
Hari itu stelah dewa Shin Lie Fa pergi mereka mulai melakukan pekerjaan masing masing.
Jhin Tian kini berada Di kota dewa dia sekarang memiliki izin keluar masuk istana atas perintah Kaisar dewa.
Syuuuttttt....
Tap.
"Siapa disana " Teriak Fu cang saat tau Jhin Tian menangkap sebuah anak panah.
Jhin Tian mengamati anak panah yang ia tangkap.
"Klan Xu" tulisan yang ada dibadan anak panah.
" Cih tak bisa ku biarkan" geram Fu Cang.
" kau tau klan Xu hanya memiliki beberapa orang yang berhasil menjadi dewa seutuhnya" Ucap Jhin Tian.
" Jadi..?" tanya Fu Cang.
"Kau bisa sedikit bermain main disini" Ucap jhin Tian dengan senyumnya dan memberikan Anak panah pada Fu Cang.
Fu cang tersenyum lebar.
" Suatu kehormatan bisa menjalankan perintah pangeran " Fu Cang membungkuk hormat sebelum akhirnya tatapannya terkunci pada satu arah dan dia langsung pergi dari sana.
Jhin Tian melanjutkan jalannya.
" Tak Kusangka aku bisa bertemu kembali dengan pendekar tiga penjuru" Ucap Jhin tian dibelakang seorang wanita yang ada di tepi sebuah sungai.
Wanita itu menoleh ke belakang dan mendapati Jhin tian ada dibelakangnya.
" aku juga tak menyangka Tuan Muda Xi akan berada ditempat seperti ini" ucap wanita itu.
" nona Yu wenxi tempat sebagus ini bagaimana aku tidak datang" Jawab jhin tian.
"bagaimana kau tau namaku" Yu Wenxi merasa aneh dengan
" memang siapa yang tidak tau pendekar tiga penjuru "Jawab jhin tian dengan santai dia lalu berjalan mendekati sungai.
" Kau terlalu berlebihan aku sudah tidak bisa menjadi pendekar tiga penjuru" ucap Yu Wenxi dengan wajah sedih
"hidup memang tak selalu adil" ucap Jhin Tian.
" Eh itu tentang kemarin itu aku.."
" Tidak perlu berterimakasih aku hanya tidak tega melihat seseorang menyiksa perempuan yang tak berdaya" Jawab Jhin tian sambil berjongkok dan memainkan air sungai.
" Kenapa sombong sekali " Kesal Yu wenxi.
" Aku sombong karena aku punya kemampuan" Ucap jhin tian.
__ADS_1
" Jangan kira karena kau adalah seorang tuan muda dan berhasil menjadi seorang dewa kau bisa terus sombong " Ucap wanita itu.
Jhin Tian hanya tertawa kecil mendengar penuturan wanita itu.
" Aku telah menyelamatkanmu dan aku tidak meminta apapun jadi sebaiknya kau diam saja." ucap Jhin Tian yang bangkit lalu berbalik dengan sebuah akuarium kecil berisi dua ekor ikan.
Yu wenxi melongo melihat ikan yang dibawa Jhin tian dia bahkan sampai tidak menghiraukan apa yang dikatakan Jhin tian.
" Bukankah itu ikan Yin Yang" Tanya yu Wenxi.
" Kau tidak perlu tau "Jawab jhin tian acuh lalu pergi dari sana.
Tujuan awal Jhin Tian ke sungai memanglah untuk ikan Yin Yang tapi siapa sangka malah bertemu Yu wenxi.
" Semudah itu menangkapnya..? Bahkan dewa ahli butuh puluhan tahun untuk menangkap seekor ikan yin yang" Yu wenxi mengerjapkan matanya beberapa kali.
Ditempat lain Fu Cang menghampiri Jhin Tian
" Sudah beres hehe" Fu Cang tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya menandakan dia sangat puas.
" Aku hanya melakukannya sedikit saja" lanjutnya.
" itu sudah lebih dari cukup, mungkin seteleh mendapatkan sedikit pelajaran itu mereka bisa menywrangku secara terbuka.. Aku sudah sangat lama tidak melakukan peregangan" ucap Jhin Tian.
" Anda benar pangeran" Jawab Fu cang dia lalu melihat ke arah tangan Jhin tian.
" Anda sudah mendapatkannya, itu luar biasa kita sudah mendapatkan Satu bahan dan hanya kurang dua bahan lainnya" Ucap Fu cang.
