
Keesokah harinya setelah Sarapan dan bersiap mereka semua kembali melanjutkan perjalanan meski Tubuh Yu Nan masih sedikit Lemah namun Huang Tei membntunya.
Kini Mereka telah sampai di kaki Gunung Tujuh Harapan, Di tempat itu dipenuhi kabut membuat mereka sulit melihat .
"Jangan terlalu jauh kita tidak tau apa yang menghadang kita" ucap Jhin Le.
"Aku tidak merasakan ada apapun disekitar sini" ucap Gi Kung
"tetap berjaga jaga" ucqp Qi Val.
mereka semua terus berjalan hingga menemukI sebuah perdesaan yang cukup Ramai.
"Tunggu perdesaan Kupikir digunung ini tidak ada kehidupan" ucap Qing se
"mungkin ini salah satu hal tersembunyi digunung ini" jawab Qi Val.
" tidakk.. ! ini adalah ilusi, ini adalah awal dari rintangannya kita harus waspada" ucap Jhin Tian.
"Rintangan apa lihatlah desa ini cukup damai, ayo kita masuk dan mencari penginapan" ucap Jhin Le.
" tapi kan..."
"Sudah ayolah tidak ada yang perlu kita khawatirkan" ucap Jhin Le.
"benar kulihat juga tidak ada sesuatu yang mencurigakan disini" ucap Gi Kung.
"Kita juga bisa berjaga jaga sambil beristirahat didesa ini kan" ucap Huang Tei.
"Huh baiklah jika kalian memaksa" ucap Jhin Tian pasrah.
mereka memasuki Desa itu, orang orang didesa itu terlihat aneh seperti tidak perduli dengan kedatangan mereka, dan itu membuat Jhin Tian berfikir mengapa tidak ada yang peduli padahal jika dilihat dari pakaian mereka semua terlihat sangat mencolok apalagi bagi kalangan Rakyat.
Para warga disana seperti sudah biasa melihat pangeran atau raja dengan pakaian mewah, bahkan di desa itu tidak terlihat komunikasi kecuali komunikasi pedagang dan penjual.
"Apa kalian Tidak merasa aneh dengan tempat ini" tanya Jhin Tian.
"Aneh..? Hmm kurasa tidak kau terlalu banyak Fikiran" ucqp Yan Sha.
"Ya ini terlihat biasa saja" ucap Jhin Le.
Wajah Jhin Tian masih terlihat binggung, entah mengapa dia masih terus merasa ada yang tidak beres.
Akhirnya mereka menemukan Sebuah penginapan yang cukup besar namun berada Diujung Desa.
"Penginapan ini Cukup Bagus, sebaiknya kita menginap disini untuk malam ini" ucap Qing Se.
__ADS_1
"Tapi tempat ini sangat sepi" ucap Gi Kung.
"Ya tapi tidak masalah setidaknya kita bisa bwristiraht dengan tenang" ucap jhin Le.
mereka memasuki Penginapan itu dan terkesima dengan bagian dalam Penginapan itu.
meski begitu mereka juga mulai menaruh curiga sama seperti Jhin Tian karena penjaga penginapan itu langsung pergi tanpa menerima bayaran yang seharusnya, terlebih lagi penginapan itu Tidak ada seorang pun.
"Aku mencium bau sesuatu" ucap Yu Nan.
"Egghh kau benar baunya benar benar busuk" ucap Yan Sha.
mereka semua menutup hidung karena bau itu semakin lama semakin kuat.
"sebaiknya kita keluar sekarang" ucap Jhin Tian.
mereka berbaik dan berlari Kearah pintu namun pintu itu sudah tertutup dan tidak bisa terbuka.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang "Ucap Muo Sie.
" kita harus mencari jalan lain" ucap Qing se.
mereka mulai bergerak namun baru bebrapa langkah semua lilin mati membuat mereka kesulitan melihat.
Jhin Tian lalu mengarahkan energinya pada orang itu dan menahannya, Jhin Tian lalu mengibaskan tangannya kearah lilin dan seketika semua lilin menyala dan mereka bisa melihat lagi, mereka juga terkejut melihat Jhin Tian menangkap seseorang dengan Topeng diwajahnya.
"pangeran Siapa Dia..?" tanya Qing se.
