
"Ling Yue apa tidak masalah jika kita beristirahat dihutan saja, aku tidak ingin memasuki ibukota," tanya Chu Tian.
"Tidak masalah" jawab Ling Yue dengan nafas memburu.
"Sebaiknya kita istirahat sebentar setelah itu kita lanjutkan" ucap Chu Tian
pada akhirnya Chu Tian mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat,sebenarnya mereka sudah sangat dekat dengan ibukota namun karena Chu tian tidak ingin mampir jadi mereka hanya akan lewat .
mereka akhirnya beristirahat didekat pohon besar dekat jalan yang mereka lewati.
"Huh akhirnya berhenti juga, kakiku bisa lepas jika begini terus" batin Ling Yue.
"Ambil minum ini, sepertinya kita memang harus mencari kereta" ucap Chu tain sambil menyodorkan air minum.
"baiklah jika begitu" ucap Shi Long.
"Terpaksa harus keibukota jika begini huh" gerutu Chu Tian.
"Jika kau tak ingin pergi tidak apa apa aku masih sanggup berjalan" ucap Ling Yue.
Chu Tian menyipitkan matanya .
"Masih kuat apanya nafasmu saja masih begitu berat sampai sekarang" Ucap Chu Tian
"Ee itu.."
"Hahaha aku hanya bercanda "Ucap Chu Tian
"Aku akan menyewa kereta , kalian tunggu disini saja" ucap Shi Long.
"apa kita tidak membeli bersama sama saja" tanya Chu Tian.
"tidak apa apa kalian beristirahatlah" ucap Shi Long.
"Yakin tidak ingin ditemani" tanya Chu Tian.
"Tentu saja , lagi pula ada yang ingin ku cari juga disana" ucap shi Long.
"Baiklah jika begitu " jawab Chu Tian lalu menyerahkan sekantung koin emas.
pada Akhirnya Shi Long berjalan sendirian ke ibukota dan Chu Tian serta Ling Yue menunggu disana.
"Sambil menunggu Shi Long kembali, bagaimana kalau kau mencoba berkultifasi" ucap Chu Tian.
"Emm aku akan mencobanya" ucap Ling yue.
"Tapi apa kau sudah tidak merasa lelah" tanya Chu Tian.
"Tidak" jawab Ling Yue.
"Baiklah Aku akan membantumu berkultifasi pertama kali" ucap Chu Tian.
__ADS_1
"Emm ,apa yang harus aku lakukan" tanya Ling Yue.
"Pertama minum pil ini, " ucap Chu Tian sambil menyodorkan sebuah pil berwarna coklat.
"setelah itu duduklah dengan posisi lotus. berkonsentrasilah hilangkan semua beban pikiranmu fokus pada satu titik yaitu aliran energi" jelas Chu Tian
Ling Yue mulai memperagakan apa yang Chu Tian katakan perlahan lahan aliran kecil energi memasuki tubuh Ling Yue.
"Apa, dia bisa melakukannya dalam sekali coba saja" batin Chu Tian.
"Sekarang kumpulkan semua energi pada satu titik secara perlahan lahan cobalah untuk mengalirkan seluruh energi memasuki dantianmu" ucap Chu Tian dia juga sambil duduk dibelakang Ling yue untuk menstabilkan energi yang masuk kedalam tubuh Ling Yue.
"Perkembangannya jauh lebih cepat dari yang kubayangkan, ayah benar ada yang istimewa dari Ling yue" batin Chu Tian.
"Bagus lakukan hal ini sampai dantianmu penuh dan saat itulah kau bisa melakukan penerobosan" Ucap Chu Tian.
Chu Tian masih membantu Ling Yue sambil terus mememriksa keadaan Tubuh Ling Yue.
"Elemen Es dan api bagaimana dua elemen bertolakan menjadi satu bagian" batin Chu Tian dengan terkejut.
Energi Ditubuh Ling Yue semakin membesar dantiannnya semakin penuh hingga akhirnya..
Bommmm.bommmm... beberapa kali ledakna teredam terdengar di tubuh Chu Tian.
"Sudah Cukup Ling Yue kau harus memperbaiki pondasimu dahulu" ucap Chu Tian.
perlahan Ling Yue membuka matanya
"Jendral petarung menengah tahap pertama, sangatt luar biasa untuk pemula sepertimu" Puji Chu Tian dia sebenarnya juga sangat kagum dengan kecepatan Kultivasi Ling Yue.
