
"Fu Cang sejak kapan kau ada disini" ucap Chu Tian saat mengetahui itu adalah Fu Cang
"Ah ternyata saudara Tian, tadinya aku mendengar suara seruling yang sangat indah siapa sangka itu berasal darimu" ucap Fu cang sambil mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kudengar kau sudah masuk kedalam militer istana" ucap Chu tian dengan senyuman.
"Ah kau benar ini semua berkat buku jurus dan juga tombak yang kau berikan, Terimakaaih untuk semua ini" ucap Fu Cang
"Kau tidak perlu berterimakasih, ini memang potensi sebenarnya yang kau miliki, kau layak mendapatkannya, ah ya apa yang kau lakukan malam malam begini"tanya Chu Tian.
"Benarkah seperti itu tapi tetap saja ini adalah bantuan darimu dan karena mu juga nenek bisa membeli rumah dan membuat toko Roti, dan tentang aku disini, aku hanya memeriksa perbatasan itu yang selalu aku lakukan" ucap Fu Cang agak Canggung.
"Membicarakan tentang toko roti, lihat aku punya roti spesial untukmu, apa kau mau mencobanya" ucqp Chu Tian sambil tersenyum.
"apa spesialnya roti itu kulihat hanya seperti roti pada umumnya" ucap Fu cang memperhatikan roti yang ada ditangan Chu Tian.
"Haih rasakan dulu maka kau akan merasakan keistimewaannya" ucap Chu Tian.
"Emm baiklah" Fu Cang kemudian mengigit sepotong roti dan mengunyahnya, chu tian tersenyum melihat itu.
"Ini, ini roti buatan nenek bagaimana kau mendapatkannya aku sangat merindukan masakan nenek, Aku sangat jarang pulang mengunjungi mereka karena pekerjaan istana sangat banyak" ucap Fu Cang dengan berkaca kaca.
"Ck dasar cengeng apa ini komandan pasukan kerajaan han " ucap Chu Tian sambil tersenyum dia tau Fu Cang sangat merindukan nenek dan adiknya.
"aku.akuu..."
"Sudahlah besok katakan pada raja han yang bahwa kau akan libur beberapa hari untuk menemui nenekmu" ucap Chu Tian.
"Mana mungkin aku melakukan itu, lagi pula kerajaan masih sangat waspada takut ada serangab hewan iblis lagi" ucap Fu Cang.
"Kau katakan saja ini perintah dariku maka sudah dipastikan Raja Han Akan memberimu ijin, dan untuk binatang iblis sementara ini kita akan aman, sejauh ini aku tidak melihat tanda tanda kemunculan mereka" ucap Chu Tian.
"Apakah Bisa seperti itu" tanya Fu Cang.
"Tentu saja" ucap Chu Tian.
"Aku akan mencobanya, terimakasih Saudara Tian ,kalau begitu aku akan kembali ketenda ku apa kau mau ikut bersamaku" tanya Fu Cang.
"Tidak aku akan beristirahat disini saja" ucap Chu Tian.
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, salam pangeran Tian" ucap Fu cang memberi Hormat sebelum akhirnya pergi .
Pada Akhirnya Chu Tian melompat keatas dahan yang tidak terlalu tinggi namun lebar dan cukup untuk dirinya tidur, dahan itu juga tidak terlalu jauh dari api unggun jadi Chu Tian masih merasa hangat .
__ADS_1
Malam itu Chu Tian tidak bisa tidur dengan nyenyak ingatan tentang kejadian yang dia alami di alam bawah sadarnya selalu menghantui pikirannya.
Pagi Harinya Chu tian terbangun dengan keringat dingin disekujur tubuhnya dan nafasnya juga terengah engah seakan dia baru saja berlari selama sehari penuh.
"Siapa..? siapa kay itu, kenapa wanita itu menyebut namaku saat Kay itu dibunuh, sebenarnya siapa dia" ucap chu Tian sambil memegang kepalanya.
lama Chu tian menenangkan dirinya, dia terus memikirkan tentang Kay dan Kaira yang terus berada difikirannya.
Setelah merasa kembali tenang Chu Tian membereskan semua barangnya lalu kembali melanjutkan perjalanannya.
