Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 123. Tidak perlu.


__ADS_3

"Hmm memang ada yang salah dengan senyumku" tanya Qing Yu.


" tidak" jawab singat Chu Tian.


"Kurasa perkataanku tentang kau mirip ayahmu itu salah" ucap Qing yu.


"Ngomong ngomong soal ayah, dia ituu.."


"Ah ya aku lupa dia memang masih ada hanya saja kau tau sendiri kan, harapan kami hanya dirimu saja sekarang" ucap Qing yu.


"lalu bagaimana dengan ibuku, katakan yang sejujurnyaa.." desak Chu Tian.


"Aih tenanglah pangeran, sejujurnya aku sunguh tidak tau dimana ibumu, mungkin saja ayahmu tau tentang hal itu" jawab Qing Yu


"Aku tidak yakin tentang hal itu" ucap Chu Tian sambil menatap serius Qing yu


"Kau tidak percaya padaku itu terserah kau saja, dan ya aku punya satu hal yang ingin aku tunjukkan padamu" ucap Qing Yu lalu menjentikkan Jarinya dan seketika mereka berada diistana suku es.


"Kenapa kita kesini" tanya Chu Tian.


Qing Yu mengibaskan tangannya dan sebuah aula besar terlihat didepan mata Chu Tian.


"Ayo masuk.." ucap Qing Yu.


Chu Tian hanya mengikuti Qing Yu, Ditengah aula itu ada sebuah kaca tapi terlihat seperti es dan itu membuat apa yang ada didalam kaca itu menjadi buram.


"Ini adalah rahasia suku es, dan hanya pewarisnya yang tau tentang ini, dan karena kau adalah pangeran dari suku inj maka kau juga berhak tau" ucap Qing Yu.


"Lalu bukankah Dewa Mimpi merupakan bagian dari suku mimpi" ucap Chu Tian.

__ADS_1


"Aku beritau sesuatu sebagi kepala pemimpin di suku mimpi dan aku mendapat sebuah anugrah khusus dari raja es dan aku menjadi orang kepercayaannya dan semenjak saat itu seluruh rahasia suku es aku mengetahuinya tentu dengan persetujuan Raja Es Sendiri" ucap Qing Yu.


"Lalu yang didalam kaca ini.."


"Ah ya kaca ini memiliki segel formasi dan didalamnya ada ini..." ucap Qing Yu sambil membuka kaca itu.


"Bukankah ini..."


"Iya ini adalah kristal sembilan warna , ini adalah waktu dimana ratusan tahun lalu saat para leluhur membuat kristal ini dan mereka menyimpannya disini sebelum akhirnya disebar keseluruh tempat" ucap Qing Yu.


"Tapi ini ada seputuh kristal, termasuk kristal dua warna itu kan" tanya Chu Tian.


"Yah kristal itu ada pada raja es atau berada ditangan kakekmu, kristal itu adalah kristal penyempurna, sembilan kristal itu memang memiliki kekuatan yang luar biasa namun dengan kristal kesepuluh ini kristal itu akan semakin sempurna" jelas Qing Yu dengan tersenyum kini ia sangat yakin bahwa Chu Tian memang benar benar pangeran suku es yang ditunggu tunggu.


"Jadi Aku harus menemui kakek sebelum mengetahui apa yang terjadi" tanya Chu Tian.


"Tidak perlu Kau hanya perlu kembali kedaratan suci dan kau akan tau yang akan terjadi setelahnya" ucap Qing Yu.


"Pangeran aku ada sesuatu lagi yang harus kutunjukkan" ucap Qing Yu.


Chu Tian melihat kearah Qing Yu dan mengangguk pelan.


Qing Yu berjalan didepan dan diikuti oleh Chu Tian melewati lorong istana yang sangat besar dan megah, disekitarnya terdapat banyak bunga sakura yang mulai berguguran salju tipis juga mulai turun menambah keindahan istana Es itu..


"Tempat ini sunguh luar biasa" ucap Chu Tian sambil terus berjalan mengikuti Qing Yu.


"Kau benar tempat ini sejak dahulu tidak banyak berubah, jika kau datang kesini nanti mungkin kau tidak akan terlalu terkejut" jelas Qing Yu dengan tersenyum hangat.


