
Ling yue juga begitu gugup bahkan dia tidak berani menatap Chu Tian. Jhin Suo tersenyum melihat momen ini dia teringat masa dimana ia menyatakan cintanya pada Ling Zhu.
"Jika kau belum siap menjawabnya tidak apa aku akan menunggu" ucap Chu Tian.
"Aku.. aku bersedia" ucap Ling yue dengan malu malu.
"Sungguh benarkah, masudku sungguh" chu Tian begitu gugup dengan jawaban Ling yue sementara Ling yue mengangguk dan tersenyum.
"lihat bukankah sekarang aku tidak hanya memiliki seorang putra tapi juga seorang putri andai li.. egh sudahlah, kalian harus hidup bahagia, saat kalian datang kedaratan suci ayah pasti akan membuat sebuah perayaan yang besar" ucap Jhin Suo dia bahagia dan juga sedih .
bahagia melihat putranya mendapat wanita yang akna menjadi orang yang berperan besar didunia dan sedih karena tidak ada istri tercinta disampingnya untuk melihat kebahagiaan ini.
"Ayah tidak akan tinggal disini bukankah ayah tidak bisa kedunia dewa sekarang" tanya Chu Tian.
"Aku bisa kedaratan suci karena setengah jiwaku yang lain ada disana, aku Shi Long dan Long sai akan pergi bersama" ucap Jhin suo.
"tapi bukankah mereka.."
"Aku menyimpan separuh jiwa mereka di dekatku mereka akan kembali bersamaku, dan kau meng Pa jaga putraku maaf aku belum menemukan cara agar kau bisa kembali kekota salju" ucap Jhin Suo.
"tidak masalah yang mulia hamba sudah sangat senang bisa bersama pangeran dan itu adalah suatu kehormatan bagiku" ucap Xiao Feng atau Meng Pa.
"Ayah ambil kembali pedang ini" ucap Chu tian sambil menyerahkan pedang Roh dewa sambil tersenyum.
"Kau adalah pemiliknya sekarang, jaga pedang itu jangan gunakan jika kau tidak benar benar butuh, didunia manusia pedang itu akan memiliki efek yang sangat dhasyat" ucap Jhin suo.
"Aku mengerti ayah" ucap Chu Tian dan tiba tiba pedang itu masuk ketubuh Chu Tian.
"Baiklah, Jhin Tian ayah berharap kau bisa menjadi yang arah harapkan kedepannya" ucap Jhin Suo.
Chu Tian tau yang dimaksud Jhin Suo adalah tentang tahtanya, Chu Tian terdiam.
"Tidak ayah untuk hal itu aku tidak ingin" ucap Chu Tian
"Kau satu satunya keturunanku Jhin Tian jika bukan kau siapa lagi" ucap Jhin Suo.
"Aku merasa nyaman didunia ini dengan kebebasan aku tidak ingin terikat dengan beban yang begitu berat " ucap Chu Tian tatapannya kosong dia benar benar tidak ingin menolak ayahnya namun dia juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri.
"Huft ini juga salah ayah, jika kau tidak ingin maka ayah tidak akan memaksamu lagi" ucap Jhin Suo dia juga merasa bersalah karena sebagai ayah dia tidak bisa berada disamping anaknya untuk mengajarinya ataupun hanya sekedar menemaninya tumbuh.
"Terimakasih ayah" ucap Chu Tian.
__ADS_1
Jhin Suo memeluk putra satu satunya itu dengan penuh kasih sayang seakan dia meluapkan seluruh kasih sayangnya selama ini untuk hari ini.
Jhin suo kemudian memeluk Ling Yue sepeeti anaknya sendiri.
"Berjanjilah padaku kau akan selalu bersama Jhin Tian dan setia padanya" ucap Jhin Suo dengan tersenyum.
"A aku berjanji ayah" ucap Ling Yue.
"Jika dia membuatmu terluka katakan saja padaku biar aku yang menghajarnya, dan jangan takut untuk menegurnya saat dia salah" ucap Jhin Suo.
"Emm aku mengerti" jawab Ling Yue.
"Jadi ayah lebih membela ling Yue dari pada aku" ucap Chu Tian.
"Memang kenapa dia adalah putriku, ayah akan memukulmu jika kau berani menyakitinya" ucap Jhin Suo dengan nada bercanda.
