Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH. 252.dia bukan lagi putraku...!!!


__ADS_3

Pagi kembali datang dikerajaan Besar chu seorang putri Cantik duduk termenung di hutan pancawarna.


" Hei apa yang kau pikirkan" ucap Seorang pria dari belakang sambil menepuk pundak putri itu mereka tak lain adalah Xuan Dan Liyan.


"Aih kakak kau mengejutkanku.. tidak ada aku hanya melihat lihat setelah sekian lama tempat ini tidak berubah banyak"ucap xuan


Liyan Duduk disamping Xuan.


" Hah kau ini semua orang diistana sedang mencarinu dan kau malah dengan santai duduk disini" ucap Liyan dambil mengelengkan kepalanya.


" Umm.. untuk apa mereka semua mencariku" Tanya Xuan.


" Menurutmu apa orang yang menghilang sejak semua orang bangun tidur tidak peelu dikhawatirkan hmm" ucap Liyan sambil menatap Xuan Dan menaikkan sebelah alisnya.


"Ck.. aku itu hanya ingin bebas selama ini kita berada disekte sekalinya keluar aku ingin menikmati setiap suasana yang telah ku lewatkan" Ucap Xuan sambil membuka tangannya dan sebuah pedang muncul ditangannya.


"Kau mau apa" Tanya Liyan.


" Tentu saja berlatih memang apa lagi" ucap Xuan lalu melompat dari tempatnya duduk kemudian menari nari dengan pedangnya.


"Aku tau kau merindukan paman... Paman, Xian cepatlah kembali" Guman Liyan sambil memandang Xuan.


" Heii jangan berlatih sekarang kau bahkan belum sarapan kau bisa sakit" Liyan sedikit berteriak karena jarak mereka yang lumayan jauh.


" Iyaa sebentar lagii" Teriak Xuan yang masih memainkan pedangnya.


" Baiklah Kalau begitu Kue Octopus yang dibuatkan Ibu akan menjadi milikku semua" ucap Liyan Sambil berbalik sebelum akhirnya Sebilah pedang terbang dengan cepat ke arahnya.


Syuuttt..... cleeeeb....


Beruntung Liyan dapat menghindarinya dan pedang tajam itu menancap dibatang pohon.


" jangan coba coba mengambil Kue Ku.. Ayo cepat" Ucap xuan sambil mencabut pedangnya dan berlari keluar hutan diikuti Oleh Liyan.


Mereka berdua berlari sambil terus bercanda disepanjang jalan.


Diistana...

__ADS_1


" Aku benar benar tidak tau mereka dimana " Ucap Chu Lizheng dengan sedikit membentak karena kesal.


" kumohon jangan sembunyikan lagi Raja Chu.. Aku sunguh merindukan mereka" ucap Orang itu.


" Yang mulia Raja Jhin Suo dan Yang mulia Ratu Ling Zhu hamba mohon ampun tapi hamba telah meminta para prajurit mencari merekA.. mereka telah pergi sejak pagi tanpa memberi tauku ... aku benar benar tidak tau" Ucap Chu Lizheng sambil menatap mantap dan menakupkan tangannya.


" Tapi Ch..."


" Maaf menyela yang mulia Raja Chu Lizheng memang benar mereka pergi pagi pagi tanpa sepengetahuan siapapun... hari ini kami semua sangat sibuk jadi tak begitu memperhatikan kemana mereka pergi .. mohon maafkan hamba" Ucap Xiao Feng.


" Suamiku sudahlah cucu kita mungkin sedang bermain mereka telah lama berada disekte sekali keluar pasti ingin melihat lihat ... aku mohon tenanglah" Ucap Ling Zhu Menenangkan.


" Aku benar benar merindukan mereka berdua setelah hampir 4 tahun aku tidak melihat mereka bahkan Jhin Tian tidak lagi mengunjungi kita entah apa yang anak itu lakukan" Jhin Suo merasa geram sementara Ling Zhu hanya bisa mengelus lengan Jhin Suo untuk menenangkan.


Chu Lizheng Zaein dan xiao Feng yang ada disana saling pandang.. sebenarnya alasan mereka tidak segera menemukan Xuan adalah karena mereka takut Jhin Suo dan Ling Zhu menanyakannya perihal Xian.


"Pangeran sedang sangat sibuk bahkan kami pun jarang melihatnya mohon yang mulia jangan membenci pangeran" ucap Zaein.


" haih aku tidak ingin membencinya tapi kenapa... kenapa dia harus pergi saat aku sedang sekarat aku hampir kehilangan nyawaku jika bukan karena Huang tei aku mungkin sudah tiada.. aku benar brnar kecewa padanya" ucap Jhin Suo.


