
Melihat Jhin Tian dan Qing Se kembali Gi Kung lanhsung menghampirinya.
"Bagaimana apa mereka menolak, jika iya aku sudah siap untuk memaksa mereka untuk menyerahkan satu pangeran atau satu putri" ucap Gi Kung.
"Tenanglah, mereka sudah menyetujuinya dengan mengirim Muo Sie untuk besok" jawab Jhin Tian sambil memegang pundak Gi Kung dengan satu tangannya.
"Apa mereka hanya mengirim putri Muo Sie, cih sungguh tidak tau malu" ucap Yu Nan.
"Tapi bukankah kita hanya perlu energi dari Suku api, itu tidak masalah kan, lagipun dalam perjalanan ini kita semua akan menjadi teman" ucap Huang Tei dan Diangguki oleh Jhin Tian.
"aku tidak bicara padamu, lagi pula aku tidak ingin berteman dengan mereka" ucap Yu Nan sambil melotot kearah Huang Tei kemudian berlalu pergi.
"Apa aku salah bicara" tanya Huang Tei pada dirinya sendiri.
"Sepertinya kau harus membujuk putri Yu Nan lagibpengeran Huang" ucap Yan Sha dengan bercanda.
"Huang Tei kau seharusnya lebih peka padanya" ucap Qi Val Dengan menahan Tawa.
"Apa yang kalian bicarakan, aku tidak akan melakukan itu" ucap Huang tei dengan kesal.
"Sudah ayo sebaiknya kita kembali keistana" ucap Qing Se.
mereka semua melesat kearah istana .
Sesampainya diistana mereka lalu menghadap Raja Jhin Suo.
"Bagaimana Apa kalian berhasil...?" tanya Jhin Suo
"memangnya Apa yang tidak bisa dicapai oleh pangeran mahkota, yang mulia Pangeran berhasil membujuk Dewa api hingga menyerahkan Putri Muo Sie" ucap Gi Kung dengan bangga.
"Aku yakin kalian pasti bisa, tapi ingat ini bukan perjalanan biasa, kalian harus siap dengan kematian, satuhal lagi apapun masalahnya kalian harus saling mempercayai" ucap Jhin Suo.
"Terimakasih yang mulia, kami pasti akan mengikuti arahan yang mulia" ucap mereka serempak.
"Baiklah, kalian beristirahatlah besok kalian akan memulai perjalanan" ucap Jhin suo.
satu persatu mereka mulai memberikan hormat dan pergi kekediaman yang sudah disediakan.
Hari itu Jhin Tian menghabiskan waktunya bersama Ling Yue, dia juga mendapat banyak saran dari Ling Yue, Sebagsi istri Ling yue sangat menghawatirkan keselamatan Suaminya, apalagi saat di mendengar cerita dari ayah mertuanya bahwa dunia dewa sangat berbahaya.
"Kau berjanji akan kembali " tanya Ling Yue.
"Aku berjanji padamu Yue'er apapun yang terjadi nanti aku pasti akan kembali" ucap Jhin Tian sambil tersenyum lembut.
__ADS_1
"Aku berharap kau tidak mengingkari janjimu" ucap Ling yue.
"Aku tidak akanmemginkatinya,dan kau berjanjilah untuk menjaga dirimu dan Calon anak kita ini" ucap Jhin Tian sambil mengusap pelan perut Ling Yue.
"Ehem apa kalian sungguh tidak melihatku datang" ucap Jhin Le yang datang bersama Yan Sha.
"Calon ayah dan ibu baru ini sungguh luar biasa hingga membiarkan kami berdiri disini" ucap Yan Sha dengan senyumnya.
"Yan Sha kau kemari, maaf aku sungguh tidak melihatmu datang, Suamiku mennyingkirlah biarkan Yan Sha duduk disana" ucap Ling Yue.
"Kau mengusirku..?" ucap Chu Tian dengan wajah dibuat buat.
"Tentu saja, pergilah bersama Jhin Le aku ingin berbincang bersama Yan Sha" ucap Ling yue.
"Pangeran mahkota kita kehilangan reputasinya dihadapan istri" ucap Jhin Le sambil tertawa.
"Diam kau atau aku bungkam nanti" kesal jhin Tian.
"Yaya baiklah aku tidak akan melakukannya lagi, sekarang ayo kita pergi yang lain sudah menunggu" ucap Jhin Le yang masih tidak bisa menahan tawanya.
