Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
Ch .55 Inti Pohon kehidupan


__ADS_3

Chu Tian terus mengalirkan energinya kedalam tubuh Yan Sha meski dia tau energinya pasti akan terkuras habis karena bagaimanapun Yan Sha adalam makhluk dunia atas dan pastinya membutuhkan energi yang besar.


Hampir tiga jam Chu tian menyalurkan energinya untuk Yan Sha, Yan Sha sendiri sudah tidak terlihat lemah lagi sedang kan Chu Tian wajahnya sudah pucat keringat sudah membahsai pelipisnya.


"Pangeran ini sudah cukup terimakasih " ucap Yan Sha dia tau saat ini kondisi Chu Tian sudah mulai melemah, meski hanya separuh energi yang dia dapat tapi Yan Sha tau itu butuh perjuangan besar.


"Baiklah , maaf aku tidak bisa memulihkan energimu" ucap Chu Tian sambil melepas tangannya


"ini sudah lebih dari Cukup Terimakasih" Ucap Yan Sha sambil Tersenyum.


"Emm baiklah Minum pil ini untuk menstabilkan energimu " ucap Chu Tian sambil menyodorkan sebuah pil.


"Kalau begitu aku akan kembali besok aku akan memeriksa keadaanmu lagi" ucap Chu Tian dengan lemas kemudian melangkah pergi bahkan jalannya sudah sempoyongan.


"Pange.." Yan Sha mengurungkan niatnya untuk bertanya dia melihat Chu Tian yang sudah lemas jadi dia tidak tega menganggunya lagi.


Chu Tian melangkah keluar dari kamar Yan Sha dia berjalan menuju kediamannya .


"An'er" Panggil seseorang dari belakang.


Chu Tian menoleh ke belakang.


" Paman, Salam Paman" ucap Chu Tian menyapa Wen Sio yang baru saja memangilnya.


" Aku, eh kenapa kau begitu pucat" Tanya Wen Sio kemudian meraih pergelangan tangan Chu Tian.


"Aku tidak apa apa paman hanya kelelahan saja" kata Chu Tian.


"Anak bodoh Bagaimana bisa kau kehabisan energi dan kau mengkomsumsi banyak pil sekaligus itu bisa merusak tubuhmu apa kau gila" ucap Wen Sio dengan Khawatir dan juga marah.


" Tidak paman tenanglah aku hanya butuh istirahat saja" ucap Chu Tian mencoba meyakinkan Wen Sio.


"Kau ini bicara apa , kau harus segera memulihkan energi aku akan meminta pada ibu pil kristal" ucap Wen Sio kemudian melangkah pergi.


namun belum sempat dia melangkah Chu Tian Sudah menahannya.


" Paman tenang lah aku punya caraku sendiri untuk memulihkan ini, percayalah padaku lagi pula aku tidak ingin nenek menjadi banyak fikiran karena aku" kata Chu Tian kemudian melanjutkan langkahnya menuju kediamannya dan Wen Sio hanya memandang Chu Tian dari kejauhan

__ADS_1


" Apa sebenarnya yang terjadi padamu hingga kau begitu ceroboh " batin Wen Sio melihat kepergian Chu Tian.


Chu Tian terus melangkah dan akhirnya sampai di dalam kediamannya dia kemudian duduk diranjang dengan posisi lotus.


"Huft sepertinya ini adalah saat yang tepat untuk menggunakan inti pohon kehidupan" guman Chu Tian.


Chu Tian lalu mengeluarkan kotak yang diberikan oleh Peng Li ,Chu Tian membuka kotak itu dan sebuah Cincin penyimpanan ada didalamnya, Chu Tian lalu memeriksa apa yang ada Didalam Cincin itu , sungguh mengejutkan tumpukan koin emas bahkan koin platinum begitu banyak di dalam meski tak sebanyak yang ada diruang dimensi tapi itu sudah cukup untuk membangun satu kerajaan besar .


Didalam Cincin itu juga terdapat banyak sumberdaya dan juga bahan bahan herbal langka juga ada begitu banyak senjata kelas tinggi juga kelas menengah dan rendah . Setelah melihat semua itu Chu Tian tersenyum lalu mengeluarkan Kristal bulat berwarna Hijau dan itu adalah inti dari pohon kehidupan


"Yah setidaknya menjatuhkan diri kejurang bukan suatu hal yang sia sia" ucap Chu Tian .


Chu Tian lalu mengatur nafasnya menenangkan fikirannya


"Baiklah mari mulai" ucap Chu Tian lalu memejamkan matanya dan mulai menyerap energi kehidupan yang ada pada inti pohon kehidupan.


