
Setelah Itu Huang tei memberikan ramuan yang baru saja ia buat kepada Jhin Tian dan mengoleskan salep ke setiap Luka ditubuh Jhin Tian, perlahan Kondisi Jhin Tian mulai pulih wajahnya sudah tak terlihat pucat lagi.
"kau memang pantas disebut sebagai putra dari dewa Obat Huang Tei" ucap Jhin Tian.
"Yap tentu saja aku memang putra dari Huang kei sang dewa obat" ucap Huang Tei dengan wajah Sombongnya.
Plakk...
"Buang jauh jauh wajah sombongmu itu, aku muak melihatnya" ucap Yu Nan.
"Yu Nan kau membuat wajah tampanku memerah" ucap Huang Tei sambil mengeluarkan sebuah kaca.
"Jika kau hebat sekali maka sembuhkan saja sendiri" ucap Yu Nan sambil memalingkan wajah.
"Cih Dasar wanita serigala, tega sekali dia padaku lihat saja wajahnya yang menyeramkan itu" gerutu pelan Huang Tei.
"Kau mengatakan apa Huang Teiiiii....!!!!!" ucap Yu Nan penuh kemarahan Bahkan Auranya terlihat seperti berapi api membuat huang Tei menelan Lidahnya dengan susah payah.
"Maafkan Aku Yu Nan aku sungguh tidak mengatakan apapun percayalah padakuu" ucap Huang Tei dengan ketakutan.
jangankan Huang Tei Bahkan Jhin Tian dan yang lainnya juga merasa ngeri dengan amukan Yu Nan bagaimanapun wanita akan sangat mengerikan saat mereka mengamuk.
"Dia telah membangunkan singa yang tertidur" ucap Jhin Tian.
"Aku berdoa atas keselamatanmu Huang Tei" ucap Qi Val.
"Kuharap kau tidak mendapatkan pukulan maut dari Putri Yu Nan yang bahkan aku sekalipun belum tentu bisa menanganinya" ucap Gi Kung Dengan bergidik ngeri.
Yu Nan begitu marah bahkan sekarang Huang Tei sampai gemetaran.
"Aku tidak ikut campur" ucap Jhin Le sambil mengangkat tangannya
"Yah mau bagaimana lagi, semoga berhasil huang Tei" ucap Jhin Tian lalu pergi dari sana bersama yang lain nya.
"Kalian Jangan meninggalkan akuu" teriak Huang Tei.
"Jangan kabur kau Huang Tei.....!" ucap Yu Nan dengan suara keras dia lalu memukuli Huang tei bahkan teriakannya terdengar kemana mana.
Setelah pertengkaran kecil itu mereka semua berjalan bersama untuk mencari cawan.
"Kalian Sungguh teman yang tidak setia membiarkanku dipukuli sampai wajah tampanku menghilang" ucap Huang tei.
"Cih tampan Apanya" ucap Yu Nan.
"Aku masih menyayangi diriku makanya aku tidak membantumu" ucap Qi Val.
"Aku lebih senang membantumu mengalahkan seekor beruang dari pada membantumu dari masalah tadi" ucap Gi Kung.
"Lalu kau para pangeran Suku Es mengapa tidak membantuku" ucap Huang tei dengan ekspresi sedang meragukan.
__ADS_1
"Apa yang kau fikirkan aku tentu lebih memilih Mencari cawan itu daripada membantumu" ucap Jhin Le yang seakan langsung menusuk Huang Tei
"Tega sekali kalian" ucap Huang tei dengan memasang wajah sedih.
"Untuk apa aku tidak tega, cih lagi pula kau sendiri yang mencari masalah" ucwp Jhin Le.
yah mereka semua memang sedang bercanda meski terlihat serius namun mereka semua menganggap itu adalah candaan.
"Sudahlah aku melihat sesuatu disana" ucap Jhin Tian sambil menunjuk kesuatu arah, dia menatap arah itu dengan tajam sebelum akhirnya dia melesat ketempat itu dan diikuti oleh Yang Lainnya.
"Ini Cawannya, kenapa terlihat sangat kotor" ucap Qing Se.
"Yang penting itu adalah cawannya sebaiknya kita segera masukkan bolanya" ucap Gi Kung.
"Tidak...! tunggu Sebentar" ucap Jhin Tian dia lalu mengeluarkan elemen airnya dan membersihkan cawan itu hinga kembali bersinar seperti semula.
"Kau ini kenapa begitu repot" ucap Jhin Le.
"Kita tidak tau apa yang akan terjadi, maka kita harus mempersiapkan yang terbaik bukan" ucap Jhin Tian sambil tersenyum.
