
Setelah keluar dari Istana Jhin Tian menuju Hutan diperbatasan Benua Timur.
Swiisshhh... Swisshhh.. swissshh
Sekitar Lima belas orang dengan bulu burung di kepala mereka datang menuju Jhin Tian.
"Salam pendekar" ucap mereka serempak.
"Apa yang kalian lakukan disini" tanya Jhin Tian.
"Ampun Pendekar, Raja Tiga alam telah membeei titah agar kami semua mengikuti pendekar" ucap Orang itu.
"Kalian ini, Lalu bagaiaman dengan suku phoenix disana" tanya Jhin Tian.
"Kami juga akan pindah kedaratan tengah" ucap Salah satu Phoenix dengan Bulu Putih.
"Tch ayah tidak membiarkanku tenang" ucap Jhin Tian dingin.
"huh baiklah" ucap Jhin Tian sambil mengangguk.
"huahahahahhahaaha" suara tawa mengelegar itu membuat para Phoenix memasang sikap waspada tapi tidak jhin Tian yang memasang wajah dinginnya.
"Akhirnya akhirnya kutemukan kauu... Chuu Tiaannnnnn!!!!!" orang Itu muncul dari semak dan langsung menunjukkan waajah marah.
"Jadi Kau ya" ucap Dingin Jhin Tian.
"Aku kubalas semua perbuatanmu di masa lalu, Kau sudah membunuh istri dan anak anakku, membuatku terjebak dalam Dunia mimpi, maka aku akan membunuhmu beserta keturunanmu" ucap Orang itu yang Tak lain adalah Sing Wei musuh lama Jhin Tian, dia sudah terbangun dari ramuan mimpi yang diberikan Jhin Tian waktu itu.
"Jangan harap kau bisa menyentuh anak anakku" ucap Jhin Tian aura dinginnya langsung menguar.
"Heh aku tidak sendiri Loh" ucap Sing wei Dengan nada mengejek.
Seketika Puluhan orang Muncul dengan jubah hitam.
"Aku tidak akan pernah lupa dengan mereka" ucap Jhin Tian dingin serta senyum Sinisnya.
pedang elemen berada Ditangan Jhin Tian saat ini. para phoenix mulai membentangkan sayapnya tanda siap bertempur.
"Tak kusangka ada begitu banyak Phoenix Disini" ucap Sing wei dengan niat licik Di Kepalanya, dia memanggil Salah satu anak buahnya dan membisikkan sesuatu.
Jhin Tian menatap Sing Wei Dengan tajam.
"Ayo mulai" teriak Sing wei dan langsung melesat kearah Jhin Tian.
para phoenix juga menyerang Oramg orang berjubah.
Jhin Tian hanya terus menghindar dan menangkis, entah mengapa perasaannya tidak enak.
"Heh apa kau hanya bisa menghindar, ayo serang aku" ucap Sing Wei dengan wajah Arogan.
"Cih aku benci wajah busukmu itu" ucap Jhin Tian , dia lalu memutar tubuhnya dan Melompat keatas, kemudian dia menendang kepala Sing Wei Dari Atas.
Bommmmmm....... Kepala Sing Wei terbentur dengan keras Di Tanah, wajahnya kini penuh dengan Luka.
Sing Wei mencoba bangkit.
"Aku belum Selesai" ucap Jhin Tian dan langsung menendang bagian kepala kanan Sing wei yang membuat sing Wei kembali terpental dan menabrak pohon.
"Uhukk" darah kental keluar dari mulut Sing Wei.
"Bagaimana Bocah itu bisa sekuat ini" batin Sing Wei Dia melihat para anak buahnya yang hanya tinggal beberapa.
"Aku salah membiarkanmu hidup waktu itu" ucap Jhin Tian sambil berjalan menuju Sing Wei, tatapan Dinginnya membuat Sing Wei ketakutan.
"A aku masih belum kalah Chu Tiann" teriak sing wei, yang seketika tubuh Sing Wei disinari cahaya yang Sangat terang.
Tubuh sing wei kini dilindungi Dengan Zirah.
"Ini adalah anugrah dari dewa, kau tidak mungkin dapat menembus Zirah ini" ucap Sing wei dengan nada sombong
__ADS_1
Jhin Tian hanya Diam tatapan dinginnya terasa begitu menusuk, Sing Wei tanpa keraguan langsung menyerang Jhin Tian.
