Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 200. Biarkan aku mengantikannya..!!


__ADS_3

Jhin Tian membagi Tim , di pergi bersama Yan Sha,dan Qing Se, Jhin Le bersama Muo Sie dan Qi Val, Yu Nan bersama Huang Tei dan Gi Kung.


"Jhin Le kau periksa kanan, Huang Tei kau periksa kiri Aku akan maju" ucqp Jhin Tian.


"Baik.." ucap Mereka bersamaan.


"Baiklah Berpencar" ucap Jhin Tian dan seketika itu mereka melesat dengan cepat kearah yang berlawanan.


"Baiklah kita mulai lagi" ucap Jhin Tian sambil terus berlari.


"Aku senang dia menjadi penyemangat bagi kami semua" batin Yan Sha sambil melirik kearah Jhin Tian.


"Apa yang kau pikirkan" tanya Qing Se disamping Yan Sha.


"Hahaha tidak ada ayo kita lanjutkan, kita hanya perlu mencari dua bola saja kan" ucap Yan Sha.


"Huh baiklah" jawab Qing se yang sedikit merasa aneh dengan tingkah Yan Sha.


"Hei Yan Sha" panggil Qing Se yang saat ini ada dibelakang Jhinn Tian.


"Hmm" jawab Yan Sha.


"Apa kau pernah menyukai pangeran Tian" pertanyaan Qing Se langsung membuat Yan Sha terkejut.


"A apa maksudmu" tanya balik Yan Sha.


"Tidak aku hanya bertanya saja, namun itu terlihat jelas diwajahmu" ucap Qing Se melihat Wajah Yan Sha memerah.


Jhin Tian hanya sedikit melirik kearah mereka dan tersenyum Tipis.


"Qing Se aku akan membunuhmu nanti... oh astaga kau aku sudah berusaha untuk melupakan ini semua" jerit Yan Sha dalam hatinya.


"Kenapa tiba tiba badanku merinding" Batin Qing Se sambil memegangi tengkuknya.


"Ada apa Qing se" tanya Jhin Tian.


"Ah Tidak Pangeran hanya saja tubuhku sedikit merinding" ucap Qing Se.


"Apa kau takut..?" tanya Jhin Tian sambil menaikkan alisnya.


"Ti Tidak mana mungkin aku takut, disini Tidak ada apa apa" ucap Qing Se.


"Benarkah itu Qing Se" ucap Yan sha dengan suara dibuat aneh dan sedikit berbisik kepada Qing Se.


"astaga iblis ayahhh tolong akuuu..." teriak Qing Se Dan bersembunyi dibalik Jhin Tian.


"Pffttt... hahhahahahha" tawa Jhin Tian dan Yan Sha pecah begitu saja melihat ekspresi Qing Se.


"Qing See kau tadi memanggilku apa..?" tanya Yan Sha dengan wajah menyeramkan.


"Tidak tidak Yan Sha aku hanya terkejut" ucap Qing Se.


"Hmmph bilang saja kau takut" ucap Yan Sha.

__ADS_1


"Aku ini laki laki pemberani kau tau" ucap Bangga Qing Se.


" lalu Untuk apa kau memegang pakaian Jhin Tian" ucap Yan sha karena dia melihat Qing Se mencengkram Pakaian Jhin Tian dengan kuat seakan dia sedang ketakutan.


" Ma maafkan aku pangeran, ini semua salahmu Yan Sha" ucap Qing se merasa kesal pada Yan Sha.


"Kau sendiri yang penhecut" ucap Yan Sha.


"Kalian ini.... emm tunggu sebentar.." Jhin Tian segera menutup matanya.


Tak Berselang laman Jhin Tian membuka matanya dengan tatapan tajam.


"Bagaimana Apa ada informasi pangeran..? " tanya Qing se.


"Kita kearah kiri ketempat Huang Tei, ada sesuatu yabg aneh disana itu yang dikatakan Yu Nan" ucap Jhin Tian.


"Jadi kita akan kesana sekarang" tanya Yan Sha.


"Yap.. ayo berangkatt" ucap Jhin Tian dan mereka bertiga langsung melesat kearah Kiri dan mencari keberadaan huang Tei dan Yang lainnya.


Cukup Lama mereka berlari melompati pepohonan dengan kecepatan Tinggi .


"Aku sudah merasakan Aura Huang Tei dan yang lainnya didepan, sebaiknya kita bergegas" ucap Jhin Tian dan diangguki oleh Yan Sha dan Qing Se.


Mereka Bertiga akhirnya sampai ditempat Huang Tei.


"Ada apa apa ada yang aneh" tanya Jhinn Tian yang langsung bertanya saat sampai.


