Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 222. Qi Val


__ADS_3

Jhin Tian langsung melompat keatas hinga sejajar dengan kepala mayat Hidup, sementara Xiao Feng dan Zaein menyerang dari samping kanan dan kiri.


"fokus cari kelemahannya" teriak Xiao Feng.


Jhin Tian mengeluarkan Bola bola Es dan menyerang kepala Mayat Hidup itu.


kepala mayat itu hancur namun krmbali terbentuk lagi.


"Raaaarrrrrrrrr" mayat Itu terlihat marah dan membuka mulutnya lebar lebar dan menembakkan bola api besar kearah Jhin Tian.


Jhin Tian melompat kesamping untuk menghindari bola api itu.


blaaarrrrrrrrr.......


"Hati hati, ada Racun di tangannya itu" ucap Xiao Feng yang mengaktifkan mata khususnya, itu sebenarnya juga dimiliki oleh Jhin Tian yang merupakan bagian dari Suku phoenix.


"Aku Tau" ucap Jhin Tian dengan Wajah Dinginnya.


Dia terus mengarahkan pandangannya mencari Kelemahan Dari Mayat Hidup itu.


"Api phoenix merah" teriak Jhin Tian setelah membuat segel tangan dan sebuah api berbentuk phoenix melesat mengitari mayat hidup itu.


Jhin Tian terus fokus mencari titik lemah mayat hidup itu dan Xiao Feng serta Zaein mencoba melemahkan dengan energi mereka.


Swiishh... swiisshhh... swisshhhh...


Lima Phoenix mendekat pada Jhin Tian dan langsung berlutut.


Jhin Tian masih Fokus dengan phoenix apinya, dia tidak memandang para pengikutnya itu.


"Apa yang kalian lakukan disini" ucap Jhin Tian sambil terus mengawasi.


"Kami merasakan Aura pendekar yang cukup kuat, jadi kami kemari untuk membantu, takut terjadi sesuatu" ucap Salah satu Dari mereka.


Xiao feng yang sedang bertarung menangkis setiap pukulan mayat hidup itu, jadi teralihkan saat melihat Para Phoenix datang.


Blaarrrrrrrrrr...... Xiao Feng terpental karena pukulan Dari Mayat Hidup itu


"Pamannn" ucap Jhin Tian reflek.


"Cih Kalian berdua bantu Xiao Feng dan lainnya bantu Zaein" ucap Jhin Tian.


"Baik Pendekar" ucap mereka serempak, lima kilasan cahaya melesat kesana kemari menyerang Mayat hidup itu.


Raaaaarrrrrrrrrr.......


"Ketemu" ucap Pelan Jhin Tian dengan senyum Sinis.


Jhin Tian lalu mengendalikan Phoenix apinya menuju mulut Mayat Hidup Itu..


Blaaarrrrrrrrr.........


sayang sekali gerakan Jhin Tian disadari oleh Mayar hidup itu, dan langsung menangkis phoenix milik Jhin Tian yang membuat phoenix itu hancur akibat benturan yang keras.

__ADS_1


"Ternyata dia Cerdik" jhin Tian lalu melesat ketempat yang lainnya berada.


"Incar lidahnya, besi itu berada didalam lidah" ucap Jhin Tian sambil melesat menuju Atas Mayat hidup Itu.


"Cih tak kusangka dia licik Juga, baiklah Ayo.. Jhin Tian formasi atas" teriak Xiao Feng.


"Yaaa " teriak Jhin Tian yang sudah berada diatas.


Jhin Tian mempersiapkan Dirinya Diatas kepala Mayat Hidup, Zaein berada tepat didepan kepala Sementara Xiao Feng ada dibawah, serta kelima Phoenix juga berada Dibawah Dengan posisi menyerang.


mayat Hidup itu terus melontarkan bola apinya dan Juga mengayunkan tangan besarnya.


Bommmmmmm..... bommmmmm.... Blarrrrrrrrrr..... duaarrrrs...


Ledakan Demi ledakan Terdengar saat mereka mulai menyerang.


"Sekarang" teriak Jhin Tian yang sudah memusatkan Energinya pada kepalan Tangannya dan Langsung meninju Kepala atas Mayar Hidup.


Roaaaarrrrrrrrrr....... mayat Itu berteriak Keras.


posisi itu dimanfaatkan oleh Zaein dengan mengunakan kecepatannya untuk memasuki Mulut Mayat Hidup, sementara Xiao Feng langsung meninju Perut Mayat hidup Desertai kelima phoenix menyerang bagian kaki hingga membuat Mayat hidup itu Jatuh.


bommmmmm......


"Selanjutnya kuserahkan padamu Zaein" ucap Pelan Jhin Tian.


