Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 119. Dimensi Phoenix merah...?


__ADS_3

"Apa urusan kalian hingga harus memperhatikanku" tanya Chu Tian.


"Ini bukan urusanmu, kami mempunyai misi untuk melenyapkanmu" ucap Orang itu.


"Hoho, kalian memilih lawan yang salah" ucap Chu Tian dengan nada dingin.


"Apa maks....." belum sempat orang itu menyelesaikan kata katanya Kepalanya sudah terputus dari lehernya.


teman temannya begitu terkejut, tidak ada yang tau kapan Chu Tian menyerang namun Saat Ini Chu tian sedang memegang sebuah pedang yang tampak mengkilap tanpa noda.


"Tingkat suci memang luar biasa" batin Chu Tian.


"Kalian selanjutnya" ucap Chu Tian dengan nada dingin membuat kedua orang itu gemetar ketakutan.


"kami tidak akan mengatakan apapun" ucap Orang itu dengan gemetar.


"Keras kepala" ucap Pelan Chu tian.


"Aku Tidak peduli kalian memberi tauku atau tidak yang jelaa kalian mengangguku" ucap Chu tian.


slash slash slash....


Chu tian menebaskan pedangnya dan memotong seluruh bagian tubuh orang orang itu lalu membakarnya.


Entah apa yang terjadi pada Chu Tian sepertinya dia sedang dalam perasaan tidak baik.


"Selalu saja buang buang waktuku" ucap Chu Tian sambil memandang bajunya yang terkena noda darah.


selesai menganti baju Chu tian kembali ketempat Ling yue dan Shi Long.


"Kau mandi atau apa lama sekali" ucap Shi Long.


"Ada sedikit masalah tadi" ucap Singkat Chu Tian.


"Sekarang makanlah, ling Yue selalu mengkhawatirkan tentang makananmu" ucap Shi Long sambilmenyiapkan beberapa buah buahan dan juga daging.


"Dia belum menyelesaikan Kultivasinya" tanya chu Tian.


"Kurasa belum karena dia sejak tadi belum keluar" ucap Shi long.


"Dia belum bisa memperkuat pondasinya, itu akam bahaya untuknya" ucap Chu Tian sambil mengehentikan makannya.


Chu tian masuk kedalam kereta dan duduk didepan Ling Yue , sebelum melakukan sesuatu Ling tue sudah membuka matanya tapi kondisinya menjadi lemas.


"Ling yue kau baik baik saja" tanya Chu tian.


"Chu Tian, aku tidak apa apa" ucap Ling Yue dengan lemah.


Chu tian segera mengalirkan energinya pada Ling Yue.


"Terimakasih" ucap Ling Yue setelah merasakan kondisinya yang mulai membaik.


" Apa kau pikir ini baik" tanya Chu Tian dengan nada marah.


"apa kau marah padaku" tanya Ling Yue.


"Setidaknya pikirkan kondisimu saat kau ingin melakukan sesuatu, jika tadi kau meneruskannya maka kau..."


"Aku tau apa yang aku lakukan, dengar aku hanya ingin menjadi kuat agar akubisa terus disampingmu" teriak Ling Yue dia begitu kesal karena Chu tian terus membentaknya.

__ADS_1


mendengar jawaban Ling Yue, Chu Tian terdiam.


"Kau tidak perlu melakukan itu untuk berada disampingku, aku akan melindungimu" ucap Pelan Chu Tian.


"Lihat aku baik baik, aku ingin berjalan disampingmu bukan dibelakangmu" ucap Ling yue sambil memegang kepala Chu Tian dan mengarahkan pandangannya padanya.


"Jalanku tidak semudah yang kau kira" ucap Chu Tian sambil melepas pegangan Ling Yue.


"Aku tidak perduli, aku sudah sejauh ini, aku meninggalkan kehidupan modern demi dirimu apa kau paham" ucap Ling yue air matanya mulai berjatuhan.


"Kaira kumohon jangan menangis, aku tidak bisa melihatmu menangis sepwrti ini" ucap Chu Tian sambil menghaapus air mata Ling yue.


"Jika begitu ijinkan aku, kumohon" ucqp Ling Yue.


"Kenapa kau begitu keras kepala, huft baiklah tapi berjanjilah padaku jangan memaksakan dirimu" ucap Chu Tian.


"Aku berjanji, terimakasih" ucap Ling Yue sambil memeluk Chu Tian.


jantung Chu Tian berdetak dengan sangat cepat.


"Astaga jantungku" batin Chu Tian


"Ehem Ling yue tapi aku punya syarat untukmu" ucap Chu Tian


"Apa Syaratnya" tanya Ling Yue sambil m3mandang Chu Tian penuh tanya.


"kau harus menjadi istriku" ucap Chu Tian sambil menahan tawa.


"A Apa.." Ling Yue terkejut wajahnya memerah.


