala yang ingin menerobos masuk.
__ADS_1
"Jhin Tian menebaskan pedangnya sekali menciptakan kilasan yang menyilaukn yang membuat Semua serigala berhenti dan menutup matanya sementara Jhin Tian langsung masuk begitu saja.
Melihat Jhin Tian telah pergi semua serigala Terlihat marah dengan menampilkan Taring panjang dan tajam mereka sambil menatap tajam pintu yang dilalui Jhin Tian.
"Hei kenapa kau tidak membunuh serigala serigala itu" tanya Lao Hei.
"Aku tidak ingin membuang buang energi, masih ada musuh yang lebih penting dari para serigala kecil iru" ucap Jhin Tian dengan tenang.
"Cih sejak kapan kau jadi sesombong ini" ucap Malas Lao Hei.
"Memang kenapa" tanya Jhin Tian sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Tidak" jawab Singkat Lao Hei.
Sementara Itu Jhin Tian masih terus melangkahkan kakinya menyusuri sebuah jalan sempit sambil terus berdebat dengan Lao Hei.
"Hei Jhin Tian" panggil Lao Hei.
"Hmm" jawab Jhin Tian sambil melihat lihat sekeliling,.
"Tentang perkataan pria yang kau temui tadi itu bagaimana" tanya Lao Hei.
Jhin Tian berhenti sejenak dia terdiam sambil sedikit menunduk, sebelum pada Akhirnya dia kembali melanjutkan langkahnya.
"Huft.. aku harus melihat kondisi saat ini, jika itu satu satunya cara maka aku akan melakukannya, ayahku adalah segalanya bagiku" ucap Jhin Tian.
"Tapi kulihat mereka kurang percaya padamu apalagi saat kau tidak mengatakan apapun atas kepergianmu ini" ucap Lao Hei.
"Apapun yang kau pikirkan, aku selallu percaya mereka mempercayaiku sepenuhnya" ucap Jhin Tian.
"Hah entah kau terlalu baik atau kau terlau bodoh, terserah dirimu saja, jika nanti kau kecewa jangan cari aku" ucap Lao hei dengan kesal.
"Tenang saja aku tidak akan mencari siapapun jika itu terjadi" ucap Jhin Tian tanpa ragu.
"Kau terlalu percaya Diri... emmh aku merasakan sesuatu yang besar didepan" ucap Lao Hei.
"Kupikir hanya perasaanku ternyata kau juga merasakannya" ucap Jhin Tian dengan tatapan yang mulai serius, dia mulai melesat mencari Sumber aura yang ia rasakan.
.
.
...
__ADS_1