"Pangeran akhirnya kau sampai, apa Pangeran Le dan yang lainnya belum sampai" tanya Huang tei.


"Pangeran Lihatlah disana" ucap Yu Nan sambil menunjuk kesuatu arah.


"I itu bukankah.."


"Yah itu benar bunga lotus tapi bagaimana bunga lotus bisa melayang disana" entah Yu Nan bertanya atau memberitau.


"Kau benar ini sesuatu yang luar biasa meski ini sungguh diluar nalar, lotus memang bunga ajaib tapi dia juga tidak bisa keluar terlalu lama dari air" ucap Jhin Tian.


"ada apppp... lotus...!" muo Sie begitu terkejut begitupun dengan Jhin Le dan Qi Val yang baru saja datang.


"Apa kau tau itu lotus apa" tanya Jhin Tian.


"Itu adalah Lotus naga api, ta tapi kenapa bisa ada ditempat seperti ini" muo Sie sedikit gugup.


"Memang apa kegunaannya" tanya Qing se.


"Huft kakekku pernah berkata bahwa lotus naga api sangat sulut ditemukan bahkan didaratan suci sekalipun, banyak orang yang mengatakan bahwa lotus naga api itu sudah punah, aku bahkan tak menyangka bisa melihatnya dari dekat,aku tidak punya informasi lebih lanjut tentang itu" ucap Muo Sie.


"Jika begitu apa kita ambil saja" tanya Jhin Le.


"Mungkin jika kita mendapatkannya kita bisa menelitinya" ucap Qi Val.


"Baiklah aku akan mengambilnya" ucap Jhin Tian.

__ADS_1


"Tetaplah berhati hati" ucap Jhin Le.


" itu benar kita tidak tau apa yang akan terjadi karena aku tidak mempunyai informasi lain" ucap Muo Sie.


"Serahkan semuanya padaku" ucap Jhin Tian


Jhin tian melompat kemudian dia mendekati Lotus yang berwarna putih dengan nuansa merah dipinggirnya, aura panas juga terasa disekitar lotus itu.


Jhin Tian terbang keatas untuk mengapai Lotus itu, Dia memandang lotus itu dengan seksama.


"Bunga yang indah, " ucap Pelan Jhin Tian.


Jhin Tian lalu mengulurkan kedua tangannya dan menopang bagian bawah dari Bunga itu dan akan mengangkatnya.


Booommmmmmm...... swushhhhhh


Ledakan besar itu langsung membuat Jhin Le dan yang lainnya terpental padahal jarak mereka Cukup Jauh.


"Aaarrrrrrrkkkkkhhhhhhhh.... pa nass..." Ucap Jhin Tian sambil meringis kesakitan, seluruh tubuh Jhin Tian diselimuti aura berwarna merah.


"Jhinnn tiannnnn" teriak Mereka semua dengan khawatir.


"Biarkan Aku kesana" ucap jhin Le dia bangkit dari jatuh nya dan berlari kearah Jhin Tian, namun entah apa yang terjadi seperti ada dinding penghalang yang membuat Jhin Le Terhempas.


"Arkhhh... apa itu tadi" Ucap Pelan Jhin le.


"pangeran kau baik baik saja, disaat seperti ini kau jangan gegabah" ucap Qing Se.


"Tapi jhin Tian dia itu.."


"Pangeran bukan orang lemah dia pasti akan mengatasinya, sebaiknya kita mencoba menghancurkan dinding Pembatas ini" ucap Qing Se.


"Baik Lah demi Jhin Tian" ucap Jhin Le.


mereka semua mengangguk.


Mereka kemudian mengeluarkan senjata mereka masing masing, dan berusaha dengan sekuat tenaga, bahkan energi spiritual pun dapat dipantulkan oleh dinding tak terlihat itu.


Cukup Lama mereka berusaha, bahkan teriakan Jhin tian semakin Keras terdengar.


Jhin Le menutup telinganya.


"Aku tidak tahan lagiii biarkan aku menolongnya, arau setidaknya biar aku yang mengantikannya" teriak Jhin Le.


"Ka kak Kau tidak perlu menghawatirkanku" ucap Jhin Tian lirih suaranya benar benar habis, namun kata katanya masih bisa didengar oleh Jhin Le karena Jhin Le memang menguasai pendengaran yang luar biasa.


"Kakak..? aku benar benar merasa gagal sekarang" ucap Jhin Le terduduk lesu.


Namun entah keyakinan dari mana Jhin Le bangkit Dia mengambil sitarnya dan memainkannya, sambil terus menyerang dinding pelindung.


.


.

__ADS_1


.


.yeay 200 chapter❤


__ADS_2