Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH. 174. Begitu Bahagia


__ADS_3

"Wah Sungguh Kejutan yang laur biasa pangeran" ucap Qing Yu sambil tersenyum hangat seperti biasa.


" dewa Qing Yu, hahaha bukankah aku sudah mengatakannya padamu" ucap Jhin Tian dengan tersenyum


" yah hanya saja aku tidak menyangka bahwa kejutannya akan seluar biasa ini" ucap Qing Yu.


" selamat Kakak" ucap Seorang pria tampan dengan rambut ayng sama dengan Chu Tian di diikuti oleh Dua orang lainnya.


"Kau ini.."


" aku jhin Le putra tertua dari Jhin She, dan dia adalah Jhin cha adikku dan dia adalah Jhin Ye anak dari paman Jhin Shang." jelas Jhin Le.


"Senang bertemu dengan kalian semua" ucap Chu Tian.


"Aku sudah lama ingin melihatmu saudaraku" ucap Jhin Ye.


"Akupun juga menginginkan hal yang sama" jawab Chu Tian dengan nada yang sedikit lemah.


" jhin Tian apa kau sakit" tanya Jhin Cha.


" putri Jhin Cha, Jhin Tian baru saja selesai bertarung dengan Qi sau dan..."


"Sudah aku tidak apa apa" ucap Chu Tian yang memegang tangan Ling Yue dan mengelengkan kepalanya.


Ling Yue hanya bisa pasrah


"Kau baru saja bertarung dengan Qi Sau kenapa kau tidak beristirahat dan mengobati lukamu" Tanya Jhin Ye.


"Kalian liahtlah ayahku begitu bahagia setelah sekian lama, apakah aku harus mengecewakannya" ucap Jhin Tian.


"Kau memang benar ini kali pertaman paman begitu Ceria namun kau juga tidak boleh melakukan hal ini" ucap Jhin Ye.


"Aku Tidak apa apa" ucap Jhin Tian lalu menyenderkan kepalanya dan memejamkan matanya sebentar.


"Aku akan panggilkan Huang Tei" ucap Jhin Le lalu pergi tanpa mengetahui jawaban jhin Tian.


" Apakah Huang Tei itu anaka dari huang Kei" tanya Jhin Tian.


" yah kau benar bagaimana kau bisa tau" tanya Jhin Ye.


" aku hanya pernah dengar saja" ucap Jhin Tian sesekali Jhin Tian akan meringis menahan sakit ditubuhnya, melawan seorang dewi tentu bukan hal mudah bagi Jhin Tian .


Mereka mengobrol cukup lama bahkan Jhin Cha langsung mendekat pada Ling Yue bahkan mereka berdua sangat akrab dihari pertama bertemu.


Tak lama setelah itu Huang Tei datang bersama jhin Le.


"salam pangeran Jhin,Aku sungguh merasa terhormat bisa bertemu dengan anda, ayahku telah menceritakan banyak tentangmu" ucap Huang Tei.


" Huang Tei kau ini malah berkenalah, periksa dulu kondisinya" ucap Jhin Ye dengan kesal.


"Astaga aku hampir lupa" ucap Huang tei.


Chu Tian hanya tersenyum tubuhnya benar benar sudah sangat lemas.

__ADS_1


" Pangeran sebaiknya anda beriatirahat dulu, energi spiritualmu terkuras habis, dan luka dalammu cukup serius bahkan sekarang itu semakin parah" ucap Huang Tei.


" berikan aku obat untuk meredakan aakit ini saja" ucap Jhin Tian.


"Aku tiday yakin dengan itu, tubuhmu terlalu lemah apa kau yakin" tanya Huang Tei.


" Ya setidaknya biarkan aku bertahan hingga acara ini berakhir" ucap Jhin Tian.


Huang Tei lalu memberikan obat penawar rasa sakit pada Jhin Tian dan Jhin Tian langsung meminumnya tanpa basa basi.


" jika boleh tau kenapa luka jiwamu begitu serius" tanya Huang Tei dan seketika membuat saudara saudara Jhin Tian terkejut.


" Luka jiwa, bagaimana bisa kau seceroboh itu menggunakan kekuatan Jiwamu, " ucap jhin Le


" tidak ada hanya kesalahan kecil saja " ucap Jhin Tian sambil tersenyum.


"Dia berbohon pangeran Le, jhin Tian menggunakan kekuatan Jiwanya untuk melindungi orang orang didaratan tengah, hal ini pernah dia lakukan juga sebelumnya" ucap Yan Sha Yang baru Saja datang menghampiri mereka.