"Adikku pasti tidak bermaksud begitu... mungkin saja dia sedang ada banyak urusan penting " Ucap Chu Lizheng dengan bimbang dia sudah tau semua kebenarannya namun tak sanggup mengatakannya pada Jhin Suo.


"itu... aku"


"Aku tau kau tidak bisa membelanya lagi .. aku benar benar sangat kecewa... bahkan aku.. aku tidak ingin mengakuinya sebagai putraku lagi" Ucap jhin Suo.


degh....


Jantung Chu Lizheng berpacu dengan cepat semua yang ada disana terkejut bahkan Ling Zhutidak membantah dia hanya menangis tanpa suara.


Prankkkkk........


piring yang dibawa Xuan berisi Kue octopus terjatuh.. semua kembali terkejut begitupun dengan Xuan sendiri.


"Ma maaf.. aku akan pergi sekarang " Ucap xuan lalu berlari pergi melewati Liyan yang baru saja akan menyusulnya.


"Ada apa dengannya.... "Liyan menatap Xuan dengan aneh lalu melanjutkan perjalannanya menuju Ruang aula dan mendapati Semua orang menatapnya dengan Aneh dia juga melihat Raut wajah kesal ayahnya dan nenek Xuan yang menangis tersedu sedu..

__ADS_1


"Liyan kejar Xuan sekarang jangan biarkan Xuan melakukan Sesuatu yang buruk" perintah Chu Lizheng sambil menatap Tajam Liyan.


"Ha hah..? ba baikkk.." Teriak Lian lalu berbalik dan berlari mencari Xuan.


" Aku akan membantu pangeran muda" Ucap Zaein.


"Pergilah " Jawab Chu Lizheng.


" Gadis tadi apakah xuan... setelah sekian tahun dia berubah menjadi sangat cantik aku akan menyusulnya..." ucap jhin suo dengan tersenyum lebat seperti melupakan apa yang terjadi sebelumnya.


" Anda adalah Raja tiga dunia tapi anda telah kehilangan wibawa anda... aku benar benar tidak habis fikir" ucap Chu Lizheng sambil menatap kearah Lain.


"Apa mksudmu Raja Chu" Tanya Jhin suo.


" yang mulia maaf... bukankah putri Xuan tidak seharusnya mendengarkan kata kata anda yang barusan.. itu mungkin akan menyakitinya" ucap Xiao Feng sambil mengekrutkan keningnya.


" Itu bukan masalah besar Xiao Feng biarkan Xuan Tau bahwa ayahnya bukanlah orang yang bertanggung jawab dan juga bukan orang yang mencintai keluarga dan dirinya" Ucap ling Zhu sambil mengusap air matanya.


" Aku benar benar salah menilai kalian... apa ini balasan yang kalian berikan untuk Jhin Tian.. bagaimana anda bisa membuat seorang anak membenci ayahnya sendiri ... dimana hati nurani kalian" Chu lizheng kali ini sudah tidak bisa menahan amarahnya selama ini memang orang Tua Jhin Tian selalu datang dan mengumumkan hal yang sama


Tapi mengataknnya dihadapan Xuan adalah hal yang pantang baginya... dia tidak bisa menahannya lagi.


"Hati nuraniku telah mati bersama perginya Jhin Tian seluruh daratan suci menjadi Suram dengan kepergiannya aku tidak akan memaafkannya " ucap Jhin Suo.


" Anda tidak akan memaafkannya karena dia tidak salah... Dia telah melakukan segala hal untuk kalian bahkan ramuaan itu dialah yang..."


" Yang Mulia" Panggil Xiao Feng sambil mengangkat tangannya untuk menghentikan Chu Lizheng yang hampir membocorkan semuanya.


"Cih baiklah... kalian tidak mengakuinya lagi, Aku akan menjadi satu satunya keluarganya yang menerima dia yang mempercayai dia karena aku yakin apapun yang dia kskukan oasti untuk kebaikan semua orang" ucap Chu lizheng.


Chu Lizheng mengibaskan jubah nya lalu melangkah dengan cepat diikuti Xiao Feng.


Chu Lizheng berhenti disamping Jhin Suo dan mengatakan.


"Silahkan nikmati jamuannya maaf aku tidak bisa menemani kalian" Ucap chu lizheng lalu melanjutkan jalannya.


" Apa selama ini kita memang salah berfikir tentangnya" Tanya Jhin suo kepada Ling Zhu dan ling Zhu Hanya diam tak menjawab sepatah katapun.

__ADS_1


.


.


__ADS_2