"Hahaha, tidak aku hanya bercanda, aku ingin kau mempelajari kultivasi dan seluru henergi spiritual diruang dimensi milikku" ucap Chu Tian.


"Apa Maksudmu kau juga memiliki ruang dimensi" tanya Chu Tian dengan serius.


"Emm aku tidak tau itu tempat apa tapi ada satu orang yang ada disana dan mengatakan bahwa itu ruang dimensi" jelas Ling yue.


"bisakah kau membawaku kesana" ucap Chu tian.


"Aku tidak tau sebelumnya aku belum mengajak siapapun" ucap Ling yue.


"Jika benar itu ruang dimensimu maka kau hanya perlu memberiku ijin untuk masuk" ucap Chu Tian.


"Akan aku coba" ucap Ling Yue.


Ling Yue mulai memejamkan mata dan memegang Tangan Chu Tian. Tak Lama mereka berdua berada disebuah kastil indah dan megah.


"Ini dimensi Phoenix juga." batin Chu Tian.


"Selamat datang nona, dan tungu tunggu kau penguni dimensi poenix biru kalau tidak salah namamu jhin Tian anak dari penguasa tiga Dunia juga satu satunya pewaris tahta" ucap Seorang wanita dengan rambut berwarna keperakan.


"Bagaimana kau bisa tau" tanya Chu Tian.


"Emm tentu saja kakak Lao Hei yang mengatakannya padaku" ucap wanita itu.


"Kurasa Lao hei tidak tau sebanyak itu" ucap Chu Tian.


"Eee sudahlah, perkenalkan namaku Lao bi penjaga dimensi phoenix merah" ucap Lao Bi.


"Apa itu berarti Ling Yue bisa memiliki beast phoenix juga" tanya Chu Tian.

__ADS_1


"Tidak nona Ling Yue tidak akan mendapatkannya, karena phoenix merah sudah bergabung dengan phoenix biru, kau tentu tau soal itu kan" ucap Lao Bi.


"Aku mengerti, jadi seperti itu" ucap Chu Tian.


"Ya jadi nona ling Yue hanya menjadi pemilik dimensi dan dia juga berhak atas dimensi mu" ucap Lao Bi.


"Hei kalian berdua membicarakanku didepanku " kesal Ling Yue.


"Emm yaya maafkan aku, sekarang tunjukan padaku apa yang ada didimensimu ini" ucap Chu Tian.


"Akan aku tunjukan sesuatu yang membuatmu iri" ucap Ling Yue dengan tersenyum lalu memegang tangan Chu Tian dan menariknya.


Chu tian dan Ling Yue pergi dari sana meninggalkan Lao Bi .


"sekarang kenapa aku yang ditinggalkan" ucap lao Bi dengan heran.


sementara Ling Yur menunjukkan banyak hal kepada Chu Tian.


"Jadi kau tau tempat ini sudah lama" tanya Chu Tian.


"Maafkan aku karena tidak mengatakan hal ini dahulu" ucap Ling Yue.


"aku tidak mempermasalahkannya lagi pula kau punya hak untuk itu, yang aku heran bagaimana kau punya semua barang modern ini, sungguh membuatku iri" ucap Chu Tian


"Tentu saja, aku tau kau akan iri dengan apa yang kau miliki" ucap Ling ayue dengan tersenyum bangga


"kau memang benar" ucap Chu Tian sambil tersenyum tipis.


mereka terus menelusuri ruangan itu, terlihat banyak koin emas juga disana, ada sebuah gua kecil didekat aliran air yang sangat jernih, Chu Tian memeriksa tempat itu.


"Tempat ini airan energinya sangat padat, kau bisa berkultivasi disini" ucap Chu Tian.


"Benarkah, aku akan berlatih disini" ucap Ling Yue


"Ya tentu kau tidak perlu berlatih ditempatku, tempat ini cukup bagus dan kau pasti akan lebih nyaman disini" ucap Chu Tian


"Tentu saja" ucap Ling Yue


"Ngomong ngomong dimana Lao Bi" tanya Chu Tian.


"Apa kau tertarik padanya" ucap Ling Yue sambil memandang sinis Chu Tian.


"Ee Tidakk, aku hanya ingin bertanya sesuatu" ucap Chu Tian dengan gugup di masih ingat saat saat dia dimarahi habis habisan oleh Ling Yue.


"Apa yang ingin kau tanyakan" tanya Ling Yue.


"aku hanya bertanya apa aku boleh keluar masuk dimensi ini" ucap Chu Tian.


"Selama Nona Ling Yue mengijinkan kau bisa memasukinya begitupun di ruang dimensimu" ucap Lao Bi Yang baru saja muncul.


"Baiklah jika begitu, Ling Yue berlatihlah dengan sungguh sungguh dann ini untuk kau pelajari" ucap Chu Tian sambil mengeluarkan banyak buku.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2