"Kalau begitu sebaiknya kita bergegas" pinta Fu Cang.
Jhin Tian berjalan dan diikuti Fu Cang.
" Kita tidak boleh gegabah para pangeran itu akan tau jika kita bertindak gegabah dan sembrono" Jelas jhin Tian.
"benar juga ya.. Baiklah lalu kita akan bagaimana" Tanya Fu cang.
" Tentu saja kembali mau kemana lagi" ucap Jhin Tian.
"disebelah sana ada Festival lentera apa kita pergi dulu... Bukankah kebetulan hari hampir gelap" saran Fu cang.
" Tidak buruk baiklah ayo kita pergi siapa tau ada sesuatu yang menarik disana" Ucap Jhin Tian dia lalu mengibaskan tangannya menghilangkan dua ikan Yin yang ke dalam cincin penyimpanannya.
Di festival Lentera terlihat sudah ramai orang berdatangan padahal hari belum terlalu larut
" Aaaaaaaaa" Jhin Tian mendengar suara teriakan yang ternyata ada seorang wanita yang entah bagaimana hampir tercebur ke danau.
Jhin tian melesat langsung menangkap Wanita itu dia menapakkan kakinya sesaat di air sebelum akhirnya kembali ke daratan dengan mengendong wanita itu ala bridalstyle.
" Kau tidak apa apa" Tanya Jhin Tian
Semua orang disana hanya terlihat memperhatikan tanpa ada rasa perduli.
__ADS_1
" Terimakasih Tuan" wanita itu menundukkan kepalanya.
" Tuan muda anda baik baik saja" Tanya Fu cang dan diangguki oleh Jhin Tian.
Jhin tian ingin mengantar wanita itu pulang namun wanita itu menolak dengan wajah takut.
Akhirnya mereka berjalan pergi dari Festival lentera itu.
" Jika Tidak pulang kau mau kemana" Tanya Jhin Tian.
" Aku... Aku akan pergi ketempat saudaraku ,kalau begitu aku pergi dulu" Ucap wanita itu sambil membungkuk dan berbalik.
" Tunggu ... " Teriak dari belakang .
" beraninya kau ... Aku tidak akan melepasmu semudah itu" Ucap Seseorang yang barusan memanggil.
Wanita itu terlihat gemetar ketakutan.
" Maaf ada urusan apa anda dengan nona ini" tanya Jhin tian.
" Kau ini siapa jangan ikut campur urusanku.. wanita ini adalah orangku" Ucap Orang itu.
"Wanita ini adalah milikku anda tidak bisa merebutnya'' jawab jhin tian sambil tersenyum
wanita itu mendongak menatap punggung jhin tian yang ada di depannya
''hahahaha anda terlalu bodoh wanita ini adalah wanita di pavilium hijau kami dia sudah terikat olehku hahaha'' orang itu tertawa sambil mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya.
tiba tiba aura membunuh keluar dari belakang Jhin Tian setelah pria itu mengeluarkan sebuah batu pipih kecil.
''Tuan Muda awas'' teriak Fu Cang sebelum Akhirnya perempuan yang ditolong Jhin Tian menyerang Jhin Tian.
Hiakkk...
Jhin Tian dan wanita itu bertarung fu cang ingin membantu namun dihentikan oleh pria tadi.
"menganggu bisnisku maka lawan akuu'' ucap Pria itu.
''cih" fu cang hanya berdecih.
pertarungan mereka terjadi begitu sengit dan itu membuat banyak orang berkerumun untuk melihat apa yang terjadi.
sebelum ada banyak orang yang melihat wajah Jhin Tian, jhin Tianmemutar tubuhnya diudara dan seketika itu pula wajahnya tertutup topeng perak yang membuat semua orang penasaran siapa pemuda itu.
Jhin Tian kembali melawan wanita itu dan tak disangka wanita itu cukup kuat untuk seorang budak.
Jhin Tian melihat sekeliling mata indahnya terlihat begitu tajam namun sesaat kemudian.
*Fu Cang" Teriak Jhin Tian yang langsung membuat lompatan tinggi untuk pergi dari tempat itu dan diikuti oleh Fu Cang yang sedikit binggung.
'' Pangeran Kenapa kita pergi'' tanya Fu Cang di sela pelariannya dengan Jhin Tian sementara Jhin Tian hanya Fokus menapakkan kakinya diantara dahan dahan pohon tanpa menjawab pertanyaan Fu Cang.
__ADS_1