Sing Wei ingin menendang Wajah Jhin Tian namun berhasil ditangkis oleh tangan Jhin Tian, Jhin Tian menebaskan pedangnya Kedepan, dna itu membuat Sing Wei Reflek munduk kebelakang, Sing Wei mulai menyerang Jhin Tian dengan membabi buta. dan Jhin Tian menanggapinya dengan menangkis setiap serangan Sing wei mengunakan tangan dan kakinya, posisi itu bertahan Cukup Lama hingga aakhinya.
buakkkkhhhhh.....
Jhin Tian memusatkan energinya kekaki kanan dan dia langsung menendang perut Sing wei Yang membuat Sing Wei kembali terpental dan Zirah yang dia gunakan Retak.
"A apa apaan serangan itu tadi, aku harus lebih fokus" ucap Pelan Sing wei dan langsung melesat kearah Jhin Tian.
Jhin Tian menunggu kedatangan Sing wei dengan santai dan tatapan dinginnya itu tak pernah luput dari Wajahnya.
"Bodoh" ucap prlan Jhin Tian dengan nada dingin, dia langsung Ikut menyerang Sing wei , kali ini dia tidak ingin menahan dirinya lagi.
Buakkhhh... booommmm.... Buggghhhj...
Tendangan dan Tinju terus mereka layangkan, dan seperti biasa Jhin Tian selalu menggunakan Tarian phoenix disaat pertarungannya hampir berakhir.
"Cih Kau mau bertarung atau menari hah" teriak Sing wei dengan marah, dia baru saja bangkit setelah Jhin Tian membuat dirinya jatuh hingga membentuk kawah.
Sing Wei yang merasa diejek karena Jhin Tian terus menari dengan pedangnya.
Dengan percaya Diri sing Wei langsung Berlari menyerang Jhin Tian, tanpa dia sadari dia telah memasuki jebakan kematiannya sendiri.
Jhin Tian tersenyum Sinis melihat Sing wei yang mulai mendekat.
"Mati" ucap Jhin Tian langsung melesatkan Tebasannya kearah Sing wei.
Sing Wei tidak sempat menghindar dan .
Blaaaarrrrrrrrrrr........ prankkkkk...
Zirah Sing wei hancur, dan Sing Wei terpental menabrak batu hingga hancur.
Tubuh Sing wei sudah benar benar tidsk bisa digunakan lagi, tulangnya terasa remuk semua.
Evek dari Zirah itu memang seperti itu, jika zirah itu hancur maka sang pemakai juga akan hancur, tidakada yang bisa menyembuhkannya.
"Ini lah akhirmu" ucap Jhin tian dengan dingin.
"Tidak kumohon tidakkk" batin Sing weii kata katanya benar benar tidak bisa keluar dari mulutnya.
Jhin Tian bersiap menancapkan pedangnya.
"Ayaahhhhhhh" teriak dua orang bocah sambil menyeret seorang pria berjubah.
"Kenapa kalian disini" tanya Jhin Tian dengan penasaran.
"Olang ini bilang dia ingin menculik kami, jadi kami menangkapnya, dia sangat bodoh" ucap Xian.
"menculik kalian" ucap Jhin Tian yang langsung menatap Sing Wei dengan aura membunuh.
"Tenang saja ayah, aku telah membuatnya lumpuh, dia tidak bisa lagi menculikku" ucap Xuan.
"Memang siapa yang akan menculik kalian, dan kauu Sing Wei kau berharap apa, anak anakku bukan anak biasa, jika dibiarkan mungkin mereka juga bisa membuatmu seperti ini" ucap Jhin Tian.
"Ayah siapa paman ini" tanya Xuan.
"Dia adalah orang jahat, Xian dan Xuan tidak boleh bersamanya mengerti" ucap Jhin Tian.
"kami mengelti ayah" ucapXian Dan Xuan.
"Bagus sekali" ucap Jhin Tian sambil mengusap kepala kedua anaknya itu.
"Pendekar, kami telah selesai" ucap Phoenix dengan bulu Merah.
"Wahh paman phoenix" ucap Xuan dengan Girang.
"Sekarang kitacari temoat yang bagus untuk paman phoenix tinggal, apa Xian dan Xuan Mengerti" ucap Jhin Tian dan Diangguki oleh kedua anaknya.
__ADS_1
"pertama kali aku melihat pendekar selembut itu, tatapan hangatnya dan Senyum Yang menenangkan, sebenarnya mengapa anda bisa sampai seperti ini pendekar" batin salah satu Phoenix.