"Aku tidak tau, Tapi sepertinya dia berusaha untuk membunuh kita" ucap Jhin Tian sambil menatap Sebuah Belati yang tergeletak Dilantai.
"Berani sekali kau, memiliki niat seperti itu katakan padaku siapa kau" teriak Jhin Le.
" aku akan mencabikmu sekarang jika kau tidak mengatakan siapa Dirimu" ucap Gi Kung Dengan marah.
" lebih baik kita buka saja topengnya" ucap Huang Tei.
"Itu benar Buka saja" ucap Muo Sie.
Jhin Tian tetap memegang kedua tangan Orang itu dan Qing Se brrniat untuk membuka Topeng.
"Tidak tolong jangan buka topengku" ucap Orang itu yang ternyata adalah seorang Wanita.
"Apa wanita...? kupikir kau pria" ucap Yan Sha dengan polosnya.
"Tenang kau tidak sendiri, karena aku juga berfikir dia seorang pria" ucap Huang Tei.
__ADS_1
"Payah Kau" ucap Yu Nan.
"Kalau begitu siapa Namamu dan apa tujuanmu" ucap Jhin Tian sambil melepas Tangannya.
"Aku Adalah Din Ka aku penjaga dari gerbang pertama Gunung Harapan, tugasku adalah menghalangi kalian masuk kegerbang berikutnya, tapi karena kalian berhasil menangkapku maka aku akan mengijinkan kalian masuk kegerbang berikutnya" ucap Din Ka.
"Semudah itu, ini tidak seperti kesengsaraan yang kubayangkan" ucap Huang Tei.
"Gunung harapan adalah gunung yang penuh kebaikan dan harapan bagi mereka yang memiliki niat yang tulus, dan menjadi gunung kesengsaraan bagi mereka yang memiliki niat kesengsaraan, kalian tentu tau dipuncak gunung tujuh harapan terdapat tumpukan koin emas dan juga satu pohon jiwa dimana buah dari pohon jiwa dspat membuat kalian Hidup sekali lagi setelah kematian" ucap Dan Ka .
"Sungguh ada pohon seperyi itu, itu akan menjadi obat yang baik" ucap Huang tei bersemangat.
"Tidak huang Tei kita tidak datang untuk itu, kita bisa kembali suatu hari nanti untuk pohon itu, untuk saat ini kita harus fokus pada misi kita" ucap Jhin Tian.
"Hmm baiklah pangeran aku akan mengikuti perintahmu" ucqp Huang Tei disisi itu Dibalik Topeng Dan Ka tersenyum seperti mendapat sesuatu yang dia inginkan.
Setelah mendapat ijin dan petunjuk dari Dan Ka untuk pintu selanjutnya mereka memilih untuk bwristirahat untuk malam ini dan kembali melanjutkan perjalanan Esok Hari.
Malam itu jhin Tian tidak bisa tidur dia memikirkan hal hal jangal yang ia rasakan saat pertama memasuki Gunung tujuh Harapan.
"Kenapa kau tidak tidur" tanya Jhin Le yang saat itu terbangun.
"Huft aku tidak mengantuk" ucap Jhin Tian sambil menghembuskan nafas kasar.
"Apa yang kau pikirkan, apa karena perkataan Dan Ka tadi, bukankah kita memiliki niat yang tulus" ucap Jhin Le.
"Tidak bukan itu, aku merasakan banyak kejanggalan, aku khawatir gunung penuh ilusi ini tidak sesederhana yang kita bayangkan" ucap Jhin Tian.
"Menurutku gunung ini Cukup Wajar" ucap Jhin Le.
"Wajar...? kurasa tidak, tempat ini penuh bahaya aku merasakan banyak yang mengawasi kita sedari kita masuk kegunung ini, dan aku juga sudah merasakan aura Dan ka di awal kita masuk, sepertinya kedatangan kita memang sudah ditunggu" ucap jhin Tian.
"Kau ini bicara apa, kau itu terlalu khawatir lebih baik kau tidur besok kita harus melanjutkan perjalanan" ucap jhin Le dan k3mbali memposisikan dirinya untuk tidur.
"Aku tau kau tidak akan percaya dengan perkataanku ini" ucap Pelan Jhin Tian.
.
.
.
.
.
__ADS_1