
" Haih kau sendiri yang mengatakan bahwa aku adalah pendekar Phoenix" ucap Chu Tian dengan santai.
"Kau benar juga ,pemilik pedang elemen sang pendekar Phoenix siapa sebenarnya kau ini " ucap Peng Li dengan frustasi .
"Aku tentu saja putra Raja Chu Kai dan permaisuri wen Lia siapa lagi" kata Chu tian dengan tenang namun dia benar benar sudah bosan mendengar begitu banyak pertanyaan dari Prng Li.
"Sepuluh tahun yang lalu aku mendengar putra raja Chu Adalah seorang sampah Apa itu kau..?" tanya Peng Li lagi.
"Kau ini selalalu saja bertanya apa kau tidak bosan , jika tidak ada yang penting lebih baik tidak usah banyak bertanya..?" ucap Chh Tian dengan kesal dia sungguh sangat kesal saat Peng Li terus bertanya tentang identitasnya, jangankan Peng Li ,Chu Tian senfiri pun binggung dengan identitasnya.
"Hei kenapa kau marah begitu aku kan hanya penasaran saja" ucap Peng Li dengan memiringkan kepalanya dia merasa baru bertanya beberapa kata saja.
Jika Chu Tian tau apa yang difikirkan Peng Li sudah dipastikan Chu Tian akan menghancurkan Roh Itu hingga tidak bisa kembali lagi.
"Terserah kau saja aku akan pergi dari sini jika tidak ada yang penting lagi" ucap Chu Tian sambil bersiap mencari jalan keluar.
"Tunggu aku punya sesuatu untukmu, aku tau aku sebenarnya tidak seharusnya ada disini lagi, aku akan pergi setelah memberikan semua harta yang aku punya untukmu" ucap Peng Li yang membuat Chu tian menaikkan sebelah alisnya.
"Untuk apa aku tidak butuh semua itu lagi pula jika kau ingin pergi tinggal pergi saja kam kenapa kamu begitu repot menahanku" ucap Chu Tian acuh dia tidak berharap apapun disini dia hanya berharap bisa menemukan markas para pengendali hewan iblis.
"Aku tau apa yang kau cari disini, orang orang itu memang ada dijurang ini namun itu terletak disisi lain tempat ini, aku akan menunjukannya padamu nanti ,tapi kau harus menerima tiga syarat dariku." ucap peng Li dengan menunjukkan tiga jarinya.
"Apa syaratnya" jawab Chu Tian dengan singkat dia benar benar tidsk habis pikir ada pria yang begitu cerewet.
Peng Li tersenyum mendengar jawaban Chu Tian.
" Aku rasa syarat ini tidak akan membebanimu sama sekali, syarat yang pertama kau harus menerima semua yang ku berikan ,syarat kedua kau harus bisa menyerap inti pohon kehidupan dan syarat yang terakhir kau harus jujur padaku siapa kau yang sebenarnya." ucap Peng Li memberikan Syarat pada Chu Tian.
Chu Tian tersenyum kecut mendengar syarat yang terakhir dia tidak menyangka Peng Li Akan begitu berambisi untuk mengetahui identitasnya. Memang benar syarat yang diberikan oleh Peng Li tidak ada yang membebani Chu Tian bahkan itu adalah sebuah keberuntungan untuk Chu Tian namun Syarat yang terakhir membuat Chu Tian mengaruk tengkuknya.
"Syarat yang ketiga aku tidak bisa memenuhinya karena jujur aku juga tidak tau siapa ayah dan ibuku yang asli " ucap Chu Tian dengan wajah agak sendu .
"Apa kau tidak berbohong padaku" ucap Peng Li menatap Chu Tian dengan intens mencari kebohongan Chu Tian.
"Apa aku terlihat berbohong" ucap Chu Tian dengan dingin.
