
Jhin Tian terduduk mendengar perkataan Jhin Le memang benar dia berkeinginan untuk segera membuka segel dewa dan setelah itu mencari keberadaan ibunya.
Mereka semua memandang jhin Tian yang duduk termenung dengan wajah Pucatnya. mereka merasa bersalah karena mereka lah Jhin Tian samapi Memaksakan dirinya, mereka dulu tak percaya saat mendengar bahwa Jhin Tian akan melakukan segelanya untuk temannya bahkan nyawanya, namun sekarang mereka percaya itu semua bukan omong kosong belaka.
"Pangeran kami pasti akan membantumu dengan apapun" ucap Qing Se dan Diangguki oleh yang lainnya bahkan Muo Sie ikut mengangguk.
" Terimakasih semuanya" ucap Jhin Tian sambil tersenyum wajah Pucatnya membuat senyumannya tak semanis biasanya mereka menjadi semakin merasa bersalah.
"Huang Tei apa kau tidak mempunyai obat lain, aku sungguh tidak tega melihat Kondisi Pangeran" bisik Qi Val dia juga melihat banyak noda darah yang sudah mengering.
"Aku tidak punya obat lagi semua obatku telah terserap oleh Sui Ko, aku tidak atu lagi tiba tiba saja botol obat ku kosong semua, jika ada aku sudah menggunakannya sedari tadi" jawab Huang Tei.
"Apa kau tidak bisa membuatnya lagi" tanya Qi Val.
" Pangeran bagaimana caraku membuatny jika tidak ada bahan bahannya" kesal Huang Tei.
" bahan Bahan... oh tunggu pangeran Tian memiliki banyak diruang dimensinya" ucap Qing Se
"Sungguh tapi dengan kondisi pangeran seperti ini apakah..."
" Kita tidak akan tau jika kita tidak mencoba" ucap Qing Se.
"Kata katamu seperti Pangeran Tian saja" ucap Qi Val.
Mereka menghampiri Jhin Tian.
"Pangeran bisakah kau membukakan Ruang Dimensi untuk Huang Tei, dia ingin membuat ramuan tapi tidak ada bahannya, kulihat Lao Hei waktu itu menanam begitu banyak Tanaman herbal" ucap Qing Se.
" jadi Kau pernah masuk keruang dimensi pangeran" tanya Qi Val.
" tentu saja jika tidak bagaimana aku bisa memikirkan hal itu" ?ucap Qing Se.
" kenapa kau tidak mengajakku saat masuk ruang dimensi itu" keluh Qi Val.
"Kalian ini bisa diam atau tidak "Kesal Jhin Le.
"Kalian boleh memasukinya aku masih memiliki sedikit energi untuk membuka dimensi Untuk kalian" ucap Jhin Tian dengan senyumnya.
pada Akhirnya Qi Val, Qing Se dan Huang Tei masuk keruang dimensi.
"Jhin Tian kau yakin kau tidak apa apa" tanya Yan Sha
"Aku tidak apa apa" ucap Jhin Tian namun ekspresinya lain.
" kau ini bisa tidak kalau tidak ceroboh, selalu saja seperti itu" kesal Yan Sha.
" putri Yan Sha sudahlah jangan memarahinya lagi, dia begini karena kita juga" ucap Jhin Le dengan Sedikit berteriak.
Yan Sha hanya diam dia tidak bisa mengelak karena memang benar Kondisi Jhin Tian karena mereka Semua.
"Kakak sudahlah aku sungguh tidak apa apa" ucap Jhin Tian sambil berusaha untuk berdiri.
__ADS_1
" Kau mau kemana, lukamu masih sangat parah jangan banyak bergerak" ucap Jhin Le.
"Pangeran anda mau kemana, aku akan mengambilkan apa yang kau butuhkan" ucap Gi Kung.
"Aku akan mencari cawannya" ucap Jhin Tian sambil berjalan perlahan.
"Tapi kita belum menemukan Bolanya" ucap Yu Nan.
" aku sudah menemukannya" ucap Jhin Tian.
"Sungguh kapan kau mendapatkannya dan dimana" tanya Jhin Le dengan bersemangat.
Jhin Tian masih melanjutkan jalannya.
" ini ada dijasad Sui Ko ternyata Kunci Keempat ini adalah gabungan dari semua kekuatan Kita" ucap Jhin Tian.
