Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
Ch 231. siapa yang berani..?!


__ADS_3

"Paman Hwangji...!??" ucap Xuan dengan terkejut.


"Yah ini aku, apakabar ponakan paman yang tampan dan cantik" ucap Hwangji dengan senyumnya.


"Xian xuan sekarang minta maaf pada paman" ucap Jhin Tian.


"paman maaf xuan tidak tau jika itu paman" ucap Xuan dengan wajah manisnya.


"Siapa Suluh memakai Topeng" ucap Xian dengan wajah datarnya.


"Xiann..!" jhin Tian sedikit tidak senang dengan sikap anaknya barusan.


"Sudahlah kak mereka masih kecil dan belum mengerti banyak hal" bela Chu Hwangji.


"Tapi it..."


Belum selesai Jhin Tian berbicara seseorang muncul dihadapan Jhin Tian.


"Salam pangeran maaf menganggu anda tapi ada masalah di daratan suci" ucap Seseorang itu yang tak lain adalah Gi Kung yang sekarang telah menjadi raja disuku raksasa.


"Tch apa kakak tidak bisa mengurus itu, aku tidak ingin berurusan lagi, aku hanya ingin tenang" ucap Jhin Tian dengan kesal.


"Kak mungkin saja mereka sangat membutuhkanmu disana" ucap Chu Hwangji dengan wajah cemas.


"Pangeran ini adalah sesuatu yang buruk bahkan..." Gi Kung serasa tidak sanggup mengatakannya.


"Katakan dengan jelas" kesal Jhin Tian.


"Huft... yang mulia juga terluka dan saat ini dewa huang kei dan huang tei sedang merawatnya, yang mulia juga sempat memintaku untuk membawa anda kembali" ucap Gi Kung sambil melirik kearah Xian dan Xuan.


"Paman.. kakek kenapa, siapa yang melukai kakek.. ayah ayo kita tolong kakek" ucap Xuan dengan nada khawatir.


"Siapa yang berani menganggu keluargaku... aku pasti akan membalasnya berkali kali lipat" ucap Jhin Tian aura mengerikan merembes keluar dari tubuhnya.


"Ayah bialkan Xian ikut, xian ingin membantu ayah" ucap Xian sambil ememgang tangan Jhin Tian.


"Tidak kalian berdua tetap disini, biar ayah yang pergi, kalian jaga diri baik baik entah mengapa ayah merasa kali ini ayah akan pergi cukup lama" ucap Jhin Tian.


"tapi ayah aku.."


"Xian ayah mohon, jangan keras kepala ayah janji akan sering sering berkunjung, jika kau ikut siapa yang akan menemani xuan siapa juga yang akan menjaga Xuan" ucap Jhin Tian mencoba memberi pengertian paada Xian.

__ADS_1


"Tapi Disini ada Liyan ada.."


"Apa kau yakin akan mempercayakan keselamatan adikmu pada Liyan" tanya Jhin Tian dengan Mengkerutkan keningnya.


xian sejenak berfikir dia lalu menoleh kearah Xuan yang terlihat menundukkan kepala, seketika itu xian langsung mengelengkan kepalanya.


"Ayah tau itu, jadi kau tetaplah disini jaga adikmu, jangan biarkan dia bersedih mengerti" ucap JhinnTian sambil mengelus lembut rambut putranya itu.


"Xian janji akan membuat Xuan selalu tersenyum" ucap Xian tanpa ragu.


"Ayah percaya itu, xuan.. xuan juga tidak perlu khawatir kakek pasti baik baik saja."Ucap Jhin Tian sambil menarik lembut tangan mungil putrinya itu.


"Kakek sungguh tidak apa apa kan " tanya Xuan dengan mata berkaca kaca.


"Ayah pastikan kakek tidak apa apa" ucap Jhin Tian.


"Xuan kau tidak perlu khawatil, ayah adalah olang paling hebat sedunia jadi kakek pasti baik baik saja, sekalang jangan belsedih lagi" ucap Xian sambil mengusap air mata Xuan dan memeluknya.


"Hwangji aku titip mereka padamu, aku akan selesaikan semua urusanku secepatnya, dan jika Xiao feng atau yang lainnya bertanya dimana aku katakan saja untuk menunggu jangan menghampiriku jika bukan aku yang memanggil" ucap Jhin Tian.


