
sementara ditubuh Chu Tian yang asli darah mengucur keluar disetiap luka yang dialami oleh alam bawah sadarnya, darah segar keluar dari mulutnya.
Chu Tian membuka matanya dan tersenyum.
"Aku berhasil, Tubuhku terasa sangat ringan sekarang, tahap penguasa bumi memang luar biasa" ucap Chu Tian pelan Tubuhnya sangat lemah saat ini.
Chu Tian bangkit dan berjalan dengan tertatih tatih menuju Jinfu, Jinfu langsung merubah wujudnya menjadi seorang pria untuk membantu Chu Tian.
"Kau tidak apa apa, lukamu cukup serius aku akan mengobatinya terlebih dahulu, tidak mungkin kau pulang dengan keadaan seperti ini" ucap Jinfu lalu menyiapkan Obat yang dia ambil dari dimensi Chu Tian.
"aku tidak bisa memulihkan diti karena serangan roh itu" ucqp Chu Tian.
" Tentu saja dia adalah kekuatan dari kristal sembilan warna yang bahkan para dewa terkuat sekalipun tidak sanggup menahan kekuatannya yang luar biasa" ucqp Jinfu sambil mengoleskan obat pada Luka luka Chu Tian.
Setelah diobati Jinfu Chu Tian tertidur karena rasa lelahnya dan untuk memulihkan tenaganya yang terkuras habis.
Hari itu langit kembali cerah Suasana didunia dewa kembali ceria, bahkan Jhin Suo langsung mengatur sebuah perayaan karena tak lama lagi putranya akan datang.
Sementara Chu Tian yang telah selesai beristirahat, langsung melesat kembali ke kerajaan Chu Bersama Jinfu, sebelum sampai Chu Tian singgah dipasar kerajaan Chu untuk membeli kue kesukaan Ling Yue.
namun saat dslam perjalanan Seorang pedangang berteriak pencuri dan tanpa sengaja pencuri itu berlari kearah Chu Tian.
Chu Tian sedikit mengibaskan tangannya, namun siapa sangka orang itu langsung terbang kembali kepenjual yang dagangannya dicuri oleh orang itu.
Chu Tian sedikit terkejut namun dia langsung menghampiri penjual dan pencuri itu.
"Pa pangeran Tian, Terimakasih telah membantu saya pangeran" ucap Penjual itu dengan membungkuk hormat.
"Apa penampilanku mencolok, tidak maslah Tuan. oh ya bawa pencuri ini ke istana biarkan Raja Lizheng yang menentukan hukumannya agar dia jera" ucap Chu Tian.
"Baik Pangeran" ucap Penjual itu.
"Tolong pangeran ampuni saya, saya berjanji tidak akan melakukan hal ini lagi, anak dan istriku sedang kelaparan dirumah aku tidak punya pilihan lain selain mencuri" ucap Pencuri itu.
"Paman kau punya dua kaki dua tangan bahkan seluruh anggota tubuhmu masih sangat lengkap, mengapa memilih mencuri kau bisa bekerja , bahkan Raja Lizheng sudah memberitau kan pada kalian semua jika kalian tidak memiliki pekerjaan maka Raja akan mencarikannya untuk kalian semua sesuai kemampuan" ucap Chu Tian dengan marah
Dia merasa sebagian rakyat kerajaan Chu Tidak mengangap serius perkataan kakaknya.
"Maaf Pangeran hamba tidak akan mengulanginya lagi, " ucap Pencuri itu.
"Pergi menghadap Raja Lizheng, untuk istri dan anakmu aku yang akan urus" ucap Chu Tian lalu pergi meninggalkan mereka.
Chu Tian pergi ketoko kue, dia juga membeli beberapa roti untuk diberikan pada istri pencuri itu dan mengatakan apa yang terjadi.
Setelah selesai dengan urusannya Chu Tian kembali ke istana , Chu Tian tidak mengijinkan siapapun mengumumkan kedatangannya dia ingin memberi kejutan pada kakaknya dan istrinya.
Chu Tian yang sampai digerbang istana disambut penuh hormat oleh pengawal penjaga, Chu Tian kemudian bergegas ke aula namun ditengah perjalanan Chu Tian bertemu zaein.
__ADS_1
"Tuann... kau sudah kembali kenapa tida mengatakannya" tanya Zaein.
"Tidak zaein aku ingin memberi kejutan pada kalian semua tapi gagal karena kau" ucap Chu Tian.