"Aku akan menghajarmu jika kau terus tertawa" ucap Jhin Tian dengan Ekspresi menahan tawa.
Dua bersaudara Itu lalu pergi menunu belakang istana dimana semua sudah menunggu sambil bercanda dan menikmati anggur, mereka tidak sedang jngin membahas sesuatu namun mereka hanya ingin berkumpul untuk menambah keakraban bahkan Jhin Ye juga berada disana.
"Hai pangeran kemarilah dan duduk" ucap Gi Kung.
"Ambil ini dan minumlah" ucap Qi Val.
"Tidak aku tidak minum" ucap Jhin Tian
"Ayolah sekali saja, bukankah tidak akan terjadi apapib" ucap Qi val.
"Benar, apa kau tidak pernah minum anggur sebelumnya" tanya Gi kung.
" aku sebelumnya memang selalu minum tapi semenjak istriku hamil dia akan merasa mual jika mencium aroma anggur, aku hanya menjaga saja" ucap Jhin Tian.
"Itumemang benar aky pernah menemui putri Yue setelah aku minum anggur dan yang terjadi adalah dia malah muntah muntah aku menjadi binggung sendiri" ucap jhin Ye.
"Kalian ini kenapa memaksanya" kesal Yu Nan
"Itu benar mengapa kalian memaksanya" sahut Huang Tei.dan itu mendapat tatapan tajam dari Yu Nan.
"Aku hanya bertanya saja tidak memaksa" jawab Gi Kung.
__ADS_1
"Sama saja" ucap Yu Nan.
" Apa nya yang sama itu sangat berbeda" kesal Gi Kung.
"Hei kalian ini apa apaan hormati pangeran mahkota yang ada disini" ucap Qing Yu.
"Hahaha tidak apa apa kalian sungguh mengingatkanku saat aku masih berada didaratan tengah" ucap Jhin Tian dengan senyum.
"Ngomong ngomong soal itu bagaiman jika anda menceritakan pengalaman saat didaratan tengah, aku tidak pernah bisa mencapai dunia tengah " ucap Qi Val.
"Kurasa ceritanya akan sedikit membosankan" ucap Jhin Tian.
"Kita tidsk akan tau jika belum dengar" ucap Jhin Le.
"Yah itu benar aku juga tertarik untuk mendengarnya" ucap Yu Nan.
"Huh baiklah jika kalian memaksa" ucap Jhin Tian.
mereka semua bersiap mendengarkan Cerita Jhin Tian bagai seorang murid yang mencari pengetahuan dari gurunya.
Jhin Tian menceritakan kisahnya dari kecil hingga dia dewasa, mereka kadang ikut meneteskan airmata melihat betapa mengerikannya masa kecil pangeran mahkota mereka. mereka kadang juga tertawa dengan kebahagiaan yang dialami Jhin Tian, berbagai ekspresi marah sedih senang kesal terlihat diraut wajah mereka, mereka semua seakan ikut terhanyut dalam kisah Jhin Tian.
Tapi mereka bersyukur sekarang pangeran mereka telah menjadi kuat dan disegani oleh banyak orang, kini dia dipuji bukan lagi dicaci.
"Jika aku disana aku sudah meremukkan Saudara saudara tirimu itu" geram Gi Kung.
"Mereka juga telah mati ditanganku sendiri, aku memang merasa bersalah saat itu tapi sepertinya itu memang hukuman yang pantas" ucap Jhin Tian.
"Pangeran mahkota anda terlalu lembut dengan membiarkan mereka mati dengan mudah" ucap Qi Val.
"Aku tidak sangup membunuh saudaraku sendiri itu terasa sangat menyakitkan" ucap Jhin Tian.
"Apa kalian lupa jhin tian adalah putra dari dewa semesta, dia yang dikenal dengan kebaikan ketulusan dan cintanya tidak mungkin mampu membunuh orang, itu sedikit menurun pada jhin Tian selebihnya entahlah kurasa paman Juga tidak sangup membunuh begitu banyak Binatang iblis" ucap Jhin Ye.
mereka tertawa mendengar pernyataan Jhin Ye.
"Apapun itu pangeran mahkota tetap yang terbaik, setidaknya dia tidak ragu membunuh musuh" ucap Gi Kung.
"Emm itu juga sangat benar , sekarang mari kita bersulang" ucap Qi Val sambil mengangkat gelasnya.
mereka minum dan bercanda dihari itu.
.
__ADS_1
.
..