Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 121. Desa Yungna


__ADS_3

"Kita sudah sampai dibenua barat, tapi untuk mencapai gua itu kita perlu peta lain" ucap Shi long.


"sebaiknya kita singgah didesa terdekat untuk membeli Peta" ucap Chu tian


"Baiklah didepan aku mendengar sesuatu, sepertinya tak jauh lagi ada desa" ucap Shi Long.


mereka akhirnya mempercepat kuda mereka, karena hari sudah hampir gelap .


Mereka sampai di desa yungna saat malam tiba, Chu Tian dan Shi Long langsung mencari penginapan tapi sebelum itu mereka juga mencari penitipan kuda.


Mereka berdua berjalan menyusuri desa yang ramai itu.


"Desa ini beda dengan desa lain, malam begini desanya masih sangat ramai" ucap Shi long.


"Kurasa akan ada perayaan disini" ucap Chu Tian.


"Kau benar Tuan muda, putri Ming Na akan berkunjung ke daerah ini maka semua orang membuat perayaan besar" ucap Seseorang yang tanpa sengaja mendengar pembicaraan Chu Tian


"Ah seperti itu, terimakasih paman, oh ya paman maaf sebelumnya apa kami boleh bertanya dimana Penginapan " tanya Chu tian.


"Kau lurus saja lalu ada toko baju yang bertingkat dua kau belok lah kekanan disana ada penginapan besar" ucap paman itu.


"Terimakasih paman" ucap Chu Tian.


"Sama sama, kalau boleh tau juga dari mana Tuan muda ini" tanya paman itu.


"Saya dari benua timur" jawab Chu tian.


paman itu sedikit berfikir


"Bukan kah itu sangat jauh dari sini, apa ada yang kau cari disini" tanya Paman itu.


chu Tian memandang shi Long.


"Pertaman perkenalkan namaku Chu Tian, bisakah kita berbicara didalam restoran ini dulu" tanya Chu Tian.


paman itu masih sedikit terkejut.


"Namaku muo hi, baiklah " ucap muo Hi.


mereka Akhirnya masuk kedalam restoran dan Chu tain memesan makanan juga minuman.


"Paman apa paman mempunyai peta benua ini" tanya Chu Tian terus terang.


"Peta Benua barat untuk apa, apa kau ingin pergi kesuatu tempat mungkin aku bisa membantumu" ucap Muo Hi.


"Pangeran paman ini bukankah terlau banyak tanya" bisik Shi Long.


"tenanglah shi Long" ucap Chu Tian.


"Aku adalah seorang pengelana dan aku butuh sebuah peta untuk bisa menjelajahi benua ini tanpa tersesat" ucap Chu Tian.


"Ah seperti itu, di ujung jalan ini ada sebuah tempat lelang dan disana juga menjual berbagai macam benda dan juga pil serta senjata, mungkin kalian bisa menemukan peta disana" ucap Muo Hi.


"Ah seperti itu, terimakasih sekali lagi paman nah makanan sudah sampai mari kita makan dulu paman." ucap Chu tian.


"Tidak tidak , aku sudah makan tadi, kalian makanlh aku akan segera pergi untuk persiapan perayaan" ucap muo Hi.

__ADS_1


"Tapi aku sudah memesankn untuk paman, makanlah meski sedikit" ucap Chu Tian.


"Tidak perlu tuan muda, aku akan pergi, aku permisi" ucap Muo Hi.


"Baiklah kalau begitu terimakasih atas bantuanmu paman" ucap Chu tian sambil berdiri dan membungkukkan sedikit badannya.


Muo Hi pergi dari sana sementara Chu tian dan Shi Long masih mengobrol disana sambil memakan makanan yang mereka pesan.


"Pangeran kenapa kau begitu percaya dengan orang yang baru kau kenal" tanya Shi Long.


"Aku tidak merasakan kegelapan dalam auranya, dia sangat beraih kurasa dia adalah orang yang baik" ucap Chu tian dengan senyum tipis


"Permisi Tuan ini kue bulan dan kue octopus yang anda pesan" ucap Seorang pelayan Dengan ramah.


"Emm bisakah kau membungkus kue ini aku sudah terlalu kenyang " ucap Chu Tian dengan tersenyum.


melihat senyum Chu tian pelayan itu tersipu.


"Ba Baik Tuan" ucap Pelayan itu dengan gugup dan langsung pergi untuk membungkua kue kue itu.


"Aih pangeran kau selalu saja membuat para wanita tersipu " ucap Shi Long.


"Lalu apa salahku" tanya Chu tian sambil kembali memakan makanannya.


"Salahmu kau terlalu tampan dan senyummu itu membuat wanita tergila gila" ucap Shi long dengan kesalnya.


"Kau tau ini berkah dari surga, jadi bukan salahku" ucap Chu Tian tanpa melihat Shi Long.


"Untung kau anak yang mulia jika tidak sudah kuganti mulutmu yang selalu saja bisa menjawab" kesal Shi long.


