
esok harinya seperti biasa setelah memasak makan untuk istrinya Chu tian pergi untuk menjalankan pekerjaannya, Chu Tian sekarang membuat makanan sendiri untuk istrinya dia tidak ingin mengambil resiko dengan makanan yang dibuat pelayan .
Pagi itu Chu Tian bergegas pergi bersama Zaein, di setiap desa tidak ada masalah saat pengambilan laporan, Chu Tian juga memberikan Bola kecil kepada kepala desa setelah mengambil laporan, hingga tiba didesa terakhir mereka tiba didesa wanye, hari sudah malam Chu tian dan zaein sebenarnya tidak enak hati tapi mereka sudah sampai disana jadi mau tak mau harus diambil sekalian.
Meski sudah malam desa itu terlihat sangat ramai.
"Tuan bisakah kita beristirahat sebentar, sedari tadi saat aku mau duduk kau sudah memerintahkan untuk bergegas" keluh Zaein.
" jangan banyak mengeluh setelah sampai diistana kau bisa beristirahat sesukamu" ucap chu Tian
"Itu masih nanti" ucap Zaein dengan lesu.
"Desa ini lebih ramai dari desa lain padahal ini sudah tengah malam" ucap Chu Tian.
"Emm tuan benar, sepertinya ada yang aneh disini" ucap Zaein
"Sebaiknya kita segera kerumah kepala desa" ucap Chu Tian.
"Baiklah" jawab Zaein.
mereka berdua berjalan melewati keramaian sebelum akhirnya seorang pria kurus datang kepada mereka.
"Tuan, dari pakaian tuan sepertinya tuan seorang pendekar , apakah anda berminat membeli pil ini, pil ini dapat menambah kekuatan secara instan tanpa perlu berkultivasi tanpa perlu latihan, aku hanya punya dua tuan akan menyesal jika tidak membelinya" ucap Pria itu.
"Bukankah itu barang ilegal" ucap Chu Tian yang masih santai.
"Apa pedulinya dengan barang ilegal, lihat sekelilingmu tuan mereka semua menjual barang ilegal, aku juga tau pendekar pasti akan melakukan apapun demi kekuatan bahkan barang ilegal pun mereka akan ambil" ucap Orang Itu dengan sinis.
"Kau ini tidak tau ya dia ituu..."
"Sudahlah Jangan membuat keributan disini kita harus segera kekediaman kepala desa" ucap Chu Tian memotong ucapan zaein
"kau bilang kepala desa, hahaha kau tidak akan dapat menemuinya hari ini" ucap Pria itu.
"Mengapa begitu" tanya Chu Tian.
"Dia akan pergi bersama mentri sua untuk membicarakan bisnisnya" ucap Pria itu.
"mentri Sua, untuk apa dia berada didesa yang sangat jauh dari istana dan malam malam" ucap Chu Tian.
"Heyy...! aku sudah mengatakan padamu mereka ada urusan bisnis" ucap Pria itu.
"Kalau boleh tau dimana mereka bertemu" chu Tian masih mencoba sopan dan sabar.
__ADS_1
"Cih mana kutau dia ada dimana, jadi bagaimana kau mau beli atau tidak" ucap Pria itu
"Maaf paman aku tidak tertarik dengan barang ilegal" jawab Zaein menyerobot Chu Tian yang baru akan mengucapkan sesuatu.
"Jika begitu setidaknya bayar untuk informasi yang kuberikan" ucap Pria itu.
"Paman.. aku akan berikan lima koin emas jika paman berhasil mencari informasi tentang dimana Kepala desa dan mentri sua berada" ucap Chu Tian sambil mengeluarkan lima koin emas.
Mata Pria itu berkilau saat melihat uang, tapi sepertinya dia cukup licik.
"Jika kau memberiku sepuluh koin emas maka kau akan segera dapat informasinya" ucap Pria itu
"kau jangan"
"Baiklah, sepakat aku akan menunggu disini" ucap Chu Tian salam satu tangannya menahan zaein yang mulai emosi.
pria itu mengangguk lalu perhi dengan tergesa gesa dari sana.
"Tuan dia itu pria yang licik bagaimana jika dia berbohong nanti," ucap Zaein.
"Jika dia berbohong kau bisa mencarinya dan menghajarnya nanti bagaimana" ucap chu tian.