"Aku tidak sengaja Tuan, Ah ya bagaimana apakah berhasil" tanya Zaein.
"Tentu saja aku berhasil" ucap Chu Tian dengan tersenyum.
"Boleh aku melihat kekuatan Tuan saat ini, " tanya Zaein penuh semangat.
"maaf Zaein aku tidak bisa ,kau akan melihatnya suatu hari nanti, tapi tidak dengan hari ini" ucap Chu Tian.
"huft Baiklah" ucap Zaein.
pada akhirnya Chu Tian berjalan bersama Zaein menuju Aula, Chu Tian memasuki aula begitu saja tanpa permisi, para pejabat dan mentri yang mengetahui ada yang datang tanpa permisi akan marah namun saat mereka mengetahui yang datang adalah Chu Tian, mereka mengurungkan niatnya dan langsung membungkuk hormat.
Chu lizheng yang sebelumnya duduk di singgasana nya langsung turun dan menemui Chu Tian, Chu tian memberi Hormat pada kakaknya dan Chu Lizheng membalas dengan pelukan.
"Apa kabar kakak" ucap Chu Tian.
"Dasar anak nakal selalu saja membuatku khawatir," ucap Chu Lizheng dengan tersenyum.
para pejabat dan mentri juga tersenyum mereka merasa bahagia mendapat Raja Dan Pangeran yang hebat dan saling menyayangi.
"Yang mulia kami undur diri, masalah tadi kita akan bicarakan kembali besok" ucap Sang penasehat istana.
"Baiklah" jawab Chu Lizheng.
Sementara dikediaman Chu tian ling yue dan yan Sha seperti biasa selalu berbicang bersama di ruang tamu sambil meminum teh.
"Ling yue kau didalam, ini aku" ucap Chu lizheng.
"Kakak lizheng... tunggu sebentar." ling yue bergegas membuka pintu lalu memberikan hormat pada Chu lizheng.
"Tumben sekali kakak kemari dijam segini, biasanya kakak akan sibuk rapat bukan" tanya Ling Yue.
"tentu saja, tapi kali ini aku punya kejutan untukmu" ucap Chu Lizheng.
" kejutan apa" tanya ling yue dengan penasaran
Chu lizheng mengeser tubuhnya dan dibelakangnya seorang pria tampan sedang tersenyum lembut.
Air mata ling yue mengalir tanda kebahagiaannya
"Kau akan terus terdian dan menangis disitu atau akan menghampiri aku" tanya Chu Tian dengan senyuman yang masih melekat.
Ling yue ikut tersenyum lalu menghampiri Chu Tian dan memeluknya,.
__ADS_1
"Kau baik baik saja apakah ada yang terluka" tanya ling yue.
" aku baik baik saja" ucap Chu lizheng sambil memegang pipi ling yue dan menghapus air mata ling yue.
"Anak ayah kau tidak membuat ibumu repot kan" ucap Chu Tian sambil berlutut didepan Ling Yue dan sejajar dengab perut Ling Yue.
"Kalau begitu aku permisi, masih banyak pekerjaan yang harus kukerjakan" ucap Chu Lizheng dengan tersenyum.
"Terimkasih kakak lizheng" ucap Ling Yue.
Chu tian dan Ling yue masuk kedalam dan menemui yan Sha disana.
"Chu Tian kau berhasil" tanya yan Sha dengan senang
"Tentu saja aku berhasil" ucap Chu Tian dengan senyum
Yan Sha terlihat begitu senang lima tahun lebih dia meninggalkan suku duyung, dan akhirnya hari yang ia tunggu hampir tiba.
"Sungguh, setelah sang dewa matahari dan dewa bulan bersatu kita akan kedaratan Suci kan" tanya Yan Sha.
"Tentu saja, tapi aku harus mengalahkan Qi Sau sebelum pergi ke daratan suci" ucap Chu Tian yang langsung membuat wajah Yan sha menjadi masam.
"Tapi Qi Sau adalah dewi yang kuat" ucap Yan Sha.
"aku tau tapi aku pasti akan berusaha" ucap Chu Tian dengan tersenyum
.
.
.
.
.
.
Kultivasi setelah Tingkat Suci.
-Penguasa bumi
-Penguasa langit
-Raja dewa
-Raja semesta
__ADS_1
- Nirwana
sementara seperti itu, agak binggung juga sebenarnya