Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 151. menikah ...!?


__ADS_3

Setelah berbincng dengan Yan Sha Chu Tian kemudian pergi melihat berbagai persiapan, diperjalanannya dia bertemu Zaein.


"Tuan " teriak Zaein dari belakang.


"Zaein kau disini kupikir kau ikut bersama kak Ji Kun" ucap Chu Tian sambil berjalan bersama zaein.


"Tidak, dia sudah bisa sendiri aku masih punya banyak pekerjaan disini" ucap Zaein.


"Memang apa yang kau keejakan kulihat kau sedari tadi hanya berkeliling istana saja" ucap Chu Tian.


"Ah ayolah tuan aku ini melihat setiap persiapan, aku memeriksa semuanya agar tidak ada yang terlewat satupun" ucap Zaein dengan wajah Bangga.


"ck alasan saja, oh ya apa yang kau katakan pada yan Sha Tadi" tanya Chu Tian.


"Yan Sha, jadi tuan melihatnya" tanya Zaein.


"Tidak seorang prajurit mengatakannya padaku" ucap Chu Tian dengan santai.


"Aku tadi hanya bertanya pada yan Sha mengapa dia menangis" jawab Chu Tian.


"Menangis..?" ucap Chu Tian penuh tanya.


"Ya setelah tuan pergi nona ling yue juga pergi, Yan Sha duduk di kursi taman dan menangis lalu aku datang dang bertanya padanya" jawab Zaein.


"Lalu apa yang dia katakan" tanya Chu Tian.


"Dia hanya berkata bahwa dia merindukan rumahnya" ucap Zaein.


"Emm sepeeti itu" ucap Chu Tian sambil mengalihkan pandangannya.


"lalu dimana Xiao Feng" tanya Chu Tian.


"aish kenapa keu bertanya pria pemarah itu padaku, dia itu sedang bersama Lao hei menjemput Tuan besar apa Raja tidak memberitaumu" ucap Zaein.


"Kupikir Xiao feng tidak jadi pergi dan hanya Lao Hei" jawab Chu Tian.


"Dia itu meski sangat galak tapi tidak pernah sekalipun lalai dalam tugasnya" ucap Zaein.


"Aku juga tau jika soal itu" ucap Chu Tian.


"hehehe... oh Ya tuan, Aku mendengar dari Lao Hei dan Xiao Feng bahwa Tuan akan pergi lagi " tanya Zaein.


"Ya Zaein aku akan pergi lagi, masih banyak hal yang belum kuselesaikan, aku ingin sekali terbebas dari semua ini dan hanya akan dikerajaan Chu Dengan damai bersama seluruh keluargaku" ucap Chu Tian.


"Memang kemana tuan akan pergi, dan Berapa lama" tanya Zaein dia berharap bisa ikut diperjalanan kali ini.

__ADS_1


"Jika kau berfikir bisa ikut maaf Zaein aku punya tugas penting untukmu disini, untuk kepergianku aku akan menyelesaikan tugasku didaratan suci untuk berapa aku sendiri tidak pasti" ucap Chu Tian dengan ekspresi yang kurang enak dipandang.


"Tugas..? tugas penting apa yang akan tuan berikan" tanya Zaein, kini Zaein berada dimode seriusnya.


"Kau akan tau jika saatnya telah tiba, aku juga akan memberitaukannya pada kakak dan yang lainnya" ucap Chu tian.


"Aku tidak mengerti denganmu Tuan, setelah apa yang terjadi kau masih ingin melakukan semuanya sendirian" ucap Zaein.


"Untuk yang kali ini aku sungguh tidak bisa melakukan apapun Zaein, kali ini aku merasa tak berdaya, aku merasa takdir begitu kejam hingga aku harus dijalan ini" ucap Chu Tian dengan menghela nafas panjang.


"jika begitu mari selesaikan bersama, bukankah jika kita semua bersama semua akan lebih ringan" ucap Zaein.


"Aku tau, maka dari itu aku membutuhkan bantuan kalian nanti" ucap Chu Tian.


"Aku akan selalu siap menerima tugas darimu Tuan" ucap Zaein yang membuat Chu tian tersenyum puas.


Mereka terus berjalan sambil terkadang memberi arahan pada para pelayan dan prajurit tentang persiapan pernikahan Chu Tian.


