Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 160. Aku selalu Mendukungmu


__ADS_3

saat Chu Tian akan pergi setelah memberikan selimut, Ling Yue terbangun dan memegang tahan Chu Tian.


"Yue'er apa aku menganggu tidurmu" tanya Chu Tian yang langsung duduk ditepi ranjang dan mengelus pelan kepala Ling Yue.


Ling Yue mengelengkan kepalanya pelan.


" tidak, aku tau kau akan pergi kan" ucap Ling yue.


"Siapa yang memberitaukanmu, aku belum sempat mengatakannya" ucap Chu Tian.


"Aku adalah bagian dari dirimu tentu saja aku tau" ucap Ling Yue dengan tersenyum dan dibalas dengan senyuman pula oleh Chu Tian.


"Jadi apa kau mengijinkannya, jika tidak aku tidak akan pergi" ucap Chu Tian.


"Peegilah penuhi takdirmu, aku sudah mengatakan padamu bahwa aku akan mendukungmu disetiap keputusanmu karna aku yakin itu pasti benar" ucap Ling yue.


"Aku sebenarnya tidak ingin pergi, tapi mengingat daratan Suci bukan tempat biasa dan Qi Sau juga bukan lawan yang mudah, aku ingin melindungi kalian berdua aku ingin kalian selalu aman" ucap Chu Tian sambil menyentuh lembut perut Ling Yue.


"Tidak akan terjadi apapun pada kami selama kamu ada, " ucap Ling Yue.


"aku akan pergi besok, aku tidak ingin menunda waktu lagi, aku hanya punya waktu kurang dari satu bulan" ucap Chu Tian.


"Aku akan menyiapkan keperluanmu untuk esok hari" ucap Ling yue.


"Tidak tidak, biarkan pelayan yang melakukannya, aku tidak ingin kau kelelahan" ucap Chu Tian.


"Aku tidak akan kelelahan" ucap Ling Yue sambil memegang pipi Chu Tian.


"Tapii.."


"Sudahlah aku ingin menyiapkan keperluan suamiku aakah itu salah" ucap Ling Yue.


"tentu saja tidak, masakan istriku memang yang terbaik" ucap Chu Tian.


"Baiklah kalau begitu aku akan siapakan pakaianmu dulu" ucap Ling yue.


"Didimensi sudah ada terlalu banyak baju, dan sekarang aku harus menemui kakak" ucap Chu Tian.

__ADS_1


"Biarkan saja yang ada didimensi aku telah membeli beberapa baju baru untukmu tadi" ucap Ling Yue.


"Baiklah terserah istriku, aku akan menemui kakak kau dirumah dan jangan kemanapun jika ada sesuatu segera katakan padaku" ucap Chu Tian.


"Iya baiklah aku mengerti" ucap Ling yue dia masih tidak menyangka sikap Chu Yian akan berubah begitu banyak.


Chu Tian pergi keaula istana dimana ada Chu Lizheng yang sedang duduk di singgasananya bersama beberapa mentri dan pejabat istana untuk membahas sesuatu.


"Salam Yang Mulia Raja" ucap Chu Tian sambil membungkukkan badannya dan menyilangkan sebelah tangannya sebagai tanda hormat.


"Ada apa adikku, tidak biasanya kau berada disini" ucap Chu Lizheng.


"Aku hanya ingin menyampaikan hal kecil, selesaikan masalah para mentri aku bisa menunggu" ucap Chu Tian dia lalu duduk dikursi kosong diaula tersebut.


Chu Lizheng dan yang lainnya kembali membahas tentang pajak dan keluhan Masyarakat pinggiran.


Setelah selesai pembahasan para mentri dan pejabat kembali kepekerjaan mereka masing masing sebelum pergi mereka memberi hormat pada Chu Lizheng dan Chu Tian .


Chu Lizheng kemudian turun dari singgasananya dan menghampiri Chu Tian dengan wajah yang teelihat lelah.


"Kakak sebaiknya beristirahat" ucap Chu Tian.


"Tidak kakak, sebaiknya nanti saja aku katakan kakak beristirahatlah aku akan kembali lagi nanti" ucap Chu Tian.


"Baiklah, kepalaku terasa berdenyut karena laporan laporan itu" ucap Chu Lizheng.


