Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH. 234. Serigala kecil.


__ADS_3

Setelah beberapa saat berlalu Jhin Tian melihat Seekor serigala putih yang sangat besar tertidur pulas Disana, terlihat lima tombak dewa menacap dikakki serigala besar itu.


"hati hati serigala itu sangat berbahaya, dia bisa saja menerkam mu saat ini" ucap Lao Hei.


"Diam lah" ucap Jhin Tian sambil mengeluarkan banyak Botol ramuan.


"Dasar bodoh... untuk saat ini saja Jangan berbuat baik, dia tel....." Jhin Tian mengibaskan tangannya seketika itu pula suara Lao Hei tak lagi terdengar dan hal itu membuat Lao Hei kesal.


Jhin Tian lalu menaiki kaki serigala itu dengan perlahan dan langsung menaburkan ramuan yang ia bawa kesetiap tombak dan kemudian mencabutnya dengan perlahan.


"emm tombak tombak ini seharusnya adalah milik dewa tingkat tinggi, sungguh aku tidak bisa meremehkan serigala yang bisa menahan Lima tombak spiritual" ucap pelan Jhin Tian sambil memasukkan lima tombak itu kedalam ruang dimensi yang membuat Lao Hei semakin marah sejadi jadinya.


Jhin Tian perlahan Turun dan tepat setelah itu Serigala itu terbangun dan terlihat sangat marah saat melihat Jhin Tian didekatnya.


Jhin Tian masih terlihat tenang dengan kedua tangannya berada dibelakang Tubuhnya.


Serigala itu seakan tidak mau bangkit mungkin dia masih merasa bahwa tombak tombak itu masih menancap dikakinya.


"Berikan Aku ramuannya" ucap Jhin tian sambilMenatap serius serigala itu.


"Arrrrr.... siapa kau berani beraninya meminta sesuatu padakuu" Serigala itu menjawab dengan suara berat dan keras bahkan Tempat itu serasa bergetar oleh suaranya.


"Bukankah siapa aku tidak penting untukmu, aku hanya ingin kau menyerahkan Penawarnya, atau aku tidak akan segan segan membunuhmu sekarang juga" Tatapan Jhin Tian kini telah berubah, yang tadi terlihat sangat tenang kini berubah sangat dingin.


"Hahahahha Bocah sepertimu ingin membunuhku, bahkan para dewa pun kewalahan membunuhku, dan kau hanya seorang diri berani menantangku, bahkan aku telah membuat seorang dewa tingkat tinggi hampir kehilangan nyawanya ahhahaha" ucap Serigala Putih itu..


"itulah kau salah melukai orang.... sekarang berikan penawar atas racun yang kau tanam di tubuh ayahku" ucap Jhin Tian dengan wajah marahnya.


"Ohh jadi itu ayahmu pantas kau terlihat marah tapi bocah, setetespun kau tidak akan mendapatkan penawarnya, sebelum kau memenuhi syarat yang ku berikan" ucap Serigala itu dengan wajah licik, dia tentu tau bahwa dengan kondisinya saat ini dia tidak akan bisa melawan Jhin Tian.


"Katakann...!" tegas Jhin Tian.


"Kau harus menemukan sebuah telur serigala" ucap Serigala.


"Apa kau pikir aku bodoh.. tidak ada serigala Yang bertelur" kesal Jhin Tian yang merasa dipermainkan.


"Aku serius, telurku menghilang lima tahun lalu, dan seharusnya hari ini adalah hari dimana telurku menetas" ucap Serigala itu dengan wajah sendunya.

__ADS_1


"Apa apaan ini...siapa tadi yang mengatakan hewan ini berbahaya" batin Jhin Tian seolah tak percaya.


Lao Hei yang ada didalam ruang dimensi pun terkejut hingga menjatuhkan rahangnya, dia benar benar tak habis pikir.


"Hah apa apaan itu" ucap Lao Hei.


Dia lalu dikejuatkan Oleh benda yang bergerak di sampingnya.


"Pangerannnnnnnn...." teriak Lao Hei yang seketika langsung keluar dari dimensi secara paksa sambil membawa benda yang bergerak.


"Apa apaan kau ini" kesal Jhin Tian bagaimana pun paksaan Lao Hei membuat jhin Tian sedikit merasa nyeri ditubuhnya.


