
keesokan harinya Jhin Tian berada di kediaman Dewa Shin Lie Fa.
"Aku tidak akan membiarkanmu kemana mana, kau harus tetap disini agar tubuhmu terhubung dengan energi di alam ini" ucap Dewa shin Lie Fa.
"Kau sudah memisahkan aku dengan putraku apa sekarang kau juga tidak akan membiarkanku pergi menemui putriku" tanya Jhin Tian kesal.
"Tidak" jawab Dewa Shin Lie Fa tegas.
"Tch.. kalau begitu biarkan aku mendapatkan seseorang yang bisa keluar masuk istana ini dengan bebas, jika aku tidak bisa menemuinya setidaknya aku tau keadaanya" ucap Jhin Tian mencoba bernegosiasi.
"Tidak buruk" ucap Dewa Shin Lie Fa sambil memegang dagunya
"Song Lin" teriak Dewa Shin Lie fa memanggil salah seorang pengawal kepercayaannya.
Seorang pria bertubuh kekar masuk dengan Zirah lengkap berserta senjata, ia langsung berlutut dihadapan dewa Shin Lie Fa.
"Hamba yang mulia" ucap song Lin.
"Bagaimana menurutmu, apakah dia cocok, aku telah berulang kali memintanya turun kealam bawah, dan tentu dia memiliki izin khusus untuk itu" jelas Dewa Shin Lie Fa.
Jhin Tian mengamati Song Lin dengan seksama dia mengitari Song Lin sambil sedikit berfikir.
"Tidak, aku tidak mau dia" ucap Jhin Tian membuat Dewa Shin Lie Fa dan Song Lin Terkejut.
"Maaf tuan muda apa yang membuat hamba tidak layak berada disisi anda" tanya Song Lin Sambil menatap Jhin Tian.
"Bukan kau yang tidak layak tapi aku punya orang lain yang ingin kuberi kepercayaan" ucap Jhin Tian sambil mengalihkan pandangannya pada Dewa Shin Lie Fa.
Dewa Shin Lie Fa mengerutkan keningnya, dia merasa aneh dengan sikap Jhin Tian namun ia masih terlihat begitu tenang.
"katakan siapa orangnya" tanya dewa Shin Lie Fa dengan penuh penasaran.
"Fu Cang" jawab Jhin Tian singkat.
"Apakah dia manusia dari daratan tengah" tanya Dewi bunga la Jiang Zia yang tiba tiba datang.
"Apakah Dewi Bunga ini suka masuk ketempat orang lain tanpa izin seperti ini" ucap Jhin Tian agak tidak senang.
"Kamu... "
__ADS_1
"Sudah lah Zia.. ada apa kau kemari" potong Dewa Shin Lie Fa.
"Maaf yang Mulia hamba kemari karna hamba mendengar bahwa Tuan muda ah tidak maksudku pangeran Tian sedang mencari seorang tangan kanan" ucap Dewa Bunga dengan anggunnya.
"Lalu" tanya Dewa Shin Lie Fa.
"Emm hamba memiliki saran jika pangeran mau, pangeran dapat memilih Salah satu dari Tiga pengawalku, mereka adalah orang orang pilihanku dan yang pasti mereka adalah yang terbaik" ucap dewi Bunga dengan penuh senyuman.
Jhin Tian berfikir lain, dia sedikit merasa aneh dengan dewi Bunga.
"Dewi Bunga sungguh sangat bermurah hati tapi maaf saja aku hanya ingin Fu Cang sebagai orang kepercayaanku" ucap Jhin Tian dengan sedikit menunduk dan tersenyum tipis tanda penolakan.
"Tapi manusia tidak bisa sembarangan masuk ke istana ini, energi disini sangat tidak cocok untuk para manusia rendahan" ucap Dewi bunga dengan sedikit kesal karena mendapat penolakan.
"Yang dikatakan Dewi bunga memang tidak salah, Jhin Tian kau tidak munggkin ingin membahayakan orang itu kan" ucap dewa Shin Lie Fa yang membuat Dewi Bunga Tersenyum.
"Hamba tentu telah memikirkannya dengan benar, dia memiliki tubuh istimewa dan aku sangat yakin Fu Cang Sangat layak diposiai ini" ucap Jhin Tian.