Chu tian meminta kakaknya untuk beristirahat semantara dia sendiri ingin kembali ke kediamannya sebelum akhirnya dia melihat Yan Sha seperti biasa duduk di taman dekat danau.


"Apa yang kau lakukan disini" tanya Chu tian yang datang menghampiri Yan Sha.


"Ah Chu Tian , kupikir siapa Huft... Aku disini seperti biasa melihat matahari terbenam bukankah itu sangat indah" ucap Yan Sha.


"Emm kau memang benar, oh ya Yan Sha sebelum aku membawamu kembali kedaratan suci bisakah aku meminta tolong padamu" tanya Chu Tian.


"Katakanlah, jika aku sanghup aku pasti akan menolongmu" jawab Yan Sha.


"Aku akan pergi untuk berlatih, aku inginn kau berada dikediamanku dan temani Ling Yue, aku tidak ingin dia kesepian" ucap Chu Tian.

__ADS_1


"Bukankah kau selalu berlatih dirumah kenapa kali ini tidak" tanya Yan sha dengan binggung


"Kali ini aku harus menjauh kekuatan yang kucari ada pada kristal sembilan warna, kau tentu tau kan apa konsekuensi dari kekuatan itu" ucap Chu Tian.


"Tidak Chu Tian, aku tidak kaan membiarkanmu pergi, itu snagt berbahaya resiko yang kau tanggung juga sangat besar" ucap Yan Sha.


"Yan sha percayalah padaku, aku hanya ingin kau menemani Ling Yue dan aku berjanji padamu bahwa aku akan kembali sebelum ulang tahunku yang ke dua puluh" ucap Chu Tian.


"Aku pasti akan menemani istrimu, dan aku akan percaya padamu" ucap Yan Sha.


"Terimakaaih yan Sha aku sungguh berhutang banyak padamu" ucap Chu Tian.


"bukankah kau bilang kita adalah teman, tentu aku pasti akan menolongmu sebagi temanmu" ucap Yan Sha dengan teraenyum bahkan Chu Tian pun ikut tersenyum.


Chu Tian mengobrol sebentar bersama Yan Sha sebelum akhirnya dia kembali kekediamannya untuk membersihkan diri, dan setelah itu menghadiri jamuan makan malam yang diadakan oleh Chu Lizheng untuk menyambut kedatangan Chu Yun dan Suaminya.


makan malam itu berlangsung sangat meriah semua terasa sangat menyenangkan, namun semua berubah saat Chu Tian mengatakan bahwa besok dia akan pergi berlatih di gua tempat ia diasingkan dahulu.


"Adik aku bisa memakai ruang latihanku jika kau mau tidak perlu sampai disana kan" ucap Chu lizheng


"benar yang dikatakan kak Lizheng , lagi pula jika kau berlatih disini Kami bisa mengawasimu, dan juga kau tidaka akan jauh dari istrimu" ucap Chu Yun.


"Aku tidak bisa berlatih disini, lagi pula aku akan membawa Jinfu bersamaku, dan untuk istriku dia sudah mengijinkanku pergi" ucap Chu tian sambil tersenyum kepada istrinya.


" tempat itu sangat berbahaya adik kami semua tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padamu" ucap Chu Lizheng.


"bahkan aku yang masih berumur 10 tahun saja bisa menjaga diriku dihutan itu, sekarang aku sudah cukup dewasa untuk itu, kakak tidak perlu khawatir " ucap Chu Tian.


mereka semua kemudian teringat kejadian masalalu disaat Chu Tian dibuang, entah mengapa amarah Chu lizheng terasa meluap luap.


"Jika saja hari itu aku tidak peegi mungkin kau tidak perlu melakukan ini" ucap Chu Lizheng.


Chu tian tersenyum tipis.


"Kakak ini adalah takdirku, ada atau tidaknya hari itu ,hari ini akan tetap ada, kakak tidak perlu menyesali semuanya, ini adalah takdirku dan ini memang yang harus kujalani" ucap Chu Tian.


"Aku bahkan tidak sangup melihat bebanmu yang begitu berat" ucap Chu lizheng.

__ADS_1


" jika begitu bantu aku dengan mendoakan setiap langkah yang kuambil" ucap Chu tian dengan senyuman


__ADS_2