Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 225. Aku sudah memenuhi janjiku


__ADS_3

disisi Yan Sha sedang diperiksa oleh Jhin Tian.


"Aku tidak menjamin semuanya berhasil dengan baik Yan Sha, Tapi aku berharap kau hisa menerima semua hasilnya, "Ucap Jhin Tian.


"Aku selamanya selalu percaya padamu jhin Tian, lakukanlah" ucap Yan Sha dengan air mata yang masih mengalir


Jhin Tian mengambil sebuah bunga dengan Tujuh warna berbeda dalam satu tangkai.


Qi Val dan Dewi kehidupan terkejut melihat bunga itu.


"Da dari mana kau mendaoatkan bunga itu" tanya Dewi kehidupan dengan gugup.


"Untuk saat ini aku tidak akan menceritakan apapun" ucap Jhin Tian dengan dingin dia terus fokus dengan bahan bahannya.


Jhin Tian menotok tubuh Yan Sha, kemudian dia menyatukan tiga esensi benda dan ditambah dengan esensi darahnya, bagaimanapun dia pernah memakan buah kehidupan.


Energi besar berputar putar Ditangan Jhin Tian.


"Yan Sha, apapun yang terjadi tolong pertahankan kesadaranmu" ucap Jhin Tian.


Yan Sha mengangguk pasti.


Jhin Tian langsung mengarahkan energi besar itu ke perut Yan Sha, Yan Sha langsung berteriak dan Memegang tangan Qing Se dengan sekuat mungkin.


"Aaaaaaaaaaakkkhhhhhhh" teriakan itu terus mengema, membuat yang mendengarnya merasa iba.


"Yan Sha kumohon bertahanlah demi aku" ucap Qing Se.


Yan Sha terus berteriak entah kekuatan dari mana dia bisa sekuat itu.


Proses itu terjadi Selama tiga jam lamanya, dewi kehidupan terus memantau.


"Ini ini luar biasa" ucap Dewi kehidupan.


"Aku tidak menyangka ini bisa terjadi" ucap Qi Val.


"apa apa yang terjadi" tanya Ling Zhu.


"Aura kehidupan diperut Yan sha kembali terasa, " ucap Dewei Kehidupan dengan wajah gembira.


"Tapii..." terlihat Wajah Sendi Qi Val.


"Ada apa apa ada masalah" tanya Jhin Suo dengan wajah khawatir.


"Energi kehidupan pangeran Tian perlahan mulai menyusut, mungkinkah bayi dalam kandungan Yan Sha menyerap esensi kehidupan Pangeran tian untuk bisa bertahan" ucap Qi Val.


"Mustahil, kenapa bisa seperti ini," ucap Ling Zhu Dengan wajah sendu.


"Tidak, jhin Tian tidak sebodoh itu, dia pasti tau bahwa ini akan terjadi padanya" ucap Jhin Suo sambil menatap jhin Tian penuh makna.


"Apa itu Artinya pangeran Tian mengunakan Hidupnya untuk menghidupkan Cucuku" ucap Qing yu dengan wajah rumit.

__ADS_1


"Dia adalah orang yang sulit ditebak, kuharap tidak terjadi apapun" ucap Jhin Suo.


"Maafkan aku yang mulia karena ak..."


"Sudahlah Qing Yu, bagaimnapun itu keputusan Jhin Tian aku sendiri bahkan tidak mengerti" ucap Jhin Suo sambil berusaha Untuk tetap tegar.


sementara Ling Zhu kini berada dipelukan dewi kehidupan dan menangis.


"Tenanglah yang mulia, pangeran bukanlah orang yang lemah, dia pasti sudah mempersiapkannya" ucap Dewi kehidupan.


"Lihat wajahnya yang tenang apa kalian yakin dia tidak mempersiapakan semuanya, dia pasti punya rencana dibalik ini semua" ucap Qi Val.


mereka mrlihat wajah Jhin Tian, tidak terlihat ekspresi apapun hanya ada ketenangan disana, tidak ada kekhawatiran setelah energi kehidupan mulaibterasa lagi dalam perut Yan Sha.


Tak lama Setelah itu proses itu selesai, Jhin Tian terhuyung kebelakang beruntung QI val berhasil menopang tubuh Jhin Tian.


"Ah maaf" ucap Jhin Tian lalu kembali bangkit dan berjalan menuju ayahnya.


"Terimakasih bantuannya" ucap Jhin Tian dengan Wajah tenang.


Kreppp...


"Syukurlah kau baik baik saja, aku hampir kehilangan diriku saat mengetahui energi kehidupanmu mulai melemah" ucap Ling Zhu Sambil memeluk Jhin Tian.


