
"Aku tidak tau akan jadi seperti ini, maafkan aku" ucap Ling Yue dengan air mata yang terus membanjiri pipinya.
"Ka kalian bisa menyelesaikan ini nanti kan, aku perlu kau " ucap Fey dengan memberanikan diri.
"Huh baiklah, tapi ingat kaira jangan pernah membohongiku lagi" ucap Chu Tian dia mengingat pesan ayahnya yang membuat dia sedikit melupakan rasa kesalnya.
" kau memaafkanaku sungguh" tanya Ling yue sambil memegang tangan Chu Tian.
Chu Tian hanya mengangguk mengiyakan.
"Bentar deh aku pesen baju buat kalian dulu, " ucap Fey.
"Baju untuk apa" tanya Ling Yue.
"Astaga kaira kamu gatau ya, Chu Tian adalah kay dan aku meminta dia menemui ayah dan ibuku" ucap Fey
"Oh baiklah aku akan kembali kerumah untuk mengambil bajuku" ucap ling Yue sambil berjalan keluar.
Chu Tian menarik tangan ling yue.
"Dasar bodoh kau dinyatakan hilang setahun yang lalu terus kLo kamu tiba tiba muncul apa yang akan terjadi hah" ucap Chu Tian.
"Lalu aku harus memakai baju kotor ini saat bertemu dengan orang tuamu" ucap Ling yue dengan wajah memerah.
chu Tian dan Fey saling berpandangan mereka merasa kaira jadi agak aneh.
"Bukankah tadi aku sudahmengatakan akan memesankan kalian baju" ucap Fey.
"Ohhh ahahhaa bilang dong dari tadi" ucap Ling Yue denga tawa tanpa dosa.
Chu tian hanya bisa menepuk keningnya
"Kalian tunggu disini biara aku minta anak buahku" ucap Fey dan diangguki oleh Chu Tian.
"Ling Yue ah tidak masudku kaira, yakin kau tidak ingin tinggal disini saja" tanya Chu Tian.
"Aku akan ikut bersamamu,lagi pula disini aku tidak punya siapapun lagi," ucap ling Yue.
"Tapi kan.."
"Ah ya satu lagi panggil aku ling yue seperti biasa jnagan panggil kaira disaat ada orang lain" ucap Ling yue.
"Emm kita kan meamang sedang berdua" ucap Chu Tian.
"Astaga tuan muda Kay Yang terhormat apakah mereka itu kau anggap patung" ucap Ling Yue sambil menunjuk para penjaga.
"Apa mereka tidak akan melihat, lagi pun mereka tidak akan berani mendengar apapun , benarkan" tanya Chu Tian pada para penjaga disana.
Mereka serentak mengangguk
"Lihat kan" ucap Chu Tian pada Ling Yue.
"terserah kau saja"ucap Ling yue.
__ADS_1
mereka terus berbincang dan terus berdebat sebelum akhirnya fey kembali dengan membawa dua pasang pakaian.
"Ini untuk kalian, tolong cepatlah mama dan papa mengatakan padaku mereka akan keluar negri siang ini untuk menemui paman" ucap Fey dengan wajah muram.
"Baiklah tunggu sebntar" ucap Chu Tian sambil menjentikkan jarinya sekatika pakaiannya berubah menjadi pakaian yang dibawa fey sebelumnya.
"woah kau bisa sulap" ucqp Fey dengan takjub bahakan para penjaga samapi melongo.
"Dasar sombong" ucap Ling Yue
Chu tian dan fey tidak menghiraukan perkataan Ling Yue.
Beberapa saat kemudian setelah Ling Yue memakai baju barunya mereka berangkat kerumah besar keluarga darel.
"Jangan katakan bahwa namamu Chu Tian katakan bahwa kau kay mengerti" ucap Fey.
" aku mengerti kuharap sesuatu yang menarik akan kau berikan padaku" ucap Chu Tian sambil bercanda.
"Tentu saja, adi.." Fey tidak melanjutkan kata katanya.
Chu tian tersenyum dia menyenderkan kepalanya di bangku mobil sambil menutup matanya, ling yue memperhatikan Chu Tian dengan wajah penasaran.
"Kau bisa memanggilku adik seperti yang kau lakukan pada kay sebelumnya" ucap Chu Tian namun tidak dijawab oleh fey.
"Yah aku memang bukan Kay tapi setidaknya aku pernah menjadi bagian dari dirinya" ucap Chu Tian.
"Kau benar, seharusnya aku merelakannya pergi dan berhenti membohongi orang tuaku" ucap Fey entah apa yang dia bicarakan.
"Setelah adikku meninggal orang tuaku tidak percaya bahwa dia meninggal bahkan aku sendiri juga tidak percaya, ibuku terus berkata kay akan kembali padaku kay sangat menyayangiku tidak mungkin dia pergi tanpa berpamitan dia akan kembali dia hanya sedang bermain, ucapan ibuku itu membuat hatiku serasa tersayat, jujur aku sangat menyesal tidak datang hari itu" ucap Fey.
