
"pe pendekar apa yang anda lakukan disini " tanya Fin Sya.
"Emm apakah itu salah" tanya jhin Tian.
"Tidak tidak, hehe apakah urusan anda sudah selesai pendekar" tqnya Fin Sya sambil mengaruk tengkuknya.
"aku telah selesai, kau tunggu perintah Xiao Feng, aku akan kembali" ucqp Cepat Jhin Tian lalu melesat pergi.
"Huft syukurlah" ucap Jin Ki.
"Diam kau" gertak Fin Sya.
"ehemmm" Xiao Feng berdehem sambil menyilangkan tangannya didepan dada
"Ehh, kau tidak pergi Xiao Feng" tanya Jin Ki.
"Sekali lagi aku mendengar kalian berbicara yang tidak tidak tentang pendekar, kubunuh kalian" ucap Xiao Feng.
Glekkk.....
Dengan susah payah mereka menelan ludah.
"Tidak tidak kami tidak akan berani melakukannya" ucap Fin Sya.
"kuharap begitu, kumpulkan semua phoenix ada yang akan kubicarakan" ucap Xiao Feng dengan tatapan sinis.
"Baikk" ucap mereka berdua lalu melesat pergi.
Sementara ditempat Jhin Tian, dia kini berada didepan gerbang istana, disambut dengan baik dan hormat oleh para pengawal yang bertugas.
Jhin Tian menanggapi mereka dengan sedikit anggukan dan senyum tipis lalu melangkah pergi, yang lagi lagi membuat orang tercengang.
"Apa barusan aku meligat pangeran tian tersenyum" ucap seorang pengawal.
"Aku berharap itu tadi bukan hanya halusinasiku" ucap oengawal lainnya, mereka sunagguha sangat bersyukur pangeran mereka kembali .
Didalam istana, jhin tian langsung menuju ketempat latihan, dimana anak anaknya sedang berlatih bersama Zaein.
"Eh tuann" ucap Zaein sambil memberikn hormat.
"Bagaiman" tanya Jhin Tian.
"Luarr biasa, aku tidak pernah menemukan anak anak setangguh xian dan Xuan, sungguh jika aku melawan mereka yang ada hanya namaku nanti" ucap Zaein.
"mereka berlatih dengan baik" ucap Jhin Tian dengan senyumnya.
"Xian.. xuan" ucap Jhin Tian dengan agak berteriak.
Xian dan Xuan yang saat itu sedang saling menyerang seketika langsung berhenti dan menoleh kearah Jhin Tian.
"Ayaahhh" teriak mereka berdua lalu berlari kearah Jhin Tian.
"Ayah kau tau aku sudah bisa menguasai julus yang ayah ajalkan padaku" ucap Xuan penuh semangat.
"Tapi tetap saja aku dulu yang menguasainya" ucap Xian tak mau kalah.
"Tidak kakak belbohong aku sudah menguasainya telebih dahulu" ucap Xuan.
__ADS_1
"Ayah aku tidak belbohon Xuan saja yang belbohong" ucap Xian dengan wajah cemberut.
"Sudah sudah, sejak kapan kalian selalu bertengkar, sekarang kembali kekekdiaman kalian, mandi dan ganti baju kalian, ayah akan menunjukkan tempat yang indah" ucap Jhin Tian sambil berjongkok dan mengusap kedua kepala anaknya itu.
"Sungguh, baiklah Xuan akan belsiap siap... kakak ayo cepat" ucap Xuan sambil berlari dan menarik tangan Kakaknya.
"Hei tunggu sebental kita bisa jatuh" ucap Xian.
"tidak ada waktu kak" jawab Xuan sambil terus menarik tangan Xian.
Jhin Tian tersenyum melihat tingkah anaknya.
"Xian dan xuan benar benar menjadi alasan mengapa tuan masih bertahan sampai saat ini, putri yue jika kau mendengarkanku tolong kembalilah, kembalikan keceriaan di Kerajaan chu Dan suku es" batin Zaein sambil menatap Jhin Tian.
"Eh zaein apa kaj punya pekerjaan setelah ini" tanya Jhin Tian.
"Emm kurasa tidak, ji Kun juga sedang memeriksa perbatasan jadi aku hanya akan berada diistana" jawab Zaein.
"Bagus, kau pergi ketempat Xiao Feng, dan bantu dia menyelesaikan tugas yang kuberikan" jelas Jhin Tian.
"Tugas.? tugas seperti apa itu tuan?" tanya Zaein
"Kau akan tau nanti, aku pergi dulu" ucap Jhin Tian dengan tersenyum lalu melangkah menuju kediaman Xian dan Xuan.
