
malam itu Chu Tian berjalan menuju taman disana sudah ada yan sha yang berenang didanau kecil dekat taman kerajaan Chu.
"Apa yang dia lakukan disana" tanya Chu Tian pada dirinya sendiri.
Chu Tian terus melangkah hingga kepinggir danau kecil dia tetap Diam karena yan Sha tidak ada di permukaan saat ini.
"Baaaa" yan Sha berusaha mengejutkan Chu Tian
Chu tian hanya tersenyum sambil memandang Yan Sha.
"Aiihh kenapa kau tidak terkejut" ucap Yan Sha dengan kesal.
"Aaaa kau mengejutkanku" ucap Chu tian dengan ekspresi kaget yang dibuat buat.
"itu tidak lucu" ucap Yan Sha dengan kesal namun ada sedikit senyum diwajah cantiknya.
"hahahaha baiklah baiklah sekarang naiklah apa kau tidak kedinginan" tanya Chu Tian sambil mengulurkan tangannya.
"Apa kau pikir seekor ikan akan kedinginan saat diair" ucap Yan Sha yang kini telah berubah menjadi manusia.
"Aku tidak tau karena aku bukan ikan" ucap Chu tian yang berhasil membuat yan Sha kesal.
"Kauu.." yan Sha kehabisan kata kata untuk melawan Chu Tian.
"Sudahlah cepat katakan apa yang ingin kau katakan" ucap Chu Tian sambil menahan tawanya melihat wajah Yan Sha yang ditekuk.
"Ah ya ini tentang mu" ucap Yan Sha kemudian duduk dikursi taman dan diikuti oleh Chu Tian.
"Tentangku kenapa" tanya Chu Tian.
"Dew eh gurumu Cang he mengatakan padaku bahwa diumurmu keduapuluh tahun akan ada kegelapan dalam cahaya dan cahaya dalam kegelapan apa kau tau artinya" tanya Yan Sha.
Chu Tian berdiri dari duduknya lalu memandang bulan sabit.
"Kau sudah tau tentang itu, aku juga tidak mengerti yang aku tau tiga alam akan kembali terhubung selama beberapa saat dan aku yakin para iblis akan berusaha mamasuki dunia manusia karena itu adalah tempat terdekat karena jika menuju dunia dewa mereka tidak akan sempat." jelas Chu tian .
"Tiga dunia akan terhubung apakah itu artinya.."
"Ya kau akan bisa kembali kedunia asalmu "Ucap Chu Tian sambil memandang Yan Sha.
"Begitukah, bisakah aku lebih lama disini" ucap Yan Sha dengan pelan.
"Bukankah kau masih punya waktu satu tahun, lagi pula kau sudah terlalu lama didunia manusi apa kau tidak perduli dengan ayah bunda mu" tanya Chu tian.
__ADS_1
"Aku tau hanya saja aku ingin membantumu" ucap Yan Sha.
"Yan Sha kau tidak perlu menghawatirkan aku, yakin lah tidak akan terjadi apapun padaku, aku janji akan lebih berhati hati lagi dan tidak akan ceroboh jadi aku tenang saja" ucap Chu Tian meyakinkan Yan Sha.
"Aku tau tapi..."
"Yan Sha percayalah padaku, jika saatnya tiba nanti kau harus bahagia disana dan katakan pada Dewa Qing yu untuk menjawab semua teka teki ku kau mengerti" ucap Chu tian
"Teka teki apa," tanya Yan Sha dengan penasaran.
"Tentu saja tentang jodohku" ucap chu Tian.
"Eh."
"hahaha tidak tidak aku hanya bercanda sudah masuklah kau harus beristirahat" Ucap Chu Tian.
"Lalu kau..?" tanya Yan sha.
"Aku masih ingin disini sebentar" ucwp Chu Tian dengan tersenyum
"Baiklah aku masuk dulu" ucap Yan sha dan diangguki oleh Chu tian
"aku masih merasa ada yang berbeda darinya" batin yan Sha lalu melanjutkan langkahnya .
Chu Tian yang masih ada ditaman hanya terdiam.
"Guru, salam guru" ucap Chu tian dengan menjuru hormat.
"Kenapa kau disini aku sudah menunggumu cukup lama diruang dimensi apa kau tidak ingin berlatih hah" ucap Marah Cang He.
"Maafkan aku guru tadi Yan Sha memanggilku jadii..."
