Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 173. Kekalahan Qi Sau


__ADS_3

"Jangan mencoba untuk menyakitiny" ucap Yan sha.


" oh kau ini, emm ah ya aku ingat kau tuan putri dari laut duyung, hahahaha tak kusangka aku bisa bertemu denganmu ditempat seperti ini, tapi maaf saja aku tidak akan berhenti hanya karenamu" ucap Qi Sau lalu menghempaskan Yab Sha dengan energi spiritualnya.


Qi sau Mengangkat Ling Yue dengan energi spiritual, Chu Tian merubah elemennya menjadi elemen cahaya lalu membuat Jarum kecil dan Dia lemparkan ke tangan Qi Sau.


Dengan Reflek Qi Sau melepas energi yabg mengikat Ling Yue dan membuat Ling Yue terjatuh dari udara.


Chu Tian dengan kecepatan Cahaya melesat dan menangkap Ling Yue.


"kau baik baik saja, tunggu aku disini aku akan segera mengakhiri ini, matahari akan segera muncul" ucap Chu Tian dan Diangguki oleh Ling Yue.


Chu tian kembali melayang dengan armor keemasan efek dari elemen cahaya nya.


"Elemen cahaya gawat anak ini juga memiliki elemen yang sama dengan Jhin Suo" batin Qi Sau Dia agak Ketakutan karena satu satunya kelemahannya yang nyata adalah elemen Cahaya


"Maju Kau Qi sau, jangab hanya berdiam disana saja" ucap Chu Tian.


Qi sau melesat kearah Chu Tian dan Chu Tian beberapa kali menebaskan pedangnya.


Slashh... slashh... slashhh....


Qi Sau Masih bisa menghindari tebasan Chu Tian.


Sementara itu Chu Tian mengunakn satu tangannya untuk membuat tombak kecil dan melemparkannya tepat kejantung Qi Sau.


Tak semudah yang dibayangkan Chu tian Qi Sau memiliki perlindungan yang berlapis lapis.


"Seranganmu itu tidak akan berpengaruh karena aku telah melapisi tubuhku dengan 10 perisai pelindung" ucap Qi Sau lalu kembali menyerang Chu Tian hingga terpental.


Chu Tian memegang dadanya sambil menatap Qi Sau.


"10 perlindungan artinya aku masih harus menghancuran sembilan pelindung lagi, aku tidak tau apakah waktu yang tersisa akan cukup" ucap Chu Tian nafasnya sudah terengah engah.


Chu Tian lalu melesat dan melempar beberapa Jarum cahaya sekaligus.


Bomm bommm bommmm...


Ledakan terjadi saat Jarum cahaya Chu Tian mengenai perisai Qi Sau.


" enam" ucap Chu Tian.

__ADS_1


" dasarr tak bergunaaa.....!!!" Qi Sau merasa marah dan menyerang Chu Tian kali ini Chu Tian berhasil menghindar dan terus menghindar sesekali Chu Tian akan melemparkan jarum Cahaya.


Chu Tian melempat Jarum ke sembilan Yang Artinya satu perisai lagi Chu Tian akan bisa menembus tubuh Qi sau.


namun sayang sekali Chu Tian telah kehabisan energinya,


apalagi ditambah dengan beberapa perisai pelindung yabg ia buat hancur membuat kekuatan jiwanya juga melemah karena Chu Tian menjaga semua perisai yabg ia buat dengan kekuatn jiwanya.


Chu Tian berhasil dijatuhkan Oleh Qi Sau untuk kesekian kalinya, Tubuh Chu Tian lemah Ditanah dengan darah keluar dari mulutnya, kali ini Tubub Chu Tian serasa akan hancur .


"Hahaha Apakah anak Dari Jhin Suo sangat lemah, kau akan mati ditanganku dan Jhin Suo akan menjadi milikku hahahaha" tawa Qi sau mengelegar.


"Aku... tidak akan membiarkan kau mendapatkan ayahku" ucap Chu Tian yang berdiri dengan tumpuan pedangnya bahkan berdirinya pun tidak stabil lagi.


"lebih baik kau menyerah dan ikutlah bersamaku , maka aku akan membantumu membalaskan dendam mu kepada ayah dan ibumu karena telah menbunuhmu" ucap Qi sau.


" Tentu saja..." Chu Tian berjalan dengan perlahan sambil tersenyum pada Qi sau.


Semua orang merasa tegang dengan yang dilakukan Chu Tian.


