Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 124. Dendam Masa Lalu


__ADS_3

Qing Yu hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Chu Tian.


"Pangeran ditempat ini ada sebuah telaga dan ini adalah air dari suku kehidupan" ucap Qing Yu.


"Jadi ini tempat yang ingin kau tunjukkan" ucap Chu Tian sambil memadang telaga itu dia seperti pernah melihatnya namun entah dimana.


"Kau tau dewi lotus berada ditelaga ini" ucap Qing yu.


"Aku tau, dia berada disini karena ingin keadaan dirinya selallu suci, tapi yang sebenarnya terjadi adalah dia hanya ingin menjaga lotus emas" ucap Chu Tian.


"emm bagaimana kau bisa tau sebanyak itu" tanya Qing Yu.


"Bukankah kau tau sendiri jawabannya." jawab Chu Tian


Qing Yu menatap Chu tian dengan sedikit melongo.


"hmm hahaha, tentu saja" jawab Qing Yu dengan menormalkan ekspresinya lagi.


Qing Yu terus menjelaaskan apa yang ada disana sementara Chu Tian yang sudah tau hanya mendengarkan dengan baik tanpa membantah.


"Dewa mimpi sepertinya saatnya aku pergi" ucap Chu Tian.


"Yah kau benar, ingat kau masih punya beberapa permata yang belum kau buka dan satu lagi permata yang belum kau dapatkan" uca Qing Yu dengan serius.


"Aku mengerti aku pasti akan mendapatkannya, tapi entah mengapa kalung ini tidak bereaksi cukup lama apa kristal itu tidak ada di benua ini, sama seperti kristal yang harus kuambil di dunia aneh itu" tanya Chu Tian .


"kristal terakhir ada dibenua ini, aku tidak tau dimana tepatnya tapi aku sangat yakin jika benda itu ada dibenua ini" ucap Qing Yu


"Baiklah terimakaih" ucap Chu Tian sebelum akhirnya pandanganya mulai kabur dan hilang.


Chu Tian kembali kepenginapan dimana kakek leluhurnya masih menunggu disana dengan tenang.


"Bagaimana apakah mendapat jawaban" tanya Jhin wang dengan tersenyum.


"Seperti yang anda ketahui dewa mimpi selalu memberi tek teki yang sulit." jawab Chu Tian dengan menarik naFas berat.


jhin wang tersenyum dan memandang Chu Tian penuh kebangaan selama ini dia menunggu waktu dimana dia bisa bertemu dengan keturunannya, dan hari ini hari dimana keinginannya dikabulkan.


"kau tidak akan menyerah kan" tanya Jhin Wang.


"Tentu saja tidak... Aku Masih ingin bertemu dengan ibuku" ucap Chu Tian dengan memelankan kata katanya dikalimat terakhir.


"Yakinlah pada hatimu, kau pasti akan menemui ibumu" ucap Jhin Wang dan diangguki oleh Chu Tian.

__ADS_1


"Huft sepertinya pertemuan pertama dan terakhir kita telah selesai" ucap Jhin wang Yang langsung membuatChu Tian terkejut.


"Apa maksud kakek leluhur, bukankah jika aku kedaratan Suci aku bisa bertemu dengan kakek leluhur lagi" ucap Chu Tian.


"Sayangnya tidak, saat perang itu terjadi, akuharus melawan leluhur suku api, dengan tubuh tuaku sungguh sangat sulit untukku melawan lagi, apalagi aku dan leluhur suku api adalah sahabat baik tapi karena pertempuran itu kami harus bertarung "jelas Jhin Wang.


"Kakek bercanda kan ,kenapa suku api begitu kejam padaku" ucap Chu Tian emosinya kembali meluap.


"Tidak cucuku, suku api sebenarnya tidak sekejam yang kau kira, mereka hanya terlalu serakah hingga lupa diri, tapi kakek senang karena kakek bisa hidup dan mati bersama sahabat baik kakek" ucap Jhin Wang.


"Jadi Leluhur suku api juga.."


"Ya kami sama sama mengunakan jurus rahasia keluarga kami masing masing dan akhirnya kematian itu tak terhindarkan, sayangnya hal itu membuat kedua belah pihak semakin bermusuhan, kakek ingin kau membuat suku api dan es kembali bersatu" ucap Jhin Wang.


"Tapi kakek leluhur aku.."


"Ambil ini dan berjuanglah" sela jhin Wang sambil memberikan sebuah bola bening bagai kaca , setelah memberikan bola itu Jhin Wang Menghilang.


