
Disisi Chu tian setelah terjatuh ketanah Sing Wei langsung menghampiri Chu Tian .
"Saat nya kau mati" ucap Sing wei sambil mengankat pedang besarnya
"Penghancur dunia ,kegelapan abadi" teriak Sing Wei lalu mengayunkan pedangnya.
"Pelindung surga, Formasi pelindung" teriak Seseorang yang tiba tiba muncul didepan Chu Tian .
"Dasar kakek tuaa, menyingkir dari sana dan biarkan aku membunuhnya" Ucap Sing wei dengan marah kepada Orang yang menahan serangannya.
"Sebelum kau membunuhnya lewati aku dulu" ucap Orang Itu.
Chu Tian memperhatikan orang itu dengan seksama sambil mencoba bangkit.
"Kau, guru Cang He tapi bagaimana bisa" ucap Chu Tian dengan terkejut.
"Kau akan tau nanti saat ini kita tidak punya banyak waktu, aku berjanji akan menjelaskan semuanya padamu nanti" ucap orang itu yang Ternyata adalah Cang He.
"Baiklah" ucap Chu Tian sambil mencari pedang elemennya.
"Pangeran pedangmu ada ditangan Ling Yue" ucap Shi Long melalui telepati.
"Bagaimana bisa dia, ah sudah lupakan biarkan dia membawanya dan tetaplah waspada" ucap Chu Tian sambil memperingati Shi Long dia hanya khawatir jika pedang itu memberontak dan melukai Ling Yue.
"Aku mengerti pangeran" ucap Shi Long.
"Baiklah aku sudah siap" ucqp Chu Tian sambil memegang pedang birunya.
"dimana pedang elemenmu" tanya Cang he.
"Tanyakan itu nanti , kita harus segera menghabisinya" ucap Chu Tian meski tubuhnya masih terasa sakit namun dia tidak punya pilihan lain efek dari belati bintang juga membuat kekuatannya semakin melemah.
"Baiklah lakukan sekarang" ucap Cang he lalu membuka perisainya.
Chu Tian melesat keluar dengan kecepatan tinggi dengan posisi pedang menghunus kedepan tepat mengarah kejantung Sing Wei.
Tranggg....
Sing Wei berhasil menahan serangan dari Chu Tian dengan pedang besarnya.
Chu Tian memutar tubuhnya lalu menendang kebagian perut Sing wei namun beehasil ditangkis dengan tangannya.
Chu Tian kembali bertindak dengan Mengayunkan Tangannya tepat kekepala Sing Wei.
Bammmm....
__ADS_1
Sing wei termundur beberapa meter.
"Berani sekali kau..." teriak Sing wei sambil mengusap darah yang mengalir dibibirnya.
"Aku sudah bilang kepadamu aku akan menjadi penghalang pertama dan terakhir untukmu" ucap Chu Tian dengan nafas terengah engah.
Sing Wei dengan marah berjalan kearah Chu Tian, Chu Tian pun menebaskan pedangnya jearah Sing wei.
Slashh....
Pedang Chu Tian ditangkap oleh Sing Wei dengan mudah.
Sing wei mengengam pedang Chu tian hingga darah keluar dari tangannya dan pedang Chu Tian hancur.
"Kau tidak akan bisa melawanku" ucap Sing wei dengan sombong.
Chu tian yang semula berwajah khawatir kini malah terlihat senang.
"Oh ya, siapa yang akan kalah sekarang" ucap Chu Tian dengan tersenyum.
"Apa maksudmu....ak" Sing wei tidak melanjutkan kata katanya dia tiba tiba merasa tubuhnya sangat lelah.
"Ter je bak"Ucap Chu Tian sebelum dia keluar dari perisai dia diberi sebuah ramuan oleh Qing yu .
Ramuan itu adalah ramuan mimpi yang memiliki efek lelah dan membuat seseorang tertidur dan terjebak dalam mimpi. Ramuan itu bisa membuat dewa tertidur selama seratus tahun tapi untuk manusia efeknya tidak terlalu lama hanya sekitar lima sampai enam tahun saja karena darah manusia termasuk kedalam salah satu kelemahan Para dewa.
"Tidak ada" ucap Singkat Chu Tian.
