
Chu tian menghilang dari tempatnya meninggalkan Shi Long yang terus mengumpatinya, kini dia berada di belakang orang yang sedari tadi mengintainya.
"Eh kemana perginya kakak itu, " tanya Orang itu.
"Aku disini" ucap Chu Tian .
orang itu begitu terkejut dia lalu melihat kebelakang.
"Ka kau kapan ada disana" tanya Orang itu dengan ketakutan.
"Seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan dihutan seperti ini dan terus saja mengikutiku" tanya Chu tian dengan nada dingin dan itu membuat orang itu ketakutan.
"A ku anu sebenarnya..."
"Sebenarnya apa..? " tanya Chu Tian.
"Aku adalah tuan muda ke lima dari klan Li namaku adalah Li hyung dan orang tuaku mengusirku dari rumah karena segel kutukan" ucap Li Hyung.
"Tunggu keluarga Li , segel kutukan apa ini semua" tanya Chu Tian.
"Segel ini akan berevolusi saat aku marah dan saat itu aku hampir membunuh ketua klan dan sejak saat itulah ayahku mengusirkudan ibuku tidak peduli padaku" ucap Li Hyung.
"Apa kau mengenal Li Chao dan Li Hua" tanya Chu Tian.
"Kakek Chao tentu aku mengenalnya untuk Li Hua kurasa tidak, apa kau mengetahui dimana kakek Chao" tanya Li Hyung.
"Paman Li Chao Sudah meninggal hampir lima tahun yang lalu" jawab Chu Tian
"Apa kau serius kak" tanya Li Hyung dengan menatap Chu tian.
"Ya" jawab Singkat Chu Tian.
"Sekarang bagaimana, kakek yang menjadi harapan terakhir ku sudah tiada" ucap Pelan Li Hyung.
"Apa maksudmu dengan harapan terakhir" tanya Chu Tian.
"Ya leluhur klan pernah mengatakan padaku bahwa kakek Li Chao bisa membantuku mengendalikan segel Kutukan ini" ucap Li Hyung.
"Boleh aku melihatnya" tanya Chu Tian.
"Tentu saja" ucap Li Hyung lalu membuka ikat kepalanya dan didahinya ada sebuah tanda hitam berbentuk seperti tombak.
"ini, sejak kapan kau memiliki tanda ini" tanya Chu Tian.
"Sejak aku berumur lima Tahun tanda itu mulai muncul sedikit demi sedikit dan ayah selalu mengatakan bahwa itu adalah segel kutukan " jawab Li Hyung
"Tidak ini bukan segel kutukan, ini sebenarnya adalah segel dewa" batin Chu Tian.
__ADS_1
"aku akan membantumu mengendalikannya" ucap Chu Tian dengan tersenyum.
"Sungguh kakak bisa melakukannya, aku tidak ingin menjadi monster yang mengerikan lagi" ucap Li Hyung
"Kau tau jangan hiraukan perkataan orang yang tidak mengerti tentangmu, aku tau kau sudah berusaha sebaik mungkin untuk menahan segel itu, tapi terkadang orang memang hanya memandang sisi buruk kita dan lupa akan semua kebaikan kita" ucap Chu Tian sambil tersenyu.
"Terimakasih kak aku merasa lebih baik" ucap Li Hyung
"Ya aku tidak akan mengajarimu secara langsung tapi aku akan memberikan sebuah saran agar kau bisa mengendalikan segel itu" ucap Chu Tian.
"Tidak masalah yang terpenting aku bisa mengendalikan segel ini dan aku bisa membalas semua perlakuan orang orang padaku" ucap Li Hyung.
"Li Hyung jangan membalas dendam lebih baik buktikan pada mereka bahwa kau lebih dari apa yang mereka kira, apa kau tau balas dendam terbaik adalah berubah menjadi yang lebih baik" ucap Chu tian.
"Eee begitu ya, baiklah aku akan ikuti nasihatmu kak" ucap Li Hyung.
"Baiklah ayo kita ketempatku, teman temanku pasti sudah menunggu" ucap Chu Tian.
"Tunggu kak ngomong ngomong siapa nama kakak" tanya Li Hyung
"Chu Tian" ucap Chu Tian dia Lalu melesat pergi.
