
Setelah Ji Kun menjelaskan semuanya Chu Tian sangat marah bahkan tangannya sampai bergetar karena menahan amarah. Saat dia akan melesat ke kerajaan Chu Ji kun mencegah.
"Maafkan hamba pangeran , tapi pangeran Chu Lizheng sudah berpesan agar pangeran bersembunyi saja sampai keadaan aman..!" kata Ji Kun mencegah Chu Tian kembali.
"Tidak..! aku tau kakakku sedang dalam masalah, jika tidak mana mungkin dia mengirimmu " ucap Chu Tian.
"Ee itu pangeran tapi ini perintah dari pengeran mahkota" ucap Ji Kun
Chu Tian yang melihat Ji Kun seperti kebinggungan menyipitkan matanya.
"Katakan sejujurnya apa yang terjadi pada pangeran mahkota Chu Lizheng.!!!" tanya chu tian dengan dingin.
"tidak itu han..." Ji kun tidak bisa melanjutkan kata katanya karena Chu tian memotongnya.
"Katakan...!!" potong chu tian dengan keras aura yang sangat besar dan murni merembes keluar membuat Ji kun jatuh berlutut.
"Tuan tenanglah, akuakan membunuh orang ini jika tuan mau" Ucap Zaein yang sebenarnya juga ikut kesal dengan Ji kun.
mendengar ucapan Zaein selutuh tubuh Ji kun bergetar ketingat dingin membasahi tubuhnya.
"Pa pangeran sebenarnya pangeran mahkota chu lizheng telah dicabut gelar putra mahkotanya dann...." Ji kun nampak ragu.
"Katakan dengan cepat"ucap Xiao Feng yang sedari tadi sudah menahan amarahnya.
"Eee iya iya , pangeranChu Lizheng saat ini sedang berada didalam penjara atas perintah Raja Chu Kai dan selir wu Mei" ucap Ji kun dengan gugup.
"Ayah..!!" chu tian berkata pelan.
"Paman.!! ubah wujudmu menjadi phoenix dan gunakan kecepatan tinggi aku ingin segera sampai ke istana." perintah Chu tian demgan tegas .
"Baik" jawab Xiao feng lalu merubah wujudnya ke bentuk phoenix.
Chu tian dan Zaein naik ke punggung Xiao Feng sedangkan untuk ji kun , karena Xiao feng sedang kesal padanya ji kun di bawa Xiao feng dikakinya, yang membuat Ji kun ketakutan dan selalu berteriak disepanjang jalan, dia berjanji dalam hati tidak akan membuat phoenix itu kesal lagi.
__ADS_1
Perjalanan menjadi begitu singkat karena Xiao feng melesat dengan cepat dan hanya butuh satu hari untuk sampai ke istana mereka sampai saat hari menjelang siang, saat mereka sampai keadaan istana masih seperti biasa para pengawal berjaga dan para dayang menyiapkan makanan untuk tuannya.
"Begitu tenang kalian ,maka sebentar lagi tidak ada ketenangan hanya ada pertunjukan menarik" ucap Chu Tian dengab senyum tipis.
"Aku akan turun bersama Zaein dan paman Feng serta Kakak Ji Kun tetap lah disini "ucap Chu Tian yang berhasil membuat Ji Kun berkeringat dingin.
"Pangeran bisakah aku ikut dengan pangeran aku juga ingin menyelamatkan pangeran Chu Lizheng" kata Ji Kun sambil melirik ke arah Xiao Feng yang terlihat tenang dan tak perduli.
"Tidak..!! Kau sekarang adalah buronan apa kau ingat" ucap Chu tian dengan santai.
"Aku pergi dulu, ayo Zaein" lanjutnya lalu melesat bersama zaein dan meninggalkan Ji Kun yang meratapi nasipnya.
Chu Tian masuk melalui gerbang dia ikut rombongan para pengantar bahan makanan ke istana. Sampai dihalaman istana Chu Tian dan Zaein melesat ke arah yang berlawanan Zaein ke arah kediaman raja sedangkan Chu Tian pergi ke penjara.
"penjagaannya sangat ketat aku harus bisa mengalihkan perhatian mereka semua" Ucap Chu tian yang melihat ada sekitar 20 penjaga penjara.