Semua tertawa saat itu, dan tak lama setelah itu jhin Suo dan Dua naganya pergi, chu Tian mengambil semua yang ada disana , setelah itu gua bergetar tanda akan rubuh, Chu Tian dan yang lainnya segera melesat keluar Gua, Tepat saat mereka sampai diluar gua, gua itu langsung rata dengan tanah.
"Huft Syukurlah kita tidak terlambat" ucap Ling Yue.
"itu hampir saja" ucap Xiao Feng
"Aku akan memanggil Kakak Lao Hei, aku tidak bisa membuat portal teleportasi itu akan membutuh kan waktu lama, mungkin kakak lao hei punya" ucap Chu Tian.
Chu Tian segera menghubungi Lao hei dan mengatakan apa yang ia butuhkan, Lao Hei segera datang dan portal teleportasi telah terbuka, mereka butuh waktu satu hari untuk kembali kekerajaan Chu Karena memang Teknik teleportasi sudah dikembangkan oleh Lao Hei dengan bantuan buku buku diperpustakaan milik Chu Tian.
Sehari berlalu mereka sampai dikerajaan Chu tanpa sambutan karean Chu Tian ingin memberikan kejutan pada kakaknya, sampai dikerajaan Chu , Chu tian melihat istana yang kini sudah sangat besar dan megah, para prajurit yang berjaga seketika langsung memberu hormat pada Chu Tian terutama mereka yang sempat melihat kehebatan Chu tian mereka sangat bahagia saat mengetahui Pangeran mereka Telah kembali.
Chu Tian memasuki Istana dan sampai didalam dia memakai topengnya dan mencari kakaknya.
Dia mencari disemua sudut, semua yang melihatnya merasa aneh karena Chu tian memakai topeng. Hingga akhirnya chu Tian melihat kakaknya berada ditaman bersama seorang wanita yang sepertinya sedang mengandung.
Chu tian melihat Chu Lizheng memanjat pohon untuk mengambil buah apel di taman itu.
"Kurasa wanita itu adalah Han Ying" ucap Pelan Chu Tian
"Pangeran memang benar dia adalah Ratu Ying" ucap Seseorang dari belakang yang ternyata itu adalah Su Fei.
"Bibi..." ucap Chu Tian dan langsung memeluk pelayan yang selalu merawatnya sejak dulu.
" pangeran kau sudah sangat besar ternyata, bibi sudah sangat merindukan pangeran" ucap Su Fei
__ADS_1
" bibi Tau aku juga sangat merindukan bibi, dan bibi tau aku sudah punya calon istri" ucap Chu Tian sambil membisikkan kalimat terakhirnya.
"Sungguh, pangeran Bibi sangat bahagia mendengarnya" ucap Su Fei dengan tersenyum.
"Bibi bisa menemuinya nanti, aku akan mengejutkan kakak Dulu" ucap Chu Tian.
" pangeran kau ini, biasanya kau menjadi anak pendiam dan kini mengapa jadi anak yang nakal" ucap Su Fei.
"yasudah kalau begitu bibi akan buatkan makanan kesukaan pangeran" lanjutnya.
"Jangan lupa kue octopus" ucap Chu Tian dan diangguki oleh Su Fei.
Chu Tian kembai memantau kakaknya yang kini sudah turun dari pohon denga kondisi yang berantakan, Chu Tian berjalan dengan santai dengan membawa pedang panjang di punggungnya.
Chu Lizheng yang tau ada seseirang yang mencurigakan datang mengarah padanya langsung berdiri didepan istrinya dengan waspada.
"Siapa kau.." tanya Chu Lizheng.
"hmm setelah memiliki kekuasaan memiliki istri yang cantik dan sang putra mahkota akan segera lahir kau lupa padaku" ucap Chu Tian dengan merubah suaranya.
Chu lizheng mengkerutkan keningnya
"Kau ini siapa" sekali lagi Chu LiZheng bertanya.
"Sekian tahun kita hidup bersama dan kau melupakan aku begitu cepat" ucap Chu Tian.
"Dia siapa" tanya Han Ying.
"aku juga tidak tau, kau tetaplah dibelakangku" ucap Chu Lizheng.
"Wah kakak ipar kau semakin cantik saja" ucap Chu Tian
"Kakak ipar..!" ucap Chu Lizheng dan Han Ying bersamaan
.
.
.
.
__ADS_1
.