
"Baiklah Bisa kita bicarakan ini diruanganmu saja, aku takut ada pohon dan tembok yang bisa mendengar" ucap Qi Val dengan serius.
jhin Tian sedikit terkeju saat melihat betapa seriusnya Wajah Qi Val.
"emm" jhin Tian mengangguk dan langsung berjalan keruangannya diikuti oleh Qi Val.
Sampai diruangan itu Jhin Tian langsung memasang formasi agar suara mereka tidak terdengar Keluar.
Jhin Tian duduk dengan elegan.
"Katakan" ucap Jhin Tian sambil mengambil secangkir Teh yang sudah ada dimeja itu.
"Ini tentang permintaan Ayah mertuaku" ucap Qi Val sambil menunduk.
"Emm lanjutkan" ucap Jhin Tian sambil menyesap teh nya.
"Dia ingin Kau mengakhiri Hidupnya" ucap Qi Val dengan wajah Sendu.
"Pfftttttt... " jhun Tian langsung menyemburkan kembali teh yang baru saja masuk kedalam mulutnya.
"Apa apaan dia itu" tanya Jhin Tian sambil berdiri dan wajah marah.
"dia mengatakan ini adalah permintaan terakhirnya, dia sudah bosan hidup dalam bayang bayang kesalahan masa lalu, dia ingin segera mengakhiri semua penderitaannya, melihatmu begitu acuh pada semua orang membuat hatinya sakit, dia ingin kau meluapkan seluruh rasa sakitmu padanya, lagipula dia tidak bisa melakukan apapun lagi" ucap Qi val dengan wajah sedih.
jhin tian kembali duduk dan menenangkan dirinya.
"Aku tidak akan melakukannya" ucap Jhin Tian dengan dingin.
"Tapi itu.."
"Aku tidak akan membunuhnya lakukan jika kau ingin" ucap Jhin Tian dengan nada dingin.
"Tidakk... aku tidak mungkin membunuh ayah mertuaku senfiri meskipun itu adalah keinginannya" ucap Qi Val.
"Jika begitu aku juga tidak akan membunuh ayah dari temanku" ucap Dingin Jhin Tian.
"Jika tidaka da yang ingin kau bicarakan maka aku akan peegi masih ada beberapa hal yang perlu ku periksa" ucap JHin Tian sambil berdiri dan melangkah pergi.
"Tunggu... Aku masih punya satu kaber buruk" ucap Qi Val sambil menunduk.
"Katakan dengan cepat" ucap Jhin Tian dengan nada dinginnya.
"Kandungan Yan Sha mati" ucap Qi Val dengan Nada Pelan.
jhin Tian melotot tak percaya, dia berbalik dan mencengkram bahu Qi Val.
__ADS_1
"Jangan bercanda disaat seperti ini Qi Val atau aku akan membunuhmh" ucap JHin Tian dengan marah.
"Aku tidak pernah bercanda dalam hal seperti ini, Yan Sha sangat terpukul dia tidak ingin jasad bayi itu diambil dari tubuhnya, jadi saat ini Kondisi sangat tidak baik" jelas Qi Val sambil menatap mata jHin Tian.
"Cih bodoh kenapa ku baru mengatakannya" ucap Marah Jhin Tian sementara Qi Val Hanya terdiam.
"Apa dewi kehidupan tidak bisa melakukan apapun" tanya Jhin Tian.
"ibu telah mengerahkan semuanya tapi bayi itu tidak bisa menerima energi yang diberikan ibu seperti ada pemghalang" ucap Qi Val.
"Kita pergi sekarang" ucap Jhin Tian yang langsung mengambil jubahnya tanpa memakainya, dia lalu pergi mencari Xian dan Xuan.
"Ayah mencali kami" tanya Xian.
"Ya,Ambil ini, ayah akan pergi ketempat bibi Sha, kalian tetap disini dan jaga diri kalian baik baik ayah janji akan segera kembali" Ucap jhin Tian sambil mencium kening kedua anaknya.
"Ayah tapi kenapa kita tidak ikut" tanya Xian sambil mengambil Seruling yang diberikan jhin Tian.
"Tidak untuk saat ini, ayah harus mengurus beberapa hal, Ayah Harap Xian dan Xuan mengerti dan satu lagi jangan pernah berhenti berlatih, saat ayah kembali nanti ayah akan menguji kalian dan jika kalian berhasil maka ayah akan memberikan tiga jurus baru" ucap Jhin Tian dengan Senyum.
"Sungguh, baiklah, Xuan akan bellatih, dan ayah tolong sampaikan salamku pada Bibi Sha dan Juga calon adikku" ucap Xuan dengan senyum.