"Siapa lagi inii..... bagaimana dia bisa kemari semudah itu" teriak marah Sang serigala.


"Ah hahaha tuan serigala jangan marah begitu aku hanya ingin menyerahkan Ini pada tuanku," ucap Lao Hei sambil meletakkan benda yang ia pegang ketangan Jhin Tian.


"Kalau begitu aku pergi" ucap Lao Hei yang langsung menghilang dari pandangan dan kembali ke ruang dimensi dengan menghela nafas lega.


krackkkk.... krackkkk....


"Sudah menetas ya aku penasaran hewan apa yang ada didalam telur ini hingga membutuhkan banyak darah dariku" ucap Pelan Jhin Tian.


"Ka kauu...!!! kau memberikan telurku darahmu" marah Serigala Itu.


"Oh jadi ini telurmu... kau harus berterimakasih padaku jika aku tidak melakukan itu apa kau pikir telur ini akan menetas hari ini" ucap Jhin Tian.


Serigala itu sedikit berfikir, dia tentu tau tanpa rasa nyaman dan aman Telurnya itu tidak akan pernah menetas.


"Hah aku tidak perduli, sekarang berikan telurku padaku" Ucap Serigala itu.


"Jika kau mau berjalanlah kemari dan ambil sendiri" ucap Jhin Tian lalu melompat keatas batu disampingnya lalu duduk bersila dengan kedua tangannya memegang sebuah telur, dia menatap datar serigala itu.


"Kauuuu... " serigala itu kehabisan kata kata dia dengan berat mencoba berdiri dengan bersiap menahan rasa sakit yang akan ia terima.


"Aura besar ini... tidak aura yang kurasakan ternyata bukan dari serigala itu" batin Jhin Tian.


Serigala itu sudah benar benar berdiri dia terkejut karena tidak merasakan Apapun, dia lalu mengangkat satu kakinya dan melihat lima tombak yang menancap telah hilang, dia lalu menatap Jhin Tian yang terlihat tenang , bersamaan Dengan itu Jhin Tian dan Serigala itu dikejutkan oleh sinar terang dari telur yang dibawa Jhin Tian....

__ADS_1


Jhin Tian dan Serigala hanya bisa menutup mata karrna silau tidak tau apa yang terjadi selanjutnya , setelah cukup lama cahaya mulai meredup seekor bayi Serigala mungil berwarna putih, jhin Tian mengamati Serigala kecil itu, begitupun Serigala kecil itu menatap Jhin Tian dengan wajah polosnya.


"Kau yakin ini adalah milikmu" tanya Jhin Tian pada sang serigala.


"Tentu saja, tidak mungkin aku tidak mengenali telurku sendiri" ucap Sang serigala dengan wajah tak senang .


Jhin Tian menunjukkan wajah serigala kecil itu dan seketika sang serigala mundur beberapa langkah dengan wajah terkejut.


Serigala itu langsung menunduk seakan menghormati serigala kecil yang baru saja lahir.


Jhin Tian mengkerutkan alisnya.


"Tolong bawa aku kebatu itu" ucap Serigala kecil yang membuat Jhin Tian terkejut dan melepas pegangannya pada Serigala Kecil itu.


sebelum benar benar jatuh ketanah Jhin Tian berhasil menangkapnya kembali.


"Kau mau membunuhku ya" teriak marah serigala kecil itu dengan suara nyaringnya.


"Tidak" jawab Singkat Jhin Tian lalu meletakkan serigala kecil itu ditanah.


"Hei hei heii... aku tidak mau menginjak tanah kotor ini cepat angkat aku kembali" teriak serigala kecil itu sambil melompat Di kaki Jhin Tian.


Jhin Tian tidak merespon dia berjalan mendekati serigala besar yang terlihat ketakutan.


"urusan kita belum selesai, katakan sekarang padaku dimana penawarnya" ucap Jhin Tian sambil mengeluarkan pedangnya.


"Cih percuma saja kau bertanya padanya, bahkan dia sendiri tidak tau dimana penawarnya" ucap Serigala Kecil yang kini sudah berada diatas batu kecil tak jauh dari tempat Jhin Tian meletakkannya tadi.


"Aku tidak bertanya padamu jadi diamlah" ucap Jhin Tian.


Serigala kecil itu langsung melipat telinganya dan menunjukkan wajah imutnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2