Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 125. Sekte Harimau Suci


__ADS_3

"Siapa yang berani menyerang Murid tetua agung sekte harimau suci" ucap Seseorang yang juga membawa puluhan orang dibelakangnya.


Gong zu Tersenyum puas meski kesakitan karena serangan Chu Tian namun dia sangat senang karena gurunya datang membawa beberapa murid inti lainnya.


"Wah wah siapa yang ketakutan dan meminta bantuan sebanyak ini" ucap Chu Tian.


"Hei anak muda jaga ucapanmu, aku adalah pang bao tetua agung sekte harimau suci apa kau mengerti" teriak pang Bao.


"Aku tidak peduli" jawab Chu Tian dengan santai meski orang itu sudah ditingkat suci tahap pertama puncak setara dengan tingkat kultivasi Chu Tian namun bedanya Pondasi Pang Bao sudang sangat kokoh karena bertahun tahun dia tidak bisa naik ketingkat selanjutnya dan akhirnya hanya bisa memperkuat pondasinya.


"Orang itu sudah gila berani menantang tetua agung yang sudah berada ditingkat suci dia akan mati sia sia" ucap salah satu murid inti.


"Kau benar kita hanya perlu melihat saja jika begini" jawab yang lainnya.


meski marah tapi pang Bao masih mencoba menenangkan dirinya.


"Ehmm begini saja, kami dari sekte aliran putih jadi kita gunakan jalan damai saja, memang apa yang dilakukan muridku hinga kau marah bergitu." tanya Pang Bao dia menahan amarah dengan susah payah.


Chu Tian mengelus kepala jinfu yang ada dipundaknya.


"Tanyakan saja pada murid kesayanganmu" ucap Chu Tian tanpa melihat Pang Bao


Pang Bao mengertakan giginya tangannya terkepal wajahnya memerah karena marah namun dia masih menahannya demi kehormatan sekte Harimau suci.


"Gong Zu sebenarnya apa yang kau lakukan padanya" teriak marah Pang Bao Pada Gong Zu.


"Guru kenapa guru malah membentakku, dialah orang yang telah membunuh ayah dan kakekku, apakah salah jika aku membalaskan dendamku" marah Gong Zu.


Pang bao terdiam dia sedikit bimbang.


"Benarkah, yang dia katakan " tanya pang Bao Pada Chu Tian.


"Ya " jawab Singkat Chu Tian dengan santainya seperti tidak merasa bersalah.


"Ku bercanda ya, mana mungkin anak semuda dirimu mampu melawan ketua dan leluhur klan gong" ucap Frustasi Pang Bao.


"Aku juga tidak memintamu untuk percaya padaku" ucqp Chu Tian masih dengan mengelus bulu lembut Jinfu.


Karena semakin marah Pang Bao Diam diam meminta salah satu murit yang dia bawa untuk menyerang Chu Tian yang seperti tidak memperhatikan Suasana sekitarnya.


Murid itu berlari kearah Chu Tian dengan membawa pedangnya siap menghunus Chu Tiann..


Clebbb.... Brukkk...


Pedang menancap Diperut tembus hingga kepunggung. tentu itu bukan Chu Tian tapi Murid inti tadi dia mati tanpa tau kapam Chu Tian mengunuskan pedangnya.


Chu Tian masih pada posisi semula dengan satu tangan memegang jinfu dan tangan lain memegang pedang yang kini sudah berlumuran darah.

__ADS_1


Semuanya menahan nafas mereka, dengan susah payah menelan ludah.


"Berapa kali dia membunuh, hingga di masih bisa setenang itu setelah menghabisi nyawa seseorang" batin Pang bao bahkan saat ini Gong Zu masing menganga tak percaya.


"Beraninya kau membunuh murid sekte harimau suci" teriak Pang Bao.


"Apa ini yang kalian ajarkan pada murid kalian menyerang dari belakang, bukankah kalian sekte aliran putih, tidak mungkin menggunakan cara licik ini kan" uvap Chu Tian dengan senyum Sinis.


"Kau menghina sekte kami, maka kau pantas untuk lenyap" ucap Pang Bao, pang Bao lalu meminta seluruh murid yang dia bawa untuk menyerang Chu Tian secara bersamaan.


Dikepung puluhan orang Ekspresi Chu Tian masih sangat santai.


"Aku ingatkan jangan menilai orang dari luar saja" ucap Chu Tian dengan dingin.


Para Murid segera menyerang Chu Tian dengan senjata mereka masing masing, chu tian mengindari semua serangan.


Dia melompat keatas dan menendang salah satu murid hingga terpental selanjutnya dia memutar tubuhnya dan tendangan berikutnya tiga murid sekaligus terbang kareana tendangannya, tak lupa dengan kombinasi serangan tapaknya yang luar biasa, kali ini Chu Tian tidak mengunakan Kekuatan elemennya.