Aura yang luar biasa kuat menyebar keseluruh istana semua orang merasakan kenyamanan dan kehangatan karena energi kehidupan semua orang menjadi lebih bersemangat mereka yang tadinya merasa lelah kini menghilang rasa lelah mereka.


"Apa ini mengapa aku merasa sangat berenergi " ucap Salah satu pemuda


"Kau benar rasa lelah ku seperti menguap begitu saja" ucap pemuda lainnya


"Ini adalah aura dari energi kehidupan , siapa yang memilikinya ini terasa begitu murni apakah dewi kehidupan ada disini tapi itu tidak lah mungkin" ucap Yan Sha dia merasa dewi kehidupan tidak akan muncul didunia manusia jika bukan karena hal penting.


Sementara itu Chu Tian masih terus menyerap inti dari pohon kehidupan bahkan Chu Tian juga merasakan ke tenangan dan kehangatan Energinya juga berangsur angsur kembali seperti semula bahkan terasa lebih kuat dari sebelumnya.


Chu Tian masih terus menyerap kristal inti pohon kehidupan meski kecil namun energi yang terkandung sangat lah besar, bahkan saat tengah malam Chu Tian baru selesai menyerap inti pohon kehidupan itu termasuk paling cepat karena biasanya orang akan membutuhkan waktu satu atau dua hari bahkan mungkin satu minggu dan Chu Tian hanya menghabiskan waktu beberapa jam saja.


Setelah selesai Chu Tian membuka matanya keningnya swdikit mengkerut.


"Mengapa tingkat kultivasiku tidak naik namun jelas energiku semakin meluap luap dan terasa begitu murni" tanya Chu Tian.


"An'er itu karena pondasimu yang kurang kuat, kau berlatih begitu buruk disini jadi pondasimu tidak terlalu kuat" ucap Cang He dari dalam dimensi dia sebenarnya terkesan dengan kecepatan penyerapan Chu Tian.


"Itu karena Guru yang selalu berbicara aku jadi tidak fokus" ucap Chu Tian dengan kesal


"Dasar anak nakal kau berani mengatakan hal seperti itu pada guru kau seharusnya....." Cang He terus berbicara tanpa jeda Chu Tian lalu menutup akses suara dari dalam dimensi.

__ADS_1


Chu Tian melangkah kearah jendela melihat sang rembulan yang bersinar sangat terang dengan banyak bintang bertebaran menghiasi langit malam ,keadaan yang sunyi membuatnya begitu tenang.


Saat Chu Tian terus menikmati dinginnya angin malam dia tanp sengaja melihat kearah taman istana disana dia melihat Yan Sha yang sedang menari dengan lihainya, tariannya begitu tenang membuat siapapun yang melihatnya itu merasakan ketenangan kehalusan dalam setiap gerakannya membuat semua orang tau akan sifatnya yang lembut.


"Mengapa Yan Sha menari malam malam begini, aku akan menghampirinya mungkin dia kesepian berada diistana ini" ucap Chu Tian Lalu melompat keluar jendela dan menuju ke arah Yan Sha.


"Yan Sha" panggil Chu Tian membuat YN Sha Menghentikan tariannya dan melihat kearah Chu Tian.


"Ah pangeran, kau sudah pulih kenpa kau tidak beristirahat saja" ucap Yan Sha kemudian menghampiri Chu Tian.


"Aku sudah lebih baik, aku hanya merasa bosan didalam kamar dan kebetulan melihatmu menari disini jadi aku menghampirimu, kau sendiri mengapa ditengah malam begini ada disini." Tanya Chu Tian pada Yan Sha.


"Aku juga bosan didalam kamar , disini tidak ada yang bisa kuajak bicara" ucap Yan Sha.


"Yah begitulah kakak perempuanku sedang melakukan latihan tertutup semenjak selesai melakukan misi denganku jadi disini hanya ada sedikit perempuan termasuk para pelayan." ucap Chu Tian.


"Tidak apa apa pangeran aku mengerti" ucap Yan Sha mereka kemudia duduk dibangku Taman sambil memandang langit malam yang indah.


"Pangeran bolehkah aku bertanya" tanya Yan Sha.


"Bisakah kau tidak memanggilku Pangeran panggil aku Chu Tian maka aku akan senang" ucap Chu Tian.


"Tapi kau ad.."


"Aku Tidak suka dibantah" ucap Chu Tian memotong kata kata Yan Sha menbuat Yan Sha kesal.


"Nah apa yang ingin kau tanyakan tadi" Tanya Chu Tian


.


.


.


.


.

__ADS_1


yang baca banyak yang like dikit:( tetep disyukuri makasih semuanya💙


__ADS_2