
Chu Tian sampai di perbatasan utara dia melihat ada begitu banyak hewan iblis bahkan lebih besar dari yang ada di kerajaan Chu Waktu itu.
"Aku tidak menyangka mereka benar benar sangat nekat" batin Chu Tian.
" Semuanya Tunjukkan hasil latihan kalian" ucap Chu Tian
" Baik" ucap Semua pasukan milik Chu Tian.
"Serang" ucap Chu Tian lalu maju kearah lautan hewan iblis
Chu Tian melompat ke tengah lautan Hewan iblis dengan pedang elemen ditangannya ,Chu Tian terus menebas begitupun yang lainnya setelah beberapa saat para hewan iblis terus berkurang dan itu memicu semangat para prajurit ,mereka yang tadinya mulai merasa putus asa kini mulai semangat kembali meski mereka kalah dalam jumplah namun mereka menang dalam kekuatan.
Saat Chu Tian berhasil membunuh banyak Binatang iblis dari atas muncul banyak kelelawar besar dan masing masing ada yang menaikinya, semua kelelawar melaju menuju wilayah istana.
"Gawat ini hanya pengalihan mereka menyerang istana saat istana kosong , aku harus segera kembali" Batin Chu Tian dia lalu melesat kembali ke istana namun perjalanannya tidak mudah karena banyak binatang iblis yang terus menyerangnya seakan tidak mengijinkannya pergi.
"Sial kenapa kalian begitu banyak" gerutu Chu Tian
"Menyingkir dari hadapanku" ucap Chu Tian sambil terus menebaskan pedangnya.
Chu Tuan terus mencoba maju hingga akhirnya Jinfu keluar dari ruang dimensi.
"Jinfu kenapa kau keluar " Ucap Chu Tian saat melihat Jinfu
"Groaar" jinfu mencoba memberitahu sesuatu.
"Jadi guru yang memintamu keluar, huft baiklah aku serahkan ini padamu " ucap Chu Tian lalu melesat pergi ke arah istana
"aku harap aku tidak terlambat" Batin Chu tian ssmbil terus berlari ke arah istana.
Diistana semua yang ada disana dikejutkan dengan munculnya kelelawar besar yang sangat banyak dengan Orang berbaju hitam diatasnya.
"Raja Xin cepatlah keluar dan berikan pusaka itu padaku maka aku akan mengampuni nyawamu,hahahah" ucap orang yang diduga Ketua mereka.
Raja Xin Bergegas keluar diikuti Xin Lan dan juga yan Sha
"Hoo kau sudah sembuh dari penyakit mu dan kau juga memiliki dua gadis cantik ,kau juga bisa memberikan itu pada kami" ucap Orang itu dengan menatap Xin lan dan juga yan Sha dengantatapan kotor.
"Jauhkan tatapan burukmu pada putriku, jangan berharap aku memberikan apa yang kau mau" ycap Tegas raja Xin
"Aku sudah memberimu kesempatan tapi kau menyia nyiakannya maka jangan salahkan aku jika kerajaanmu rata dengan tanah" ucap orang itu dengan sinis.
"Aku tidak tau kau siapa tapi jika harus bertarung maka aku akan meladeninya" ucap Raja Xin Tak kalah sinis dia lalu mengeluarkan pedang panjang dari cincin penyimpanannya
"Kalian pergilah biarkan aku yang menyelesaikan ini" ucqp Raja Xin pada Xin Lan dan juga Yan Sha.
__ADS_1
"Tapi ayah..."
"Pergii..!" bentak Raja Xin mrmotong perkataan Xin Lan.
xin Lan dan Yan Sha bergegas pergi dari sana namun mereka sudah dikepung.
"Gadis manis mau kemana" ucap seorang berbaju hitam lainnya.
"Ayah aku tidak punya pilihan lain aku akan bertarung bersamamu" ucap Xin Lan yang sudah bersiap dengan pedangnya sedangkan Yan Sha juga bersiap namun dia tidak gunakan senjata .
Raja Xin Mendengar apa yang putrinya katakan hanya mengangguk dan tersenyum namun dimatanya terdapat banyak kekawatiran.
"Sudah cukup basa basinya hiaaak" ucap salah seorang berbaju hitam itu lalu menyeran Raja Xin
pertarungan tak terhindarkan lagi Xin Lan terus menyerang dan menangkis sedangkan Yan Sha terus menyerang dengan sihir airnya .