Chu tian tersenyum tipis melihat bola itu.


"Aku akan berusaha" ucap pelan Chu Tian sebelum akhirnya senyum Chu Tian mulai memudar.


"Ck Aura ini sungguh mengangguku, aku sudah lelah membunuh tapi jika ada yang menyerahkan diri aku tidak akan keberatan lagi" ucap Chu Tian dengan senyum sinisnya.


Chu Tian melompat keluar jendela dan mencari sumber aura yang sedari tadi mengarah padanya.


"Hengh kufikir kau tidak akan berani muncul karena aura membunuhku" ucap pria itu, dia memakai pakaian asassin seperti sebelumnya namun kali ini agak berbeda.


"Tidak usah banyak basa basi, apa kau bagian dari mereka" tanya Chu Tian.


"Aku tidak tau siapa yang kau maksud mereka, namun jika yang kau maksud adalah anak yang kau paksa melihat kematian ayah dan kakeknya lima tahun yang lalu itu memang benar" ucap Pria itu sambil membuka Penutup wajahnya.


"Kau... ah ya aku ingat Gong Zu yang kuhajar saat lelang kan" ucap Chu Tian dengan menunjuk Gong Zu.


" kau benar aku Gong Zu datang kembali untuk membalas dendam, bagaimana apa kau takut" ucap Gong Zu masih dengan sifat sombongnya.


"Lima tahun berlalu sifatmu masih sama, aku tidak menyangka kau akan begitu bernafsu hingga mengejarku hingga ketempat ini" ucap Chu Tian.


"asal Kau tau saja ini adalah kawasan sekte Harimau suci dan aku adalah murid inti disana jika kau melukaiku maka kau harus berurusan dengan sekteku" ucap Gong Zu dengan sombong.


Chu Tian tidak merespon dia seperti mengingat sesuatu.


"Ah Ya kau mengingatkan aku tentang sesuatu, bisa kau tunggu sebentar" ucap Chu Tian.

__ADS_1


"Kau..."


" tunggu sebentar saja, nanti akan kulayani apa maumu" ucap Kesal Chu Tian yang juga membut Gong Zu Kesal.


Chu Tian menghubungi Lao Hei untuk membawa Zaein ketempatnya dan tak lama Lai Hei datang bersama Zaein dan Jinfu.


"Kenapa membawa Jinfu " tanya Chu Tian.


"Dia yang bersikera ikut kurasa dia merindukanmu" ucap Lao Hei.


"Baiklah Kau boleh pergi" ucap Chu Tian dan Lao Hei pun pergi.


Jinfu menaiki pundak Chu Tian dan mengeluskan kepalanya kekepala Chu Tian.


"Zaein aku ada pekerjaan penting untukmu" ucap Chu Tian.


"Siap menerima perintah Tuan" ucap Zaein Dengan berlutut dan menyilangkan sebelah tangannya.


Chu Tian menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh Zaein dan Zaein segera melaksanakannya.


"Sudah Selesai ,nah kau ingin apa dariku" tanya Chu Tian dengan mata yang galak membuat nyali Gong Zu Menciut.


Gong Zu Melempar sebuah bola kecil keudara, Chu Tian tau itu adalah tanda Darurat untuk memanggil Bantuan namun Chu Tian masih sangat santai.


"Aku pasti akam membalas kematian ayah dan kakekku" teriak gong Zu lalu mengeluarkan sebuah tombak dan menyerang Chu Tian, gerakan Gong Zu yang masih terlalu lambat bagi Chu Tian membuat Chu Tian dengan sangat mudah menghindarinya.


Chu Tian dengan mudah menyerang Balik Gong Zu.


Bommmmmm......


Satu Serangan tapak Chu Tian langsung mengenai dada Gong zu Dan membuatnya terlempar cukup jauh.


Chu tian sedikit terkejut dengan tingkat kultivasi Gong zu Yang sudah mencapai Tingkat legenda, tapi setelah seranagan tadi Chu Tian tau bahwa kultivasi Gong Zu Tidak murni dari dirinya melainkan dengan bantuan Pil.


"Lain kali cobalah agar tidak mengunakan terlalu banyak Pil" ucap Chu Tian


"Banyak Bicara kau , hiaaatt...." Gong Zu Kembali bangkit dan menyerang Chu Tian, Chu Tian mengeluarkan pedang elemennya dan menangkis setiap serangan Gong zu dengan santai.


Slaaasshhh.... blaarrrrrrrr....


"Siapa yang berani menyerang Murid tetua agung sekte harimau suci"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2