"Chu Tian, ehh tunggu aku kak" teriak Li Hyung kemudian dia mengikuti Chu Tian kembali kegubuk.
Sementara digubuk.
"Hah kenapa aku" tanya Shi Long.
"Ya karen sedari tadi dia bersamamu" jawab Ling Yue.
"Tapi kan dia tadii..."
"Jangan banyak alasan cepat cari dia" bentak Ling Yue.
"Kenapa dia galak sekali" ucap Shi Long pelan.
"Apa kau bilang tadii..!" teriak Ling Yue.
" tidak tidak aku akan mencarinya sekarang" ucap Shi Long dia lelu berbalik untuk mencari Chu Tian.
"Akhirnya kau sampai juga, kenapa kau meninggalkanku bersama singa lapar ini" ucap Shi Long dengan wajah memelas dia baru saja ingin melangkah namun Chu Tian malah sudah ada didepannya.
"Dari mana saja kau" teriak Ling Yue.
"Aku..?" tanya Chu tian dengan polosnya.
" memang siapa lagi" ucap Ling Yue.
__ADS_1
" aku tadi ..."
"Tunggu dulu siapa anak ini jangan jangan kau..."
" ehh tidak tidak Ling yue jauhkan pikiranmu itu, aku menemukan anak ini terus melihat kearah kita jadi aku membawanya kesini" jelas Chu Tian.
"emmm begitu, adik namamu siapa" tanya Ling Yue dengan lembut , perubahan yang sungguh membuat Chu Tian tercengang.
" namaku Li Hyung, senang bertemu denganmu kak" ucap Li Hyung sambil membungkukkan sedikit badannya.
"Li Hyung ya nama yang bagus kau juga sangat manis ayo kita pergi makan" ucap Ling yue yang langsung mengajak Li Hyung makan tanpa menghiraukan dua pria mengenaskan.
"Ada apa dengannya, tadi dia marah marah dan sekarang dia menjadi lembut" tanya Shi Long.
"Entahlah sudah ayo kita kesana" ucap Chu Tian.
mereka Akhirnya makan bersama namun kali ini Sedikit berbeda yang biasanya Chu Tian dilayani layaknya suami kini diacuhkan layaknya anak tiri
"Sabar pangeran" ucap Shi Long.
"Memang kenapa" tanya Chu Tian.
"Yah hari ini posisimu tergantikan" ucap Shi Long.
Chu tian yang sedang mengunyah makanannya menghentikan kegiatannya dan memandang Li Hyung yang sedari tadi diberikan banyak Lauk Oleh Ling Yue.
" tidak, ini tidak apa apa aku juga tidak akan sangup makan sebanyak itu" ucap Chu Tian sambil tersenyum
"Sungguh" tanya Shi Long.
"Ya lagi pula akumengerti rasanya menjadi Li Hyung dia diasingkan dan dibenci banyak orang, bahkan orang tuanya sama sekali tidak perduli padanya , apakah dia kelaparan apakah dia sehat sama sekali tidak ada yang peduli yang mereka semua pedulikan hanya setitik kesalahan yang dibesar besarkan" ucap Chu Tian dia terus memandang Li Hyung yang merasa sangat bahagia dengan perlakuan Ling Yue.
"Manusia memang seperti itu mereka terkadang tidak memiliki perasaan" ucap Shi Long.
"Emm sebagian memang begitu tapi bukan berarti mereka semua sama,sudahlah cepat habiskan makannya, setelah itu aku ingin meminta sedikit bantuanmu" ucap Chu Tian.
"Baiklah" jawab Shi Long.
mereka Akhirnya makan dengan laha masakan Ling Yue, namun disisi Chu Tian dia seperti sudah tidak berselera lagi dia memikirkan banyak hal saat ini.
"Tinggal sedikit lagi Tingkat suci, jika aku melakukan kultivasi sekarang waktunya tidak akan sempat tapi jika aku tidak melakukannya aku khawatir akan terjadi hal yang tidak kuinginkan" batin Chu Tian.
.
.
.
__ADS_1
untuk dukungannya terimakasih😊