Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 240. Prajurit Pilar Dewa


__ADS_3

Jhin Tian, Chu Lizheng, Liyan, Xian dan Xuan berangkat dengan kereta kuda kerajaan Chu Yang mewah, mereka menuju tempat dimana teman Jhin Tian berada, yaitu diperbatasan Kerajaan Chu.


Di dalam kereta..


"Ayah tadi kau ingin bercelita kan, ayo celitakan" ucap Xian dengan antusias


Jhin Tian kembali mengerutkan keningnya melihat tingkah putranya itu.


"paman memang oaman mau bercerita tentang apa" tanya Liyan.


Jhin Tian dan Chu Lizheng saling pandang lalu jhin Tian membuang nafasnya.


"Huftt... Baiklah aku akan bercerita tentang suatu tempat dimana tidak ada kekuatan tidak ada sihir, tapi ditempat itu banyak sekali kejahatan.."


"Jika tidak ada kekuatan lalu bagaimana calanya mereka mengusil penjahat" tanya Xuan memotong cerita Jhin Tian.


"Haih Xuan bisakah jangan memotong cerita paman" ucap Liyan yang mulai serius mendengarkan cerita.


"Maaf"Ucap Xuan dengan suara lembut.


Jhin Tian tersenyum dan mengusap pucuk rambut putrinya itu dia lalu melanjutkan ceritanya.


sepanjang perjalanan itu Jhin Tian terus menceritakan kisahnya tak hanya didunia modern itu tapi juga kisah petualangannya,tanpa disadari matahari juga mulai terbenam mereka juga sudah hampir sampai tingal melewati hutan kecil sebelum sampai di desa tempat tinggal teman Jhin Tian.


melihat matahari yang mulai terbenam Wajah Jhin Tian mulai berubah dia terus memandang wajah Xian dan Xuan yang saat ini sedang terlelap dalam mimpi.


"Jadi ini alasanmu tidak menggunakan portal teleportasi" tanya Chu Lizheng.


"Aku hanya ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama mereka tapi tentu saja waktu tidak bisa berhenti" ucap Jhin Tian.


"Mereka akan paham dan dengan belajar di sekte bintang surga akan menambah kesibukan mereka dan tentu mengurangi kesedihan mereka saat kau tak ada" ucap Chu Lizheng.


"Kuharap seperti itu, Ling Yue mungkin akan marah jika tau aku meninggalkan anak anaknya" ucap Jhin Tian dengan senyum kecut.


"Kau yang paling mengerti Bagaimana Ling Yue bersikap dia pasti mengerti akan keadaanmu, jika dia ada pasti dia akan mendukungmu, sebagai kakakmu aku bahkan merasa masih kurang mengerti tentang dirimu" ucap Chu Lizheng.


Jhin Tian tersenyum dia tak lama setelah senyuman itu raut wajahnya berubah dia seperti merasakan sesuatu yang membuat Chu Lizheng bertanya tanya.


"Apa yang terjadi..?" Tanya Chu Lizheng dengan wajah Khawatir.


"Ada yang mengikuti kita.. kenapa aku baru menyadarinya.. akh sial" ucap Jhin Tian.


Kereta kuda yang dinaiki Jhin Tian dan Yang lainnya berhenti tepat ditengah hutan.


"kenapa kita berhenti" Tanya Chu Lizheng.

__ADS_1


"Ayah apa kita sudah sampai" tanya Xian sambil mengosok matanya yang masih mengantuk.


"Kakak jaga mereka disini Biar aku tangani mereka, kita tidak punya banyak waktu" ucap Jhin Tian sambil melirik ke arah matahari


"Aku mengerti" ucap Chu Lizheng.


Jhin Tian melompat keluar kereta dan langsung dikepung oleh orang orang berjubah putih dengan pedang panjang di punggung mereka.


"Jangan halangi jalanku, sebaiknya kalian segera pergi" ucap Jhin Tian dengan wajah tenang.


"Seorang dewa hahaha menarik, Tuan memang benar aroma dewa muda sangat menyegarkan" ucap Salah seorang dari orang berjubah putih itu sambil menjilat bibirnya sendiri.


"tch apa mau mu"Ucap Jhin Tian sambil mengkerutkan alisnya.


"Hahaha sabar sabar, petama kenalkan namaku Dan Li kami merupakan Prajurit Pilar Dewa haha setidaknya kau harus tau siapa kami sebelum kau mati kan" ucap Dan Li dengan tawa yang mengelegar.


"Pilar dewa...? yang ku tau kalian seharusnya menjaga para dewa bukan membunuh mereka" ucap Chu Lizheng yang baru keluar dari kereta.


"Kakak...!!"Teriak Jhin Tian


"Apa yang manusia rendahan sepertimu tau, kami diciptakan untuk mengambil esensi dewa dan membuat pilar dewa semakin kuat dengan begitu istana surgawi tidak akan pernah runtuh" ucap Dan Li.