Sementara Ditempat Ling yue berada dia kini berada dikediaman ratu, dia bersendau gurau bersama Han ying aambil mencoba berbagai Perhiasan milik Han Ying.


"Ling Yue kau akna terlihat cantik dengan hiasan rambut ini, bukankah nanti Pangeran impianmu itu akan semakin menempel padamu" ucap Han Ying dengan tertawa kecil.


"Ya kakak pilihanmu memang yang terbaik, lihat nanti dihari pernikahanku aku pastikan pangeran nakal itu tidak akan berhenti menatapku" ucap Ling yue sambil tertawa kecil pula.


"Lihat kalung ini, ini adalah pemberian Chu Lizheng pertama kali, kau tau dia menitipkan ini pada Ji Kun dan memintanya memberikannya padaku" ucap han Ying


"Nah adik, kau juga harus bisa meluluhkan calon suamimu itu, kau tidak boleh lemah dihadapannya " ucap Han Ying.


"Kenapa seperti itu kak" Tanya Ling yue.


"karena suamimu akan menjadi penakut saat kau berani" ucap Han Ying yang seketika membuat Ling yue tertawa bahkan Para dayang berusaha menahan tawanya.


mereka berbincang cukup lama.


"kakak sebaiknya kau istirahat, aku akan kembali " ucap Ling yue.


Han Ying mengangguk dan tersenyum


"Baiklah, aku akan beristirahat sejenak " ucap Han Ying.


Ling yue kemudian meberikan hormat dan pergi dari sana dengan membawa beberapa perhiasan pemberian Han Ying.


sementara ditempat lain jauh dari kerajaan Chu seorang pria dan wanita duduk di sebuah restoran


"Kakak apa kau pikir kak lizheng akan menerima kita" tanya seorang wanita yang tak lain adalag Sing kia.

__ADS_1


"pasukan yang kita tawarkan memang hanya sedikit tapi mereka adalah yang terbaik, tapi ini semua berada ditangan Chu Tian jika ia setuju maka kak Lizheng juga akan setuju" ucap Sing Fen.


" aku tidak yakin Chu Tian akan memaafkan kita, jika waktu itu kita tidak melarikan diri sudah pasti kita akan dibunuh" ucap Sing kia.


"Aku menyesal telah mengikuti ibu, kekejaman yang kita lakukan dulu sungguh terbayar mahal sekarang, kerajaan Chu telah menjadi kerajaan yang besar dan makmur, penjahat seperti kita hanya punya sedikit kesempatan untuk bisa masuk kesana" ucap Sing wei.


Saat mereka berbincang bincang mereka mendengar pembicaraan tamu lain


"Apa kau mendengar bahwa pangeran Tian yang tampan itu akan segera menikah" ucap Seorang pria


"Aku bahkna mendengar mereka akan mengadakan pesta yang sangat mewah, bahakan Raja Chu sendiri yang menyiapkan seluruh persiapannya" ucap Seorang Wanita.


"Betapa beruntungnya pangeran Tian mendapat calon istri yang cantik dan kakak yang sangat menyayanginya" ucap Sang Pria.


"Dan kau kapan kau akan menikahiku" tanya Sang wanita.


"Oh ayolah kau sudah bertanya Tiga kali dalam sehari ini" ucap Sang Pria.


"pangeran Tian yang baru saja kembali, langsung membuat pengumuman pernikahannya, kau hanya berjanji saja sejak dulu cih" ucap wanita itu yang langsung berdiri dan meninggalkan sang pria.


kembali ke Sing kia dan Sing fen, mereka begitu terkejut mendengar berita pernikahan Chu Tian.


"Chu Tian akan menikah, apa kita harus datang" tanya Sing Wei.


"Tidak, aku tidak ingin acara yang dibuat sempurna menjadi hancur karena kedatangan kita" ucap Sing Fen.


"tapi kita masih keluarga kerajaan, dan kita juga harus memberikan hadiah pernikahan" ucap Sing Kia.


"Aku ragu mereka masih menerima kita sebagai keluarga" ucap Sing fen.


" tapi kita masih bisa memberikan sebuah hadih untuk menebus sedikit kesalahan kita kan Ucap Sing kia


Sing Fen memikirkan perkataan Sing kia dan ia menjadi mendapatkan sebuah ide.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2