
Semua memberi selamat bahkan Fu Cang Fu ji'er dan nenek Fu juga hadir dan memberi selamat.
"Kakak...." Fu Ji'er langsung memeluk Chu Tian.
"Ji'er " ucap Chu Tian.
" kakak istrimu sangat cantik, salam kakak ling yue" ucap Fu ji'er
"Kau juga sangat cantik dan manis" jawab Ling Yue dengan tersenyum manis.
"Ji'er lain kali jangan begitu bersikaplah sopan, Salam Pangeran Tian dan Putri Ling Yue selamat atas pernikahan kalian, aku sangat bahagia atas pernikahan kalian" ucap Fu Cang.
"Wah wah apakah Komando pasukan kerajaan Han inj sudah melupakan saudaranya" ucap Chu Tian dengan tersenyum senang.
"Tentu saja tidak saudaraku, bahkan sampai matipun aku tidak akan melupakanmu" ucap Fu Cang Dengan Tersenyum pula.
"Nenek Kau seharusnya duduk disana saja dan aku akan menghampirimu" ucap Chu Tian.
"Bagaimana bisa itu bisa dianggap sopan pangeran, aku hanya orang biasa" ucap Nenek Fu.
"Cucuku sudah menganggapmu sebagai neneknya itu berarti kau saudariku sekarang, jangan siksa dirimu dengan berdiri begitu lama, Ayo duduk bersamaku" ucap Chen Bing.
"Yang Mulia hamba sungguh tidak pantas" ucap Nenek Fu.
"Aih Tidak pantas apanya, aho kita kesana dan nikmati hidangannya" ucap Chen Ming.
Chu Tian memandang Ling yue lalu tersenyum begitupun Ling Yue yang juga tersenyum.
"Bukankah nenek adalah orang yang sangat baik" ucap Chu Tian.
" tentu saja nenek adalah yang terbaik" ucap Ling Yue.
Acara masih berlangsung berbagai pertunjukan diadakan dari tarian ilmu berpedang bahkan menyanyi pun ada, Chu Tian melayani para tamu dan Ling yue kembali Ke kediaman Chu Tian karena dia sudah merasa lelah.
"Lihat pangeran kita tampak berseri seri " ucap Raja Xin
"Yang mulia bisa saja, lalu dimana Xin Lan dan Xin jun aku belum melihat mereka" tanya Chu Tian.
"Lihat mereka disana bersama Raja Ming" ucap Raja Xin sambil Menunjuk Xin Lan.
"Kalau begitu aku akan menemui mereka, silahkan menikmati hidangannya" ucap Chu Tian yang membwri hormat lalu pergi kearah Xin Lan.
"Lan Lan.." panggil Chu Tian.
"Kakak Tian... aku sangat merindukanmu, selamat atas pernikahanmu dimana istrimu yang cantik itu" tanya Xin Lan dengan bersemangat.
"Dia sedang beristirahat... lalu dimana calon suamimu itu" tanya Chu Tian
__ADS_1
"Ini perkenalkan Pangeran Ming San, dia adalah tunanganku" ucap Xin Lan sambil menarik tangan Ming San.
"Senang bertemu denganmu Pangeran Ming" ucap Chu Tian.
"Dan Suatu kehormatan bagiku bisa bertemu denganmu pangeran Tian, aku mendengar banyak hal tentangmu dari Lan'er" uca Pangeran Ming San.
"Sungguh, kau harus bersyukur memiliki calon istri secantik dan setangguh Xin Lan" ucap Chu Tian.
"Aku memang sangat bersyukur tentang semua hal yang ada pada Lan'er, dan aku sungguh berterimakasih karena Kau sudah Membantu Lan'er berlatih" ucap Ming San.
"tidak tidak aku tidak melakukan apapun, Lan lan bisa melakukan semua itu karena tekad yang ada pada dirinya" ucap Chu Tian dengan tersenyum
"Salam untuk mu pangeran Tian" ucap Raja Ming guan dan pengeran Ming Dai.
"Salam Raja Ming dan pangeran mahkota Ming Dai" ucap Chu Tian sambil memberikan hormat dan tersenyum
"Semua orang membicarakan tentang kecantikan dari Putri Ling yue yang bagai dewi, jika boleh tau dimana anda bertemu dengannya pangeran Tian " Tanya Ming Dai.