Tak Berselang lama mereka keluar dari restoran dan menuju kepenginapan.


"selamat datang dipenginapan sakura, ada yang bisa saya bantu tuan" ucap Seorang pelayan didepan pintu.


"Aku ingin memesan Dua kamar dilantai paling atas" ucap Chu Tian.


"Baik tuan mari ikut saya" ucap Pelayan Itu sambil menuju sebuah meja kasir.


"Anda sangat beruntung tuan di lantai tiga memang hanya tersisa dua kamar saja namun harganya Cukup Mahal satu koin emas untuk satu malamnya" ucap Wanita itu.


"baiklah aku ambil dua kamar untuk satu malam" ucap Chu Tian sambil menyerahkan Tiga Koin emas.


"Tuan ini Terlalu banyak" ucap Pelayan itu.


"Bawakan anggur kekamarku sisanya kau boleh ambil" ucap Chu Tian.


"Baik Terimakasih Tuan dan Ini kunci kamar anda dan teman anda" ucap Pelayan wanita itu.


Chu tian mengambil kunci dan mulai naik keatas namun ada seorang pria dengan tubuh kurus terus memperhatikan Chu Tian sedari tadi, namun Chu Tian tidak menghiraukannya, dia terlalu lelah untuk mengurus hal kecil seperti ini.


"Pangeran pria itu...."


"Biarkan saja selagi dia masih diam" ucap Chu Tian sambil terus melangkahkan kakinya tanpa peduli apa yang disekitarnya.


"Dikamar Chu Tian mulai merebahkan badannya danmemejamkan matanya sebentar sebelum akhirnya seorang pelayan datang untuk membawakan anggur.


setelah mengambil anggur itu Chu Tian meletakannya di meja dan dia bergegas kekamar mandi untuk membwrsihkan dirinya.

__ADS_1


selesai mandi dia merasakan aura membunuh namun sangat tipis jadi dia tidak mengiraukannya, dia kemudian mmeminum anggurnya dan kemudian memasuki ruang dimensi milik Ling Yue untuk memberikan kue octopus dan kue bulan kesukaan Ling Yue.


"Akhirnya kau datang, lihat aku sangat kelaparan disini" ucap Ling yue yang langsung menghampiri Chu Tian padahal dia baru saja berlatih pedang.


"apa kau akan menempel padaku tanpa mandi dahulu" tanya Chu Tian.


Ling yue meluhat dirinya sendiri sebelum akhirnya dia tersenyum.


"Biarkan saja" ucap Ling yue dengan tersenyum.


"dasar gadis nakal" ucap Chu tian lalu menyodorkan kue yang dia bawa.


"Woah terimakasih" ucap Ling Yue dengan senang sebelum akhirnya dia mencium sesuatu.


"ada apa" tanya Chu Tian.


"Apa kau meminum anggur lagi, kenapa tidak mau dengar ucapanku" kesal Ling Yue dengan mengembungkan pipinya membuat Chu Tian merasa gemas.


"aku hanya minum sedikit sungguh" ucap Chu tian sambil menarik telinganya sendiri.


"Aku tidak peduli, bagaimana pun kau meminumnya kan," ucap Ling yue dengan marah.


"Ayolah Maafkan aku , aku sudah membelikan kue octopus dan kue bulan Untukmu, jadi jangan marah " ucap Chu Tian.


Ling yue tidak menjawab dia sangat marah kepada Chu tian karena ling Yue tidak suka Chu Tian meminum anggur karena menurutnya itu sangat tidak baik untuk kesehatan.


"Baiklah jangan marah lagi, apa yang tuan putri inginkan sekarang" ucap Chu Tian.


"kau berjanji akan menurutinya" tanya Ling yue.


"Tentu saja memang apa yang aku tidak turuti" ucap Chu Tian.


" kau meminum anggur dan itu artinya kau tidak menurutiku" ucap Ling yue yang membuat Chu Tian tidak dapat berkata kata lagi.


"Ee sudahlah , sekarang apa yang kau inginkan" tanya Chu Tian.


"Aku ingin ikut denganmu didunia luar lagi" ucap Ling yue.


"Tapi bagaimana latihanmu" tanya Chu Tian.


"Aku sudah mencapai tingkat Dewa menengah, aku sudah bisa menjaga diriku" ucap Ling Yue.


"Huft ya baiklah kau bisa ikut, tapi tidak sekarang besok saja" ucap Chu tian.


"Terserah kau saja asalkan aku ikut" ucap Ling yue.


"Baiklah kalau Begitu aku akan pergi dulu besok pagi aku akan kemari lagi" ucap Chu tian.


"Baiklah" jawab Ling yue.


Ling Yue sebenarnya bisa keluar masuk sendiri tapi dia selalu menghargai keputusan Chu tian dan Dia selalu mengikuti apapun yang Chu tian peruntahakan padanya karena menurutnya Chu Tian melakukan semuanya hanya untuk kebaikannya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2