Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 116. Apa dia marah padaku..?


__ADS_3

" sebenarnya Apa yang kau fikirkan" tanya Shi Long.


"Tidak ada, setelah ini ikut aku danLi Hyung" ucwp Chu Tian.


"Emm biarkan aku makan sedikit lagi" ucap Shi Long sambil terus mengunyah.


"Baiklah susul aku dibelakang gubuk bersama Li Hyung" ucap Chu Tian


" yaya baiklah , akan kubawa dia kesana nanti" ucap Shi Long..


Chu Tian berdiri sebelum melangkahkan kakinya Ling Yue bertanya padanya.


"Kau mau kemana" tanya Ling Yue.


"Tidak kemana mana" ucap Chu Tian sambil berjalan kebelakang Gubuk kecil itu.


Ling Yue merasa aneh dengan Chu Tian.


"Apa dia marah padaku" ucapnya pelan.


sementara dibelakang gubuk Chu Tian duduk diatas batu dengan posisi lotus.


"Sedikit aku hanya perlu sedikit saja untuk tingkat suci tahap pertama, " ucap Chu Tian dia lalu mulai berkonsentrasi mengosongkan fikirannya dari segala hal .


Chu Tian mulai berkultivasi energi alam mulai mengumpul disekitarnya dan perlahan memasuki tubuhnya.


"Aku merasakan energi yang besar disekitar sini" ucap Li Hyung.


"Paling itu Pangeran , dia memang selalu berkultivasi jika ada masa luang, entah apa yang dia kejar sehingga terburu buru" jelas Shi Long yng masih belum mu berhenti makan.


"Pangeran..? jadi benar kakak Chu Tian adalah seorang pangeran" ucap Li hyung dengan bersemangat.


"Tentu saja dia itu adalah pangeran satu satunya di..."


"Ah iya benar Chu Tian adalah pangeran dari kerajaan Chu, lihat saja marganya" ucap Ling yue memotong perkataan Shi long yang hampir membocorkan identitas asli Chu Tian.


Ling yue menatap Shi long dengan tajam, shi long yang hampir keceplosan pun menutup mulutnya


"Maafkan Aku" Ucap Shi Long


"Jika kau mengulanginya maka aku akan menghajarmu "Ucap Ling Yue dengan suara ditekan


"Aku sungguh tidak sengaja maafkan aku" ucap Shi long.


"Emm kalian ini kenapa" tanya Li hyung.


"Tidak ada cepat habiskan makananmu kau bilang ingin berlatih dengan kak Chu Tian" ucap Ling Yue.


"Sebenarnya kak Chu Tian tidak akan melatihku dia hanya akan memberikan caranya saja" Ucap Li Hyung dengan sedikit sedih.


"Li Hyung kau tidak perlu bersedih, mungkin sebenarnya kakak Chu Tian mau mengajarimu tapi karena kami tidak punya banyak waktu jadi dia tidak bisa mengajarimu, kakak minta maaf atas namanya ya" ucap Ling yue sambil mengelus kepala Li Hyung.


"Tidak apa apa kak, aku mengerti aku sudah sangat bersyukur ada orang yang baik dan percaya padaku" ucap Li Hyung.


"Kau harus berlatih dengan keras, buktikan pada mereka kau layak dan kau bukan monster, kakak akan mengunjungimu kelak jadi jangan malas ya" ucap Ling Yue memberikan semangat sebelumnya Li Hyung memang sudah cerita semuanya kepada Ling Yue.

__ADS_1


"Sungguh kakak cantik akan mengunjungiku jika aku berhasil " tanya Li hyung dengan semangat.


"tentu saja, kau harus bisa membuktikannya padaku jika kau diakui dengan sepenuh hati oleh keluargamu kembali" ucap Ling Yue.


"Baiklah aku akan berusaha" ucap Li Hyung lalu memakan makanannya dengan cepat.


"Hati hati nanti kau tersedak, Kakak tian juga masih berkultifvasi kau bisa pelan pelan makan nya" ucap Ling yue.


" pangeran sudah mengatakan padaku jika Li Hyung selesai makan maka aku harus membawanya kebelakang, dia sudah mempersiapkan jika saja kultivasinya berhenti ditengah jalan" ucap Shi Long.


"Setidaknya beri dia waktu untuk berlatih" ucap Ling yue.


" iya baiklah" pasrah Shi Long.


"Li Hyung habiskan makananmu kakak akan masuk sebentar" ucap Ling Yue


"Baik kak" ucap Li Hyung.


"Li Hyung sebenarnya segel apa yang kau maksud" tanya Shi Long.


"Segel ini paman" ucap Li Hyung sambil membuka ikat kepalanya.


"Se segel ini, a apa dikeluargamu ada yang memilikinya juga" tanya Shi Long dengan gugup dia sangat terkejut melihat segel didahi Li Hyung.


"Tidak ada paman tapi kakek leluhur mengatakan bahwa kakek Li Chao mengetahui tentang segel ini, memang ada apa paman" tanya Li Hyung.


"Tidak ada, ehem kau sudah selesai makan" tanya Shi Long mengalihkan topik.