"Pantas saja Sui Ko menyerap kekuatan kita semua ternyata alasannya adalah ini" ucap Jhin Le.
"Bisa bantu aku mencari Cawan itu" ucap Jhin Tian tubuhnya benar benar lemas.
"Kau tidak perlu memintanya, kau tunggu disini biar aku yang mencarinya bersama Gi Kung" ucap Jhin Le.
"Biarkan aku ikut" ucap Jhin Tian.
"Tidak..! sekali saja dengarkan aku dan duduk disini biarkan Yan Sha membersihkan luka lukamu" ucap Jhin Le.
"Tapi Jhin Le aku.."
"Tapi akuu..."
"Tidak ada tapi tapian, aku sudah berjanji kepada paman untuk menjagamu jika kau seperti ini apa yang harus kukatakan pada paman nanti" ceramah dari Jhin Le benar benar tidak berhenti membuat Jhin Tian memutar bola matanya kesal.
"Dengarkan aku dulu...!!!!" teriak Jhin Tian menyela perkataan Jhin Le.
"Apa yang ingin kau katakan" ucap Jhin Le setelah tertegun beberapa saat.
"Cawan itu hanya bisa terlihat sekali jika Kau menemukannya dan datang padaku maka cawan itu akan berpindah tempat lagi, jadi sebaiknya kita cari bersama atau bawa bola ini" ucap Jhin tian.
"Kau benar juga, sebaiknya aku bawa bola itu" ucap Jhin Le.
"Tapi pangeran apakah tidak masalah apabila jarak kita jauh" ucap Gi Kung.
"Kau benar juga lalu apa yang harus kulakukan" ucap Jhin Le sambil memegang kepalanya.
"Kau memintaku untuk tidak ceroboh lalu bagaimana dengan dirimu itu" kesal Jhin Tian dan Jhin Le hanya tertawa tanpa dosa.
"Satu satunya jalan kita harus menunggu Huang tei kembali" ucap Yu Nan.
"Emm Yu Nan apa kau merindukan Huang Tei" ucap Yan Sha.
"Cih Tentu saja tidak untuk apa aku merindukannya" ucap Yu Nan dia terlihat kesal namun wajahnya juga mulai terlihat memerah.
__ADS_1
"Kurasa wajahmu tidak bisa menyembunyikan kebenarannya" ucap Muo Sie sambil mengangkat sebelah alisnya.
"kau tidak perlu malu untuk mengakuinya" ucap Yan Sha.
"Kalian ini bicara apasih" kesal Yu Nan dia juga malu.
"Sudah jangan menggoda Yu Nan lagi lihat Dia sudah malu seperti itu" ucap Jhin Tian.
"Benar biar kita nanti bertanya pada Huang Tei " ucap Jhin Le.
"Pangerannn" teriak Yu Nan dengan malu.
"Hahahaha aku hanya bercanda" ucap Jhin Le.
mereka menunggu Huang tei dengan bercanda, untuk menghilangkan kekhawatiran mereka.
Tak Lama setelah itu Huang tei dan yang lainnya muncul membawa Semangkuk Ramuan dengan bau yang menyengat Dan sebuah salep di mangkuk yang berbeda.
"Akhirnya kau datang juga" ucap Gi Kung Dengan menunjukkan wajah garangnya.
Glekkk..
mereka bertiga menelan ludah.
"Kami harus mencari beberapa bahan yang sudah tertumpuk begitu banyak" ucap Qing Se.
"Haruskah kalian bertiga pergi, kau kan bisa pergi sendiri Huang Tei." ucap Gi Kung.
"A aku anu itu aku itu anu.."
"Dia takut jika Lao Hei tidak mengenalinya jadi aku harus menemaninya agar Lao Hei tidak salah paham" ucap Qing Se.
"Lalu kau...!" ucap Gi Kung sambil menatap Qi Val dengan tatapan yang seakan ingin menerkam hidup hidup Qi Val.
"Aku aku aku... aku harus pergiketoilet sebentar" ucap Qi Val sambil berlari kencang meninggalkan tempat itu, Gi Kung mengejar dibelakangnya dengan kesal.
"Qi Vallll..... Jangan lari kau" teriak Marah Gi Kung.
"Ada apa dengan mereka itu" ucap Muo Sie.
"Ee. e entahlah aku juga tidak tau" jawab Yan Sha mereka lalu tertawa bersamaan.
.
.
....
.
.
__ADS_1