Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
Ch 37 kegemparan didalam istana


__ADS_3

Didalam surat itu tertulis.


" Hai putra kecil ibu yang tampan, apa kau sudah makan apa kau tidur dengan baik, Ayah dan ibu berharap kau baik baik saja disana ,maaf kan ayah dan ibu tidak bisa menemanimu tumbuh, karna suatu alasan ayah dan ibu harus menitipkanmu, semoga kau tidak membenci ayah dan ibu tentang ini Ayah dan Ibu tau jalanmu sulit namun takdir akan membuatmu memiliki banyak kebaikan kelak.


Putraku kau adalah orang yang memiliki takdir besar jagalah dirimu dengan baik, jangan pernah kau menyeleweng ke jalan kegelapan, jika pun kau berjalan dikegelapan maka berjalanlah demi kebaikan.


Putraku Jangan pernah berfikir kami membuangmu ,kami sangat menyayangimu mungkin kau sekarang sudah menjadi pria yang tampan dan kuat Ayah dan Ibu sangat ingin melihat putra kecil kami yang mungil.


Bersabarlah jika waktunya sudah tiba kau pasti bisa bertemu dengan kami .


Tumbuhlah dengan baik putraku...


Dari Ayah dan ibu


Untuk Jhin Tian


Setelah membaca surat itu ada senyum tipis diwajah chu tian meski tidak memiliki petunjuk apapun, setidaknya dia tau orang tuanya tidak pernah berniat membuangnya .


"Aku berjanji akan menjadi kuat dan aku berharap tidak mengecewakan kalian nantinya" guman Chu tian .


"Ayah terimakasih untuk semua ini aku akan membawanya ke kediamanku" ucap Chu tian dengan senyum membuat hati Chu Kai menjadi lebih tenang.


" Ah ya An'er seruling yang kau bawa itu bukan milik permaisuri melainkan dari orang tuamu, milik permaisuri masih ada padaku" ucap Raja Chu Kai pada Chu tian yang telah berada dipintu.


" Aku sudah tau" ucap chu tian lalu melangkah pergi menuju kediamannya.


keesokan harinya terjadi keributan di istana dimana seluruh anggota keluarga wu semua mati termasuk wu tong ayah dari wu mei dengan tubuh mengering dan pangeran Chu Fen serta putri Chu Kia tidak bisa bergerak sedikitpun tabib mengatakan itu adalah efek dari dantian mereka yang hancur.


Seluruh istana gempar dengan kejadian itu hanya satu ada satu kediaman yang terlihat tenang.


"Adik apa kau didalam" teriak pangeran Chu Lizheng di depan kediaman Chu Tian.


" Tuan ada didalam silahkan masuk" ucap Zaein membukakan pintu kediaman.


"Salam pangeran Chu Lizheng" ucap Chu Tian dengan tersenyum.


" apa apaan kau ini salam mu terdengar aneh ditelingaku "ucap Chu Lizheng dengan wajah ditekuk.


"Hahaha kakak aku ini seorang pengeran tentu kesopanan harus ada di diriku" ucap Chu Tian dengan wajah bangga.


bang...

__ADS_1


"Aww aww kakak kenapa kau memukul kepalaku, apa kau berniat membunuhku" ucap Chu Tian dengan kesal.


"Ku kira kepalamu terbentur sesuatu dan jadi agak tergeser, aku tadi sedang memperbaikinya kau tau" ucap Chu Lizheng dengan wajah tanpa dosa.


"Apa kau kira aku ini roda kereta kuda..!!" Ucap Chu Tian dengan kesal.


mereka semua tertawa melihat kekonyolan mereka berdua.


"kakak ada apa pagi pagi sudah kekediamanku" tanya Chu Tian setelah selesai tertawa.


"Aku sebenarnya ingin meminta bantuanmu..?" pinta Chu Lizheng dengan wajah memelas


"bantuan seperti apa,? hingga kakak ku yang penuh karisma memelas didepan adik kecilnya?" tanya Chu tian dengan senyum mengejek.


"huh kau ini selalu saja membuatku kesal" ucap Chu Lizheng memalingkan wajah sedangkan Chu Tian sudah mulai tertawa lagi.


" Adik bantu kakak menulis laporan kerajaan ,pekerjaan itu sangat banyak dan harus selesai siang nanti sebelum hukuman Wu mei dijatuhkan" lanjutnya membuat Chu Tian terdiam sejenak.