Chu Tian lalu membuat segel tangan yang rumit, setelaah selesai membuat segel tangan dia melukai sedikit jarinya hinga keluar darah ,lalu sebuah boneka muncul, boneka itu mirip dengan chu tian ysng berbeda hanya boneka itu tidak memiliki kekuatan.
"Ini akan cukup untuk mengecoh sebagian dari mereka" guman Chu tian lalu memerintahkan Boneka itu untuk mengecoh para prajurit.
saat boneka itu pergi Chu Tian mulai bergerak dengan cepat memukul tengkuk para penjaga hingga tak sadarkan diri Chu Tian juga menaburkan bubuk bius yang akan berfungsi selama sehari penuh.Selesai dengan para penjaga Chu Tian langsung menjadi sel dimana pangeran Chu Lizheng ditahan.
Dia melihat disebuah sel yang ada paling pojok dan sel itu dilindungi oleh sebuh formasi. didalam sel itu Chu Tian melihat seorang pria muda dengan luka cambuk disekujur tubuhnya, matanya terpejam, kedua tangan dan kedua kakinya diikat rambut berantakan baju yang compang camping membuat pria itu terlihat mengenaskan.
"Ka kakak" Ucap Chu Tian pelan pria itu tak lain adalah Chu Lizheng.
Mendengar suara adiknya pangeran Chu Lizheng lalu membuka matanya, air mata kebahagiaan jatuh namun ada raut kecemasan di wajah pucatnya.
"Adik kenapa kau bisa sampai disini bagaimana jika para pengawal melihatmu ayah tidak akan melepaskanmu" ucap Chu Lizheng dengan cemas.
Chu tian yang telah membuka formasi langsung masuk ke dalam sel dan memeluk kakaknya.
"Kakak mengapa kau melakukan ini, apa kau kira aku tidak tau kau begini karena tidak ingin memberitahu kepada ayah dimana aku berada" Kata Chu Tian dengan nada marah.
__ADS_1
"Ini bukan apa apa kakakmu sangatlah kuat, lagi pun aku merasa ini pantas untukku, selama ini aku tidak pernah menjadi kakak yang baik untukmu dan sekedar melindungi mu pun aku tidak mampu" ucap Chu Lizheng dengan menunduk.
"Kakak dengarkan aku kau adalah seorang putra mahkota jangan tundukkan kepalamu pada siapapun kecuali kepada mereka yang benar benar menghargaimu, kau Adalah kakak terbaik yang kumiliki jika kau tidak melindungiku maka aku yang akan melindungimu" ucap Chu Tian dengan senyum lembut melihat kakak keasayangannya itu.
"Tapi tetap saja, aku sudah berjanji pada ibunda untuk membuat adik kecilku tetap aman dan bahagia , tapi apa aku benar benar merasa tak berguna" chu lizheng terus saja menyalahkan dirinya.
" Kak sudah lah aku sudah aman dan bahagia sekarang..! ,mari kita keluar dan minumlah pil ini dulu" Kata Chu Tian memberikan pil penyembuhan pada Chu Lizheng.
Chu Lizheng menelan pil yang diberikan Chu Tian lalu tak berselang lama semua luka yang ada ditubuhnya menghilang .Setelah itu mereka pergi dari penjara itu.
Chu Lizheng melihat begitu banyak prajurit yang tergeletak disana ,dia lalu memandang Chu Tian dengan penuh selidik.
"Apa ini perbuatanmu..?" tanya Chu Lizheng.
"Tentu saja aku hanya membuat mereka pinsan kakak tenang saja aku tidak akan membunuh dikawasan istana..!" Ucap Chu Tian dengan tenang.
"Syukurlah jika kau tau" ucap Chu Lizheng dengan menghela nafas.
mereka berjalan dengan mengendap endap ke arah aula istana, sesuai dengan yang Zaein katakan bahwa raja dan selir agung Wu Mei dan beberapa petinggi sedang mengadakan pertemuan untuk membahas pelantikan pangeran Chu Fen menjadi putra mahkota kerajaan Chu dan selir Wu Mei menjadi permaisuri raja.
Saat mereka tengah serius membahas pelantikan itu akan diadakan kapan, pintu aula didobrak hingga terbang dan mengenai salah satu petinggi.
Brakkk...
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.