__ADS_1
" jika kau tidak percaya yasudah itu bukan urusanku sekarang antarkan aku ketempat orang orang itu, untuk syarat pertama dan kedua kau ambil saja aku cukup dengan informasi tentang orang orang itu" ucap Chu Tian.
Chu Tian bukan tidak ingin mendapatkan harta milik Peng Li dan juga dia bukannya menolak tentang pohon kehidupan, karena orang yang menyerap pohon kehidupan akan hidup abadi dan akan memiliki kemampuan regenerasi tubuh yang cepat selama orang itu masih memiliki cukup energi, Chu Tian tau Peng Li tidak akan semudah itu memberikanya.
" Baiklah baiklah kau memang tidak seperti kultivator lain, aku bantu kau menemukan orang orang itu namun kau harus membantuku melepaskan segel yang mengekangku ini" ucap Peng Li dengan serius.
"hmm" jawab Chu Tian dengan menganguk
Chu Tian dan Peng Li pergi kesisi lain tempat itu yang ternyata ada sebuah pintu berwarna hitam kemerahan.
"Sudah kuduga disini tempatnya. aku merasakan aura kematian " batin Chu Tian dia diam diam mengeluarkan pedang elemennya dan menyimpannya dibelakang bajunya dia juga mengeluarkan seruling putihnya.
"Disinilah tempatnya, kau tentu sudah merasakannya kan" Tanya Peng Li dan diangguki oleh Chu Tian.
Peng Li lalu merapalkan sebuah mantra dan segel tangan yang rumit, lalu setelah beberapa saat pintu hitam itu terbuka debu debu berhamburan saat pintu itu terbuka.
Setelah pintu terbuka Chu Tian merasakan aura mencekam disekitarnya dia juga melihat banyak tengkorak manusia membuat Chu Tian merasa ngeri, betapa kejamnya orang yang membunuh mereka semua.
"Maafkan aku, aku tidak bisa mengantarkanmu lebih jauh lagi " ucap Peng Li .
" kau terus lah berjalan lurus maka kau akan menemukan mereka, dan tolong lepaskan segelku ini " kata Peng Li membuat Chu Tian teringat.
"Ah iya aku hampir lupa tentang itu" ucap Chu Tian dengan canggung dia merasa sering lupa akhir akhir ini.
"Tidak masalah" ucap Peng Li dengan tersenyum.
Chu Tian tidak lagi menjawab dia hanya fokus untuk membuka segel yang terdapat pada jiwa Peng Li. Tujuan Peng Li menangkap para kultivator yang turun sebenarnya adalah untuk memasukkan jiwanya pada kultivator itu dan berusaha untuk melepas segelnya namun semuanya sia sia para kultivator itu mati karena terlalu banyak energi membuat tubuh mereka tidak kuat.
Setelash segel milik Peng Li terlepas, Peng Li tersenyum Lebar dia sudah bosan melihat begitu banyak pertarungan antara manusia bahkan manusia sekarang sangat serakah membunuh saudara sendiri demi harta dan tahta sudah sering dia lihat membuatnya berfikir hidup selama ribuan tahun tidak membuatnya bahagia sama sekali.
" Terima kasih Chu Tian berkatmu aku bisa kembali ketempat seharusnya aku berada" ucap Peng Li dengan senyum.
" Bukankah kau sendiri yang melakukan ritual terlarang dan membuat para dewa marah dan menyegelmu namun kamu tetap bersikeras tinggal didunia manusia ,sekarang kau begitu bersemangat ingin kembali" tanya Chu Tian dengan heran.
" Huft ya dulu aku ingin kembali kedunia manusia dan menentang takdir alam dan membuat para dewa murka, karna pada waktu itu saat aku masih hidup aku datang ke dunia manusia dan mengembara mengelilingi dunia yang selama ini tidak pernah diinjak oleh para dewa.