"Tentu saja Ling Yue kau memiliki elemen dasar Es dan Api , tapi sebelum kau mengunakan energi spiritualmu sebaiknya kau berlatih kekuatan fisik terlebih dahulu agar energimu bisa stabil" ucap Chu Tian dia lalu berjalan kesebuah batu yang kira kira seberat 30kg.
"Kekuatan fisik" tanya Ling Yue.
"Ya kekuatan Fisik , ini sangat penting aku tau kau wanita tapi aku ingin kau menjadi wanita yang tangguh, jadi cobalah untuk mengangkat batu ini" ucap Chu Tian sambil menunjuk sebuah batu yang ada disampingnya.
"Ta tapi itu batu yang besar, kau mau membunuhku ya" ucap Kesal Ling Yue.
"Huh Baiklah coba lah untuk mengangkat batu kecil itu kalau begitu" ucap Chu Tian sambil menunjuk batu yang lebih kecil.
"Itu masih terlalu besar kau tau aku ini seorang perempuan bukan lelaki sepertimu"Ucap Ling yue.
Chu Tian yang kesal menarik pedangnya lalu melesat kearah Ling Yue.
slashhh....
Pedang Menancap dipohon belakang Ling Yue dan jika Ling Yue bergerak sedikit saja mungkin dia akan terluka, kemuadian Chu Tian dia berada tepat di Depan wajah Ling Yue sehingga tatapan mereka bertemu.
"Kau tidak ingin melakukan yang kuperintahkan, baiklah kalau begitu ini tawaran terakhir, kita akan berlatih menggunakan pedang, bagaimana" tanya Chu Tian tanpa bergerak dari tempatnya.
"Umm eh anu ba baiklah " ucap Ling yue dengan gugup .
__ADS_1
"Baguslah kalaubegitu" ucap Chu Tian sambil menarik kembali pedangnya dan dan berjalan ketempat yang agak terbuka.
sedangkan Ling yue dia menghela nafas lega seakan dia baru saja lolos dari cengkraman harimau lapar.
"Ling Yue cepat kemari" ucap Chu Tian.
Ling yue berjalan menghampiri Chu Tian dia juga mengambil tongkat yang diberikan Chu Tian dan mengubahnya menjadi sebilah pedang.
"Serang aku dengan sekuat tenagamu, jangan takut melukaiku cobalah mengangap aku adalah musuh seperti yang kau lakukan pada Sing Kia" ucap Chu Tian sambil memperhatikan pedang elemannya.
"Siapa Sing kia" tanya Ling Yue dengan penuh selidik.
"Haih Chu Kia yang kau lawan kemarin" ucap Chu Tian sambil menghelas nafas.
"Aaa yang itu, baikalah aku akan mencobanya" ucap Ling Yue.
"Mulai seakarang" ucap Chu Tian.
Ling Yue langsung berlari kearah Chu Tian dengan pedang Ditangannya dia mencoba menebas Chu Tian dari berbagai arah.
"Tambah lagi kecepatanmu, pegang erat pedang itu cobalah untuk menjadi satu dengan pedangmu" ucap Chu Tian disela sela pertarungan.
"Aku akan berusaha sebaik mingkin" jawab Ling Yue.
"Jangan pernah ragu untuk menebaskan pedangmu , jika kau ragu pedangmu akan melukaimu" ucap Chu Tian.
Trang Trang Trang....
Chu Tian samasekali tidak menyerang dia hanya mrnangkis semua gerakan Ling yue.
"Kau memperlajari semua gerakan ini hanya sekali lihat saja" tanya Chu Tian.
"kurasa iya, aku tidak sengaja melihatmu berlatih, apa kau marah padaku karena menggunakan jurusmu" tanya Ling yue.
Chu Tian memasang wajah galaknya.
sringg...
Chu tian memojokkan Ling Yue.
"Tentu saja... Tidak, kau harus melakukannya lebih baik dari ini seranganmu banyak yang terbuka itu akan membuat lawan sangat mudah menerobos pertahananmu " jelas Ling yue.
"Aku akan mencobanya sekali lagi" ucap Ling yue dan dianggumi oleh Chu Tian.
"Bagus , coba putar pedangmu lebih cepat itu akan membantumu membunuh musuh dengan mudah" ucap Chu Tian.
"Baiklah..." jawab Ling yue dengan serius.
.
.
__ADS_1
.
.