"Aku tau mari ikut aku aku akan menjelaskan semuanya kurasa ini sudah saatnya kau tau" ucap Cang he memotong penjelasan Chu Tian.
mereka masuk kedalam dimensi dan sekarang berada digubuk kecil milik Cang he tempat dimana Chu Tian berlatih dan berkultivasi, dia bahkan sangat jarang pergi keistana entah apa yang membuatnya selalu merasa nyaman di gubuk kecil itu.
"lalu apa yang akan guru jelaskan padaku" ucap Chu Tian sambil membuat teh untuk gurunya ,itu sudah menjasi kebiasaan Chu tian sebelum latihan dia akan membuat teh untuk.gurunya kadang Chu tian juga akan memasak untuk gurunya makan.
"Duduklah " ucap Cang He sambil menerima Teh Yang dibuat Chu Tian.
Cang He menghela nafas panjang seakan melepas semua beban yang ada difikirannya.
"Aku sebenarnya adalah seorang dewa" sepatah kata dari Cang he tidak membuat Chu tian terkejut.
__ADS_1
"Aku sudah tau" ucap chu tian.
"Lalu kenapa..?"tanya Cang he dengan Binggung
"Aku hanya ingin guru yang memberutaunya secara langsung padaku, tentu aku tidak ingin apa yang guru rencanakan gagal kan" ucap Chu tian dengan tersenyum
"Kau, huft kau memang lebih cerdas dari yang aku bayangkan, dan aku tau aku tidak akan bisa menyembunyikannya lebih lama dari mu, sebentar lagi tiga dunia akan terhubung tentu aku secara paksa akan ditarik kembali kedunia dewa kau tentu sudah tau tentang itu kan" ucqp Cang he dan diangguki oleh Chu Tian.
"Aku adalah seorang dewa pengetahuan dan keberadaanku disamping dewa pemimpin sangat penting namun dewa pemimpin memintaku untuk pergi dari sisinya dan berada disisimu untuk menjagamu" lanjutnya sambil.memandang Chu Tian.
"Ayolah guru jangan berbelit belit lagi, katakan saja intinya" ucap Chu tian .
"Baiklah kuharap kau tidak gegabah nantinya jika aku memberitaumu tentang ini.
Ayahmu adalah dewa terkuat yang lahir dengan berkah surga dia bernama Jhin Suo dan ibumu bernama ling zhu mereka adalah pasangan yang sangat serasi ayahmu sangat tampan dan ibumu selain sebagai dewi semesta juga sering disebut sebagai dewi kecantikan.
Ayahmu adalah dewa dari suku es namun karena berkah surga dia menjadi dewa alam kekasih sang dewi semesta.
Kau tentu sudah tau tentang apa yang terjadi pada ayahmu kan dan untuk ibumu tidak ada seoarangpun yang tau dimana keberadaannya" jelas Cang he
Chu tian begiu terkejut mendengar apa yang dikatakan Cang he.
"jadi maksudmu ibuku masih hidup" tanya Chu tian.
"Maaf aku tidak tau dia masih hidup atau tidak ,setelah ayahmu terbunuh ibumu sangat bersedih selama berhari hari ia tidak mau makan dan hanya menangis dan dihari ketuju dia menghilang entah kemana tidak ada seorang pun yang tau .
Bahkan seluruh pasukan kerajaan dikerahkan semua untuk mencari ling Zhu tapi jejaknya pun tidak ditemukan " ucap Cang he menjelaskan.
"Jadi dewa apa yang harus kulakukan sekarang" tanya Chu tian
"Jangan panggil aku dewa panggil saja guru seperti biasa, dan aku hanya bisa menyarankanmu untuk melepas pendekar Phoenix dan menduduki tahta pemimpin atau bisa dibilang sebagai raja Tiga dunia" ucap Cang He.
"Apa itu artinya aku harus melepas Xiao feng untuk selamanya" tanya Chu Tian.
"Kau adalah pangeran satu satunya yang berhak menaiki tahta itu dan untuk mendapatkan itu aku harus melepas Xiao Feng karena seekor burung phoenix tidak akan mampu bertahan di daratan salju suku es" jelas Cang He.
"Apakah kau sudah memberitahukan ini pada xiao Feng" tanya Chu tian denagn ekspresi marah dan diangguki oleh Cang He.
.
.
.
__ADS_1
.
.