"Baiklah Ayo" jhin Tian mengandong kedua Anaknya itu.
"pendekar mereka itu..."
"Biarkan saja" ucap Jhin Tian sambil menatap Sing Wei dengan semirik mengerikan.
"Oh ya dewa terimakasih kau telah menyelamatkanku dari maut, memang tak sia sia aku mencoba menculik anak anak itu" batin Sing wei dengan lega.
Jhin Tian dan Yang alinnya melesat, dan Tanpa seorangpun yang menyadari, jhin tian melempar dua buah pedang tajam kebelakang dan..
Clebbbbb... Clebbbbb....
Dua pedang itu mengenai tepat dijantung sing Wei dan Dijantung anak buahnya yang mencoba menculikanak anak kesayangan nya itu, dan pedang itu langsung membuat mereka tewas .
Tentu saja Jhin Tian tidak akan membiarkan orang seperti mereka hidup dengan damai, jika tidak membiarkan mereka keneraka, setidaknya jhin tian harus membuat mereka merasakan neraka dunia.
kembali Ke Jhin Tian.
Jhin Tian spai disebuah Gua yang berada ditengah Air terjun, Gua itu hanya bisa dicapai oleh mereka yang bisa terbang.
"sepertinya ini akan cocok" ucap Jhin Tian pelan.
"Pegang mereka" ucap Jhin Tian sambil menyerahkan anaknya.
Jhin Tian mengunakan sebuah segel tangan dan langsung diarahkan kedalam Gua.... setelah beberapa Saat Jhin Tian menghentikan aktivitasnya.
"Ayo Masuk" ucap Dingin Jhin Tian sambil mengambil kembali anak anaknya.
Jhin Tian dan yang lainnya melewati Air terjun yang ternyata tidak membuat mereka basah sedikitpun, mereka mulai masuk kedalam Gua dan ada sebuah portal yang telah dibuat Jhin Tian sebelumnya.
satu persatu dari mereka mulai memasuki portal dan alangkah terkejutnya mereka.
"Ko kota Phoenix" ucap Mereka serempak.
"Aku telah memindahkan kota phoenix kedalam sini, kalian akan tinggal disini, aku akan selalu kemari, dan ya satu lagi kalian boleh keluar dari sini untuk sekwdar berjalan jalan atau menemuiku, tapi ingat untuk mengunakan pakaian manusia dan singkirkan bulu itu, dan satu hal lagi, jangan sampai aura kalian tercium, tidak ada yang boleh tau kalian itu phoenix dan juga tentang tempat ini" ucap Jhin Tian tanpa ekspresi.
"Terimakasih pendekar Phoenix Suci" ucap Mereka semua dengan bersujud.
"Sudahlah, aku akan pergi" ucap Jhin Tian karena saat ini anak anaknya sedang tertidur.
Setelah mengatur segalanya Jhin Tian keluar dari Gua itu dan pergi menuju Kerajaan Chu.
"Mereka sama sepertimu yue'er setiap berada dipelikamku mereka selalu tidur, sama persis denganmu" ucap Jhin Tian sambil terus melesat dan memandang kedua anaknya yang tidur dengan damai.
Sesampainya dikerajaan Chu Mereka Disambut oleh Chu Lizheng
"Ada apa dengan mereka, Liyang bilang ada yang ingin menculik mereka" ucap Chu Lizheng dengan khawatir.
"Mereka tidak akan semudah itu menculik putra putriku" ucap Dingin Jhin Tian.
"Hah syukurlah, lalu mereka berdua.."
"tidur" ucap Singkat Jhin Tian dan langsung membawa kedua anaknya kedalam kediamannya.
Jhin Tian membaringkan Tubuh kedua anaknya itu.
"Ayah jangan pergi" ucap Xuan dalam tidurnya sambil memegang tangan Jhin Tian mengunakan tangan mungilnya.
"Ayah tidak akan pernah pergi dari Xian'er dan Xuan'er ayah akan selalu ada untuk Xuan'er Dan Xuan'er" ucap Jhin Tian sambil mengelus surai panjang putrinya itu dan juga putranya.
.
.
.
.
__ADS_1
karena Chapter sebelumnya cuma 600an Kata, kali ini autor kasih 1500 kata, biasanya Autor ngetik 1000an kata tapi karena lagi kurang vit jadi maafkan Autor ya man teman :(