
"ummm wanita itu ingin mengambil kayku hehe aku tidak akan membiarkannya jadi aku meminum minuman yang telah dia campur dengan obat" ucap Ling yue dengan suara parau.
"Astaga Ling Yue kenapa kau melakukan itu kau bisa mengatakannya padaku kann, lihat apa yang terjadi padamu sekarang" ucap Chu Tian.
"Emm asal kayku masih bersamaku aku tidak masalah " ucap Ling yue dia bangun dari tidurnya dan memeluk Chu Tian
"Jangan pergii, tetap bersamaku" tingkah Ling Yue semakin tak terkendali
"Li ling Yue apa yang kau lakukan sadarlah" tanya Chu Tian denga gugup dia tidak pernah melihat ling yue seliar ini
"Kaira panggil aku kaira" ucap Kaira sambil berbisik ditelinga Chu Tian
"Kaira kumohon hentikan ini" ucap Chu Tian yang semakin kewalahan dengan sikap Ling Yue.
"kaira tenangkan dirimuu" ucap Chu tian dia mencoba mencari obat penenang namun karena dia gugup dan Ling yue terus meluknya dengan erat chu Tian sedikit kesulitan.
"Ahh sialan dimana aku menaruhnya" ucap Chu tian pikirannya juga mulai kacau karena tingkah ling yue beberapa kali chu tian menepuk pipinya untuk menyadarkan dirinya, bagaimanapun Chu Tian tetap laki laki normal.
"Dapat " ucap Chu tian dan sebuah botol kecil muncul ditangan chu tian
"Ling yue minum ini sekarang , kau ingin cepat sembuh kan" ucap Chu Tian sambil menyodorkan botol kecil yang ada ditangankannya.
"Emmm tidakk mauu aku mau kay" ucap ling yue dengan menampar tangan Chu Tian dan obat itu tumpah padahal Chu tian hanya memiliki satu karena yang lainnya dibawa Ling yue keruang dimensinya, dengan kondisi ling yue saat ini Chu Tian tidak bisa masuk kedalam ruang dimensi Ling yue.
"Kayy" suara Ling yue semakin tidak karuann membuat Pikiran Chu tian juga semakin tidak karuan.
"Kau tunggu disini sebentar aku akan mencari penawarnya" ucap Chu Tian dia berulang kali mengusap keringatnya .
"Tidakk, kay tidak boleh pergi temani aku disini" ucap Ling yue tubuh Ling yue semakin lemah.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang" ucap Chu Tian dengan frustasi.
Chu Tian lalu memanggil Shi Long dengan telepati, dan dengan cepat Shi Long datang.
"Ada apa pangeran" tanya Shi Long saat berada dihadapan Chu Tian.
"Bagaimana cara mengatasi ini, pikiranku sangat kacau sekarang kau mengerti masudku kan" ucap Chu Tian dan diangguki oleh Shi Long
Shi Long memegang tangan Ling Yue.
"Emmm lepas, aku hanya ingin bersama kay" ucap Ling yue sambil mengibaskan tangan Shi Long dan Mengangkat tangannya pada Chu Tian.
"Ini bukan obat tapi racunn..!" ucap Shi Long.
__ADS_1
"Racun bagaimana bisa aku tidak merasakannya" tanya Chu Tian.
"Kau terlalu panik, dan ini bukan racun biasa ini racun dari tapak naga merah yang bisa membuat seseorang merasakan panas disekujur tubuhnya serta halusinasi yang berlebihan" ucap Shi Long.
"Lalu apa penawarnya" tanya Chu Tian ling Yue sudah memeluk Chu Tian dengan erat lagi seolah tidahk ingin melepasnya.
"Hanya ada dua penawar, pertama mata air dari istana kehidupan dan kedua adalah melakukan hal itu" ucap Shi Long.
"Melakukan apa..?" tanya Chu Tian.
" ituu pangeran tau kan itu" ucap Shi Long dengan canggung.
"Kau fikir aku ini apa tidak aku tidak akan melakukannya kita akan mencarai mata air itu sekarang juga" ucap Chu Tian.
"Tidak bisa, mata air itu hanya ada didaratan Suci jika kita tak segera memberikan penawar maka dia akan mati karena racun itu perlahan akan mengerogoti organ dalamnya" ucap Shi Long.
"Tapi aku tidak mungkin melakukan itu kannn" ucap Chu Tian dia sekarang dalam keadaan Bimbang.
