
chu tian terbangun dan menghampiri Xiao Feng.
"Kau sudah selesai tidak biasanya kau terdiam seperti ini" tanya Xiao Feng saat melihat Chu Tian mendekat.
"memang seharusnya apa yang kulakukan" ucap Chu Tian.
"Tidak ada ,hanya aneh saja" ucap Xiao feng
"Aneh bagaimana" tanya Chu Tian.
"Sudahlah jadi bagaimana" tanya Xiao feng balik.
"Disaat Cahaya dan kegelapan bersatu"Ucap Chu Tian.
"Cahaya dan kegelapan, aku pernah mendengar kata kata itu sebelumnya" ucap Xiao Feng sambil mengingat ingat
"Apa ingatanmu telah kembali" tanya Chu Tian
"Tidak semua tapi setiap kekuatanmu bertambah saat itulah sedikit demi sedikit ingatan itu muncul" jelas Xiao Feng.
"Huh, apa maksud itu semua sungguh aku ingin memecahkan masalah tapi selalu saja mendapat teka teki baru" ucap Chu Tian sambil.memandang Xiao Feng yang masih berfikir.
Setelah beberapa saat Xiao Feng berfikir
"Aku mengingatnya" ucap Xiao Feng.
"Apa" tanya chu Tian mulai antusias.
"Aku ingat jika ada buku yang menceritakan tentang ramalan itu ,bukalah ruang dimensi sekarang aku pernah membaca buku itu disana" ucap xiao Feng.
"Lah kukira kau mengetahuinya ,baiklah ayo" ucap Chu Tian lalu dia dan Xiao Feng menghilang dari sana dan memasuki ruang dimensi.
"Dimana guru kenapa dia tidak ada disini" ucap Chu Tian.
"Mungkin guru sedang ada urusan ," ucap Xiao feng mulai melangkah ke dalam istana megah itu.
mereka sampai di perpustakaan yang dipenuhi buku buku kuno hingga jurus jurus serta gulungan.
"Aku sudah peenah memeriksa semua buku disini saat guru memintaku tapi aku tidak pernah membaca buku tentang cahaya dan kegelapan." ucap Chu Tian.
"aku juga tidak mengerti ,saat itu aku sedang mencari buku tentang alam dewa tapi malah menemukan buku itu" ucap Xiao feng.
"Diperpustakaan sebesar ini bagaimana mencari sebuah buku" ucap Chu tian sambil memegang pelipisnya.
"Ini akan melatih kesabaranmu" ucap Xiao Feng
"Orang seperti aku ini kurang sabar bagaimana" ucap Xiao feng menyangkal perkataan Xiao Feng.
"Oh benarkah lalu siapa yang begitu gegabah mempercepat formasi teleportasi hingga tak sadar selama empat tahun" ucap Xiao feng kemudian dia tersadar akan sesuatu.
"Sudah sudah mari kita cari " ucap Xiao feng.
Xiao Feng mencari keseluruh Rak Buku yang ada disana.
"Ada jutaan buku disini dan apa warna buku itu" tanya Chu Tian.
__ADS_1
"bagian depannya berwarna putih dan bagian belakang berwarna hitam" ucap Xiao Feng sambil terus mencari.
"Apa seperti ini" ucap Chu Tian sambil menunjuk sebuah buku yang tergeletak dimeja.
Xiao Feng menoleh
"Yah benar ini bukunya kenapa aku tidak melihatnya dari tadi ,sia sia aku berkeliling perpustakaan ini" ucap Xiao Feng.
Chu Tian tertawa kecil.
"Sudahlah yang penting kita sudah dapat yang kita inginkan, ayo kekamarku" ucap Chu Tian lalu masuk kekamar didimensinya.
Chu Tian berada dikamarnya sekarang dan dia mengamati buku itu.
"Apa bentuk buku ini memang seperti ini" tanya Chu tian yang melihat bentuk buku itu bulat.
"Tentu saja maka dari itu aku penasaran dan mengambilnya namun entah mengapa isi buku itu menghilang begitu saja dari otakku" ucap Xiao feng sambil menikmati secangkir teh.
"kitap cahaya kegelapan,..?" ucap Chh Tian dengan agak binggung
Chu Tian membuka buku itu lalu membaca
'tanpa kegelapan maka tak akan ada cahaya tanpa cahaya kegelapan pun tak ada
Setiap kegelapan pasti ada cahaya
Didalam kegelapan itu akan ada setitik cahaya yang akan membuatmu terbebas .