"Kenapa kau melakukan hal bodoh seperti itu, kau taukan kau adalah seorang pangeran didunia dewa" marah Jhin Le


"Kakak jika bukan kita siapa lagi yang akan melindungi mereka, lagipula Qi Sau melakukan itu semua juga karena dendamnya dengan para dewa, bukankah seharusnya memang kita yang melindungi mereka" ucap Jhin Suo.


" kau memang benar tapi tidak seharusnya kau membahayakan nyawamu demi mereka" ucap Jhin Le


"Anggap saja ini bayaran untuk mereka yang telah merawat dan menyayangiku selama ini" ucap Jhin Tian sambil meminum teh


Mereka semua terdiam, mereka hampir lupa bahwa keponakan baru mereka dibesarkan Di dunia manusia.


"Kalian sedang membicarakan apa disini, ayo kita kesana dan menikmati jamuannya" ucap jhin Sang.


"kenapa tidak kesana saja, bukankah menyenangkan bisa bertemu saudara saudaramu yang lain" ucap Jhin Sang.


"Tidak paman aku akan mengawasi disini.. Yue'er kau pergilah bersama Yan Sha dan Jhin Cha" ucap Jhin Tian


"biarkan aku menemanimu disini" ucap Ling Yue.


"Jika kau disini siapa yang akan menyapa para tamu, pergilah aku akan menunggu disini" ucap Jhin Tian , yang sebenarnya terjadi Jhin Tian tidak ingin membuang tenanga karena nanti ayahnya akan melakukan penyambutan Jhin Tian dengan berbagai adat khas kerajaan Es.


"Baiklah kalau begitu pastikan dirimu tetap baik baik saja" ucap Ling Yue dan Jhin Tian hanya tersenyum dan mengangguk.


Jhin Tian duduk sendirian disana sambil menikmati secangkir teh.


"Andai ibuku ada disini mungkin dia juga akan bahagia " ucap pelan jhin Tian.


"Hai pangeran Es" ucap seorang wanita yang cukup cantik.


" ya" jawab Singkat Jhin Tian


"kau itu dingin sekali, oh ya dimana Istrimu" Tanya wanita itu


"Disana" jawab Jhin Tian sambil menunjuk Ling Yue.


"Dia bermarga ling kan" tanya Wanita itu.

__ADS_1


"Emm" jawaban singkat Jhin Tian membuat wanita itu kesal.


"Hei aku ini saudarimu juga" ucap Wanita itu.


" Aku Tau" jawab jhin Tian.


" Ka kau bagaimana kau tau" tanya Wanita itu.


" memang siapa yang tidak kenal dengan putri Li chea " ucap Jhin Tian


"Bagus jika kau tau" ucap Li Chea membuat Jhin Tian mengelengkan kepalanya.


"Hai pangeran Tian, akhirnya kita bertemu lagi" ucap Dewi kehidupan yang baru sampai.


" Dewi" Jhin Tian memberikan hormatnya.


"Aku sungguh berterimakasih karena kau telah mengembalikan kedamaian di daratan Suci, Kedepannya kau boleh meminta satu permintaan padaku apapun itu pasti kukabulkan" ucap Dewi Kehidupan.


"Anda sangat baik dewi, tapi aku juga meminta maaf atas kematian adikmu, aku tidak punya pilihan lain" ucap Jhin Tian sambil menangkupkan kedua tanganya.


" Tidak pangeran ini semua memang sudah takdir yang memang adikku akan mati ditangan salah satu keturunan dari suku es, dan Ya karena kau yang membunuh nya, kami tidak mendapat hukuman pengasingan sebagai tanda maaf dari yang mulia karena telah menghilangkan nyawa keluarga kami, jadi kami sungguh berterimakasih padamu" ucap Dewi Kehidupan


"Ayah.. Dia memang selalu membuatku merasa bersyukur" ucap Jhin Tian sambil memandang ayahnya yang tak henti hentinya tersenyum dan tertawa dengan para dewa lainnya.


"Seperti biasa Dewa penguasa kita memang selalu melakukan hal yang tak terduga" ucap Dewi keehidupan.


"Yah itu benar" jawab Jhin Tian


.


.



Jhin Ze



Jhin Le



Li Chea



Ling Yue Rambut Putih



Jhin Cha


__ADS_1


Huang Tei


Maaf jika Visual Tidak sesuai ekspektasi:(


__ADS_2