"Pedang pembelah angir hancurkan" teriak Xin lan.
Yan Sha terus melempar bola energi kearah orang berbaju hitam.
Bagaimanapun mereka kalah dalam jumplah membuat Tangan Xin Lan tergores pedang .
"Akh" pekik Xin Lan sambil memegangi tangannya.
"Xin Lan apa kaubaik baik saja" tanya Yan sha yang berada disampingnya dengan terus melawan orang orang beebaju hitam.
Yan sha lalu mengeluarkan Seruling milik Chu Tian dan mengunakan segel tangan lalu melemparnya kearah Xin lan.
Seketika Xin Lan berada didalam kubah formasi.
"Tetap Disana" ucap Yan Sha lalu dengan serius menatap Orang Orang berbaju Hitam.
"Kalian membuatku tidak punya pilihan lain" ucap Yan Sha lalu memejamkan mata dan mengepalkan kedua tangannya.
"Kau mau apa gadis cantik apa kau mau menyerah, haahha" ucap Orang berbaju hitam
Yan Sha terus diam sedikit demi sedikit aura milik Yan Sha semakin besar dan semakin besar.
disisi Chu Tian masih terus berlari
"Ini energi Yan Sha, mengapa terus membesar, gawat dia pasti akan mengunakan energi dunia atas apa dia bodoh hingga melakukan ini" ucap Frustasi Chu Tian dia tau dewa yang ada didunia manusia dilarang menggunakan energi dunia atas karena meski kekuatannya sangat dahsyat dewa itu akan kehilangan kekuatannya selama beberapa waktu dan tentu pasti akan mendapat hukum alam.
Yan Sha terus mengumpulkan Energinya matanya masih terpejam senyum misterius muncul di bibir mungilnya perlahan matanya terbuka dan ditangannya ada sebuah lotus
"Apa yang kalian lihat serang dia" ucap salah satu Orang berbaju Hitam
__ADS_1
mereka sempat tersengang dengan perubahan Yan Sha bukan hanya mereka bahkan Raja Xin dan Xin Lan pun ikut terkejut.
"Yan Sha siapa sebenarnya kau ini, mengapa kakak sangat melindungimu" batin Xin Lan.
Orang orang berbaju Hitam terus menyerang Yan Sha namun tidak ada satupun serangan mereka yang bisa mengenainya malahan mereka yang terus terkena serangan Yan Sha.
Saat Yan Sha terus menyerang dan fokus pada lawannya dari belakang ada seorang pria berbaju Hitam yang siap menusuknya dari belakang.
"Yan Sha awasss!!" teriak Xin Lan mencoba bangkit dan menerobos formasi namun tidak bisa.
" Arggh" teriak orang yang hampir menusuk Yan Sha.
Belum sempat dia menusuk Yan Sha tubuhnya lebih Dulu tertembus pedang.
Saat yan Sha ingin menoleh dia sudah lebih dulu pinsan karena terkena totokan.
" Gadis bodoh" ucap Chu Tian lalu membawa Yan sha pada Xin Lan dan memperbaiki kubah Formasi pelindungnya.
" jaga dia" ucap Chu Tian dan diangguki Xin Lan.
"Kalian pecundang beraninya melukai teman temanku" ucap Chu Tian dengan nada marah.
"Hoo ada satu bocah ingusan nak bersiaplah pergi ke neraka" ucap orang verbaju hitam itu.
" aku yang akan menjadi dewa kematian untuk kalian dan melempar kalian keneraka" ucap Chu Tian.
"Bocah tengik terimalah kematianmu" ucap orang berbaju hitam lalu menyerag Chu Tian.
" Aku tidak menyangka kalian akan begitu nekat padahal sudah kehilangan banyak pasukan" ucap Chu tian sinis.
"Hahaha apapun akan kami lakukan demi pusaka tiga kerajaan hahaha" ucap orang itu kemudian tertawa keras.
"pedang elemen berpencar" ucap Chu tian lalu pedang yang semula hanya satu kini menjadi sembilan dan meliki elemen yang berbeda beda.
Chu tian terus menyerang dengan energi esnya sedangkan pedang elemen seperti memiliki kesadaran sendiri terus melesat kesana kemari menyerang orang berbaju hitam .
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
....