"Aku Tidak akan memaksamu pangeran, tapi mungkin jika kau ada diposisinya mungkin dia akan melakukannya untukmu" ucap Shi Long.
chu Tian memandang Ling yue, yang kini terus menempel padanya mata Sayu Ling yue dan juga ekspresinya yang seperti menahan rasa sakit membuat Chu tian merasa tak Tega.
"Dia seperti ini karenaku, ling yue maafkan aku" batin Chu Tian.
"Zaein ada disana untuk menjaga Rin La jadi pangeran bisa tenang" ucap Shi Long dan diangguki oleh Chu Tian.
Shi Long pergi dari sana dan Chu Tian melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan, bagaimanapun itu juga demi keselamatan Ling Yue meski caranya salah namun chu Tian tidak punya pilihan lain.
Keesokan harinya.
"Aaaaaaaa" teriak Ling Yue dengan kencang membuat Chu Tian dan Shi Long serta Zaein Yang sedang ada diruang tengah terkejut.
"Kalian tunggu disini, biar aku lihat mungkin dia terkejut" ucap Chu Tian dan diangguki oleh Shi Long dan Zaein.
"Ada apa Ling Yue kenapa kau berteriak begitu kencang" tanya Chu Tian yang masih di pintu.
"Ka kau melakukannya...?" ucap Ling Yue dengan gugup wajahnya memerah bahkan matanya mulai berair.
Chu Tian masuk kemudian duduk di samping Ling yue.
"Sungguh aku minta maaf aku tidak punya pilihan lain saat itu" ucap Chu Tian.
"Kau mengambilnya dariku" ucap Ling Yue matanya berkaca kaca.
__ADS_1
"Aku juga tidak menginginkan semua ini terjadi begitu saja, maaf" ucap Chu Tian.
"Jika kau tidak menginginkannya kenapa kau merenggutnya darikuu" teriak Ling Yue sambil menguncangkan badan Chu Tian.
Chu Tian memejamkan matanya dia tau dia salah bahkan dia menyesal namun nasi sudah menjadi bubur dia tidak bisa melakukan apapun sekarang.
"Jawabb aku kenapa Kay" kini Air mata Ling yue jatuh, bagaimanapun mahkota adalah hal yang paling berharga bagi seorang wanita.
"Karana aku tidak ingin kehilanganmuu" teriak Chu Tian dia tidak sanggup menahannya lagi dia lalu memeluk Ling yue untuk menenangkannya.
"Kau tau semalam kau menyelamatkanku dari wanita itu, lalu aku harus apa selain mencoba menyelamatkanmu, kau tidak tau betapa khawatirnya aku melihat keadaanmu semalam, jika aku tidak melakukannya aku benar benar akan kehilanganmu kaira.." ucap Chu Tian dengan pelan sedangkan ling Yue terus menangis dipelukan Chu Tian dan berulangkali memukul dada Chu Tian untuk melampiaskan kekesalannya.
Setelah beberapa saat menangis Ling Yue sudah kembali tenang namun masih berada dipelukan Chu Tian.
"boleh minta sesuatu" tanya Ling yue dengan suara khas orang yang habis menangis.
"Tentu apa yang kau inginkan" ucap Chu Tian dia sudah sangat was was jika Ling Yue memintanya untuk menjauhinya.
"Di toko kue ada kue octopus dengan rasa baru, bisa aku mendapatkannya" ucap Ling ling Yue sambil memandang Chu Tian dengan tatapan memelas.
Chu Tian sedikit terkejut ternyata Ling Yue tidak memintanya menjauh.
"Kau tidak marah karena aku melakukan itu" tanya Chu Tian.
"Aku kesal tapi kau melakukannya untuk menyelamatkanku kan, dan sebagai bayarannya kau harus membelikanku kue octopus yang banyak" ucap Ling Yue dengan tersenyum
Chu Tian tersenyum juga dia merasa begitu lega .
"Baiklah nanti kita mampir ketoko itu, saat ini aku masih ada urusan, kau bersiaplah setelah urusan kita selesai kita akan pergi dari sini" ucap Chu Tian sambil mengelus rambut Ling Yue.
"Emm tunggu bisa kau membantuku" tanya ling yue.
Chu Tian yang baru satu langkah kembali membalikkan badannya.
"Apa" tanya Chu Tian.
"Panggilkan Ji Gia untukku" ucap Ling Yue.
"Untuk apa" tanya Chu Tian.
"Huft kau tidak tau kah, kau membuatku tidak bisa berjalan dengan benar" ucap Ling yue dengan kesal.
"ohhh ituu, akan kupanggilkan Ji Gia sekarang lagipula aku memang akan ketempat Pemimpin sekte" ucap Chu Tian dan diangguki oleh Ling Yue
__ADS_1