Di perjalanan Chu tian masih terus memikirkan Tentang mimpi yang terus menerus terulang.
Karena terus memikirkan tentang mimpinya Chu Tian masuk kedalam hutan tanpa sadar.
"Eh dimana aku, gawat apa aku tersesat" ucap Chu Tian dia lalu membuka petanya.
"Tunggu ini aneh mengapa tempat ini tidak ada dipeta, ada yang aneh aku akan memeriksanya" ucap Chu Tian lalu melangkah menyisuri hutan itu.
Chu tian terus berjalan tak jarang dia menemukan hewan hewan liar yang datang menghadangnya, namun yang membuatnya binggung adalah semua hewan itu adalah hewan biasa tidak ada satupun hewan yang memiliki energi spiritual padalah biasanya dihutan yang begitu lebat terdapat banyak beast spirit bahkan kadang ada hewan iblis juga yang menghuni.
"Aku masih merasa aneh dengan hutan ini, aku hanya berputar putar saja" ucap Chu Tian sambil mengamati pepohonan yang sudah beberapa kali Ia lewati.
"Aaaaaaaaaa, Tolonngggg" teriak seseorang dari kejauhan
Chu tian dengan cepat berlari kaerah sumber suara, saat sampai disana Chu Tian melihat seorang wanita yang sedang ketakutan dan di depannya ada beruang yang sangat besar.
"Groaaarrrr" beruang itu bersiap dengan cakar besarnya untuk menyerang wanita itu.
Trang..
"Carilah tempat yang aman"ucap Chu tian sambil menahan cakar beruang itu dengan pedangnya
"ba baik" ucap wanita itu lalu bersembunyi dibalik batu besar.
"baiklah sekarang giliranku" ucap chu tian sambil menatap beruang itu.
Boommmm...... grooaarrrrr
Chu tian memukul Beruang itu dengan keras hingga beruang itu terpental jauh kemudian meraung kesakitan.
Chu Tian berlari kearah beruang yang semakin marah karena terkena pukulan Chu Tian.
Slahhsss.....slahhhhss...
__ADS_1
Chu Tian mengayunkan pedangnya dan seketika beruang itu tumbang dengan tubuh terbelah.
"Ck yang ini juga tidak memiliki inti hewan, Kenapa hewan ini sangat aneh" ucap Chu Tian masih dalam keadaan binggung.
Chu Tian meninggalkan bangkai beruang itu, dia kemudian menghampiri wanita yang masih ketakutan itu, Chu Tian sedikit terkejut dengan pakaian yang digunakan wanita itu karena seingatnya dia belum pernah melihat baju yang seperti itu kecuali dalam mimpinya.
"Apa kau baik baik saja" tanya chu Tian mengesampingkan rasa penasarannya.
"Emm aku tidak apa apa" ucap Wanita itu kemudian berdiri.
Chu Tian melihat luka yang lumayan dalam di tangan Kanan wanita itu
"Kau bilang tidak apa apa,lalu ini apa ish biarkan aku membantumu mengobati lukamu"Ucap Chu Tian lalu mengeluarkan bahan obat dari dalam cincin pepenyimpananya, dia telah mengunci ruang dimensi setelah mengambil semua barang yang dia perlukan dan dimasukan kedalam cincin penyimpanan.
"santai aja, Ini hanya luka kecil tidak masalah" ucap Wanita itu.
Chu Tian memeriksa luka wanita itu tanpa memperdulikan apa yang dikatakan wanita itu.
"Apa ini terkena cakar beruang tadi" tanya Chu Tian
"Bagaimana kau tau, tadi aku tiba tiba berada disini dan tiba tiba juga ada beruang besar yang..."
"Aku hanya bertanya" ucap Chu tian memotong perkataan wanita itu.
"dasar pria menyebalkan" ucap wanita itu pelan
"Apa kau mengatakan sesuatu" tanya Chu tian sambil mengoles saleb pada luka wanita itu.
"Ah tidak tidak, aku hanya bertanya apakah sudah selesai"Ucap Wanita itu mencari alasan.
"Bukan kah kau masih bisa melihat" ucap Chu Tian yang sedang menutup luka itu dengan kain agar tidak terinfeksi.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
👍🏻