"tugas apa yang bisa sampai membuat pangeran tersenyum seperti itu" batin Zaein dengan binggung.
"Akh sebaiknya aku bergegas" ucap zaein lalu melesat pergi.
sementara itu ditempat Xiao Feng dia sudah menyiapkan para phoenix.
"Kami mengerti" jawab para phoenix.
"Tapi Xiao feng ada satu masalah" ucap seorang phoenix merah.
"Katakan"Jawab Xiao Feng.
"Jika kita semua pergi bagaimana dengan telur phoenix kita" ucap phoenix itu lagi.
"Aku lupa jika telur phoenix akan segera menetas, sudah kalian tidak perlu mengkhawatirkannya, aku pastikan telur phoenix akan dalam keadaan baik, aku akan meminta bantuan pendekar" ucap xiao feng.
"Tapi apakah itu tidak merepotkan pendekar" tanya pho3nix putih.
"Kurasa tidak" ucap Zaein yang tiba tiba datang.
"maaf terlambat" ucap Zaein dengan senyum tanpa dosa.
beberapa phoenix langsung menunjukkan sikap siap akan bertarung dan beberapa lagi mrmang sudah tau siapa Zaein itu.
"Tenanglah, dia adalah salh satu bawahan kepercayaan prndekar, kalian tidak perlu takut" ucap Xiao Feng.
"Bisa bisanya kalian takut pada orang setampan diriku" ucap Zaein.
"Entah mengapa tanganku menginginkan kepalamu"ucap Xiao Feng.
"Hahaha tidak xiao feng tidak, aku hanya bercanda" ucap Zaein sambil mengaruk tengkuknya.
"Sudahlah kita lanjutkan" ucap Xiao Feng lalu kembali menjelaskan tugas mereka.
__ADS_1
kembali ketempat Jhin Tian.
"ayahh kami sudah siap" teriak Xuan saat melihat jhin tian berbicara pada Chu Lizheng tak jauh dari kediaman xian dan xuan.
"Wahh keponakan paman terlihat sangat cantik dan tampan, kalian mau kemana" Tanya Chu Lizheng.
"Tentu saja ayah akan membawa kami jalan jalan" ucap xian dengan wajah bangganya.
"Kau mau membawa mereka kemana" tanya chu Lizheng pada Jhin Tian.
"Ketempat itu" ucap Jhin Tian.
"Kau yakin dengan itu, apa itu tak membuatmu..."
"Tenang saja aku akan baik baik saja" ucap Jhin Tian memotong perkataan Chu Lizheng.
"Hah jika begitu aku tidak akan melarangmu" ucap Chu lizheng.
"Paman memang tempat apa itu, xuan jadi penasalan" ucap Xuan .
"Xian juga penasalan" ucap Xian sambil menatap ayah dan pamannya bergantian.
"Xian dan xuan akan tau nanti, jadi sebaiknya kita berangkat" ucap Jhin tian.
"Baik ayahh" ucapxian dan xuan serempak.
jhin tian pergi bersama anak anaknya menuju hutan pancawarna
"Wahh tempatnya sangat indah, kenapa ayah tidak mrmbelitahu xuan sebelumnya" tanya Xuan.
"Xuan dan xian bahkan sudah pernah kesini " ucap Jhin Tian.
"Sungguh, tapi kenapa xian tidak mengingatnya" tanya Xian dengan wajah penuh tanya yang membuat jhin tian tertawa kecil.
"Karna saat itu xian dan xuan masih dalam kandungan ibu" ucap Jhin Tian.
"Ayahh.. saat itu aku tentu tidak tau kemana ibu membawaku" ucap kesal Xuan.
"Ibu membawa kalian keberbagai tempat memberitau kalian banyak hal saat kalian masih sangat kecil di perut ibu" ucap Jhin Tian raut wajahnya mulai berubah dan itu disadari oleh xian dan Xuan.
"ayah ayo cepat Xuan tidak sabar melihat dalam hutan ini" ucap Xuan.
"Hahaha xuan kau harus banyak bersabar mengerti" ucwp Jhin Tian.
"Ayah Xuan tidak akan pelnah bisa belsabal jika tentang tempat indah" ucap Xiqn dengan wajah mengejek.
"Kakak aku akan mengambil pedang kesayangan kakak nanti" ucap Xuan mengancam.
"Ambil saja jika kau bisa" ucap Xuan .
"Sudah sudah kalian lebih sering bertengkar akhir akhair ini, ayo kita masuk" ucap Jhin Tian sambil melangkah memasuki hutan diiringi para prajurit yang membungkuk hormat.
.
.
...
__ADS_1