"Kakak apa kau bercanda laporan kerajaan itu akan sangat membosankan, tidak tidak aku tidak mau" ucap Chu Tian menolak.


"Ayolah adik setidaknya bantu sedikit saja "Chu Lizheng mencoba membujuk Chu Tian.


"Yayaya aku akan membantu kakakku yang tampan ini" ucap Chu Tian yang disambut dengan senyum lebar dari Chu Lizheng.


Banyak orang yang memandang mereka dengan kagum karena ketampanan mereka ,apalagi pangeran Chu Tian dengan rambut Hitamnya terlihat begitu menawan.


memang setelah dia memasuki istana dia selalu merubah warna rambutnya menjadi hitam ,dia hanya tidak ingin terlalu banyak masalah jika semua orang tau rambut putihnya, itu akan membuatnya diburu beberapa musuh diluar sana.


Sesampainya di kediaman Chu Lizheng mereka langsung menuju ruang kerja Chu Lizheng sudah banyak buku dimeja nya membuat Chu Tian melonggo.


"Kakak apa ini semua laporan yang akan ditulis" ucap Chu Lizhemg dengan menelan ludah dia memang pandai menulis namun jika sebanyak itu dia merasa tidak akan sanggup.


Hingga akhirnya Chu Tian hanya membantu menulis lima gulungan laporan saja dan jelas sisanya Chu Lizheng yang melanjutkan.


Chu Tian tidak langsung pergi saat selesai menulis dia lalu duduk disamping kakaknya dan merebahkan kepalanya diatas buku dia kadang juga mengkritik tulisan Chu Lizheng dan Chu Tian selalu memainkan ujung rambut milik Chu Lizheng membuat Chu Lizheng merasa kesal



"berhentilah memainkan rambutku kau akan membuatnya rontok" ucap Chu Lizheng dengan kesal.


" Kau ini seperti wanita saja kak" ucap Chu tian dengan sedikit tertawa.

__ADS_1


"Diamlah aku tidak bisa berkonsentrasi" ucap Chu Luzheng semakin kesal.


"Kau sendiri yang memintaku menemanimu " kata Chu Tian.


"Iya tapi untuk membantu bukan menganggu" jawab Chu Lizheng. sebenarnya dia tau adiknya kebosanan disini


" Iya iya baiklah aku akan diam disini" ucap Chu tian memposisikan kepalanya pada buku dan bersiap menutup mata.


"Hei kau akan membasahi buku ku dengan air liurmu" ucap Chu Lizheng lalu mengelitiki Chu tian.


"Hahaha kakak hentikan haha itu geli hentikan" ucap Chu Tian sambil tertawa.


Mereka terus saling menggelitiki dan bercanda hingga hari beranjak siang.


"Sudah sudah ,lihat pekerjaanku belum selesai karenamu" ucap Chu Lizheng.


"Kau kembalilah, setelah makan siang nanti datanglah ke aula aku akan menyelesaikan ini dulu" lanjutnya.


"Emm kakak jangan lupa makan, jika kau kurus putri Han ying tidak akan menyukaimu lagi" Ucap Chu Tian lalu berlari dengan cepat keluar dari kediam Chu lizheng.


Meninggalkan Chu lizheng yang berteriak mengumpatinya.


Setelah selesai dari kediaman Chu Lizheng ,Chu tian lalu berjalan kearah kediaman pangeran Chu Fen dan Putri Chu kia, disana masih ada begitu banyak orang serta tabib yang memeriksa keadaan mereka, bahkan Raja Chu kai pun ada disana.


"Apa yang terjadi dengan mereka" ucap Chu tian yangdatang tiba tiba disamping Raja.


"Huh ,apa kau ingin ayahmu ini cepat mati karena terkejut?"kata Raja Chu Kai sambil mengelus dada


"Tidak aku hanya bertanya saja" ucap Chu Tian dengan santai.


Mendengar itu jantung Raja Chu Kai benar benar ingin meloncat, Chu Tian datang dengan tiba tiba disamping Raja Chu Kai bahkan salam pun tidak dia ucapkan, tapi dengan santainya Chu tian menjawab seperti tak melakukan apapun.


"Sungguh anak yang tak berperasaan" batin Raja Chu Kai dengan menghela nafas


.


.


.


.

__ADS_1


.


👋🏻hai haii readers😁


__ADS_2