"Aku harus pergi dari sini segera" batin Sing wei lalu asap hitam sedikit demi sedikit mulai menyelimuti Dirinya.
Chu Tian yang melihat hal itu bergegas berlari kearah Sing Wei dan meraih kalung Giok Sabit sesaat sebelum Sing Wei benar benar menghilang.
"Aku mendapatkannya" ucap Chu Tian sambil memandang dua Kalung giok berbentuk bulan sabit ditangannya.
"Akhirnya kalung itu tidak berada ditangan orang yang salah lagi" ucap Cang He sambil tersenyum.
Disisi lain Ling Yue dan Shi Long segera menghampiri Chu Tian.
"Chu Tian apa kau baik baik saja" ucap Ling Yue sambil memeluk erat Chu Tian dan tak sengaja menekan luka dipunggung Chu Tian.
"Arrgghh.. " teriak Chu Tian.
"astaga maafkan aku, aku benar benar tidak sengaja sungguh" ucap Ling Yue dengan wajah khawatir.
Chu Tian tersenyum.
__ADS_1
"Aku tidak apa apa tenanglah" ucap Chu Tian namun terlihat jelas wajahnya semakin memucat dan tubuhnya semakin lemas.
"Tidak baik, efek formasi penjaga segel semakin melemah sekarang" ucap Cang he dengan wajah Khawatir.
"Apa maksud guru" tanya Chu Tian dengan suara lemahnya.
"kau mengurungku dalam segel dan aku menghancurkannya untuk membntumu, dan agar bisa menjagamu aku memasang formasi penjaga segel didalam ruang dimensi" ucap Cang he.
"jika begini tidak ada bedanya kau menyelamatkanku atau tidak" ucap Chu Tian.
"Aku tidak punya pilihan lain, kau adalah satu satunya penerus dan aku harus menjagamu tetap hidup" ucap Cang He.
"Merepotkan" ucap Chu Tian kemudian dia duduk dengan posisi lotus untuk memulihkan kondisi ruang dimensinya dan juga tubuhnya.
Sementara Chu Tian memulihkan diri, shi Long pergi dari sana untuk mencari makanan sedangkan Cang He menggunakan energi spiritualnya untuk membangun tenda dan Ling Yue saat ini sedang mengobati luka luka ditubuh Chu Tian, semua orang tidak ada yang tau dari mana Ling yue mendapatkan perban dan juga banyak obat obatan.
Selesai mengobati Chu Tian Ling Yue merapikan kembali alat alatnya , kemudian Cang he mendekati Ling Yue.
"Apa kau sudah selesai mengobati Jhin ah masudku Chu Tian" Tanya Cang he.
"Sudah tuan, lukanya begitu banyak dan luka dipunggungnya itu..."
"Yah luka itu pasti akan membekas disana permata bintang .emang sangat kuat, permata itu menyumbat seluruh sel regenerasi yang Chu Tian miliki jadi sekeras apapun kulitnya sekokoh apapun Tulangnya tidak akan mampu menahan kekuatan dari permata bintang, kecuali.."
"Kecuali apa" tanya Ling Yue dengan penasaran.
"Kecuali permata bintang itu bisa menjadi bagian dari dirinya" ucap Cang He
"bagian dari dirinya apa maksudnya" tanya Ling yue.
"Kau tidak akan mengerti sebaiknya kita makan lihat Shi Long telah membawa banyak buah buah an " ucap Cang he mengalihkan topik.
"Dew.. eh maksudku Tuan Cang He dan Ling yue aku membawakan kalian buah , silahkan dinikmati" ucap Shi Long dengan canggung setelah mendapat prlototan tajam dari Cang He sesaat setelah dia hampir membocorkan identitasnya .
"Terimakasih Shi Long tapi aku tidak ingin makan, kalian makanlah" ucap Ling Yue dengan tersenyum lembut lalu memandang kearah Chu tian yang masih memejamkan matanya.
"Dia akan baik baik saja kau tenanglah disana sudah ada yang membantunya" ucap Cang He mencoba menenangkan Ling yue
"membantunya..??" tanya Ling yue dengan binggung dia melihatChu Tian sedang sendirian.
"Ah masudkudia bisa mengatasinya sendiri" ucap Cang he dengan canggung sedangkan shi long hanya mengelengkan kepalanya pelan.
.
.
__ADS_1
.
.