
mereka akhirnya pergi kekantor dimana kantor terbesar ssaat ini berdiri, kay sudah berusaha meyakinkan ibunya agar tidak melakukan hal ini, karena mungkin dimasa depan ini adalah hal yang sia sia,tapi bagaimanapun karin adalah orang yang keras kepala.
hari ini adalah hari libur jadi tidak banyak orang dikantor , selesai melakukan perubahan saham dan aset aset Mereka akhirnya kembali kerumah karena Chu tian mengatakan mereka akan segera pergi.
"Kay apa kau harus pergi sekarang" tanya Karin dengan wajah sedih.
"Mama tenang saja tidak akan ada hal yang terjadi padaku, aku tidak akan melupakan kalian" ucap Chu Tian dan diangguki oleh karin.
"Ah tunggu sebentar ada yang akan papa berikan padamu" ucap Edward.
edward memasuki rumah , setelah beberapa saat edward keluar dengan sebuah kain merah yang membungkus sesuatu.
"Ambil ini, ini adalah benda yang ditinggalkan kakek buyutmu dahulu" ucap Edward
"Apa ini pa kenapa papa memberikannya padaku" tanya Chu Tian.
"Papa yakin hanya kau yang bisa memanfaatkannya" ucap Edward.
Chu Tian menerima pemberian edward lalu membukanya dan betapa terkejutnya dia.
"Kristal sembilan warna bagaimana bisa sampai disini" ucap Chu Tian tanpa sadar.
"Jadi kau sudah tau nama kristal ini" ucap Heran edward.
"iya pa kristal ini yang aku cari," ucap Chu Tian.
"Syukurlah papa memberikan pada orang yang tepat" ucap Edward dengan tersenyum.
"ternyata ini alasan aku bisa berada di dunia aneh ini, kristal putih berada disini " batin Chu Tian
"Terimakasih ini akan sangat berguna bagiku" ucap Chu Tian.
"Sama sama putraku" ucap Edward sambil memegang pundak Chu tian namun anehnya tubuh Chu Tian semakin memudar.
"Ada apa denganmu kay, apa kau baik baik saja" karin begitu khawatir.
"Ini Adalah saatnya aku kembali, mama dan papa berjanjilah untuk hidup bahagia, kak Fey jangan lupa untuk membuat mama dan papa bahagia" ucap Chu Tian.
"pasti" ucap Singkat Fey bahkan kini dia sedang menahan air matanya.
"Secepat ini bisakah kau tinggal lebih lama... putraku..!" ucap karin sambil memeluk Chu Tian dan menangis.
__ADS_1
"Terimakasih untuk kebahagian yang kalian berikan" ucap Chu Tian sambil membalas pelukan Karin.
"jangan lupa untuk kembali ingat disini juga rumahmu" ucap edward , chu tian mengangguk dan tersenyum .
Tubuh Chu Tian dan Ling Yue semakin memudar dan perlahan juga mulai menghilang.
"Kaira jaga kay untuk kami" ucap Fey pada ling yue dan Ling Yue pun tersenyum sambil mengangguk.
"Aku akan berusaha sebaik mungkin" ucap Ling yue.
"Selamat tinggal semuanya" ucap Ling Yue dan Chu Tian bersamaan dan tubuh mereka sepenuhnya menghilang.
tangis karin semakin pecah edward berusaha menenangkannya sedangkan fey terus menatap tempat kepergian Chu Tian.
"Akan aku tunggu kedatanganmu kembali adikku" ucap Pelan fey sebelum akhirnya dia mengambil sesuatu yang terjatuh tepat setelah Chu Tian dan Ling Yue menghilang.
Sementara itu di sebuah gubuk kecil ditengah hutan seorang wanita dan seorang pria mulai membuka matanya setelah sehari penuh terlarut dalam mimpi indah.
"Pangeran kau sudah sadar, akhirnya aku sungguh khawatir" ucap Shi Long yang menyadari Chu Tian mulai membuka matanya.
"Shi Long kau tidak perlu khawatir aku baik baik saja " ucap Chu Tian sambil memposisikan tubuhnya untuk duduk.