"Sudah paman" jawab Li Hyung.


mereka berdua berjalan kebelakang gubuk dan mendapati Chu Tian yang masih berkultivasi.


"Apa tidak masalah jika membangunkannya, kakakku pernah mengatakan jika kita membangunkan orang yang sedang berkultivasi maka itu akan berakibat fatal" tanya Li Hyung.


"Kau tau pangeran tidak seperti orang lain dia itu istimewa" ucap Shi Long dengan bangga.


Li Hyung merasa khawatir jika terjadi sesuatu pada Chu Tian namun sebelum Shi Long membangunkannya Chu Tian sudah lebih dulu membuka matanya.


"apa kau sudah selesaikan kultivasimu" tanya Shi Long.


"Hanya tinggal sedikit lagi aku akan melanjutkannya nanti setelah memberi tau Li Hyung apa yang harus dia lakukan" ucap Chu Tian.


"Kakak apa kau baik baik saja, kau menghentikan kultivasimu bukankah itu bahaya" ucap Li Hyung.


" Aku Tidak apa apa , kemarilah aku akan memberitaumu" ucap Chu Tian.


"Oiya shi Long pergilah keruang dimensiku ambilkan buku berwarna putih dengan sambul bergambar ying yang" ucap Chu Tian.


" bukankah kau bisa mengambilnya sendiri" ucap Shi Long.


"Jika aku ingin kau yang mengambilnya memang salah" ucap Chu Tian.


"Baiklah" pasrah Shi Long.


"Ingat untuk mengambil ramuan putih dimeja kamarku, itu akan membantu Li Hyung mengendalikan segel itu" ucap Chu Tian melalui telepati dan diangguki oleh Shi Long

__ADS_1


Chu tian tidak ingin Li Hyung tau jika Chu tian membantunya dengan Ramuan Chu Tian ingin Li Hyung percaya pada dirinya sendiri dan pada Akhirnya kemampuan mengendalikan segelnya semakin baik bahkan lebih baik dari pada efek ramuan yabg diberikan Chu Tian.


"LI hyung dengarkan kata kataku" ucap Chu Tian dan dianguki oleh Li Hyung.


"Yang harus kau lakukan pertama adalah kau harus percaya pada dirimu sendiri, yakinlah pada dirimu jangan biarkan segel itu menguasai dirimu, kau harus bisa menguasainya apa kau mengerti" ucap Chu tian


"Baik kak aku mengerti" ucap Li Hyung.


"Aku akan mencobanya kau harus bisa menahan segel itu dan tetap ingat pada dirimu" ucap Chu Tian.


"Aku Siap" ucap Li Hyung dia kemudian mengambil nafas panjang dan memejamkan matanya.


Chu tian mulai membuka ikat kepala Li Hyung dan mengalirkan sedikit energi spiritualnya dan itu memberikan reaksi pada segel Li Hyung.


"pertahankan kesadaranmu jangan menyerah pada segel itu,percayalah pada dirimu sendiri" ucap Chu Tian.


Sementara Li Hyung masih menahan dirinya sekuat tenaga keringat Dingin terus mrngucur didahinya.


"Kasai dirimu Li Hyung jangan mau tubuhmu diambil oleh segel itu" ucap Chu Tian.


Perlahan Tubuh Li Hyung mulai tenang, raut wajahnya juga mulai seperti biasa tidak seperti tadi yang seperti kesakitan.


"Bagus Li Hyung, pertahankan itu sekarang cobalah untuk menenangkan dirimu" ucap Chu Tian dengan tersenyum


"Seperti dugaanku anak ini adalah anak jenius" batin Chu Tian.


"Panger...." Shi Long tidak melanjutkan kata katanya karena Chu Tian memberikan instruksi agar Shi Long diam.


"Li Hyung cobalah untuk menjalin hubungan dengan Segel itu, masuklah kealam bawah sadarmu dan temui makhluk yang ada disana kalahkan dia maka kau bisa mengendalikannya sepenuhnya" ucap Chu Tian.


Li Hyung mengikuti setiap arahan yang diberikan Chu Tian.


Dialam bawah sadarnya Li Hyung bertemu dengan sosok yang mirip dengan singa yang berwarna putih dengan sedikit hitam dibagian kaki.


"Ka kau wujud dari segel" ucap Li Hyung dengan gugup.


"Manusia berani juga kau kemari" ucap Singa putih dengan nada berat.


'Li hyung percayalah pada dirimu sendiri' kata kata Chu Tian selalu terngiang di fikiran Li Hyung.


"Aku ingin kau bekerja sama denganku" ucap Li Hyung.


"Manusia rendah beraninya kau memintaku bekerja sama denganmu, aku sendiri bisa melakukan semuanya" ucap Singa itu dengan marah.


"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi" ucap Li Hyung.


"Roaarrrrr... Aku akan membantumu jika kau bisa mengalahkanku bagaimana" ucap Singa itu dengan mengaum keras.


Li Hyung merasa ketakutan tapi kata kata yang terus diucapkan Chu Tian membuatnya termotivasi.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2