"Selama ini kau hanya menunjukkan masalalu dari kerajaan ini, mungkin aku akan sedikit terkejut" ucap Chu Tian sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"Kau ini pangeran, ah ya apa kau tau ayahmu sempat melupakan dirinya dan bahkan hilang kendali dan melukai orang orang disekitarnya." ucap Qing Yu.


"Sungguh" tanya Chu Tian.


"Iya dia dahulu juga terpisah dari keluarganya, para pangeran dan putri serta sang raja terus mencarinya dan saat itu Putri peri datang memberitau Raja Es dimana keberadaan Pangeran Jhin Suo, karena saat penculikan itu Putri peri melihatnya dan mengikutinya dengan mengubah dirinya menjadi kupu kupu, setelah yakin akan keberadaan ayahmu, putri peri langsung kembali kekota bunga es untuk menemui Raja Es.


namun karena kondisi kerajaan yang kacau, putri peri tidak bisa menemui Raja Es hingga Suatu hari dia tidak tahan dan menerobos penjagaan dan Memberitau Raja Es tentang segala hal yang dia lihat beberapa hari yang lalu. semua orang segera pergi ketempat yang Putri peri katakan dan mereka berhasil menyelamatkan Pangeran, namun sayangnya ayahmu tidak mengingat apappun lagi, jika dia mengingat sesuatu maka tubuhnya selalu memberontak dan lepas kendali, dengan kekuatannya yang cukup besar dia mampu menyakiti banyak orang.


Dewa obat Huang Kei berusaha dengan segenap kekuatannya, namun hasilnya nihil hingga akhirnya ayahmu bisa disembuhkan dengan permata Duyung, namun untuk itu ratu duyung memberikan sebuah penawaran yang membuat semua orang menjadi kembali resah. dia menginginkan inti Es yang artinya menyerahkan kerajaan Es, karena tanpa inti Es kerajaan Es akan mencair dan akan berubah menjadi lautan yang terhubung dengan laut duyung.


Untuk memecahkan masalah itu seorang peramaal datang entah darimana dan menemui Raja Es, dan Dia mengatakan Inti es masih bisa dibuat dengan kekuatan Pangeran Jhin Suo namun untuk itu Pangeran Jhin Suo Harus bisa mengendalikan dirinya, dan saat itu juga seorang wanita cantik hadir disana dan saat wanita itu berada dihadapan Ayahmu, semua orang terkejut karena Pangeran mereka menjadi jauh lebih tenang, yang selalunya tidak berani tersenyum kini sudah bisa tersenyum hangat.


Sang peramal itu juga tersenyum lalu menghilang entah kemana, Raja Es lalu membuat Ayahmu mengerti dan membuat Inti es, meski tidak mengingat apapun namun ayahmu masih mematuhi Raja Es, dan disampingnya selalu ada wanita itu Raja Es memberi arahan pada ayahmu hingga sebuah inti Es terbentuk dari sang dewa terkuat, hingga akhirnya Ratu Duyung memberikan permata Duyungnya dan Ayahmu mendapatkan ingatannya namun dia tidak mengingat kejadian setelah dia diculik hingga saat dia sembuh, dan saat itu ayahmu tidak mengingat wanita itu." cerita Qing yu..


"Lalu siapa wanita itu kenapa ayah bisa setenang itu dengan nya" tanya Chu Tian.


"Tentu saja Dia adalah Ling Zhu, " jawab Qing Yu.


"Ibu, jadi ibu yang membuat ayah tenang" tanya Chu Tian yang mulai antusias.


"Kau ini jika tentang ibumu bersemangat sekali, aku sudah pernah mengatakan padamu tentang Kebahagiaan, kekuatan, harta dan Cinta, sama sepertimu ayahmu juga mendapatkannya dari ibumu, meski tidak mengingat wajahnya tapi ayahmu selalu yakin jika dia adalah wanita yang selama ini dia tunggu" ucap Qing Yu.


"Ah Ya tentang perkataanmu itu kebahagiaan aku bahagia jika ada kaira, kekuatan aku selalu ingin bertambah kuat setiap saat nya, harta entahlah dia tidak ingin aku menghabiskan uangku tapi dia membeli banyak hal, untuk Cinta aku belum mengetahuinya aku hanya nyaman saat dia berada disisiku" ucap Chu Tian.


"kau akan mengetahui jawabanya nanti" jawab Qing yu.


"Selalu saja begitu" jawab Chu Tian.


.

__ADS_1


.


__ADS_2