"Hahaha pangeran mahkota, aku bertemu dengannya ditempat yang tidak disangka semua orang, bahkan mungkin hanya dewa yang tau tentang semua itu" ucap Chu tian sambil tersenyum dan Menaikkan sebelah alisnya.
"Hahaha Pangeran Tian kau suka sekali memberikan teka teki" ucap raja Ming.
"Tidak yang mulia aku berkata yang sejujurnya" ucap Chu tian yang membuat semua nya Binggung.
"kalian mendebatkan apa, pangeran tian mendapatkan jodohnya ditempat yang istimewa bukankah itu adil" ucap Xin Jun sambil menepuk pundak Chu Tian.
" kau masih punya hutang padaku karena membuat adikku menangis waktu itu" ucap Xing Jun sambil tertawa.
" Yaya baiklah maafkan aku pangeran" ucqp Chu Yian sambil menarik pelan telinganya.
mereka semua tertawa hingga akhirnya seoarang anak kecil menghampiri Chu tian.
"Kakak Tian, dimana kakak Yue" tanya anak itu yang tak lain adalah Li Hyung.
"Li Hyung, lain kali jika kamu lari lagi kakak tidak akan mengampunimu" teriak marah Li Huan
"Kakak selamatkan aku" ucap Li Hyung sambil bersembunyi dibalik Chu Tian.
"Apa kabar saudari Huan " ucap Chu Tian.
"jangan mencoba melindunginya Saudara Tian" ucap Li Huan.
"Ehhh.. aa hahaha tidak tidak ini ambilah" ucap Chu Tian sambil menyerahkan Li Hyung.
"Kakak aku akan mengadukan ini pada kakak Yue" uca Li Hyung langsung berlari lagi.
Li Huan memandang Chu Tian dan Chu Tian hanya mengangkat bahunya tak perduli.
__ADS_1
"Ck kau ini tidak dapat diandalkan, ayo ikut aku" ucq0 Li Huan sambil menarik paksa Chu Tian.
"Semuanya maaf aku pergi dulu" ucap Chu Tian pada orang orang disana.
"Xin Jun hanya melongo melihat tindakan Li Huan yang sama sekali tidak ada rasa hormatnya pada Chu tian.
"Hei kakak apa kau tertarik pada wanita itu" tanya Xin Lan pada Xin Jun yang masih termenung.
"Iya.. ehh maksudku tidak" ucap Xin Jun salah Tingkah.
mereka mulai tertawa, Hingga akhirnya Chu Lizheng datang dan ikut mengobrol bersama Mereka bahkan Raja Xin dan Raja Han ikut dalam pembicaraan itu.
Sementara Chu Tian masih ditarik Li Huan ketempat Ling Yue. disana mereka melihat Iing Yue yang sedang mengelus Kepala Li Hyung yang berbaring dipamgkuan Ling Yue sepertinya Li Hyung sangat merindukan Ling Yue.
"Li Hyung ayolah aku harus sopan, ini ditempat orang, Putri Ling Yue maafkan aku karena tidak menjaga Li Hyung Dengan Baik" ucap Li Huan sambil menangkupkan tangan dan sedikit membukuk sebagai permohonan maaf.
"Lalu kenapa kau membawaku kemari" kesal Chu Tian.
"agar kau bisa menjadi saksi bahwa Li Hyung melarikan diri" ucap Li Huan.
Sementara Li Hyung yang berada dipangkuan Ling Yue ternyata telah tertidur.
"Ssst kalian bisa diam atau tidak" ucap Ling Yue sambil meletakakan Kepala Li Hyung ke atas ranjangnya.
"Anak ini, aku akan membawanya kembali, mohon maaf atas ketidak nyamanannya" ucap Li Huan.
"Tidak apa apa biarkan dia disini sepertinya dia sangat kelelahan" ucap Ling yue dengan tersenyum.
"Tapi Putri ini kan temp..."
"Sudah tidak apa apa, di kediaman Chu tian masih ada satu kamar lagi, aku bisa berada disana" ucap Ling Yue.
"Yang Dikatakan Ling yue benar biarkan saja dia tidur, dia terlihat sangat nyenyak, oh ya Saudari Huan sepertinya pangeran Xin Itu tertarik padamu" ucap Chu Tian
"Katakan itu lagi aku akan membunuhmu" ucap Li Huan dan langsung peegi dari sana dengan pipi yang memerah
"Apa aku bersalah" tanya Chu Tian pada Ling Yue dan ling Yue hanya Mengangkat bahunya tak perduli.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.