"Adikk jangan lakukan ituu.... Tuannn ingat siapa dirimu.... Chu Tian jangan bodoh dengan melakukan itu" Teriakan teriakan dari temab teman Chu Tian tak membuat Chu Tian berhenti, dan itu membuat Qi sau merasa sangat senang.


Chu Tian berjalan dengan Sisa sisa tenaganya kearah Qi Sau, qi Sau mengulurkan tangannya.


Clebbbbb......


"Uhukk... ka kau aku tidaka akan memaafkanmu, aaaaarrrggghhhhh" Tusukan pedang Chu Tian mengenai tepat dijantung Qi Sau dan mengenai Permata iblis milik Qi sau, hal itu membuat Qi Sau berubah menjadi butiran debu dan jiwanya memasuki Pedang Roh dewa.


Chu Tian hampir terjatuh lagi namun pedangnya menahannya, Chu Tian lalu berbalik dan berjalan menuju altar dengan tatapan lemahnya, Chu Tian berjalan sambil menatap langit yang perlahan Mulai terang.


" kurasa aku tak akan sanggup" ucap pelan Chu Tian.


" sejak kapan muridku menjadi mudah menyerah" ucap Cang He yang baru datang dan langsung mendarat disamping Chu Tian lalu membawanya ke atar yang mulai tertutup seperti kaca Transparan.


Di dalam altar Chu Tian mencoba berdiri dengan wajah terlihat bahwa ia sangat kesakitan


"Apa kau yakin kau baik baik saja" tanya Ling yue dengan aur mata yang bercucuran.


"Aku baik baik saja" ucap Chu Tian sambil mengusap air amta istrinya


Altar itu melesat keatas dengan sangat cepat, Chu Tian melihat kebawah dia melihat dunianya yang hampir hancur karena serangan Binatang iblis membuatnya meneteskan air mata.

__ADS_1


"Kau sudah berusaha" ucap Ling yue.


" yang dikatakan istrimu benar" ucap Cang he.


Chu tian hanya mengangguk, dan perlahan mereka dikejutkan dengan Cahaya yang sangat terang bahkan mereka semua harus menutup mata.


saat mereka membuka mata mereka telah berada digerbang istana kerajaan Es.


Baju Chu Tian menjadi serba putih dengan Jubah panjang , rambutnya juga kembali kewarna putih keperakan, penampilan Ling yue pun berubah, Gaun putih indah menjuntai denagan hiasan permata , bahkan rambut Ling yue menjadi putih keperakan sama seperti Chu Tian, sementara Yan Sha kembali mengenakan Pakaian khas dari negri duyung yang memang hanya digunakan oleh para putri, dan Cang He kembali menggunakan baju kebesarannya sebagai dewa pengetahuan.


Mereka berempat disambut dengan hangat, raut wajah pucat Chu Tian tak terlihat karena senyum yabg mengembang diwajahnya.


Ratu Duyung segera mengahmpiri Yan Sha, Sementara Semua keluarga dari suku Es menghampiri Chu Tian dan Ling Yue


Jhin Suo memeluk putranya.


" jhin Tian selamat datang dirumahmu" ucap Jhin Suo.


"Terimakasih ayah" ucap Jhin Tian.


"Putriku selamat datang juga dirumah barumu" ucap Jhin Suo.


Semua orang kemudian mengucapkan selamat atas kedatanagn pangeran mereka.


Perayaan Besar Digelar diistana es itu, Tubub Jhin Tian semakin lemah namun dia menahannya tidak ingin semua orang merasa khawatir.


" suamiku sebaiknya kau beristirahat" ucap ling yue.


" Aku bisa menunggu untuk itu, tapi apa kau lelah, anak ayah apa kau baik baik saja disana" ucap Jhin Tian.


"Anak..?" tanya Jhin Suo.


" ah ya aku lupa memberitau ayah, bahwa Ling Yue telah mengandung anak kami, dan itulah kejutannya" ucap Jhin Tian dengan tersenyum.


"Aku aku akan menjadi seorang kakek, astaga putraku kau menbuat kebahagiaanku terasa lengkap" ucap Jhin Suo.


Jhin Suo dengan bangganya mengumumkan tentang menantu dan Calon Cucunya kepada semua orang.


Jhin Tian dan Ling Yue tersenyum bahagia melihat Jhin Suo begitu bersemangat begitupun dengan semua orang.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2