Disisi Zaein sedang mencari cari letak besi hitam itu, Jhin Tian melakukan telepati pada Zaein.


"Bagian kiri lidah, carilah" ucap Jhin Tian dalam telepatinya.


"Ambil besi itu secepatnya, sebelum mayat ini bangkut lagi, kau akan kesusahan" ucap Jhin Tian dengan serius.


"Aku mengerti" Zaein langsung berusaha menarik besi hitam itu.


Tak lama setelah itu sang mayat hidup kembali bangkit dengan wajah marah dan mata memerah, Zaein semakin kesulitan karena mayat hidup itu terus bergerak, ditambah Aroma busuk yang menbuatnya merasa mual.


Disisi Itu Jhin Tian dan Xiao Feng semakin kewalahan Menghadapi mayat hidup itu, energi mereka semakin berkurang tapi tenaga mayat hidup itu masih terus sama.


"Cih Dia ini tidak merasa lelah kah" kesal Xiao Feng.


Slash slashhh.... pedang Roh Dewa yang ditakuti oleh para dewa sekalipun tidak bisa menebasnya membuat Jhin Tian merasa kesal.


"Bagaimanapun dia hanya sepengal jiwa dan sisanya adalah orang mati" ucap pelan Jhin Tian.


Cresssss.....


"Arrrkkkkhhhh....."


"Arrrrgghhh...."


Jhin Tian dan Xiao Feng sama sama terkena Cakaran kuku mayat itu.


"Sial... Badanku mulai sulit digerakkan " Jhin Tian lalu menotok satu bagian tubuhnya agar racun tidak Menyebar, dia juga melakukan hal yang Sama Pada Xiao Feng.

__ADS_1


Kondisi itu sungguh membuat pertahanan Jhin Tian Melemah.


Xiao Feng Dan Jhin Tian pada akhirnya berhasil Terpojok dan lima phoenix telah terkapar tak berdaya ditanah.


"Huahahahaha Rarrrrrrrrr...." mayat Itu tertawa mengelegar lalu Mengarahkan kedua tangannya keatas membentuk sebuah bola energi besar.


"Celaka" ucap Jhin Tian.


"Kurasa aku hanya bisa sampai disini" ucap Xiao Feng.


"bodoh, Aku percaya pada Zaein" ucap Jhin Tian .


Saat Mayat Hidup itu membuka mulutnya terlihat Zaein yang masih berusaha menarik besi yang menancap sementara bola energi yang Dibuat Semakin besar.


Mayat Hidup itu melempar bola energinya, dan Jhin Tian langsung Berdiri didepan dengan satu tangannya menahan serangan menggunakan pedang Roh dewanya.


"Hiaaaaaaaa........" jhin Tian benar benar mengerahkan seluruh energinya untuk menghentikan Bola energi yang mengarah padanya dan Xiao Feng.


"Pangeran Jhin Tian sebaiknya kau pergi dari sana" tetiak Xiao Feng.


"Diam lah, dari pada mati sia sia tanpa melakukan apapun lebihbbaik aku berusaha" ucap Jhin tian dengan wajah yang menahan rasa sakit.


Bommmmmmm..... sssssshhhsss..


Bola Eneegi Itu langsung menghilang entah kemana terlihat Zaein datang dengan Sebuah besi kecil ditangannya


"Aku tau kau berhasil" ucap Jhin Tian


"Maaf aku terlambat hehe" ucap Zaein sambil mengaruk tengkuknya.


"Aku tidak menyangka kau bisa menghilangkan energi sebesar itu Zaein" ucap Xiao Feng dengan senyum.


"Hah aku, aku tidak menghilangkan Bola energi itu" ucap Zaein.


"Aura ini" jhin atian langsung menengok kesamping dan ada seorang pria berdiri memandang Jhin Tian dengan senyum.


"Qi Val... apa yang kau lakukan disini" ucap Jhin Tian.


"Salam pangeran kehidupan" ucap Xiao Feng dan Zaein sambil membungkuk hormat.


"Aku merasakan Aura kehidupan yang tercemar, dan ternyata kau sudah mengatasinya" ucap Qi Val.


"Cih" Jhin Tian hanya berdecih.


"Tapi aku masih merasakan beberapa aura menjijikkan dari arah sana" ucap qi Val dan seketika Jhin Tian teringat.


"Xian Xuan" Jhin Tian langsung menghilang dari sana dan diikuti oleh Zaein dan Xiao Feng.


"Astaga punya teman gak punya perasaan, aku baru saja sampai dan dia meninggalkanku" ucap Kesal Qi Val dan langsung pergi mengikuti Jhin Tian dan Dua pengikutnya, sementara Lima Phoenix kini berada didimensi Jhin Tian dan sedang diurus oleh Lao Hei.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2