Jhin Tian melepaskan pelukan ibunya.


"Aku sudah mempersiapakannya, aku menyimpan sedikit energi ku" jelas JhinnTian dengan datar.


"Aku telah memenuhi janjiku untuk selalu melindungi cucumu dewa" ucap Jhin Tian dengan wajah dinginnya.


"Aku sangat berterimakasih, mintalah apapun pasti akan kuusahakan" ucap Qing yu dengan hormat.


"Aku belum membutuhkan apapun, mungkin lain kali" yah lagi lagi wajah dingin yang ia perlihatkan, Jhin Tian kemudian memberikan Bunga Tujuh kehidupan pada Dewi kehidupan.


"Aku tidak membutuhkannya lagi jadi ambilah" ucap Jhin Tian.


"Sungguh, kau memberikan hal yang sangat berharga ini untukku" ucap dewi kehidupan dan diangguki oleh jhin Tian.


"Kau belum mengunakan permintaanmu waktu itu, apa kau akan melakukannya sekarang" tanya dewi Kehiduoan dengan senyum


"Tidak lain kali saja" ucap Dingin Jhin Tian.


"Qing Se berikan ini pada Yan Sha sekali dalan sehari sampai dia melahirkan nanti " ucap Jhin Tian sambil melempar Sebotol pil kepada Qing se.


"Aku berhutang budi padamu pangeran" ucap Qing Se dengan hormat setelah menerima pil dari Jhin Tian.


"terserah saja, aku akan pergi sebentar" ucap Jhin Tian lalu melesat keluar.


"Aku akan mengikutinya" ucap Qi Val dan ikut melesat keluar.


mereka yang didalam sedikit binggung namun segera ditepis dan mengampiri Yan Sha untuk mengungkapkan perasaan bahagianya.

__ADS_1


Sementara Disisi Jhin Tian, dia duduk disebuah tebing didekat Laut Duyung, Dia memandang kedalam lautan itu seakan bisa melihat menembus kedalamnya.


"pangeran apa yang kau lakukan disini" tanya Qi Val.


"Tentu membalas dendam untuk keponakanku" ucap Jhin Tian dengan Aura dingin.


"Apa maksudmu" tanya Qi Val.


"Memang kau fikir siapa yang bisa menyerang kandungan dari seorang putri duyung selain Ras duyung sendiri" ucap Jhin Tian.


"Tapi kau tidak bisa melakukan itu, karena kau tidak punya bukti" ucap Qi Val.


"Aku tidak perlu bukti apapun untuk menghukum seseorang" ucap Jhin Tian dengan nada dingin lalu berdiri dan bersiap memasuki Laut Duyung.


"Tunggu pangeran," panggil Qi Val.


"Kenapa" tanya Jhin Tian dengan melirik tajam Qi Val.


"Tidak, aku hanya ingin tau kenapa anda tidak mengunakan teknik itu un..."


"Tidak bisa kulakukan, andai aku bisa aku pasti melakukannya, kasusnya sangat berbeda dengan kandungan Yan Sha dimana Jiwa bayi belum sepenuhnya keluar, apalagi itu karena energi yang membuat jiwa bayi itu terpaksa keluar"jelas Jhin tian.


"Emm jadi seperti itu kupikir ka.."


"Sekali lagi kau mengatakan hal itu, maka aku tak segan membunuhmu" Ucap Jhin Tian dengan menatap Qi Val sambil mengeluarkan aura membunuh.


"Aaa tidak tidak tidak maafkan aku, aku hanya penasaran saja sungguh maafkan aku maafkan aku" ucap Qi Val dengan menundukkan kepalanya.


"Hmmm" jawaban Singkat Jhin Tian membuat Qi Val bernafas lega.


"aku baru saja terlepas dari maut" batin Qi Val dengan lega.


Jhin Tian langsung masuk kedalam Laut duyung, sebagian orang didaratan Suci memang bisa memasuki laut duyung tanpa mengunakan alat bantu, dna bisa bernafas bebas didalam air termasuk Jhin Tian.


"Astaga dia meninggalkan ku" Qi Val langsung mengambil sebuah kristal putih dan ikut menyelam mengikuti Jhin Tian.


Jhin Tian sampai digerbang istana mewah di dasar laut.


"Lain kali tungulah aku" ucap Qi Val dengan kesal.


"Kau tidak mengatakan akan ikut" ucap Jhin Tian dengan santai sambil mendekati penjaga Istana itu yang memiliki ekor ikan, yah mereka memang adalah seorang duyung.


.


.


.....


.


.

__ADS_1


__ADS_2