Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH.51 misteri...lagi???!


__ADS_3

"Ayah bisakah aku melihat kristal itu lebih teliti" Tanya Chu Tian


"Tentu saja ,Ambillah ini" ucap Raja Chu Kai sambil menyerahkan kristal berwarna kuning pada Chu Tian.


Chu Tian mengamati setiap detailnya lalu mengambil dari tangan Raja Chu kai , tak berselang lama kristal itu mengeluarkan Sinar yang sangat terang membuat raja Chu Kai dan Chu Tian menutup matanya.


Saat sinar itu mulai meredup Bayangan seorang pria tampan dengan pakaian berwarna kuning keemasan muncul dari kristal itu.


"Setelah ratusan tahun akhirnya keturunan Rajaku telah kembali ,hahahah" ucap Orang itu yang membuat Chu Tian terkejut namun Raja Chu Kai terlihat tidak terkejut .


"Salam dewa Cahaya sai ven" Ucap Raja Chu Kai memberi salam sedangkan Chu Tian masih bergelayut dengan pikirannya.


Dewa Cahaya menatap Chu tian dengan teliti dari atas hingga kebawah kemudian Dia menutup matanya seperti mendapatkan sesuatu dia tersenyum puas.


Chu Tian yang melihat itu hanya terdiam dengan banyak pertanyaan dikepalanya. Dia merasa musteri benar benar tidak ada habisnya.


"Jhin Tian, apakah kamu Jhin Tian" tanya Dewa Cahaya.


Chu Tian sedikit terkejut namun kemudian dia menganggukan kepalanya sedikit namun pandangannya masih mengarah pada bayangan Dewa Cahaya, banyak pertanyaan yang mengisi kepalanya saat ini.


"Hahaha saudaraku akhirnya aku menemukannya hahahaha" Dewa Cahaya tertawa lantang


"Sebenarnya siapa yang kau panggil saudara itu" tanya Chu Tian tanpa basa basi


Dewa Cahaya lalu memandang Chu Tian ada kelembutan disetiap tatapan matanya namun juga ada keraguan .


"Jika kau ragu itu tidak masalah setidaknya beritau aku siapa kau sebenarnya mengapa kau bisa tau nama itu ?" tanya Chu Tian.


"Tidak, Aku tidak ragu hanya saja aku tidak bisa menjawab apa yang kau tanyakan saat ini ,Tunggulah hingg sembilan kristal bersatu kau akan mendapatkan jawabannya, untuk saat ini aku hanya akan memberimu ini"Kata Dewa Cahaya lalu menngarahkan dua jarinya kepelipis Chu Tian dan seketika Chu Tian terjatuh beruntung Raja Chu Kai menangkapnya.

__ADS_1


"Apa yang Dewa lakukan pada putraku" tanya Raja Chu Kai dengan sedikit emosi.


"Tenanglah Chu Kai , aku hanya memberikan sepengal mimpi dari kenangan masalalu kami setidaknya dia akan sedikit mengerti tentang apa yang menjadi pertanyaannya"kata Dewa Cahaya yang membuat Raja Chu Kai merasa lega.


Sedangkan disisi Chu Tian dia membuka matanya perlahan dan menemukan dirinya berbaring disalju, Chu tian berjalan mencari apa yang ada disana seingatnya dia tadi bersama Dewa Cahaya dan ayahnya.


"Dimana aku " guman Chu tian dia lalu mendengar suara pertempuran


trang trang ting trang .BOOOM


"Siapayang bertarung aku harus melihatnya" ucap Chu Tian dia lalu mengikuti asal suara ,namun saat diperjalanan dia melihat kuda yang melaju kencang kearahnya dan menabraknya namun anehnya dia tidak merasakan apapun, disitu dia menyadari bahwa dirinya transparan dan tidak terlihat.


"Bagaimana bisa begini" tanya Chu Tian dia lalu melanjutkan langkahnya melihat peperangan besar disana ,Chu Tian hanya mengenal satu Orang disana yang tak lain adalah Dewa Cahaya dia juga melihat seorang pria yang pernah bunuh diri dengan pedangnya.


Chu Tian merasa ada seseorang yang terus mengawasinya, Chu Tian juga terus mengawasi sekitar dan dengan waspada.


Crasss


Orang itu dengan mudah menangkis serangan Chu Tian


"Siapa kau" tanya Chu Tian dengan waspada,dia melihat seorang pria dengan baju hitam bercorak ungu dan wajahnya begitu tenang dan hangat


Pria itu tersenyum saat melihat Chu Tian yang sangat waspada.


"Pangeran "ucap orang itu dengan tersenyum dan nembungkukkan badannya.


Chu tian semakin binggung dengan keadaan ini dia memang seorang pangeran namun tentu tidak di negeri yang dia sendiri tidak tau kan.


"Selamat datang dikota salju saya Qing yu sang dewa mimpi dari suku mimpi" kata pria itu yang bernama Qing yu

__ADS_1


"Hah dewa mimpi , aku bahkan hanya mendengarnya dalam dongeng" ucap Chu Tian dia sebenarnya binggung juga mengapa buku Phoenix yang berada dikepalanya tidak selalu memiliki jawaban.


"Pangeran ini adalah daratan suci dan tentu disini memiliki banyak penghuni salah satunya aku sang dewa mimpi, disini juga ada dewa Penyembuh dari suku penyembuh, Dewa Es dari suku Es yang merupakan pemimpin kami saat ini, dewi racun dari suku racun, Dewa api dari suku api yang sekarang jadi musuh kami, Dewi Elf dari suku peri Elf ,juga ada ras Putri duyung dari laut bintang dan tentu masih ada banyak lagi ," kata Qing yu dengan tersenyum.


"Lalu mengapa mereka berperang" tanya Chu Tian sambil memperhatikan peperangan


"Ini terjadi ratusan tahun sebelum kau ada ,Raja Api menginginkan Lotus emas yang ada di langit bayangan suku es, legenda mengatakan lotus emas dapat mengabulkan satu permintaan bahkan yang paling mustahil sekalipun dan Raja api menginginkan Lotus emas untuk meningkatkan kekuatannya"ucap Qing yu


"Jadi Raja Es tidak memberikan Lotus emas itu" Tanya Chu Tian


"Tidak Raja Es bukan tidak ingin memberikannya namun Raja Es sendiri tidak tau apakah Lotus Emas benar adanya di langit bayangan" kata Qing Yu dengan menundukkan sedikit kepalanya.


"Mengapa" tanya Chu Tian.


"Entahlah yang aku tau Raja Es telah memeriksa beberapa kali namun belum pernah sekalipun melihat lotus emas, namun Raja Api tidak percaya lalu menyandra putri dari suku Elf dan juga Putri dari Suku Es dan itu berhasil membuat kedua suku membuat aliansi dan saling menyerang" ucap Qing yu dengan sedikit menghela nafas.


"Eih kau sudah diaini terlalu lama, temukan kristL selanjutnya dan kau akan melihat kisah selanjutnya berjuanglah, aku yakin kau pasti akan sangat tangguh seperti ayahmu" kata Qing Yu .


Belum sempat Chu Tian Menjawab pandangannya mulai kabur dan kesadarannya mulai kembali ketubuh aslinya, namun dia sedikit kesal karena Qing yu malah menambah begitu banyak pertanyaan .


.


.


.


.


hai hai

__ADS_1


__ADS_2