"Apa kau benar benar yakin tentang ini, aku tidak ingin kau membahayakan makhluk lain untuk kepentinganmu sendiri, itu akan merusak kemurnianmu" ucap Dewa Shin Lie Fa.
"Anda dapat memeriksanya secara langsung jika anda tidak percaya, aku tau apa yang aku lakukan" ucap Jhin Tian denganwajah meyakinkan.
"Baik Yang Mulia" ucap Song Lin sambil bangkit dan bersiap untuk pergi.
"Tunggu" Jhin Tian menghentikan Langkah Song Lin.
"Berikan ini Pada Raja Han, kalian tentu akan membawanya dengan baik baik bukan?. " ucap Jhin Tian sambil memberikan sebuah gulungan kertas.
Dewa Shin Lie Fa mengangguk
"Lakukan" ucap Dewa Shin Lie Fa sambil mengibaskan tangannya
"Baik" jawab Song Lin.
"Yang Mulia anda sungguh yakin dengan keputusan anda, jika Pangeran Tian salah memilih orang bukankah akan mempengaruhi perkembangannya disini" ucap Dewi Bunga masih mencoba menolak keinginan Jhin Tian.
"Anda tenang Saja Dewi, Akuakan bertanggung jawab sepenuhnya dan tidak akan merugikan dewa Shin Lie Fa sedikitpun" ucapJgin Tian Dengan tersenyum mengejek Dewi Bunga.
"Tch... kita lihat saja nanti" ucap Dewi bunga yang bergegas pergi dari kediaman Dewa Shin Lie Fa.
__ADS_1
"Kau harus memaklumi nya dia memang seperti itu" ucap Dewa Shin Lie Fa.
"Aku tau aku telah mempelajari semua yang ada disini, anda tenang saja selagi putra putriku baik baik saja aku hanya akan duduk tenang disini dan menuruti keinginanmu" ucap Jhin Tian.
"Pemikuranmu yang seperti sekarang malah membuatku khawatir" ucap Dewa Shin Lie Fa.
Jhin Tian menuangkan Secangkir Teh untuk Dewa shin Lie Fa.
"Aku hanya menyadari sesuatu mengikuti takdir adalah pilihan terbaik, memang tidak ada jaminan akan berakhir baik tapi aku yakin aku dan putra putriku pasti bisa bersatu kembali" ucap Jhin Tian sambil meletakkan kembali teko teh yang ia pegang.
"Aku tidak bisa membantumu, putramu telah terikat janji tiga purnama yang telah kau buat dan kau sudah terikat akan takdirmu untuk terus berada disini, dan putrimu aku yakin dia juga memiliki takdir hebat dalam hidupnya" ucap Dewa Shin Lie Fa.
"Aku tidak perlu mereka jadi hebat aku hanya perlu mereka hidup dengan baik" ucap Jgin Tian dengan sedikit melamun.
"ah ini sudah semakin siang aku akan kembali ke kediamanku, yan yan pasti telah menungguku" ucap Jhin tian.
"Pergilah, aku akan menemuimu besok kita akan memulainya" ucapDewa Shin Lie Fa.
Jhin Tian mengangguk lalu melangkah pergi.
"Sikap tenang macam apa itu, aku sampai tidak bisa membaca apa yang sedang dia fikirkan, benar benar pemuda yang sulit ditebak" ucap Dewa Shin Lie Fa sambil menyesap teh setelah Jhin Tian Pergi.
Sementara Ditempat Jhin Tian
"dengan begini Dewa Shin Lie Fa akan sedikit melongarkan pengawasannya, memang benar tenang adalah senjata mematikan" ucap Jhin Tian Pelan.
"Tuan Tian" teriak Yan Yan Dari kejauhan dia berlari kecil menghampiri Jhin Tian.
"Ada apa? " tanya Jhin Tian.
"Kudengar anda menyinggung dewi Bunga apakah itu benar" tanya yan yan dengan wajah khawatir.
Jhin Tian menatap aneh Yan Yan dia lalu melangkah melewati Yan Yan.
"Tidak, Aku tidak menyinggung nya, dia saja yang terlalu berlebihan" ucap jhin Tian sambil terus berjalan meninggalkan Yan Yan.
.
.
__ADS_1
.