"Baiklah aku setuju, lagi pula aku memang sangat ingin menghajarnya, bahkan pedangku sekarang sedang haus akan darah" ucap zaein dia membicarakan tentang pedang penghisap darah yang diberikan Chu tian
"Sebaiknya kau gunakan pedang itu untuk menebas musuhmu nanti" ucap Chu Tian
" tentu saja dan kekuatan dari pedang itu pasti akan meningkat dengan pesat" ucap Chu tian.
mereka berbincang disana dan tak lama pria tadi datang dan mengatakan.
"Dibawah ruang kepala desa ada sebuah ruangan disanalah mereka sering melakukan bisnis" ucap Pria itu.
" Apa kau yakin dengan informasi itu" tanya Chu Tian.
" aku mendapat informasi langsung dari pelayan rumah kepala desa" ucap Orang itu dengan sangat percaya diri.
" ingatlah jika informasi yang kau berikan tidak sesuai maka aku akan membunuhmu" ucap Zaein.
" ini milikmu" ucap Chu Tian sambil memberikan sepuluh koin emas.
" terimakasih, dan aku pastikan informasiku itu adalah benar" ucap Pria itu.
Chu Tian mengangguk dan berlalu pergi menuju kediaman kepala Desa bersama Zaein.
__ADS_1
Chu Tiqn memasuki Ruangan kepala desa dengan mengendap endap, musuh sudah dibuat tak sadar oleh zaein, Chu Tian masuk melalui jendela, saat masuk Chu Tian juga bertepatan denagan seorang pelayan yang masuk, Chu Tian langsung memukul bagian belakang kepalanya dan membuat pelayan itu pingsan.
"Kita mau mengambil laporan seperti akan mencuri saja" ucap Chu Tian.
"Yah kita tidak akan diterima jika jalan damai" ucap Zaein.
"Sudahlah sebaiknya kita mencari dimana jalan masuknya" ucap Chu Tian.
"Baiklah" ucap Zaein dia mencari sekeliling
"Tunggu Aku mendengar langkah kaki, sebaiknya kita sembunyi" ucap Chu Tian.
Langkah kaki semakin jelas terdengar dan dari almari muncur dua orang yang tak lain adalah kepala desa dan Mentri sua.
"Hahaha penawaranmu tadi cukup menarik, aku akan pertimbangkan " ucap Kepala desa.
"tentu saja jika kau bisa menerimanya pasti aku akan membuat kalian mendapat lebih banyak bantuan dari istana" ucap Mentri Sua.
"Raja mu itu sangat bodoh, bagaimana bisa dia dikelabuhi oleh mu dengan sangat mudah" ucap kepala desa.
"Bukan dia yang bodoh tapi aku yang terlalu pintar, hahahahha" mereka beedua tertawa, bahkan mereka tak sadar bahwa dilangit langit rumahnya ada dua orang yang melihat dengan jelas semua yang terjadi.
"Hahaha ini saudaraku laporan dari desaku, kau bisa mengantinya sesuka hatimu," ucap Kepala desa sambil menyerahkan sebuah gulungan yang berisi data data desa itu.
Chu Tian turun dari langit Langit dan langsung mengambil gulungan itu. mereka berdua terkejut saat mengetahui ada orang lain di sana.
"Terimakasih atas laporannya, dan mentri Sua aku punya urusan penting denganmu nanti" ucap Chu Tian.
"Pa pangeran kenapa anda disini, dan urusan apa itu " tanya Mentri sua dengan gugup.
"Ah ya aku lupa, kemarin saat rapat kau tidak hadir bukan, hari ini yang bertugas mengambil seluruh laporan aku dan Zaein, dan untuk urusanmu denganku kita bicarakan diistana" Ucap Chu Tian sambil membaca gulungan itu.
"Ba bagaimana ini mentri Sua, jika dia mendengar apa yang kita bicarakan tadi bisa gawat" bisik kepala desa pada mentri Sua.
"Diam kau, aku bisa dapat masalah besar jika begini" ucap Mentri Sua.
"tenang aku tidak mendengar apa yang kalian bicarakan" ucap Chu tian, dan dengan bodohnya mereka berdua percaya dan merasa lega, sementara Zaein Merasa mentri sua dan kepala desa sangat bodoh bahkan zaein sampai mengelenhkan kepalanya.
"Sungguh bodoh" ucap pelan Zaein
.
.
__ADS_1
.
.