
Kini Tiba saatnya Jhin Tian dipeekenalkan kepada semua orang hampir seluruh penghuni Daratan Suci diundang namun Jhin Suo tidak ingin mengambil resiko dengan mengundang suku api .
" saudara saudaraku semuanya terimakasih karena telah hadir diacara penyambutan pangeran Jhin Tian, dah hari ini bukan hanya menyambut Jhin Tian putraku saja, tapi juga menyambut istrinya yang bernama Ling Yue dan calon anak mereka yang masih dalam kandungan" ucap Jhin Suo dengan bangganya.
Semua yang ada disana riush dengan nama Ling Yue yabg menggunakan marga Ling yang sama dengan Ratu mereka.
"Kalian pasti bertanya tanya Mengapa marga dsri menantuku adalah Ling, itu adalah nama yang diberikan oleh Putraku, dan nama asli dari menantuku adalah kaira liyana, mulai sekarang kalian boleh memanggil nya putri Ling Yue ataupun putri Kiara tentu ini sudah dengan persetujuan menantuku" ucap jhin Suo.
"Kau memiliki menantu yang luar biasa cantik yang mulia" ucap Dewa Angin.
"bahkan kalian dengar sebentar lagi keturunan Suku es akan bertambah lagi" ucap Dewa petir.
"Tentu saja, bukankah putraku hebat" ucap Jhin Suo dengan tersenyum.
Sementara Jhin Tian juga ikut tersenyum di samping istrinya.
Semua orang juga mulai mendoakan kemakmuran dan kesejahteraan pangeran serta pasangannya.
" aku sungguh berterimakasih atas penyambutan yang luar biasa, maafkan aku karena tidak bisa memberikan apapun" ucap Jhin Tian sambil menangkupkan tangannya.
meski berkata seperti itu Jhin Tian tetap memberikan mereka semua barang dari daratan Tengah dan itu membuat mereka semua senang karena jarang jarang ada yang mempunyai barang barang bumi.
mereka mulai mengucapkan terimakasih dan Jhin Suo kembali melanjutkan ucapan ucapan dan mengatur kembali Tiga dunia meski segelnya belum terbuka namun dia sudah membuat banyak persiapan.
Sementara setelah membagikan semua barang dengan energi spiritualnya Tubuh Jhin tian semakin melemah.
" sebaiknya kau beristirahat aku sungguh tidak tega melihatmu memaksakan diri seperti ini" ucap Ling Yue.
Sementara Di meja Tamu Huang Tei juga terus melihat kearah Jhin Tian karena dia merasa khawatir dan efek obatnya hampir habis ditambah Jhin Tian tadi Mengunakan energinya lagi.
"Kuhara kau masih bisa bertahan pangeran" ucap Pelan Huang Tei.
Jhin Tian memejamkan matanya sejenak sambil membuang nafas panjang berharap Rasa sakit tidak kembali lagi.
"Tenanglah yue'er aku baik baik saja lagi pula ini sebentar lagi berakhir" ucap Jhin Tian.
"aku sungguh tidak bisa berdebat dengan keras kepalamu itu" ucap Ling Yue dengan wajah kesal.
"Hahaha jangan merajuk aku tidak bisa meninggalkan acara ini, atau ayahku akan kecewa" ucap Jhin Tian.
"Setidaknya kau jangan memaksakan dirimu lagi, kau sudah cukup kesakitan" ucap Ling Yue.
"Aku sudah baik baik saja huang tei sudah memberiku obat kan" ucap Jhin Tian
__ADS_1
"Kau meu mengandalkan obat itu sampai kapan, bahkan sekarang tubuhmu sudah kembali lemas" ucap Ling Yue.
" Aku janji setelah ini aku akan istirahat" ucap Jhin Tian
" terserah kau saja" ucap Ling Yue dengan kesal.
Sementara itu Acara juga mulai usai beberapa orang telah kembali ke kerajaan mereka lagi.
Begitupun dengan anggota istana Es mereka juga mulai kembali kekediaman mereka.
Jhin Tian diberi kediaman di Atas dan itu memang tempat yang disediakan khusus untuk Jhin Tian.
Meski Sudah peenah masuk keistana itu Jhin Tian masih tidak bisa menyembunyikan kekagumannya, istana dengan nuansa Biru dan Putih itu terlihat sangat elegan dan Diluar jendela yang terbuat dari kaca itu sebuah balkon yang menghadap langsung kelaut duyung dengan pemandangan hamparan Salju dan Pohon sakura indah disana.