Tetaplah bersinar namun ingatlah bahwa kegelapan yang membuatmu semakin bersinar' isi kitab itu.
"Cobalah kau membacanya lagi aku merasa buku itu memiliki hubungan yang kuat denganmu" ucap Xiao Feng.
"Entahlah aku belum mengerti semua terasa sangat rumit" ucap Chu Tian lalu duduk menyender .
"Cobalah mempelajari itu, sepertinya setelah ini aku juga tidak akan bisa menemanimu dalam perjalanan" ucap xiao feng.
"kenapa seperti itu" tanya Chu Tian dengan mengkerutkan keningnya.
"Akuu..."
"Chu Tian apa kau didalam" ucap seseorang dari luar dimensi atau lebih tepatnya luar kediaman Chu Tian dikerajaan Chu
"Itu suara yan Sha, Paman kau berutang penjelasan padaku nanti" ucap chu Tian lalu menghilang dari sana.
"Kau adalah tuan yang baik tidak seharusnya aku begini tapi aku juga tidak punya pilihan lain "ucap Xiao Feng lalu ikut menghilan juga dari sana.
Dikediaman Chu Tian.
"Masuklah Yan Sha" ucap Chu Tian dari dalam
"Tidak mau " ucap yan Sha dari luar
"Kenapa..?"Tanya Chu tian dari luar.
"tidak pwelu bertanya cepatlah keluar saja" ucap Yan Sha dengab keras.
__ADS_1
Chu Tian membuka pintu kediamannya
"Kenapa" tanya Chu Tian.
Yan Sha terlihat terkejut dan terus melirik kedalam kamar Chu Tian.
"Hei kutanya kau ini kenapa, jika tidak ada yang penting aku akan kembali" ucap Chu Tian.
"Tidak tidak , aku hanya takut pada binatang peliharaanmu itu,sejak kapan kau memeliharanya" tanya Yan Sha.
"Jadi kau kesini hanya untuk itu, sungguh tidak masuk akal" ucap Chu Tian lalu berbalik hendak memasuki Kediamannya lagi.
"Tidak tidak ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu " ucap Yan Sha dengan terburu buru.
"Jika kau bicara yang tidak tidak lagi lebih baik pergi" ucap Chu Tian.
"Aku hanya akan memberikan ini, bukankah ini milikmu" ucap yan Sha memperlihatkan gelang berbentuk sedikit aneh.
Chu Tian melihat apa yang diberikan Yan Sha.
"Ini adalah milik ayah ,aku sudah mencarinya kemana mana, dimana kau menemukannya" tanya Chu tian dengan bersemangat.
"Aku menemukannya ditempat kau bertarung dengan Hong Di waktu itu" ucap Yan Sha.
"Yan Sha aku sungguh berterimakasih padamu, apa kau menginginkan sesuatu dariku" tanya Chu Tian.
"Emm tidak aku tidak menginginkan apapun darimu, aku hanya ingin kau datang nanti malam di taman, akhir akhir ini kau begitu dingin dengan semua orang. aku ingin sedikit mengobrol denganmu" ucap Yan Sha langsung pergi tanpa menunggu jawaban Chu Tian.
"Ada apa dengannya" ucap Chu Tian kemudian kembali masuk dan xiao feng masih ada disana
"Eii kukira kau sudah pergi" kata Chu tian saat melihat Xiao Feng duduk sambil meminum teh.
"Ee anu teh ini sangat harum dan membuat badanku rileks jadi aku ingin menikmatinya lagi" ucap Xiao feng lalu meminum teh nya hingga habis
"Haih kukira ada apa" ucap Chu tian sambil menepuk kepalanya
"Apa nama teh ini wanginya seperti bunga tapi khasiatnya seperti rempah sungguh sensasi baru" tanya Xiao Feng.
"Ini adalah teh mawar, guru yang mengajarinya padaku, meski terlihat seperti wanita tapi ini sungguh berguna benarkan" ucap Chu Tian .
Xiao Feng mengangguk membenarkannya.
"Ambil ini ,aku tau kau menginginkannya" ucap Chu tian memberikan kantung berisi teh mawar
"Kau memang yang terbaik" ucap xiao Feng melangkah pergi.
"Huh bahkan dia tidak mengucapkan terimakasih, mungkin sedikit bohong tidak masalah, ah aku lupa menanyakan sesuatu huh nanti aku akan menemuinya." ucap Chu Tian sebenarnya dia tidak belajar dari gurunya namun membuatnya sendiri.
.
.
.
.
__ADS_1