"Tapi kak fey, bukankah seharusnya kau mengatakan bahwa kay sudah tiada itu akan membuat orang tuamu tidak hawatirkan" ucap Ling Yue.
"Tidak itu tidak membantu, mama dan papaku tidak pernah percaya pada perkataanku bahkan aku sudah menunjukan semua bukti bahkan mereka ada saat pemakaman tapi mereka masih yakin kay masih hidup sampai saat ini" ucap Fey.
"Dari masalalu kay bukankah kay selalu membuat mereka marah dan kerepotan, bahkan kay sudah berulang kali memasuki penjara dan itu membuat orang tuamu sangat marah" tanya Chu Tian.
"Ya namun setelah kecelakaan itu terjadi , sikap kay lebih baik, lebih dewasa dan lebih bertanggung jawab, kau tentu tau kau selalu memperlakukan orang tuaku dengan sangat baik dan karena hal itu mereka menjadi luluh namun baru sebentar mereka merasakan kebahagiaan mark mengacaukan semuanya dan itu membuat mama dan papa tidak percaya mereka merasa belum sempat mengakuimu sepenuh nya namun kau sudah tiada" jelas Fey.
"Jadi ini semua salahku?" tanya Chu Tian.
"Tidak tidak, ini salah kami jika saja dari awal kami tidak membedakan kay karena kepribadiannya mungkin trauma seperti ini tidak akan terjadi di keluarga kami" ucap Fey.
"Tuan kita sudah sampai" ucap Sopir yang mengemudikan mobil mereka.
"Apa kalian siap" tanya Fey.
"Baiklah akann kulakukan yang terbaik " ucap Chu Tian dan dinagguki oleh Fey.
Mereka berjalan memasuki rumah besar dengan fey yang memimpin jalan.
"Mama papa fey pulang.." ucap Fey saat memasuki rumah namun tidak ada jawaban dan itu membuat fey sedikit kecewa.
Chu Tian memegang bahu Fey dan tersenyum.
__ADS_1
"Mama papa kay pulang" ucap Chu Tian.
Seketika Edward dan karin yang sedang termenung di taman belakang rumah mendengar suara Chu Tian.
Dengan wajah gembira mereka saling bertatapan lalu berlari menuju ruang tamu dimana Chu tian dan yang lainnya berada.
"Kay putraku..." ucap karin yang melihat Chu Tian dia langsung memeluk Chu Tian dengan erat seakan tidak ingin melapasnya lagi.
"Mama kay pulang" ucap Chu Tian dengan tersenyum.
"Anak nakal darimana saja kau " ucap Karin sambil terus memeluk Chu Tian dan menangis.
"Kay hanya pergi bermain sebentar" ucap Chu Tian.
"kay.. maafkan Papa" ucap edward sambil mengelus kepala Chu tian.
"emm ini tidak seperti mama dan papaku yang selalu ceria, mama tidak perlu khawatir kay selalu ada dihati mama" ucap Chu Tian.
Karin menghapus air matanya lalu tersenyum.
" Ah iya anak anak mama pasti lapar ayo kita makan mama akan siapkan makanan"ucap Karin dengan bersemangat.
Fey melihat ibunya yang kembali memiliki semangat hidup menjadi sangat bahagia, selama ini dia melakukan apapun demi mereka tapi tidak pernah bisa kembali membangkitkan semangat hidup mereka hingga sekarang tubuh mereka sangat kurus.
"Emm aku sangat rindu masakan mama" ucap Chu tian.
"baiklah mama akan memasak" ucap karin , sebelum akhirnya dia menyadari keberadaan Ling Yue di balik badan Chu Tian.
"Anak yang cantik siapa namamu" tanya Karin.
"Eh anu tante nama saya ling eh tidak masudku namaku Kaira tante" ucap Ling yue dengan gugup meski dia tau mereka bukan orang tua asli Chu Tian tapi dia merasa berada didepan orang tua asli Chu Tian.
"kaira ya, kok panggil tante sih panggil aja mama kaya fey dan Kay, emm mau bantu mama masak ngak" ucap Karin yang membuat jantung Ling yue semakin berdetak kencang tanpa sadar dia mengangguk dengancepat.
"Restui aku restui aku" mungkin itu yang ada difikiran Ling yue saat ini
.
.
.
.
banyak yang tanya, kak kok MC nya lemah sih, kok mc nya gampang muntah darah sih?
Aku jawab ya aku pengen buat novel yang beda dari yang lain, jadi kalo cepet kuat ntar sama dong sama novel sebelah.
Dan Untuk sering muntahnya kadang karena kondisi nya MC yang lagi gabaik atau karena silawannya pake jurus juru diringkat atasnya MC.
ini saja yang bisa saya jelaskan
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA❤
__ADS_1