"Pasti, Kalau begitu ayah pergi dulu" ucap Jhin Tian.
"Kalian jangan nakal ya" ucap Qi Val.
Jhin Tian dan Qi Val langsung menghilang dari tempat itu dan kini mereka berada Didaratan suci tepatnya di kediaman suku mimpi.
jhin Tian langsung menerobos masuk hingga membuat Prajurit binggung dan terkejut, Qi Val yang ada dibelakang Jhin Tian mengangguk pada para prajurit hingga membuat para prajurit itu kembali tenang.
Diruangan Yan Sha sedang menangis dipelukan Qing Se ,disana Ada Qing Yu Ratu Zhu, Raja Suo dan Juga dewi .
Brakkkkk....
Jhin Tian langsung mendobrak pintu Dan Masuk, Yan Sha yang melihat Jhin Tian langsung memeluknya.
"Jhin Tian aku tidak ingin kehilangannya, tolong jangan biarkan dia meninggalkanku, aku tak sanggup jika dia pergi, jhin tian katakan padaku kau akan membawanya kembali padaku, kumohon berjanjilah padaku.... hiks hiks kumohon hiks" Yan sha menangis sejadi jadinya dipelukan Jhin Tian.
Jhin Tian menjatuhkan jubahnya dan memeluk balik Yan Sha.
"Aku pasti akan berusaha sekuat yang kubisa agar bisa mengembalikannya padamu, sekarang tenanglah" ucqp Jhin Tian dengan lembut.
hal itu benar benar membuat yan Sha tenang padahal sedari tadi Yan sha terus berteriK histeris dan menangis sambil memukul Qing Se.
JhinnTian meletakkan Yan Sha ditempat Tidurnya dengan Qing Se yang Dududk disampingnya sambil memegang tangan Yan Sha.
__ADS_1
Jhin Tian menghampiri Ayahnya.
"Bisa berikan aku sedikit esensi permata Duyung" ucap Jhin Tian dengan wajah datar.
"Tapi pangeran Permata Duyung tidak ada artinya ap..."
"Aku tidak bertanya padamu dewi" ucap jhin Tian dengan Dingin.
"Ee aku masih menyimpannya, ambillah" ucap Jhin Suo sambil menyerahkan sebuah kotak kaca dengan satu permata melayang ditengah tengah.
"Dewa Qing Yu bisa berikan aku Kubus Suci" tanya Jhin Tian pada Qing Yu.
Semua orang terkejut, kubus suci hanya ada satu diaalam semesta tidak mungkin Qing Yu memberikannya.
"Tenang aku hanya menintanya sebentar anda tidak perlu khawatir, aku juga tidak butuh benda seperti itu" ucwp Jhin Tian dengan nada Dingin nya.
"Huft Baiklah, tapi kubus suci biasanya tidak ingin disentuh oleh sembarang orang" ucap Qing Yu yang mengeluarkan sebuah kubus kecil yang bersinar dan melayang ditangan Qing Yu.
Jhin Tian mengambil Kubus itu dan juga permata Duyung dengan kedua tangannya dengan santainya lalu berbalik menuju tempat Yan Sha.
Semua orang melongo dengan wajah tak percaya.
Jhin Tian dengan mudahnya bisa memegang kubus suci padahal dulu Qing yu perlu melakukan sesuatu yang sulit untuk bisa meluluhkan kubus suci.
"anak itu selalu saja membuatku terkejut" ucqp Pelan Qing Yu sambil tersenyum tipis.
"Aku tak yakin dia adalah putraku," uca Jhin Suo dengan tersenyum kecut, karena dia sekalipun tidak berani menyentuh kubus suci.
"Kau bilang apa suamikuuuu" ucap Ling Zhu Dengan aura mengerikan.
"Tidak tidak maksudku aku sangat bangga memiliki putra seperti dirinya" ucap Jhin Suo dengan senyum terpaksanya karena takut Ling zhu.
"Dibalik sifat dinginnya, jika menyangkut orang tersanyangnya dia juga bisa melupakan ego dan kembali bersifat lembut dan hangat, Aku tidak tau apa yang telah dia lalui selama ini hingga bisa menjadi seperti ini, aku benar benar menyesal tidak bisa melihatnya tumbuh" batin Jhin Suo sambil memandang sendu Jhin Tian yang sedang berbicara pada Qing Se dan Yan Sha.
.
.
.
.karna autor lagi sibuk kerja kemarin jadi gak up maaf yaa, hari ini Semoga bisa dua sampai tiga chapter deh
terimakasih atas dukungannya.
.
__ADS_1
.
.