"Aku memang tidak pernah bisa memahami pemimiranmu" ucap Jhin Le dengan tertawa kecil.
"Baiklah ayo kita mulai petualangan selanjutnya" ucap Jhin Tian dengan senyumnya.
Mereka semua ikut tersenyum dan mengangguk mantap, Jhin Tian lalu meletakakan bola itu kedalam Cawan, seketika itu pula mereka berpindah ketempat Lain.
"Tak kusangka kalian telah membersihakan cawan itu terlebih dahulu, aku sungguh tidak berfikir kalian sehati hati itu" ucap Suara yang entah darimana.
"Wah wah pangeran kau sungguh bersemangat sekali, pikirkan lukamu itu, hahahah andai ini giliranku aku pasti sudah menghabisi kalian, aku hanya ditugaskan untuk memberikan penyambutan hahaha" orang itu terus tertawa.
"Jika berani keluarlah" ucap Gi Kung.
"Jika tadi kalian tidak membersihkan cawan itu mungkin aku akan menunjukkan diriku dan akan menyambut kalian dengan kematian hahahaha" ucap Suara itu lalu menghilang begitu saja.
"Apa maksud semua ini" tanya Muo sie.
"Dewa adalah makhluk yang murni dan bersih, mereka diberikan sebuah kesucian, dan cawan tadi adalah cerminan dari kita, kita harus membersihkan diri dari segala dosa sebelum melangkah ketahap selanjutnya" jelas Jhin Tian.
"Jadi itulah sebabnya cawan tadi kotor, itu mencerminkan dari sebuah dosa..?" tanya Jhin Le.
"Yah bisa dibilang seperti itu" jawab Jhin Tian.
"Emmm jika boleh tau kita akan pergi kemana" tanya Yan Sha.
"Bangunan itu" jawab Jhin Tian.
"Bagaimana kau bisa seyakin itu" tanya Yu Nan.
"Tentu saja dengan insting" ucap Jhin Tian dengan Tersenyum tipis.
__ADS_1
"Dih memangnya ada insting seperti itu" ucap Yan Sha dengan wajah Kesal.
"hemm kalau begitu katakan padaku kita harus kemana" Tanya Jhin Tian dengan menatap serius Yan Sha.
"Ituu.. anu "
"Aku hanya bercanda.., tidak ada tempat lain yang begitu mencolok dibanding bangunan tinggi itu" ucap Jhin Tian.
"Yang dikatakan Jhin Tian memang benar, ayo sebaiknya kita kesana" ucap jhin le.
Mereka mulai melangkah menuju bangunan Tua yang ada dihadapan mereka.
Bangunan itu cukup Tinggi meski tak Setinggi Istana Es namun bangunan itu bisa dikatakan Tinggi.
mereka sampai tepat didepan bangunan itu, mereka terkagum kagum dengan bangunan Tua itu, meski terlihat mengwrikan namun tidak bisa dipungkiri bangunan itu sangat indah.
"Jadi Apa kita akan masuk" tanya Huang tei.
"Jika kau ingin disini juga tidak masalah" ucap Yu Nan dengan ketus.
"Heiaku ini bertanya baik baik dan kau..."
"Kau apa, kau ingin kuhajar lagi hah" tanya Yu Nan dengan menagngkat sebelah alisnya.
"Ummm tidak, ee sebaiknya ayo kita masuk" ucap Huang tei Yang tiba tiba nyalinya menciut.
Jhin Tian tersenyum sambil mengelengkan kepalanya melihat kelakuan dua sahabatnya itu.
"Kalian mengingatkanku pada Yan Sha dan Zaein" ucap Pelan Jhin Tian.
"yan Sha dan siapa tadi" tanya Qing se.
"Zaein" jawab Jhin Tian.
"Siapa zaein dia memiliki nama yang keren" ucap Qi Val.
"Yah Dia adalah temanku diadaratan tengah, dia selalu membentuku saat aku dalam masalah" ucap Jhin Tian.
"Siapa yang kau samakan itu," kesal Yan Sha.
"Bukankah kau selalu bertenfkar dengan Zaein" ucap Jhin Tian dengan mentautkan alisnya.
"Tidakk" jawab Yan Sha sambil memalingkan muka namun terlihat wajahnya mulai memerah.
"Kakak Iizheng mengatakan semuanya padaku" ucap Jhin Tian, ucap Jhin Tian dengan Menutup sebelah matanya.
"Kauu...." Yan Sha menunjuk Jhin Tian namun dia juga kehabisan kata katanya.
.
__ADS_1
...
.