"Aku pikir permata bintang itu masih bereaksi pada tubuhmu" ucap Shi Long.
"Kita ada dihutan karena aku tidak menemukan desa terdekat jadi aku memutuskan mencari tempat aman saja dan disini ada gubuk yang masih lumayan bagus" ucap Shi Long.
"Auuuw sakit" ucap Ling Yue setelah sadar sambil memegang kepalanya.
"Ling Yue kau juga sudah sadar,ada apa dengan kalian berdua ini pingsan bersamaan sekarang sadar pun bersamaan" gerutu Shi Long.
"Shi Long maaf merepotkan" ucap Ling yue
"umm yaya tidak apa apa jika kau bukan kekasih Pangeran sudah kutinggalkan kau " ucap Shi Long sambil bercanda.
"Apa yang kau katakan " ucap Ling yue sambil menutupi wajah memerahnya.
"sudah sudah jangan membuatnya malu" ucap Chu Tian.
"Iya iya, oh y pangeran kenapa kemarin kau bisa sampai pingsan" tanya Shi Long.
"lebih tepatnya aku mengambil sebuah benda" ucap Chu Tian.
__ADS_1
"Benda..?" tanya Shi Long.
"Ya benda ini" ucap Chu Tian sambil memperlihatkan kristal berwarna putih.
"Kristal sembilan warna...!! bagaiman kau bisa menemukannya" tanya Shi Long dengan terkejut
"Aku sudah mendapatkan tujuh lainya , jadi aku hanya perlu satu lagi" ucap Chu Tian dengan tersenyum.
"Sungguh itu artinya kau kau bisa..."
"Ya aku akan melakukannya, jangan terlalu senang ayah bilang aku hanya punya satu kesempatan dan kemungkinan berhasil hanya sedikit" ucap Chu Tian menggentikan kegirangan Shi Long.
"Setidaknya kita punya harapan" ucap Shi long
"Aku akan berusaha semampuku, aku juga tidak ingin menaiki tahta itu" ucap Chu Tian dia mulai bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan keluar.
"Itu adalah tahta yang diimpikan semua orang dan kau memiliki keberuntungan untuk mendapatkannya, kenapa kau tidak mau" ucap Shi long dengan heran.
"Ling Yue kau beristirahatlah aku akan pergi bersama Shi Long sebentar kami akan membawa makanan nanti" ucap Chu Tian
"Baiklah" jawab Ling Yue
Chu Tian dan shi long melangkah pergi dari sana meninggalkan ling yue sendirian , meski begitu Chu Tian tidak lupa untuk membuat pelindung agar Ling Yue tetap aman.
"Jadi apa yang terjadi saat kau tidak sadarkan diri" tanya Shi Long disela sela perjalanan mereka.
"Tidak banyak, aku hanya kembali kedunia aneh, ditempat itu pula ingatanku kembali, empat tahun aku tak sadarkan diri dan aku terlempar kedunia itu saat aku kembali akutidak mengingat apapun , namun saat aku kembali kesana lagi ingatan kembali lagi" Ucap Chu Tian.
"Sungguh, dunia itu seperti apa, dan bagaimana kau bisa mendapatkan kristal sembilan warna itu" tanya Shi Long
"Wah wah wah baru kutinggal sehari kau sudah begitu cerewet" ucap Chu Tian sambil bercanda
"Hei pangeran bercandamu itu tidak lucu, aku tidak secerewet yang kau kira" ucap Shi Long dengan kesal.
"Baiklah baiklah, aku akan menceritakannya.. didunia itu aku tinggal bersama sebuah keluarga mereka sangat menyayangiku , didunia itu ada banyak benda aneh dan unik bahkan kita tidak perlu membuang tenaga untuk berkomunikasi ada sebuah alat yang bisa membuat kita berbicara dengan mudah, disana juga banyak makanan lezat yang tidak ada disini" ucap Chu tian ,karena mereka berdua terlalu asik mengobrol sampai tidak sadar mereka sudah dekat dengan danau yang cukup besar.
.
.
.
__ADS_1
.
welcome...