"Tempat yang luar biasa" ucap Ling Yue.
" emm dan sekarang ini adalah rumahmu,apa kau menyukainya" tanya Jhin Tian.
"yah aku sangat menyukainya, sekarang saatnya kau beristirahat" ucap Ling Yue dan Jhin Tian langsung mwrebahkan dirinya ketempat tidur nyaman dengan selimut lembut dari kulit hewan yang sangat indah dan elegan.
Tok tok tok...
"Masuklah" jawab Ling Yue.
" pangeran Huang Tei, apakah ada masalah" tanya Ling Yue.
" tidak Putri hamba kemari hanya ingin melihat kembali kondisi pangeran Tian, hamba khawatir karena di aula tadi terlihat wajah pucat pangeran." jelas Huang tei.
"Ah baiklah periksalah dia sedang beristirahat disana" ucap Ling Yue
"oh baiklah " ucap Huang Tei dan langsung bergegas duduk di samping Jhin Tian yang sudah terlelap.
Setelah selesai Huang Tei berdiri.
"Bagaimana keadaanya" tanya Ling Yue.
" kondisinya memang kurang bagus tapi ini masih bisa di antisipasi pastikan pangeran meminum ramuan ini tepat waktu, dan ya jangan biarkan pangeran mengunakan energi spiritualnya sampai benar benar sembuh" ucap Huang Tei.
"Emm baiklah aku akan berusaha" ucap Ling Yue.
" kalau begitu Hamba mohon pamit" ucap Huang tei dan diangguki oleh Ling Yue.
Huang Tei keluar dari Ruangan Jhin Tian yang luas dan sangat mewah.
__ADS_1
Ling Yue duduk di samping Jhin Tian dan mengelus kepala Jhin Tian.
"bagaimana caraku mencegahmu, kau selalu saja melakukan semua hal seenakmu sendiri, hanya demi orang lain kau membuat hidupmu dalam bahaya" ucap Ling Yue .
Malam Itu Ling Yue menghadiri makan malam sendirian tanpa Jhin Tian karena Jhin Tian masih tertidur pulas.
"Putri Yue dimana jhin Tian " tanya Jhin Ye.
" dia masih tidur sepertinya dia kelelahan" ucap Ling Yue dengan tersenyum
"Yasudah kau tidurlah biar nanti ayah yang memeriksanya" ucap Jhin Suo.
"Baik Ayah" jawab Ling Yue.
"keponakanku itu sudah bekerja sangat keras jadi biarkan saja dia beristirahat" ucap Jhin She yang seketika membuat Jhin Suo mengingat sesuatu.
"Apa Jhin Tian tadi terluka" tanya Jhin Suo Pada Ling Yue.
" emm sebenarnya memang iya, beberapa kali dia terkena energi Qi Sau juga terlempar beberapa kali, dan Huang Tei mengatakan bahwa Jhin Tian kehabisa Energinya dan luka dalam akibat terlalu banyak menggunakan kekuatan Jiwa" jelas ling yue
"bagaimana bisa aku tidak tau jika dia terluka, sungguh aku merasa sangat bersalah karena tidak memperhatikannya" ucap Jhin Suo.
" tidak ayah ini semua bukan salah ayah, jhin tian sengaja menyembunyikannya karena takut ayah kecewa, bahkan jhin tian sampai meminta obat dari Huang tei, bahkan pangeran Ye, Le dan Putri Cha tau " ucap Ling Yue.
" yah kami memang tau tapi Jhin Tian meminta kami untuk tidak memberitau paman" ucap Jhin Le.
"sudahlah, aku akan melihatnya terlebih dahulu" ucap Jhin suo.
"Sebaiknya ayah makan dulu, lagi pula Huang Tei sudah memberikan beberapa ramuan untuk Jhin Tian" ucap Ling Yue
"Aku bahkan tidak sangup memakan makanan ini disaat putraku sakit" ucap Jhin Suo.
"tapi ayah harus makan" ucap Ling Yue.
" itu benar kak makanlah dulu" ucap Jhin She
"Aku adalah dewa tidak apa jika tidak makan beberapa saat saja" ucap jhin suo
"Kau memang seorang dewa yang bisa hidup abadi namun juga tetap bisa sakit kan, makanlah setelah ini kita akan melihat keadaan Jhin Tian" ucap Jhin Sang.
.
.
__ADS_1
.