"Cara kalian yang menjijikkan ini... cih katakan kepada tujuh pilar dewa, jika ingin kekuatan jangan dengan cara kotor" ucap Jhin Tian.


"Cih mengambil kekuatan dewa lain adalah cara yang Hina... bagaiman Jika dewa Shen Li Fa tau tentang ini semua" ucap Jhin Tian sambil bersiap dengan pedangnya.


"Asal kau mati dia tidak akan tau apapun" ucap Dan Li, dia lalu melesat diikuti para pengikutnya menuju Jhin Tian.


"Kakak lindungi anak anak" ucap Jhin Tian lalu ikut melesat maju.


Jhin Tian dengan keterampilan pedangnya mampu menangkis puluhan samurai yang hampir mengenainya.


"Cekup gesit" ucap Dan Li dengansenyum semirik.


"Belum seberapa"Jhin Tian juga menunjukkan senyum mengerikan Dia langsung memutar Tubuhnya menyebabkan semua yang mrngepungnya terdorong cukup Jauh.


Jhin Tian memperbaiki posisi berdirinya lalu kembali melesat


Dan Li juga ikut melesat bersama yang lainnya senjata mereka saling berbenturan, Jhin Tiann tampak menikmati pertarungan itu, setiap tebasannya terlihat begitu indah dan mengerikan, dan Satu hal Esensi Dewa Milik Jhin Tian perlahan menyusut setiap kali bersentuhan Dengan Para prajurit Pilar Dewa, Jhin Tian telah menyadarinya namun dia masih terus bertahan, dia tak diberi kesempatan untuk menyerang lebih jatuh .


Dari Sisi lain Xian adan Xuan menyaksikan Jhin Tian bertarung dengan khawatir.


"Ayah bialkan aku membantu" teriak Xuan.


"Ya, bantu aku dengan membawa xuan Dan Liyan pergi menjauh dari sini" teriak Jhin Tian.

__ADS_1


Dan Li menyadari sesuatu,


"Dia sulit untuk dikalahkan dan kelemahannya pasti di anak anak itu" Batin Dan Li dengan semirik kelicikan diwajahnya.


Sementara Xian Bersiap untuk pergi bersama Chu Lizheng dan yang Lainnya, Dan Li Datang.


"Jangan terburu buru kita bermain sebentar dulu" ucap Dan Li


Dari Kejauhan Jhin Tian mengertakkan Giginya melihat Dan Li sudah ada di dekat anak anaknya, dia ingin kesana namun para pengikut Dan Li terus menahannya.


"Sial" Yah satu kata yang terucap dari mulut Jhin Tian.


Kembali ketempat Dan Li dia menatap Xuan dengan Senyum Yang mengerikan, Dan Li Bersiap menyentuh Xuan Dan Sebuah tangan menghentikannya.


Tap...


"Cih Jika kau berani menyentuhnya lewati aku dulu" ucap Chu Lizheng, dia tak punya esensi dewa jadi dia aman saat memegang Dan Li.


"Jangan Halangi Aku.......!!" Dan Li langsung melempar Chu Lizheng dengan keras dan untung saja Chu Lizheng mampu mengendalikan Dirinya sehingga tidak terjatuh namun kakinya cukup Nyeri , yah kekuatan Prajurit pilar dewa memang tidak bisa di remehkan.


Baru Saja Chu Lizheng memposisikan dirinya DanLi sudah Datang Dan Menendang Perut Chu Lizheng sampai Termundur Cukup Jauh kebelakang dan menabrak sebuah pohon Besar.


Boommmmm..... benturan Keras mengejutkan Jhin Tian.


"kakak..."


"Pamannnnn" teriak Xian


"Aku masih baik baik saja... Xian bawa mereka pergi cepat" teriak Chu Lizheng


"Tapi paman aku.."


"Ini perintah Xian" ucap Chu Lizheng dengan tegas.


Sementara Ditempat Jhin Tian dia semakin serius melawan Para prajurit pilar dewa, Satu persatu Dari mereka mulai tumbang.


"Cih Tak bisa kubiarkan" ucap Dan Li


Dan Li melesat Kearah Xian Xuan dan Liyan dia memegang Tangan Xuan dan Akan membawanya pergi Sebelum Xian Melayangkan tendangannya.


bersamaan Dengan Itu Waktu Jhin Tian di benua itu Telah usai sebuah portal hitam Muncul, dan Disaat bersamaan Dan Li melempar Xuan kearah Xian yang sedang berusaha menendang Dan Li dari belakang.


Mata Jhin Tian dan Chu Lizheng terbelalak sementara Liyan menutup matanya karena takut.


Tanpa basa basi pun Jhin Tian melesat Kearah Anak anaknya menjaga mereka agar Tidak Jatuh .

__ADS_1


__ADS_2