__ADS_1
Hingga akhirnya aku tiba disebuah desa yang sangat kecil, meski kecil desa itu terlihat sangat makmur , kepala desa disana adalah orang yang sangat dermawan dan juga sangat adil dia memiliki seorang putri yang sangat Cantik, saat aku melihat gadis itu aku langsung menyukainya, dia adalah gadis yang baik dan manis semua orang suka padanya
Semakin lama kami semakin dekat bahkan kami sudah berencana menikah pada bulan itu juga, aku bahkan sampai melupakan bahwa aku adalah orang dari alam dewa yang dilarang menikahi manusia biasa.
Hari Dimana kami akan menikah hari itu pula jendral dewa turun bersama pasukannya untuk membawaku kembali kedunia dewa karena semenjak kepergianku suku phoenix menjadi sangat kacau karena mereka kehilangan pendekar mereka, meski aku bukan pendekar sejati namun mereka telah menganggapku bagian dari mereka.
Saat Itu aku menolak kembali kedunia dewa dan oleh karena itu jendral dewa sangat marah dan menyerangku serta menyerang seluruh penghuni desa, saat itu aku meminta wanitaku untuk pergi dan bersembunyi dia berhasil pergi dari sana dan bersembunyi dirumah pamannya."
Peng Li Berhenti sejenak untuk mengambil nafas.
"Namun berbeda dengan nasipku aku melawan semua pasukan jendral dewa seorang diri meski saat itu aku kuat namun melawan begitu banyak membuatku sangat kewalahan hingga akhirnya semua warga yang ada disana mati tanpa bisa melakukan perlawanan yang berarti karena memang mereka adalah manusia biasa, dan aku melawan dengan sekuat tenaga namun akhirnya aku mati ditangan jendral dewa yang saat itu menggunakan pusaka dewanya.
hingga akhirnya aku melakukan ritual khusus agar aku bisa kembali hidup namun sayangnya aku hanya bisa membangkitkan rohku saja karena jasadku sudah terlebih dahulu disegel ,aku sangat berharap bisa menemukan gadisku namun sayangnya gadisku ternyata telah dibunuh oleh sepupunya karena sepupunya mengira bahwa gadisku datang hanya untuk merebut tahta dan harta yang memang sebenarnya adaalh milik kepala desa.
Mendengar gadisku mati aku sangat murka dan aku menghancurkan seluruh keluarga itu, meski hanya roh kekuatanku masih cukup untuk melawan para manusia, setelah berhasil menghabisi seluruh keluarga itu dewa formasi datang langsung dihadapanku ,dia tentu diutus oleh kaisar dewa untuk menyegelku karena telah membuat keributan lagi di dunia manusia.
Dewa Formasi dahulunya adalah sahabatku ,oleh karena itu dewa formasi tidak membunuhku dalam formasinya namun dia menyegel rohku agar tidak bisa kemanapun dan dia juga menaruhku dijurang gelap ini, hingga akhirnya aku mempunyai ide untuk menggunakan tubuh para kultivator untuk rohku ,namun sayangnya tubuh mereka semua tidak ada yang kuat menahan energiku padahal aku sudah menekannya hingga ke titik paling kecil.
Dan karena itulah aku terus menebar aura yang membuat semua orang penasaran dan aku berharap ada seorang yang cukup kuat untuk melepas segel yang ada pada rohku karena aku sudah putus asa menggunakan tubuh manusia sebagai percobaan hingga akhirnya kau datang kemari " ucap Peng Li dia lalu mengambil nafas panjang.
Chu Tian yang mendengar itu sedikit terkejut Peng Li yang sangat kuat belum menjadi pendekar phoenix sejati lalu dia ini apa??. dan satu hal lagi yang membuatnya terheran segel yang ada pada Peng Li hanyalah sebuah segel tingkat rendah menurutnya dan itu tidak terlalu sulit baginya tapi bagaimana mungkin seorang dewa formasi menciptakan segel rendahan sungguh tidak masuk akal pikir Chu Tian dengan binggung.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Thanks All....