Tak berselang lama seluruh murid sudah tumbang mereka mengerang kesakitan hanya karena satu serangan Chu Tian.


"Kalian segera bangkit jangan mempermalukan Sekte kita" teriak Pang Bao.


" aku beri kalian kesempatan untuk lari, jika tidak maka mati adalah pilihan terakhir" ucap Chu Tian masih dengan santainya memperhatikan pedangnya yang tampak sangat tajam .


"Lebih baik mati demi kehormatan Sekte " teriak Pang Bao.


"Jika kau ingin membela sektemu kenapa tidak kau sendiri saja yang maju melawanku" ucap Chu Tian dan itu membuat semua murid berfikir kembali, mereka berfikir mereka hanya dijadikan tedeng.


Murid yang masih memiliki tenaga mulai bangkit menatap Chu Tian dengan serius, Chu Tian menanggapinya dengan senyum tipis, perlahan satu persatu dari mereka mulai pergi dari sana.


" Hei hei apa yang kalian lakukan kembali kesini" teriak Pang Bao


"Mereka sudah sadar kau hanya menjadikan mereka tameng" ucap Chu Tian.


"Kep*rat kau" teriak Pang Bao dan mulai menyerang Chu Tian sedangkan Gong Zu Maaih mencoba menyembuhkan dirinya bagaimanapun pedang elemen bukanlah pedang biasa yang mudah disembuhkan.


Pang Bao berlari kearah Chu Tian dengan kemarahan yang sudah meluap luap , chu tian masih menanggapinya dengan senyum tipis, dan Jinfu dengan malasnya hanya duduk dibahu Chu Tian tanpa memperdulikan apa Chu Tian terganggu atau tidak.


Trang trangg trangg.... Pedang hitam Pang Bao terus menebas kearah Chu tian dan Chu Tian menangkisnya dengan pedang elemen karena gesekan kedua pedang itu membuat percikan api.


"Kau akan menyesal telah menghinaku


pedang Harimau hitam, tujuh cakaran harimau..." teriak pang Bao sambil menebaskan pedangnya.


Chu tian juga tidak tinggal diam dia juga mengeluarkan jurusnya.


"Aku baru mempelajarinya tapi aku yakin inj bisa mengimbangi jurus itu

__ADS_1


Tujuh cahaya pedang.." ucap Chu Tian yang juga menebaskan pedangnya.


Tujuh kilasan cahaya dari dua arah membuat ledakan yang luar biasa.


Blaarrrrrr.......


Pang Bao terdorong mundur sedangkan Chu Tian masih dalam posisinya dan masih dengan senyum tipis .


"Anak ini sangat kuat, dan kucing di pundaknya tidak tidak itu bukan kucing" batin Pang Bao nafasnya masih terengah engah.


"Ayolah tetua agung tidaklah kau ingin mencoba jurus terbaikmu padaku" ucap Chu Tian.


Pang Bao Menatap Chu Tian dengan sinis.


"Jika itu maumu aku akan kabulkan" ucap Pang Bao dengan senyum sinis.


"Aku tidak yakin dia tetua dari sekte aliran putih" batin Chu Tian.


pedang Pang Bao bersinar dengan asap hitam disekelilingnya seulet harimau hitam juga terlihat disana.


"Tertangkap" ucap Chu Tian dan seketika membuat Pang Bao terkejut.


"Apa maksudmu" tanya Pang Bao.


"Tidak ada ayo lawan aku" ucap Chu Tian.


Seketika Seulet harimau itu muncul ternyata itu adalah beast spirit dan disaat itu juga Jinfu mulai menunjukkan wujud aslinya dia mengatakan pada Chu tian bahwa ia ingin meregangkan ototnya dan Chu Tian mengiyakan dengan senang hati.


Chu Tian lalu menyerang Pang Bao .


"pedang hitam, hantaman harimau suci" teriak Pang Bao


"Pedang elemen, cahaya surga" ucap pelan Chu Tian.


Chu Tian dan Pang Bao sama sama berlari dengan pedang tergengam erat ditangan mereka ... Trangggg .... Bommmmm..


kedua pedang beradu elemen cahaya dan elemen kegelapan juga Saling beradu, ledakan besar tak terhindarkan jurus andalan Pang Bao cukup membuat Chu Tian terlempar tapi jurus Chu tian membuat pang Bao terluka diseluruh bagian tubuhnya bahkan pakaiannya sudah tak berbentuk.


Chu tian mendekat kearah Pang Bao dia menodongkan pedangnya keleher pang bao, pang Bao melihat kearah pedangnya yang sudah patah menjadi dua, dia memejamkan mata pasrah tubuhnya sudah tidak dapat digerakkan lagi karena ledakan yang terjadi tadi.


"Tungguuu" ucap seseorang ya g membuat raut wajah Pang Bao kembali ,seperti mendapatkan harapan yang sempat hilang.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2