"Ya aku mengerti serahkan semuanya padaku kak" ucap Hwangji Dengan senyum khasnya.


jhin tian mengangguk, dia lalu kembali berlutut disepan kedua anaknya.


"Bagaimana aku bisa tidul tanpa ayah disisi ku" ucap Xuan begitu saja.


"Ada aku, aku akan mengunakan wangi khas ayah agal kau bisa tidul" ucap Xian sambil mengusap pucuk rambut Xuan.


"Mereka terlihat seperti anak berusia 10 tahun padahal usia mereka baru akan menginjak 4 tahun" celetuk Chu hwangji.


"Aku pergi" ucap Jhin Tian lalu menghilang bersama Gi Kung.


"Hah dia itu selalu saja begitu" kesal chu Hwangji.


"Paman jangan sepelti itu pada ayah" kesal Xian.


"Ah hahaha tidak tidak paman hanya bercanda saja" ucap Chu Hwangji sambil mengaruk tengkuknya, dia masih sedikit trauma dengan pukulan kedua anak kecil didepannya itu.


sementara chu Hwangji sibuk dengan dua keponakan nya, kini jhin Tian telah berada didaratan suci, ia bergegas kearah istana yang saat ini kondisinya sudah porak poranda, banyak bangunan yang hancur berkeping keping beberapa prajurit juga membantu prajurit lainnya yang terluka.


"Sialan siapa yang berani membuat kerajaan seperti ini, aku pergi belum lama dan sudah seperti ini" jhin Tian merasa kesal dan marah.

__ADS_1


"Pangeran Sebaiknya kita bicarakan didalam" ucap Gi Kung.


Jhin Tian dan Gi Kung bergegas kedalam istana masih ada bebberapa bagian istana yang masih utuh, Jhin Tian masuk tanpa memperdulikan para prajurit yang membungkuk hormat padanya.


Jhin Tian masuk ke ruangan dimana Jhin Suo terbaring lemas disana dengan Ling Zhu yang menangis disampingnya.


"Huang tei bagaimana ayahku" tanya Jhin Tian tiba tiba.


"Pangeran, Gi Kung cepat sekali kau membawa pangeran" ucap Huang Tei.


"Aku bertanya bagaimana ayahku..!!" kesal Jhin Tian.


" ah maaf pangeran, Yang mulia sepertinya terkena racun tapi aku tidak tau racun apa itu, ayah sedang pergi untuk menelitinya" jelas huang Tei.


raut wajah jhin Tian seketika berubah, matanya menjelaskan bahwa ia sedang khawatir Apalagi melihat ibunya yang terus menangis .


jhin Tian langsung mengambil alih tempat Huang Tei, dia memegang pergelangan tangan Jhin Suo sambil memejamkan mata, tidaka da yang bersuara, entah mengapa mereka merasa takut, bahkan Ling Zhu hanya mrmandang Jhin tian dengan mata sembabnya dan wajah penuh harap.


Cukup lama Jhin Tian memeriksa keadaan Jhin Suo, setelah itu dia membuka matanya dengan wajah datar.


jhin Tian berdiri dari trmpatnya lalu menghampiri Jhin Le dan Jhin Ye, dan itu membuat semua orang binggung.


"Kalian berdua ikut aku sekarang ada hal yang perlu kukatakan" ucap Jhin Tian drngan datar dan langsung melangkah.


Jhin Le dan Jhin ye saling bertatapan dengan binggung, namun mereka tetap mengikuti Jhin Tian.


"Aku yakin ada hal yang tidak beres, tidak biasanya pangeran begitu" ucap Qing Se.


"Apapun itu aku berharap bukan hal yang buruk" jawab Qi Val.


"apapun itu kalian tetaplah berada didisi pangeran, kalian tentu tau apa yang harus kalian lakukan " ucap Qing Yu yang ikut mendrngarkan pembicaraan Qing Se dan Qi val.


"Apapun masalahnya kami pasti akan membantu" ucap Huang tei.


"Tidak ada siapapun yang bisa menganggu pangeranku" ucap Gi Kung drngan suara keras khas dirinya.


"Kali ini aku juga akan ikut ambil bagian" ucap Jhin Cha dengan senyumnya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2